
Elea keluar dari dalam kamar dengan wajah yang sangat sendu. Dia tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan suaminya dengan dokter Reinhard yang mengatakan kalau semalam dokter Reinhard telah resmi melamar si pelakor. Jujur saja, Elea saat ini merasa sangat gelisah. Dia takut kalau Levi akan melupakannya.
"Elea, kau kenapa?"
Patricia buru-buru menangkup wajah adiknya yang terlihat begitu sedih. Dia khawatir kalau-kalau sesuatu yang buruk telah terjadi.
"Kak, aku terlukai," jawab Elea dengan raut wajah yang sangat memelas.
"Siapa yang melukaimu? Apa yang orang itu lakukan padamu?" cecar Patricia syok.
Bukannya menjawab, Elea malah masuk ke pelukan saudarinya. Entahlah, mungkin ini sedikit berlebihan untuk ukuran wanita yang sudah menikah sepertinya. Tapi perasaan tetaplah tak bisa di bohongi kalau sekarang Elea begitu sedih mendengar kabar tentang lamaran dokter Reinhard.
"Elea, cepat beritahu Kakak siapa yang melukaimu!" desak Patricia.
"Sayang, Elea kenapa?"
Junio yang sedang mencari keberadaan istri dan kecambah bar-barnya merasa heran melihat Elea yang berada dalam pelukan istrinya. Segera dia datang menghampiri untuk menanyakan apa yang sedang terjadi.
"Ada yang melukai Elea, Jun. Cepat cari tahu apakah di kapal ini ada orang jahat yang menyelinap atau tidak!" jawab Patricia khawatir.
"Apa? Penyelundup?" pekik Junio kaget. "Brengsek, beraninya orang itu masuk ke kandang macan. Belum tahu dia bagaimana rasanya di jadikan manekin. Tunggu sebentar, aku akan menelpon Gabrielle dulu."
Patricia istighfar π π π
Baru saja Junio ingin mengambil ponsel di dalam saku celana, Gabrielle dan yang lainnya sudah lebih dulu muncul. Cepat-cepat Junio memberitahu mereka kalau ada orang jahat yang ingin mencelakai Elea.
"Gab, ada penyelundup yang masuk kemari dan ingin mencelakai istrimu. Cepat perintahkan anak buahmu untuk memeriksa seluruh isi kapal!"
"Apa!!!"
Gabrielle yang saat itu masih berada di tangga segera melompat ke bawah. Dia kemudian berlari ke arah istrinya yang sedang berada di pelukan Patricia. Di susul oleh Jackson yang terlihat seperti orang gila karena mengkhawatirkan keselamatan adiknya.
"Sayang, apa yang dilakukan orang itu padamu? Ada yang luka tidak?" cecar Gabrielle sambil memeriksa seluruh tubuh istrinya.
"Iya Elea. Apa yang dilakukan orang itu padamu? Kenapa tidak memanggil Kakak tadi?" timpal Jackson sembari mengusap kepala sang adik.
Levi yang sama kagetnya seperti Gabrielle dan Jackson pun langsung menghambur ke arah Elea. Dia mengikuti jejak kedua pria posesif ini yang sedang sibuk memeriksa tubuh teman kecilnya.
"Sayang, kenapa diam saja. Mana yang sakit?"
__ADS_1
"Kak Iel...
Mata Elea berkaca-kaca. Dia begitu sedih melihat Levi yang akan segera menikah dengan dokter Reinhard. Levi sudah menjadi separuh jantungnya, dia tidak bisa kehilangan wanita galak ini.
"Apa sayang? Mana yang sakit, hm. Ayo beritahu aku," sahut Gabrielle kian khawatir melihat istrinya seperti sedang menahan tangis.
"Iya Elea. Cepat katakan apa yang orang itu lakukan padamu. Kami semua sangat cemas. Iya kan?" sambung Levi seraya menatap tajam ke arah semua orang.
Kayo, Ares, Cira, Gleen, Lusi, Junio dan Patricia kompak mengangguk. Di sini sebenarnya Ares merasa sangat heran dengan penyelundup yang di maksud oleh Junio. Seingatnya di sekeliling kapal ini sudah terpasang banyak pengaman. Juga dengan belasan penjaga yang berjaga di luar kapal. Rasanya sedikit mustahil jika sampai ada musuh yang bisa menyelinap kemari. Tapi Ares juga tidak berani membantah karena sekarang Tuan Muda-nya sedang sangat panik. Yang ada dia nanti bisa mati mengambang di laut jika banteng pencemburu ini sampai murka.
"Kak Levi, apa benar kau dan dokter Reinhard akan segera menikah?" tanya Elea.
Untuk beberapa saat Levi terdiam bingung. Ini, apa hubungannya penyelundup dengan pernikahan? Rasa-rasanya seperti ada yang tidak beres.
"Iya. Memangnya kenapa?" jawab Levi.
"Aku sedih sekali mendengarnya," ucap Elea lirih. "Tidak kusangka pelakor sepertimu akhirnya laku juga. Harusnya aku merasa bahagia, tapi kenapa hatiku sedih sekali ya. Aku merasa terlukai Kak."
"Terlukai?"
