Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Bibi atau Ibu?


__ADS_3

"Honey, kau sedang memikirkan siapa?" tanya Greg sambil menatap cemburu ke arah istrinya yang terus saja sibuk dengan ponselnya. Dia khawatir kalau-kalau istrinya ini sedang menunggu telepon dari pria lain.


"Menantu kita, Greg. Nun mengabarkan padaku kalau sekarang Gabrielle dan Elea sedang berada di panti asuhan yang dulu dia tinggali. Aku khawatir Elea malah akan semakin tertekan jika terlalu lama berada di sana. Karena bagaimana pun tempat itu menyimpan luka yang sangat menyakitkan untuknya," jawab Liona risau. "Nyonya Clarissa sedang sakit. Apakah mungkin Elea akan menjadi tenang jika di bawa ke tempat terkutuk itu?"


"Itu atas keinginan Elea sendiri atau bukan?"


"Nun bilang itu adalah saran darinya. Tapi Elea sendiri yang setuju untuk pergi ke sana."


"Ya sudah, biarkan saja. Aku yakin Gabrielle tidak akan membiarkan menantu kita mengalami sesuatu yang tidak baik di panti itu. Siapa tahu setelah Elea bertemu dengan pemilik panti dan teman-temannya di sana, dia bisa merasa lebih tenang. Aku rasa ini yang di pikirkan oleh Nun saat mengatakan saran tersebut pada Gabrielle."


Liona menghela nafas panjang. Dia sangat tidak suka jika menantu kesayangan sampai bersedih hati gara-gara di bawa pergi mengunjungi tempat yang dulu selalu menolak kehadirannya. Meski Liona tahu kalau pemilik panti itu tidak bersalah, tetap saja dia merasa tak terima. Masa lalu tetaplah masa lalu. Sesakit apapun itu, harus tetap di lupakan karena masa yang baru sudah datang. Begitu juga dengan menantunya. Elea harus bisa melupakan semua kenangan pahit di masa lalu agar bisa menyongsong masa depan yang cerah bersama putranya.


"Jangan terlalu di pikirkan. Putra kita ada bersama Elea di sana," ucap Greg sembari membelai rambut hitam istrinya.


"Aku tahu."


Tok tok tok


"Masuk!" teriak Greg dari dalam kamar.


"Permisi Nyonya Besar Liona, Tuan Besar Greg. Di luar ada dokter Jackson. Dia datang bersama keluarga Nyonya Abigail!" lapor seorang pelayan sambil menundukan kepala.


"Oh, mereka sudah sampai?" tanya Liona sambil tersenyum semringah. Dia sangat suka setiap suadari kesayangannya itu datang berkunjung.


"Sudah, Nyonya. Baru saja."


"Apa jamuannya sudah kalian siapkan?"


"Sudah siap semua, Nyonya."


"Persilahkan mereka masuk!" ucap Liona.


Si pelayan menganggukkan kepala. Segera setelah pelayan pergi, Liona mengajak Greg untuk keluar dari dalam kamar. Mereka kemudian menunggu kedatangan Abigail bersama suami, anak dan calon menantunya di ruang tengah. Tak berapa lama kemudian yang di tunggu akhirnya muncul. Liona dengan penuh sayang memeluk Kayo seperti sedang memeluk putrinya sendiri.


"Kau semakin cantik saja, sayang."


"Bibi bisa saja," sahut Kayo sembari mengurai pelukan. "Bibi apa kabar?"


"Baik, Kay."


Kayo tersenyum kemudian beralih memeluk pamannya.

__ADS_1


"Hmmm, aku jadi ingin punya anak gadis lagi, Hon. Rasanya kurang hanya memiliki dua anak saja di hidup kita. Kita buat adonan lagi yuk!" ajak Greg usil. Dia sengaja memanas-manasi Mattheo yang tak kunjung menyapanya.


Abigail dan Liona sama-sama menggelengkan kepala mendengar permintaan nyelenehnya Greg. Tanpa harus di perjelas, mereka juga sudah tahu kalau kata-kata tersebut sengaja di ucapkan untuk memantik emosi Mattheo yang entah kenapa selalu merasa iri pada Greg. Biasalah, dua macan tua ini masih tetap bersaing ketat meski mereka sudah sama-sama memiliki istri dan dua orang anak.


"Bibi, aku bahkan belum memeluk dan bertanya kabar pada Paman. Tapi kenapa Paman sudah sibuk ingin membuat anak lagi?" protes Fedo.


"Sudah, kau diam saja, Fed. Urusan ini hanya untuk para lelaki yang sudah mempunyai istri. Lebih baik kau fokus saja menaklukkan hati gadis desa itu sebelum ada pria lain yang mendekatinya," sahut Greg dengan sengaja menggoda keponakannya yang masih belum bisa mendapatkan cinta adiknya Lusi.


"Akan ku cabut ginjal pria yang berani mendekati gadisku, Paman. Enak saja."


"Maka dari itu, seriuslah sedikit."


