
"Teruntuk wanita paling spesial yang datang bersamaku dengan memakai gaun berwarna silver, bisakah aku memintamu untuk datang kemari? Ada sesuatu hal yang ingin ku beritahukan pada semua orang tentang siapa kau sebenarnya!" ucap Gabrielle seraya menatap penuh cinta ke arah Elea yang tengah berdiri dengan di apit oleh ibu dan juga ibu mertuanya.
Elea tersenyum saat semua mata terarah padanya. Waktunya tiba. Ya, waktu yang sudah sangat dia nantikan sejak semalam akhirnya tiba juga. Di sini, di hadapan semua orang statusnya sebagai menantu di keluarga Ma akan segera di umumkan pada dunia. Termasuk juga dengan kabar membahagiakan di mana keluarga Ma akan segera memiliki seorang penerus. Bukan, maksudnya tiga penerus.
"Sayang, Gabrielle memintamu untuk datang padanya. Pergilah, sambut kebahagiaan kalian," bisik Liona seraya mengelus pelan lengan menantunya. Dia sudah sangat tidak sabar ingin segera melihat reaksi para tamu saat tahu kalau wanita cantik ini adalah menantu kesayangannya.
"Aku gugup sekali, Bu. Rasanya semua bulu yang ada di tubuhku seperti akan rontok," sahut Elea asal.
Liona dan Yura menelan ludah. Mereka saling menguatkan batin dengan cara melirik satu sama lain. Spot jantung di mulai.
"Bu, doakan agar aku selamat sampai pada Kak Iel ya. Aku benar-benar sangat gugup sekarang."
Astaga, Elea. Kau itu kan bukan ingin berangkat berperang. Kenapa harus meminta di doakan agar selamat? Ya Tuhan, kuatkan jantungku. Batin Liona menahan frustasi.
Yura yang tidak bisa mengatakan apa-apa hanya mengangguk pasrah mendengar perkataan putrinya. Setelah itu dia membimbing Elea untuk naik ke atas karpet merah di mana putrinya akan berjalan menuju ke arah Gabrielle. Setelah memastikan kalau putrinya melangkah di jalan yang benar, Yura berpamitan pada Nyonya Liona untuk pergi bergabung bersama dengan suami dan juga cucunya. Dia tidak tahan ingin segera mencurahkan segala kefrustasiannya pada sang suami setelah beberapa saat menemani putrinya itu.
"Honey, ada apa dengan wajahmu? Kau terlihat seperti orang yang sedang depresi," tanya Greg heran melihat istrinya berwajah aneh.
"Sudahlah, Greg. Kau jangan pura-pura tidak tahu kalau aku ini hampir mati tertekan gara-gara Elea!" jawab Liona seraya menghela nafas panjang. "Entah karma apa yang sedang kujalani sekarang. Bisa-bisanya aku selalu tak bisa berkutik setiap kali berada di dekat Elea. Saat dia mulai membuka mulut, rasa-rasanya aku seperti orang yang sedang di intimidasi. Apa ini karma karena dulu aku sudah berlaku tidak sopan pada Ibu Nuwa dan Ayah Jeff ya? Makanya Tuhan mengirim Elea untuk menyiksaku seperti ini."
Greg terkekeh pelan mendengar curhatan istrinya. Setelah itu dia merengkuh pinggang wanita yang tengah meratapi nasib karena memiliki menantu dengan lidah beracun.
"Simpan keluhanmu untuk di rumah nanti. Sekarang kita fokus pada Gabrielle dan Elea. Aku sudah tidak sabar ingin segera mendengar peresmian hubungan mereka."
__ADS_1
"Hmmmm."
Semua lenza kamera saat ini terarah pada wanita bermasker yang sedang berdiri di samping pewaris Group Ma. Mereka penasaran dengan identitas asli wanita ini sehingga mampu membuat seorang Gabrielle Shaquille Ma memperlakukannya dengan begitu istimewa.
"Dulu saat aku pertama kali mengenal wanita ini, aku tak pernah tahu kalau aku akan begitu menggilainya. Dia sangat cantik, baik, lucu, dan juga istimewa. Mungkin ada beberapa dari kalian yang sudah mengenal siapa wanita ini sebelumnya. Tapi malam ini aku akan memperkenalkan dia secara resmi pada kalian semua," ucap Gabrielle dengan lantang. Dia meraih tangan Elea kemudian mencium cincin berlian yang tersemat di jari manisnya. "Wanita ini adalah hidupku. Dia nafasku, dan dia adalah segala-galanya bagiku. Namanya Eleanor Young, putri dari Tuan Bryan Young dan cucu dari Bangsawan Clarissa Wu. Dan satu hal lagi, wanita ini menempati posisi terpenting dalam hidupku. Dia ratuku, dia adalah puncak dari tujuanku hidup di dunia ini."
Jeda sejenak.
"Eleanor Young. Dia adalah istriku!" lanjut Gabrielle sembari membuka masker yang menutupi wajah istrinya.
Semua orang ternganga syok begitu tahu kalau ternyata pewaris Group Ma sudah memiliki istri. Di tambah lagi wanita yang menjadi istri dari pria berpengaruh ini berasal dari keluarga yang juga memiliki latar belakang tak biasa. Jika para tamu di buat tak percaya dengan kebenaran yang baru saja terungkap, para wartawan di buat sibuk dalam mengabadikan momen bahagia tersebut. Mereka saling berebutan mengambil posisi terbaik, terlebih lagi saat wanita yang menyandang status sebagai menantu keluarga Ma setengah wajahnya tertutup oleh tubuh kekar si Tuan Muda Gabrielle. Sungguh sikap posesif yang tidak mengenal tempat.
