
📢📢 Gengsss... My Destiny ( Clara & Eland) sudah up lagi ya. Silahkan mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak. Genrenya Dark-Romance, dan alurnya sedikit menguras air mata. Kuy mampir 💜
Lima Bulan kemudian ....
"Elea, kau di mana, sayang?" tanya Gabrielle ketika tak mendapati Elea di dalam kamar. Dia baru saja pulang dari kantor, dan tentu saja orang pertama yang ingin dia lihat adalah istri tercintanya.
"Di sini."
Pandangan Gabrielle langsung tertuju ke arah balkon di mana ada seorang wanita memakai gaun putih tengah merentangkan tangan menikmati hembusan angin malam. Gabrielle yang melihat hal itupun segera datang menghampiri. Sembari tersenyum, Gabrielle melingkarkan kedua tangannya memeluk Elea dari belakang. Dia lalu mencium tengkuknya yang putih dan selalu beraroma wangi.
"Angin malam tidak bagus untuk kulitmu, sayang. Kenapa malah berdiri di sini, hem?" bisik Gabrielle. Dia melayang terbuai dalam aroma wangi tubuh Elea.
"Kak Iel, usia kandunganku sekarang sudah memasuki bulan ke enam. Perutku mulai begah, dan tadi entah kenapa aku begitu ingin menikmati udara malam. Sepertinya anak-anak kita sedang butuh udara segar," jawab Elea.
Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Wajar jika Gabrielle mengkhawatirkannya. Tadi itu sebenarnya Elea sudah tidur, tapi dia bangun karena merasa gerah dan tak nyaman dengan gerak tubuhnya. Elea kemudian memutuskan untuk membuka pintu balkon, tapi malah tertarik untuk menikmati langit malam dan berdiri di sini.
"Benarkah?"
Gabrielle meregangkan pelukan. Setelah itu Gabrielle berjongkok setelah memutar tubuh Elea agar menghadapnya. Dengan penuh sayang Gabrielle menciumi perut Elea yang memang sudah membuncit. Tubuh Elea berukuran mungil, dengan kehadiran tiga calon anak mereka sudah pasti akan membuat perutnya menjadi jauh lebih besar jika di bandingkan dengan keadaan ibu hamil yang hanya mengandung satu orang anak saja.
"Bern, Karl, Flow. Apa di dalam sini kalian merasa tidak nyaman? Jika benar, tolong tunjukan tanda agar Ayah dan Ibu bisa mengerti. Oke?" bujuk Gabrielle lirih. Dia kemudian mendongak, tersenyum memandangi Elea yang terlihat semakin bertambah cantik setiap harinya. "Ibu kalian sudah kelelahan. Jadi tolong jangan membuatnya kesusahan ya. Kasihan, nanti Ibu kalian menangis."
"Kau ini, Kak. Sekarang kan aku sudah tidak secengeng semester pertama kehamilanku. Tolong jangan memfitnahku di hadapan anak-anak kita ya," protes Elea seraya terkekeh pelan. Dia lalu membelai rambutnya Gabrielle, merasa sangat bahagia karena selama masa kehamilannya yang rewel itu Gabrielle sama sekali tidak pernah mengeluh. Pria ini senantiasa berusaha untuk selalu ada dan memenuhi keinginan-keinginan tidak masuk akalnya.
"Hehehe, iya-iya. Aku hanya sedang bercanda saja dengan anak-anak kita. Jangan marah, ya?"
Tepat ketika Gabrielle selesai bicara, tiba-tiba saja dia di buat kaget ketika tangannya merasakan pergerakan aneh dari perut Elea. Untuk beberapa saat Gabrielle dan Elea hanya diam dengan mata saling memandang, tapi sedetik kemudian mereka berdua sama-sama memekik kaget.
"Kak Iel, apa itu gempa?"
__ADS_1
"Bukan, sayang. Itu bukan gempa, tapi guncangan hebat."
"Sama saja, Kak Iel. Bagaimana sih."
"Astaga, sayang. Tanganku menjadi sangat dingin. Ternyata mereka benar-benar memberikan kode kalau mereka sedang merasa tidak nyaman berada di dalam sini. Ya Tuhan, Ya Tuhan. Bagaimana ini? Perut istriku berkedut. Ahahhaaha!" pekik Gabrielle tertawa kencang sambil menyeka cairan bening yang tidak sengaja membanjiri matanya. Ya, Gabrielle menangis. Namun tangisan ini adalah tangisan bahagia karena Gabrielle bisa merasakan kedutan pertama yang menjadi awal pengenalannya dengan baby BKF.
