Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Penggelapan Uang


__ADS_3

Brraaakkkk


"Bawa kemari orang yang sudah coba-coba melakukan praktek penggelapan uang di perusahaanku. Berani sekali dia!" teriak Gabrielle lantang sembari menggebrak meja. Emosinya naik seketika begitu dia mendengar laporan dari Ares kalau bawahannya ada yang melakukan penggelapan dana yang masuk ke perusahaan.


Ares mengangguk. Dia lalu pamit keluar, memanggil dua orang penjaga untuk menemaninya pergi ke salah satu ruangan direktur bagian keuangan di Group Ma. Sungguh bodoh. Saat ini suasana hati Tuan Muda-nya sedang sangat buruk akibat padatnya jadwal pekerjaan menjelang hari kelahiran sang tiga pewaris. Entah apa yang orang ini pikirkan sampai-sampai nekad melakukan satu kesalahan yang tidak akan pernah termaafkan. Korupsi, adalah salah satu tindak kejahatan yang paling tidak terampuni di perusahaan ini. Jadi Ares merasa kalau orang ini benar-benar sangat bodoh karena berani mempertaruhkan posisinya yang lumayan tinggi hanya demi menggendutkan rekening pribadi. Padahal menjadi bagian dari Group Ma adalah sesuatu yang sangat dinanti-nantikan oleh semua orang. Apalagi dengan jabatan sebagai direktur keuangan. Tidakkah menurut kalian ini sangat to lol?


"Buka pintunya!" perintah Ares sambil merapihkan dasi di lehernya.


"Baik!"


Tanpa babibu lagi si penjaga langsung menendang kasar pintu ruangan dari orang yang telah membuat Tuan Muda mereka murka. Dan begitu pintu terbuka lebar, Ares dan kedua penjaga tersebut di kagetkan oleh satu pemandangan di mana orang yang sedang mereka cari tengah bercumbu mesra dengan sekertarisnya. Sontak saja perbuatan mesum tersebut membuat darah di tubuh Ares mendidih seketika. Dengan mata berkilat marah, dia menghampiri direktur tersebut kemudian mencengkram kerah baju lehernya.


"T-T-Tuan Ares. In-ini tidak seperti yang anda lihat. D-dia ... wanita itu yang menggodaku lebih dulu. Sungguh!"


Buggghh bugghhh


Dua bogem mentah dilayangkan oleh Ares ke arah perut pria bajingan ini. Setelah itu Ares memerintahkan pengawal untuk membawanya pergi menghadap Tuan Muda mereka. Sedang dia sendiri kini akan mengurus si wanita gatal yang sedang menangis ketakutan sambil duduk bersimpuh di lantai.


"Kau! Ambil gaji terakhirmu di bagian HRD. Dan aku minta jangan pernah lagi kau menampakkan wajahmu di perusahaan ini. Paham!" amuk Ares dengan tatapan membunuh.


"B-baik, Tuan Ares. S-saya permisi!"


Ares berdecih jijik ketika tak sengaja melihat bekas keunguan memenuhi dada wanita tersebut. Setelah itu dia bergegas kembali ke ruangan Tuan Muda-nya untuk membereskan masalah si direktur mesum tak tahu diri itu.


"Kau tahu apa kesalahanmu?" tanya Gabrielle seraya menatap tajam ke arah bawahannya yang sudah dengan begitu berani mencuri uang yang bukan menjadi hak miliknya.


"S-saya tidak tahu, Tuan Muda," jawabnya gugup.


"Benar tidak tahu atau hanya pura-pura tidak tahu? Hah!"

__ADS_1


"S-s-saya ... saya benar-benar t-t-ti ....


"ARES!"


"Iya, Tuan Muda!" sahut Ares sambil berjalan mendekat ke samping meja Tuan Muda-nya.


Gabrielle menunjuk wajah si koruptor tersebut lalu memberikan perintah yang membuat wajah bawahannya langsung berubah pucat bagaikan mayat.


"Tanyakan pada bajingan ini satu kali lagi. Kalau masih tidak mau mengaku, potong kedua jari tangannya lalu sita semua harta miliknya sesuai dengan jumlah yang tertulis di data perusahaan. Sekarang!"


"Baik, Tuan Muda!"


Ares berbalik mendekati direktur yang kini terlihat ketar-ketir dengan wajah memutih seperti kertas. Sudut bibirnya nampak memperlihatkan satu seringai yang cukup mengerikan. Dan begitu Ares sampai di hadapan direktur tersebut, dia langsung mengeluarkan pistol dari balik saku jas kemudian menempelkannya ke kening si pelaku.


"Katakan, atau peluru ini akan menembus tulang tengkorak kepalamu sekarang juga!" gertak Ares dengan nada suara yang begitu rendah.


"S-saya ... saya ....


"Tuan Ares, s-saya sungguh tidak tahu kesalahan apa yang anda dan Tuan Muda Gabrielle maksudkan. Seingat saya tidak sekalipun saya pernah membuat kesalahan ataupun kecurangan yang menimbulkan kerugian di perusahaan. Jadi sekarang saya benar-benar tidak mengerti kenapa anda dan Tuan Muda memaksa agar saya mengakui sesuatu yang tidak pernah saya lakukan. Saya bingung, Tuan Ares. Sungguh!"