Semua orang yang ada di sana mencoba mencerna ucapan Elea. Dan dua menit kemudian mereka baru paham kalau terlukai yang di maksud oleh Elea adalah...
"Jahat sekali."
"AKU MENDENGARNYA, ELEA!!!"
"Hei, kenapa kau meneriaki istriku hah!" sentak Gabrielle tak terima.
"Jaga bicaramu, Nona Levi!" teriak Jackson dengan mata menyala-nyala.
"Kau... kau sebaiknya jangan membela istrimu dulu, Gabrielle. Makhluk kecil ini sudah sangat kelewatan. Bagaimana bisa dia membuat drama mengerikan yang membuat semua orang panik hanya gara-gara aku yang akan menikah dengan Reinhard. Apa menurutmu ini masuk akal, hah!" sahut Levi balik menyentak.
Elea diam menundukkan kepala. Baru di lamar saja Levi sudah semarah ini padanya. Elea jadi semakin yakin kalau setelah menikah nanti Levi pasti akan menjauh. Membayangkan hal ini tiba-tiba membuat dada Elea menjadi sangat sesak. Rasanya sungguh berat jika harus merelakan pelakor ini membina rumah tangganya sendiri.
"Maaf Kak, aku tidak bermaksud membuat kalian semua panik. Aku ... aku hanya tidak ingin kehilangan teman pertama yang aku miliki sejak aku di lahirkan ke dunia ini. Aku takut dokter Reinhard akan membawamu pergi dariku. Aku takut kau tidak tertarik lagi pada semua uang yang aku miliki sekarang. Aku tidak mau di buang olehmu, Kak Levi. Tolong maafkan sikap kekanak-kanakanku tadi,"
Levi langsung tergugu begitu mendengar penjelasan Elea. Seketika benaknya langsung di penuhi rasa bersalah karena sudah memarahinya. Sambil menahan tangis, Levi menarik Elea dari pelukan Gabrielle kemudian menyeka airmata di wajahnya.
"Elea, kenapa kau bisa berpikiran seperti ini, hm? Pelakormu ini selamanya akan selalu bersamamu. Aku tidak akan pergi kemana-mana meskipun sudah menikah dengan Reinhard. Jadi jangan berpikiran buruk tentang kami ya," hibur Levi yang tanggap akan trauma masalalu Elea yang ternyata masih membekas.
__ADS_1
Gabrielle langsung melirik ke arah Reinhard begitu mengetahui penyebab istrinya bersedih. Dia tidak menyangka kalau trauma masa lalu itu masih belum hilang dari ingatan istrinya.
"Kak, aku sudah menganggap Kakak seperti saudara kandungku sendiri. Aku benar-benar sangat takut kehilangan Kakak," ucap Elea lagi. "Sejak aku di usir dari panti, Kak Levi adalah orang pertama yang dengan suka rela memberiku makan dan juga membawaku pergi berobat. Semua itu tak pernah bisa aku lupakan, Kakak sangat berharga untukku. Jikapun bisa, aku ingin membagi semua hal yang kumiliki dengan Kakak. Aku sangat menyayangimu, Kak Levi."
Patricia berbalik badan saat mendengar curahan hati adiknya. Rasa penyesalan kembali hinggap di hatinya. Sungguh, tak sekalipun Patricia pernah menyangka kalau Elea akan menjalani kehidupan setragis itu setelah di buang oleh kakek mereka.
"Tenanglah. Semua sudah berlalu, jangan di ingat-ingat lagi. Pikirkan perasaan si kecambah. Nanti dia ikut bersedih kalau kau murung begini," bisik Junio menghibur sang istri.
"Apakah aku adalah seorang kakak yang jahat?" tanya Patricia menahan tangis.
"Ya, kau sangat jahat. Karena itulah jangan jadi Mommy yang jahat juga untuk si kecambah. Lupakan semua itu, jadikan pelajaran agar ke depannya nanti tidak terulang lagi."
"Kenapa kau bicara seperti malaikat yang tidak pernah berbuat dosa, Jun?"
"Karena aku adalah Daddy-nya si kecambah bar-bar. Sudah, jangan bersedih lagi. Nanti perutku mual."
"Bukan urusanku," sahut Patricia kesal karena jawaban suaminya sangat tidak nyambung.
Junio tertawa. Dia lalu merengkuh pinggang istrinya kemudian mengajaknya menonton adegan sedih yang di perankan oleh Levi dan Elea.
"Sudah ya jangan bersedih lagi. Ini adalah hari bahagiamu, Elea. Tersenyumlah," ucap Levi setelah Elea sedikit lebih tenang.
"Iya Kak."
"Kau sudah mandi belum?" tanya Levi yang baru menyadari kalau Elea masih memakai piyama tidur.
"Belum, Kak. Tapi meskipun belum mandi aku masih tetap cantik kok,"
Dan pada akhirnya, urat leher Levi kembali menegang setelah mendengar jawaban polos Elea. Kalau saja tidak ingat Elea yang baru saja menangis, Levi pasti akan kembali meneriakinya. Tapi ya sudahlah, mau bagaimanapun Elea tetaplah menjadi Elea yang polos bin nyeleneh meski kini usianya sudah dua puluh tahun.
πππππππππππππππππ
...πJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss...
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...
__ADS_1