Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Dewa Mabuk


__ADS_3

Levi tak henti-hentinya melihat ke arah pintu dimana dia dan orangtuanya sedang duduk menunggu. Dia begitu kesal karena Gabrielle dan Elea tidak kunjung datang menampakkan batang hidung mereka. Padahal Levi sudah berpesan agar kedua orang itu tidak datang terlambat. Dia butuh mereka untuk ada di sisinya sebelum namanya di panggil untuk segera keluar menemui pendeta dan calon suaminya di altar pemberkatan.


"Levita, kau ini sedang menunggu siapa sih? Sejak tadi Ibu perhatikan kau terus saja melihat ke arah pintu. Ada apa?" tanya Lolita heran melihat gelagat putrinya yang begitu aneh.


"Aku sedang menunggu pasangan makhluk astral, Bu. Ck, awas saja kalau sampai mereka berani tidak datang. Aku akan mengirimkan seribu karangan bunga ke Group Ma dan juga ke rumahnya Gabrielle untuk membalas kekejaman yang mereka lakukan hari ini. Berani-beraninya ya mereka tidak hadir di acara penting dari pelakor yang selama ini melindungi mereka. Awas saja, aku tidak terima pokoknya!" jawab Levita yang akhirnya termakan emosi oleh ucapannya sendiri.


"Husshh, kau ini bicara apa, Levita. Kalau orang lain ada yang mendengar kata pelakor tadi, mereka pasti akan salah paham padamu. Kau ini!"


"Ibumu benar, Levita. Kau pandai-pandailah menjaga ucapan. Ingat, setelah ini kau sudah mempunyai tanggung jawab untuk menjaga harga diri dan nama baik suamimu. Perbaikilah gaya bicaramu itu!" imbuh Samuel ikut menegur putrinya yang suka sembarangan bicara.


Tok tok tok


"Nah, itu pasti mereka!" pekik Levita kegirangan. "Masuk, Elea. Tenang saja, di dalam sini tidak ada bom kok."


Samuel dan Lolita hanya bisa menghela nafas panjang saat mendengar ucapan putri mereka yang sangat aneh. Setelah itu mereka bertiga sama-sama menoleh saat pintu ruangan terbuka.


"Hei, kenapa malah kau yang datang, Gab? Mana Elea? Kau semalam tidak membuatnya pingsan kan?" tanya Levita yang langsung melayangkan tuduhan menohok pada Gabrielle.


Plaaakkkk


"Awwww, Ibu! Kenapa kau memukul kepalaku. Kalau tatanan rambutnya rusak bagaimana!"


"Itu pantas untuk kau terima, Levita. Astaga, entah makanan apa yang telah aku telan sampai-sampai melahirkan anak yang mulutnya sangat kurang ajar sepertimu. Apa begini caramu menyambut tamu?" marah Lolita.


"Ck, hanya Gabrielle pun. Tidak ada yang perlu di istimewakan dari dia, Bu!" sahut Levita seraya melirik sinis ke arah Gabrielle yang tengah menatapnya dari depan pintu.


"Elea tidak aku izinkan untuk datang kemari!" ucap Gabrielle to the point.


"Kenapa?" tanya Levita.

__ADS_1


"Kau bisa gagal menikah jika sampai bertemu dengannya," jawab Gabrielle kemudian berdehem pelan.


Kening Levita mengerut. Ada yang tidak beres di sini. Kira-kira Elea kenapa ya? Gabrielle tidak mungkin melakukan kdrt pada teman kecilnya itu kan?


"Jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku sangat mencintai Elea, mustahil aku tega untuk menyakitinya," ucap Gabrielle saat mendengar apa yang sedang di pikirkan oleh Levita.


"Kalau begitu ayo jelaskan kenapa Elea tidak boleh datang kemari. Aku yakin sekali kalau kau pasti sudah melakukan sesuatu yang ....


"Kak Levi, katanya kau mau menikah. Tapi kenapa kau malah bersembunyi di dalam gudang ini? Kau sedang bermain petak umpet ya?!"


Suara Elea terdengar begitu nyaring dari luar kamar. Gabrielle yang tahu kalau Ares dan Cira gagal menjaga istrinya yang sedang mabuk hanya bisa mendengus pasrah. Dia kemudian menatap Levita yang terlihat semringah setelah mengetahui kalau istrinya ada di sini. Gabrielle sungguh prihatin, karena calon pengantin ini tidak tahu kalau Elea sedang berada di bawah pengaruh minuman keras yang tadi tidak sengaja dia minum.


Levita, aku hanya bisa mendoakan agar pernikahanmu terselamatkan dari kejahilannya Elea. Huffttt


"Ohooo ... Kau bilang Elea tidak kau izinkan untuk datang kemari, Gab. Lalu itu apa?" tanya Levita.


"Memangnya kapan istrimu itu pernah waras, Gab? Seingatku tidak pernah."


"Levita!" panggil Samuel dan Lolita bersamaan.


"Apa sih Ibu, Ayah. Memang benar kok kalau Elea itu tidak pernah bersikap waras seperti kita. Bukannya Ayah dan Ibu sudah pernah melihat sendiri kegilaan apa yang pernah Elea lakukan?"