Ini luar biasa. Kalian benar-benar sangat luar biasa, anak-anakku. Kalian hebat.
"Kak Iel, apa tadi perutku baru saja berkedut? Me-mereka menyapa kita?" tanya Elea dengan suara bergetar menahan tangis. Dia merasa sangat amat terharu sekarang.
"Iya, sayang. Mereka baru saja menyapa kita untuk yang pertama kali. Ini luar biasa, kalian berempat sangat hebat," jawab Gabrielle kemudian mencium perut Elea berulang kali.
"Hiksss, ini sangat membahagiakan. Kita harus mengabadikan moment indah ini, Kak Iel. Aku tidak ingin semuanya hanya terlewat begitu saja."
"Baiklah, sayang. Apapun yang kau inginkan," sahut Gabrielle. Dia perlahan-lahan berdiri kemudian meraba dagu, pipi, dan juga mata Elea. Sungguh, Gabrielle benar-benar merasa sangat bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan istri dan juga calon bayi-bayi yang selalu saja membuatnya merasa sangat takjub. Sumpah mati Gabrielle tidak akan pernah membiarkan siapapun mengusik kebahagiaan keluarga kecilnya ini. Tidak akan. "Sesuai dengan jumlah anak kita, maka aku akan mengabulkan tiga permintaanmu malam ini. Katakan, katakan semua hal yang kau inginkan, sayang. Selagi bisa, aku pasti akan memenuhinya. Jangan ragu. Oke?"
"Tiga?"
Elea tersenyum. Dia menyeka air mata di wajahnya kemudian menarik tangan Gabrielle dan membawanya ke depan mulut. Elea lalu mengecup tangan kekar yang selama ini tak pernah lelah memberikan belaian untuknya dengan penuh cinta. Anggaplah Elea berlebihan, tapi dia tidak peduli. Elea sangat mencintai Gabrielle, dan itu adalah fakta yang di ketahui hampir oleh semua orang. Dan salah satunya adalah kalian. 😇
"Kak Iel, hal pertama yang ingin aku minta darimu adalah janji. Aku ingin kau berjanji untuk selalu ada untuk kami berempat, aku ingin kau berjanji untuk selalu mencintai kami. Dan aku ingin kau berjanji untuk tidak pernah meninggalkan kami apapun yang terjadi. Bisakah?" tanya Elea.
"Bisa, sangat bisa," jawab Gabrielle dengan sangat yakin. "Aku berjanji akan selalu ada untuk kalian. Aku berjanji akan mencintai kalian berempat hingga lamanya waktu yang tak terbatas, dan aku juga berjanji tidak akan pernah meninggalkan kalian dalam keadaan apapun. Kalian adalah cintaku, hidupku, nyawaku. Tanpa kalian aku hanyalah seseorang yang tidak memiliki tujuan. Aku sangat mencintaimu istriku, anak-anakku. Selamanya."
"Aku juga sangat mencintaimu, Kak Iel," sahut Elea terharu. "Permintaan keduaku ... bisakah kau benar-benar mengabulkan keinginan ketigaku, suamiku?"
Gabrielle langsung mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan Elea yang sedikit aneh. Khawatir ada sesuatu yang tidak baik, Gabrielle berniat mencecar Elea agar menjelaskan maksud di balik pertanyaannya itu.
"Sayang, kau ....
__ADS_1
"Bisakah?"
"Tapi ....
"Kak Iel, tolong kau jawab bisa atau tidak. Jangan khawatir, jawabanmu tidak akan membuat kita berdua terpisah. I'm promise," ucap Elea menyakinkan Gabrielle agar tidak merasa khawatir.
"Kau sungguh-sungguh tidak akan mengatakan sesuatu yang membuatku mati jantungan?" tanya Gabrielle memastikan.
"Iya. Semuanya tidak seperti yang kau pikir, Kak. Lagipula aku mana mungkin sanggup berada jauh darimu. Lupa ya kalau cintaku juga tak kalah besar dari cintamu?"
