
Reinhard terperangah menatap wanita cantik dalam balutan gaun putih yang muncul dari balik tirai. Ruhnya seperti melayang saking terpesonanya dia pada wanita tersebut.
"Bagaimana Rein, apa menurutmu aku cantik?" tanya Levi sambil menatap calon suaminya yang sedang menatapnya dengan mulut terbuka.
"Cantik. Benar-benar sangat cantik," jawab Reinhard antara sadar dan tidak sadar. Dia lalu melangkah maju, merengkuh pinggang dari wanita yang tiga hari lagi akan segera menjadi istrinya. "Kau selalu cantik memakai pakaian apapun, sayang. Tapi untuk gaun ini, kecantikanmu berada di titik paling puncak. Kau mengagumkan."
Levi tersipu mendengar pujian yang di lontarkan oleh Reinhard. Dia lalu menatap malu ke arah para karyawan butik yang tampak mengulum senyum. Adalah sebuah anugrah dengan Levi menjadi pelakor di rumah tangganya Gabrielle dan Elea. Karena hubungan spesial mereka bertiga, Levi bisa mendapatkan hak khusus dari Nyonya Wu yang secara langsung menangani gaun yang akan dia pakai di pernikahannya dengan Reinhard nanti. Benar-benar istri sah yang sangat baik hati bukan? Belum lagi dengan honeymoon gratis yang telah di siapkan oleh Elea. Membuat Levi merasa kalau posisi pelakor akan tetap dia pertahankan seumur hidup. π€£
"Maaf mengganggu, Nona Levita. Nyonya Wu memberitahukan kalau beliau meminta maaf karena tidak bisa menemani anda melakukan fitting baju pengantin. Sekarang Nyonya Wu sedang tidak enak badan. Jadi beliau mengalihkan pekerjaan kepada saya. Jika anda merasa ada yang kurang dengan gaun ini silahkan beritahukan saja. Kami siap memperbaiki sesuai dengan keinginan anda!" ucap salah seorang karyawan yang menjadi penanggung jawab butik.
"Nyonya Wu sakit?" tanya Levi kaget. Aneh, saat peragaan busana kemarin Nyonya Wu masih terlihat baik-baik saja. Tapi kenapa sekarang bisa jatuh sakit? Bahkan sampai tidak bisa menemaninya fitting gaun pengantin. Apakah mungkin penyakitnya sangat parah?
"Benar, Nona. Usia Nyonya Wu sudah tidak muda lagi. Dan sepertinya bibit penyakit mulai berdatangan."
"Oh, begitu ya. Ya sudahlah tidak apa-apa."
Reinhard tak terlalu menyimak percakapan Levi dengan karyawan butik karena dia sibuk mengamati kecantikan di diri calon istrinya. Di dalam pikiran Reinhard sekarang, sudah sangat benar dengan dia memaksa wanita ini agar mereka cepat-cepat menikah. Waktu itu Reinhard hampir saja salah menyuntikkan obat pada pasiennya saat di beritahu Gabrielle kalau ada seorang pria kaya raya yang tengah mendekati Levi. Reinhard yang tahu kalau Levita begitu menggilai uang pun segera mengambil tindakan. Tanpa mengajaknya berdiskusi terlebih dahulu Reinhard langsung mendatangi mertuanya untuk mengatakan kalau pernikahannya dengan Levita akan di percepat. Untungnya kedua mertuanya itu sepaham dengan apa yang di inginkan oleh Reinhard. Dan di sinilah mereka sekarang. Berada di satu butik milik disainer kondang untuk mencoba pakaian yang akan mereka kenakan di hari bahagia mereka nanti.
"Rein, nanti sepulang dari sini kita pergi ke rumah Bibi Yura dulu ya. Sekalian aku ingin menjenguk Nyonya Wu," ucap Levi. Dia takut teman kecilnya akan kembali merasa sedih jika tahu kalau wanita tua itu jatuh sakit.
"Terserah kau saja."
"Hei, kau kenapa sih, Rein? Suaramu seperti orang yang akan berubah menjadi zombie. Ada apa? Masih terpesona dengan kecantikanku?" tanya Levi dengan bangga. Dia lalu tersenyum menggoda sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Hanya pria berburung penakut yang tidak akan terpesona pada wanita secantik dirimu, sayang. Dan lagipula tidak ada salahnya kan kalau aku terpesona pada calon istriku sendiri?" jawab Reinhard sambil menelan ludah. Di bawah sana ada sesuatu yang perlahan-lahan mulai mengeras. Dan harus Reinhard akui, dia sudah tidak tahan ingin segera menyeret wanita genit ini ke atas ranjang kemudian menghukumnya sampai babak belur. Eittt... bukan babak belur karena kdrt ya? Tapi babak belur karena kehabisan tenaga. Kalian pasti tahu apa artinya bukan? Hehehe.