"Tuan Muda, bisakah anda memberitahu kami kapan kalian menikah dan alasan kenapa pernikahan kalian baru di umumkan sekarang?" tanya salah seorang wartawan sambil menatap penuh kagum pada wanita cantik yang kini menjadi fokus semua orang.
Wartawan tersebut hampir jatuh terjungkal ke belakang saat Ares menarik kerah bajunya. Segera dia menundukkan kepala begitu tahu kalau dia baru saja melewati batasan yang tidak seharusnya dia langgar.
"Paham, Tuan Ares."
Gabrielle hampir saja mencabut ginjal wartawan yang tadi berani menatap Elea secara terang-terangan jika saja Ares tidak cepat melakukan tindakan. Dia emosi, sangat tidak terima kecantikan istrinya di nikmati oleh pria lain.
"Kak Iel, ini adalah hari bahagia kita. Bersabarlah sedikit. Kau tidak akan mati kok jika hanya memaafkan ketidaksengajaan wartawan itu. Ya?" bujuk Elea dengan lembut.
Gabrielle menelan ludah. Harusnya tadi itu dia memperkenalkan Elea sebagai wanita yang bisa membunuh tanpa menyentuh agar semua orang tahu kalau istrinya ini memiliki lidah yang sangat amat berbahaya. Seperti sekarang. Cara menghibur Elea sungguh membuat Gabrielle sangat ingin menangis. Tidak akan mati hanya karena memaafkan kesalahan orang lain. Sangat membagongkan sekali bukan?
__ADS_1
"Teman-teman sekalian, sebenarnya aku dan Kak Iel sudah setahun ini menyandang status sebagai suami istri. Dan alasan kenapa kami merahasiakan pernikahan kami dari semua orang adalah karena kami ingin memiliki privasi sendiri. Kak Iel sangat tampan, dan aku juga sangat cantik. Jadi kami sama-sama menjaga agar tidak ada orang ketiga yang datang untuk merusak kebahagiaan kami. Cukup satu pelakor saja yang selama ini menghiasi rumah tangga kami. Tidak dengan para pelakor lain!" ucap Elea menjelaskan pada semua orang ketika suaminya hanya diam saja. Dia kasihan melihat para wartawan ini yang terus berdesakan. Elea takut mereka mati terjepit jika tidak segera di beritahu.
Levi yang mendengar nama pelakor di sebut sudah ketar-ketir sendiri di sisi Reinhard. Dia sangat takut kalau Elea akan menyebutkan namanya di hadapan para wartawan.
"Kau kenapa, Levita?" tanya Jackson usil.
"Diam kau, Jack. Adikmu itu benar-benar sangat meresahkan. Bisa-bisanya dia membahas tentang pelakor di acara seperti ini. Aku bisa kehilangan muka jika Elea sampai menyebut namaku," jawab Levi resah.
"Kalau tidak membuat orang lain jantungan itu bukan Elea namanya, sayang," timpal Reinhard sambil terus memperhatikan jalannya konferensi pers. Dia merasa sangat amat tergelitik melihat Gabrielle yang harus rela menahan cemburu saat Elea terus di cecar pertanyaan oleh banyak pria. Reinhard yakin sekali kalau banteng pencemburu itu pasti sebenarnya sudah begitu ingin menelan kepala semua wartawan itu. Benar-benar pemandangan yang sangat menghibur.
Saat Levita sedang ketakutan status pelakor halalnya di sebut oleh Elea, keluarga yang lainnya terlihat tengah menahan haru setelah hubungan yang selama ini tersembunyi dari media di umumkan ke publik. Baik keluarga Ma maupun keluarga Young, mereka sama-sama sudah tidak sabar menunggu di mana resepsi pernikahan Gabrielle dan Elea di gelar.
"Akhirnya kebahagiaan ini tercapai sudah, Tuan Bryan. Selamat, kini semua orang sudah mengetahui kalau kita adalah besan," ucap Greg sembari mengulurkan tangan ke arah Bryan.
"Selamat untukmu juga, Tuan Greg," sahut Bryan dengan mata berkaca-kaca. Dia menyambut uluran tangan sang besan dengan hati penuh suka cita.
"Semoga saja setelah ini pewaris keluarga kita bisa segera lahir ya."
"Semoga saja."
Dan tanpa ada yang menyadari, bahwa saat ini pewaris yang sedang mereka bicarakan sebenarnya sudah ada di depan mata. Mereka hanya tinggal menunggu saja kapan kabar tersebut akan di perdengarkan oleh wanita yang kini tengah sibuk menjawab pertanyaan dari para wartawan.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
📢 GENGS, SEKEDAR PEMBERITAHUAN. BAGI YANG IKUT GIVEAWAY, TOLONG DI PAHAMI PERSYARATANNYA YA AGAR NANTI PAS PEMILIHAN PEMENANG KALIAN NGGAK SALAH PAHAM. SEKALI LAGI DI BACA BAIK-BAIK YA, TERIMA KASIH 💜