Gabrielle menghela nafas. Setelah meyakinkan hatinya kalau Elea tidak akan bicara macam-macam, barulah Gabrielle mengangguk mempersilahkan Elea untuk mengatakan permintaan ketiganya.
Semoga saja bukan permintaan yang aneh-aneh.
"Kak Iel, aku ingin saat anak-anak kita lahir, kita akan memperkenalkannya ke khalayak ramai dengan di barengi resepsi pernikahan kita. Setelah itu aku tidak mengizinkan lagi identitas anak-anak kita terekspos ke media. Bern, Karl, Flow, aku mau mereka bertiga menjalani hidup seperti anak-anak yang lain. Aku tidak mau mereka hidup dalam lingkungan yang selalunya mendapat pengawasan. Mereka harus bahagia dengan cara mereka sendiri. Bisakah?"
"Maksudnya kau ingin aku memberikan kebebasan penuh pada mereka bertiga nanti?" tanya Gabrielle. Dia cukup kaget mendengar permintaan terakhir ini.
"Ya. Bern, Karl, dan juga Flow harus tahu kalau hidup itu tidak semudah yang mereka pikir. Kau dan aku memiliki harta yang begitu banyak, dan semuanya tidak akan mungkin habis dimakan seratus keturunan sekalipun. Aku tidak mau mereka bertiga tumbuh menjadi anak-anak yang manja dan tidak mandiri. Mereka harus tahu kalau di luaran sana ada banyak sekali orang yang harus berdarah-darah demi mendapatkan apa yang mereka mau. Bukannya aku ingin membiarkan mereka begitu saja, Kak. Kita dan yang lain akan tetap mengawasi, tapi cukup dari jarak jauh saja. Mereka akan mencari jati diri mereka masing-masing mulai dari nol, benar-benar dari nol dimana mereka tidak akan di kenal sebagai pewaris keluarga Ma, melainkan anak-anak yang berasal dari keluarga biasa. Kita cukup memanjakan mereka selagi bayi. Dan begitu siap, mari kita lepaskan mereka ke tempat yang sama seperti anak-anak biasa," jawab Elea dengan begitu yakin.
"Katakan apa alasanmu meminta hal seperti ini padaku, sayang. Aku tahu kau tidak akan pernah meminta sesuatu tanpa ada penyebab yang jelas!"
"Karena aku sudah melihat gambaran mereka yang tumbuh menjadi gadis dan pria angkuh nan arogan," jawab Elea. "Kak Iel, bukankah takdir seperti ini masih bisa di rubah selama kita mampu? Untuk orang-orang yang berasal dari kalangan atas seperti kita, selamanya kita tidak akan pernah puas dengan apa yang sudah kita miliki sekarang. Hawa n*fsu akan terus mendesak anak-anak kita hingga membuat ketiganya lupa jalan yang benar. Aku tidak ingin kisah hidup mereka berakhir tragis, Kak Iel. Jadi bisakah kau mengabulkan apa yang aku minta?"
"Di kabulkan!"
Tanpa banyak bicara lagi Gabrielle langsung memagut bibir Elea. Sesuai perkiraannya, Elea pasti mempunyai alasan kuat kenapa meminta anak-anak mereka di biarkan menjalani kehidupan bebas seperti anak orang di luaran sana. Dan setelah mengetahui alasannya, tanpa berpikir dua kali Gabrielle langsung menyetujuinya. Alasannya hanya satu. Insting seorang ibu adalah yang paling baik, dan Gabrielle yakin pilihan Elea adalah yang paling tepat untuk anak-anak mereka kelak. Gabrielle percaya itu.
*****
__ADS_1
📢 Alur kita majukan yang gaesss ... Setelah menimang komenan kalian, emak akhirnya sadar kalau ceritanya stuck di situ-situ aja. Makasih ya yang udah ngingetin, emak minta maaf juga kalau udah bikin kalian bosan. Dengan alur yang sedikit di majukan emak harap kalian bisa terhibur lagi. Dan jangan lupa ajak-ajak teman kalian juga ya untuk baca novel ini. Karena semakin banyak komentar dan masukan yang positif, itu bisa bikin mood emak naik.. Jadi sering-sering komen aja biar emak rajin Crazy up. Oke genggss... lope yu 💜