"Owh, benarkah?"


Gabrielle dan Ares sama-sama tersenyum miring mendengar bagaimana direktur ini bersilat lidah dalam menutupi kesalahannya. Bosan menunggu terlalu lama, Gabrielle pun segera melemparkan salinan kertas yang menjadi bukti kejahatannya. Setelah itu Gabrielle memutar kursi hingga menghadap jendela, memejamkan matanya sembari menunggu pengakuan dari si pencuri tersebut.


Whaaattt? Bagaimana bisa semua bukti-bukti ini berada di tangan Tuan Muda? Bukannya waktu itu aku sudah merubahnya agar tidak ketahuan ya? Gawat. Kalau begini bisa tamat riwayatku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Alibi apa yang bisa aku gunakan untuk menipu Tuan Ares dan Tuan Muda Gabrielle? Brengsek.


"Masih belum mau mengaku juga, hah?" tanya Ares. Dia kini menarik kembali senjata miliknya. Namun sebagai ganti, Ares meminta dua orang penjaga tadi untuk memegangi tubuh si pencuri ini. Setelah itu Ares mengambil sebuah pisau yang memang dia gunakan khusus untuk menggertak para tikus got yang tinggal di perusahaan. "Mengaku, atau aku akan membuatmu kehilangan dua buah jari. Pilih yang mana?"


Salah satu dari penjaga membentak si pencuri tersebut saat pria ini terlihat enggan untuk mengaku. Merasa kalau sudah tidak bisa berkilah lagi, dia akhirnya meminta maaf atas apa yang telah dia lakukan. Namun sayang, kata maaf yang di ucapkannya tak mampu merubah peraturan yang berlaku di Group Ma. Gabrielle, tidak akan pernah mentolerir apapun alasan dari pelaku korupsi. Terkecuali jika hal tersebut dilakukan di bawah tekanan seseorang, barulah Gabrielle akan memaklumi.

__ADS_1


"Tuan Muda, saya khilaf. Saya awalnya tidak berniat melakukan penggelapan uang itu, saya terpaksa. Tekanan biaya hidup yang semakin tinggi membuat gaji yang saya dapatkan dari perusahaan ini tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari saya dan keluarga saya. J-jadi dengan sangat terpaksa saya mengambil lebih dari beberapa keuntungan yang masuk ke bagian keuangan perusahaan. Tolong maafkan saya, Tuan Muda. Saya mohon!"


"Berapa lama kau bekerja di Group Ma?" tanya Ares.


"Tujuh tahun, Tuan Ares."


Ares menghela nafas.


"Lalu selama tujuh tahun kau berada di perusahaan ini pernahkah kau melihat Tuan Muda memaafkan kesalahan seorang koruptor sepertimu? Jika pernah, tolong beritahu aku siapa dan kapan kejadian tersebut terjadi. Bisa?"


Bagaimana ini. Aarrrggghhh, brengsek. Kenapa jadi seperti ini sih.


Gabrielle yang mendengar isi pikiran bawahannya pun menjadi semakin geram. Di mulut berkata maaf, tapi di dalam hati terus saja mengumpat. Seseorang seperti dia bagaimana bisa bekerja begitu lama di perusahaannya. Sepertinya Gabrielle harus melakukan pemeriksaan rutin terhadap para karyawannya, terutama yang menduduki jabatan penting di Group Ma. Dari kasus ini Gabrielle bisa menarik kesimpulan bahwa selama beberapa tahun terakhir perusahaan telah menghidupi tikus-tikus yang tidak seharusnya berada di sini. Sungguh merugikan.


"Res, usir dan sita semua harta miliknya sesuai dengan jumlah kerugian yang di timbulkan. Kalau melawan, buat dia tidak bisa bekerja di perusahaan manapun lagi. Itu adalah balasan karena aku tidak melaporkannya ke kantor polisi!" perintah Gabrielle menyudahi permasalahan yang sedang terjadi. Otaknya sudah lelah, dia butuh waktu untuk menghubungi istri kesayangannya.


"Tuan Muda, tolong jangan pecat saya dari sini. Bagaimana nanti dengan nasib istri dan anak-anak saya kalau saya tidak memiliki pekerjaan? Tolong maafkan kesalahan saya, Tuan Muda. Saya mohon!"


"Bawa dia keluar dan minta OB untuk membersihkan ruangannya!" ucap Ares memberikan perintah pada penjaga.


"Baik, Tuan Ares. Permisi!"


Ares berdiri diam sambil menatap datar ke arah penjaga yang sedang menyeret si pencuri keluar dari dalam ruangan Tuan Muda-nya. Setelah itu Ares kembali melanjutkan pekerjaannya begitu mendengar Tuan Muda-nya tengah melakukan panggilan video dengan sang nyonya. Tiba-tiba Ares jadi merindukan Cira dan jagoan kecilnya, baby Andreas Guang.


Tolong di ingat ya nama-nama cogan yang bakal ngawal si baby Flow boo-eboo


1. Cio Morigan Stoller


2. Andreas Guang

__ADS_1


*****


__ADS_2