Semua orang tertawa melihat Fedo yang merajuk gara-gara di goda oleh Greg. Jackson yang juga ada di sana terlihat mengulum senyum melihat kehangatan yang tercipta di keluarga ini. Sungguh sangat membuat iri bukan?


"Ekhmm Jack, Reinhard dan Levita sudah menikah. Kapan kau akan menyusul mereka?" tanya Mattheo kembali menyinggung tentang putrinya yang tak kunjung dilamar.


"Segera setelah acara malam ini selesai," sahut Liona menggantikan Jackson menjawab.


"Kenapa kau yang menjawab, Li? Yang menikah dengan Kayo itu kan si Jackson. Harusnya dia yang bicara!"


"Memangnya salah mewakilkan anak sendiri untuk menjawab? Peraturan dari mana itu?"


Jackson langsung tertegun diam. Anak? Sebaik inikah hati Nyonya Liona hingga sudi untuk menganggapnya sebagai anak?


"Reinhard, Jackson, Fedo. Aku menyayangi mereka sama seperti aku menyayangi Gabrielle. Mereka adalah putra-putraku, wajar kan kalau aku yang maju demi kebahagiaan mereka?" tanya Liona mengabaikan raut keterkejutan di wajah Jackson.


"Em wajar-wajar saja sih. Ya sudahlah, terserah kau saja, Li. Yang terpenting putriku bisa segera di pinang. Aku sudah lelah mendengar gunjingan rekan bisnisku yang menyindir kalau Kayo pasti akan menjadi perawan tua gara-gara dia yang selalu gagal menjalin hubungan dengan seorang pria," jawab Mattheo secara tidak langsung mengeluhkan sikap Kayo yang terlalu mandiri sehingga membuat para pria yang di jodohkan dengannya pergi melarikan diri.


"Ck, lihatlah Ayahku, Bi. Di mana-mana harusnya seorang ayah itu lebih mementingkan kebahagiaan putrinya. Bukan malah sibuk memikirkan gunjingan orang. Tolong marahi Ayah, Bi!" omel Kayo sambil menatap sebal ke arah sang ayah.


Bukannya merespon aduan Kayo, Liona malah memeluk Abigail yang sejak tadi hanya diam mendengar percakapan mereka semua. Rekan seperjuangan yang kini menjadi istri sepupunya ini masih saja cantik seperti dulu walaupun usianya tak lagi muda.


"Apa kabar, Chelsea?" bisik Liona.


"Kabar baik, Jendral Liang Zhu,"'sahut Abigail ikut berbisik.


"Hmmmm," ....


Greg dan Mattheo sama-sama menatap lekat istri mereka yang tengah bicara sambil berbisik. Mereka tersenyum samar, teringat betapa beratnya perjuangan kedua wanita ini dulu. Sakit bersama, berdarah-darah pun mereka selalu bersama. Sungguh suatu ikatan yang begitu kuat karena sampai detik ini hubungan dekat antara Abigail dan Liona tak pernah berubah. Mereka masih tetap sama seperti dulu. Dingin, cantik, baik hati, tapi mematikan. Termasuk juga sukses membuat mereka menjadi pria terbucin di negara ini. Uppsss salah. Maksudnya di novel ini. Kalau Gabrielle... dia pengecualian ya. πŸ˜…


"Jackson, segera setelah acara resepsi Levita dan Reinhard selesai, kita pergi ke Jepang untuk melamar Kayo. Kau persiapkan dirimu dengan baik!" ucap Liona sesaat setelah peluk sapanya dengan Abigail selesai.

__ADS_1


"Baik, Nyonya," sahut Jackson tegas.


"Bibi atau Ibu."


"Ya?"


Kening Jackson mengerut. Dia agak bingung mendengar perkataan ibunya Gabrielle barusan. Tapi sedetik kemudian, Jackson terhenyak tak percaya. Matanya berkaca-kaca.


"Bibi atau Ibu?" desak Liona kembali mengulang pertanyaannya.


"I-Ibu," jawab Jackson dengan suara tercekat.


Liona tersenyum. Dia melihat ke arah Kayo kemudian menggerakkan kepalanya. Kayo tanggap. Segera dia mendekat ke arah Jackson kemudian mengusap bahunya pelan.


"Apa kau bahagia?" tanya Kayo lembut.


"Sangat."


"Tidak ingin memelukku?"


Greeepp


Abigail langsung mendelikkan mata ke arah Mattheo yang ingin meneriaki Jackson yang tengah menangis tanpa suara di pelukan putrinya. Dia tidak akan membiarkan suaminya ini merusak suasana haru yang sedang terjadi.


"Darling, dia berani memeluk putri kita secara terang-terangan!" protes Mattheo dengan suara kecil.


"Kau dulu juga berani meniduri aku sebelum kita resmi menikah. Jadi sebaiknya kau diam saja. Jangan jadi lalat pengganggu!" tandas Abigail.


Mattheo mati kutu. Dia hanya bisa menggerutu dalam hati saat Greg menertawakannya.


Dasar kutu sialan. Awas saja kau, Greg.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2