Levita langsung memekik kesenangan saat Elea masuk ke dalam ruangan tepat setelah dia melayangkan pertanyaan pada kedua orangtuanya. Namun kesenangan di diri Levita hilang begitu saja saat dia melihat wajah Elea yang sangat merah seperti buah tomat yang hampir busuk.


"E-Elea, kau kenapa? Wajahmu merah sekali. Apa kau salah memakai skincare?" tanya Levita syok.


"Wahhh wahhh wahhh, kau cantik sekali, Kak Levi. Tapi kenapa dadamu jadi berpindah di wajahmu, Kak? Dan apa itu. Kenapa matamu hitam sekali? Apa kau baru saja di pukul oleh seseorang?" tanya Elea dengan suara yang tidak jelas.


Samuel, Lolita dan Levita sama-sama tercengang kaget begitu mendengar perkataan Elea. Sungguh, mereka tidak tahu kenapa istrinya Gabrielle bisa jadi seperti ini. Namun setelah di telisik dengan hati-hati, akhirnya mereka sadar kalau Elea sedang dalam kondisi setengah tidak sadar. Hal ini mereka ketahui dari cara berjalan Elea yang sempoyongan seperti dewa mabuk.

__ADS_1


"Kak Levi, apa kau memakai gaun yang bolong di bagian punggung? Kak Iel bilang gaun seperti itu biasanya di pakai oleh hantu yang terbuang dari alam kuburan. Jangan-jangan kau mencurinya dari mereka ya, Kak? Ckck, serakah sekali kau. Memangnya uang dari Kak Iel masih belum cukup untuk membeli gaun? Kenapa kau malah memilih untuk baku hantam dengan setan. Kasihan setannya, mereka pasti kalah dengan auman beracunmu!"


Gabrielle menekan pelipisnya saat mendengar perkataan Elea yang semakin melantur. Dia kemudian melirik ke arah Levita dan kedua orangtuanya. Warna di wajah ketiga orang tersebut seperti berganti-ganti dari merah ke kuning, kuning ke hijau, dan hijau ke biru. Sudahlah, apapun yang terjadi Gabrielle akan menjauhkan Elea dari yang namanya alkohol. Ini benar-benar sangat berbahaya karena bukan dia saja yang akan terkena dampaknya, tapi orang-orang di sekelilingnya juga.


"Gabrielle, apa ini yang kau ajarkan pada Elea setelah berbuka puasa, hm? Bagaimana bisa kau mencuci otak Elea dengan mengatakan kalau gaun yang ku pakai adalah gaun milik para setan? Astaga, kau itu waras apa tidak sih. Kau tahu tidak kalau gaun ini kupesan khusus dari desainer kondang dengan harga yang sangat mahal!" amuk Levita tak terima gaun pernikahannya di olok-olok oleh Gabrielle dan Elea. Nafasnya bahkan sampai kembang kempis saking emosinya dia pada pasangan suami istri ini.


"Mana mungkin aku tahu hal itu, Levita. Yang akan menjadi suamimu itu kan Reinhard, bukan aku. Dan satu lagi, aku bukan mencuci otak Elea. Tapi aku hanya mengatakan kebenaran yang semestinya. Memang benar kok kalau gaun-gaun berlubang seperti yang kau pakai biasanya hanya di kenakan oleh para hantu. Hal seperti itu banyak muncul di televisi. Cari tahu saja kalau tidak percaya!" sahut Gabrielle enggan untuk di salahkan.


"Woaaaahhh, aku benar-benar bisa gila meladeni kalian berdua. Hufftt, aku tidak sanggup lagi. Lebih baik sekarang kalian berdua enyah dari hadapanku. Aku tidak mau mati berdiri gara-gara kelakuan kalian berdua. Cepat pergi!" teriak Levita yang sudah berada dalam tingkat frustasi tak ada obat. Urat lehernya sampai menegang saking kesalnya dia pada ulah dua oknum manusia yang kini tengah menatapnya.


"Kak Iel, apa Kak Levi sedang kesurupan hantu pemilik gaun itu?" tanya Elea. Dia bersendawa dengan cukup keras dimana hal itu membuatnya seperti ingin muntah.


"Ya, dia sedang kesurupan. Karena itu lebih baik kita segera pergi dari sini saja ya, sayang. Dia sedang kesurupan jin jahat!" jawab Gabrielle dengan sengaja mengompori amarah si pelakor.


"Tapi aku ingin tidur di atas gaun itu, Kak. Sepertinya akan terasa hangat jika tubuhku di selimuti gaun seindah itu. Boleh tidak?"


Levita langsung berteriak memanggil security untuk mengusir Gabrielle dan Elea dari ruangannya. Yang benar saja Elea ingin tidur di atas gaun yang sedang dia pakai. Ini benar-benar gila. Tidak di sangka ternyata Elea adalah peminum yang sangat buruk. Kelakuannya menjadi semakin mengerikan jika sedang berada di bawah pengaruh minuman keras.


Astaga, mimpi apa aku semalam sampai-sampai di datangi oleh pemabuk seperti makhluk kecil itu. Dia benar-benar perusak mood yang sangat handal.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2