__ADS_1
Levi tergelak mendengar kata berburung penakut yang di ucapkan oleh Reinhard. Menyadari ada sesuatu yang tidak biasa, Levi pun menundukkan kepalanya. Dia membelalakkan mata begitu mendapati ada burung besar yang sedang berdiri seperti menantangnya untuk bergulat. Seketika muncullah niat jahat di hati Levi untuk menyiksa birahi calon suaminya ini. Sebelum melancarkan kejahatannya itu, Levi terlebih dahulu memastikan kalau para karyawan butik tidak sedang memperhatikan ke arah mereka. Setelah itu dia dengan gemas mencubit si burung penantang dari luar celana yang mana hal tersebut membuat Reinhard memekik kaget.
"Sayang, apa yang baru saja kau lakukan? Tahu tidak kalau itu sangat berbahaya!" tegur Reinhard kelabakan sendiri menghadapi kegilaan dari calon istrinya. Dia lalu mendesis pelan ketika merasakan ngilu luar biasa karena burung miliknya kian membengkak.
"Berbahaya juga tidak masalah, Rein. Kan sebentar lagi bahaya itu akan kutelan juga. Hehehe," sahut Levi sambil tersenyum tanpa dosa.
"Jangan memancingku, Levita."
"Terpancing juga tidak apa-apa kok. Ya anggap saja kita sedang latihan sebelum pergi bulan madu ke Maldives. Itung-itung supaya nanti kita tidak kaget lagi ketika burung penantang itu bertemu dengan sarangnya."
"Bukankah kata-katamu itu terlalu vulgar, sayang? Tidak takut kalau aku akan menerkammu di sini?" tanya Reinhard dengan suara nafas yang menderu. Gairahnya semakin terbakar karena sekarang tangan Levi tidak berhenti mengelus abs-nya.
Bukannya mundur, kejahatan Levi malah makin menjadi. Dia menarik dasi Reinhard hingga telinganya berada dekat di depan mulutnya. Dengan gaya yang seksi, Levi membisikkan satu kata yang langsung membuat Reinhard mencengkeram pinggangnya dengan kuat.
"Terkam saja, Rein. Tutup tirainya, lalu bermainlah sesukamu. Aku ini milikmu, dan hanya dalam hitungan jam kau dan aku akan resmi menjadi suami istri. Lakukanlah, jangan di tahan."
"Yo yo yo. Agresif sekali anda, Tuan Reinhard!" ledek Levi ketika Reinhard mulai mengendus lehernya.
"Kau yang memulai, sayang. Jangan salahkan aku kalau sekarang aku jadi seperti ini," sahut Reinhard dengan suara yang sudah sangat serak. Tubuhnya benar-benar sudah terbakar api gairah.
"Hehehe ... memang aku yang memulai sih. Tapi apa kau benar-benar sudah yakin akan mencicilnya di sini, Rein? Tidak takut para karyawan itu akan mendengar suara rintihanku?"
Hahahaha, Reinhard-Reinhard. Kau ini lucu sekali sih. Setelah sekian lama aku menggodamu, akhirnya kau memberi respon juga. Tapi sayang, sekarang aku sedang ....
"Aku akan melakukannya dengan perlahan. Jangan takut, hm?"
__ADS_1
"Sebenarnya bukan itu masalahnya, Rein. Aku sih suka-suka saja dengan apa yang ingin kau lakukan. Aku juga tidak keberatan kita mencicilnya di sini. Tapi ....
Kening Reinhard mengerut. Firasatnya mengatakan kalau Levi ingin mengatakan sesuatu yang buruk. Untuk memastikan apakah firasatnya itu benar atau tidak, Reinhard pun segera menyingkap ke atas gaun pengantin tersebut. Dia meraba, merayapi senti demi senti kulit paha Levi yang ternyata begitu halus dan lembut. Namun begitu pergerakan tangannya semakin ke atas, Reinhard langsung terserang sesak nafas. Untuk sesaat Reinhard hanya terdiam seperti orang bodoh sambil memandang wajah Levi dengan tatapan tidak percaya.
"Hehehe, kau berhasil menemukan tumpukan roti tawarku ternyata," ucap Levi tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Kau sedang datang bulan?"
"Iya."
"Dan kau sengaja menggodaku dengan tidak memberitahukannya?"
Levi mengangguk.
"Oke. Bersiaplah, karena nanti aku akan membalasnya dengan cara yang lebih buruk lagi."
Levi tertawa terbahak-bahak saat Reinhard meninggalkannya dengan tampang yang sangat buruk. Sedikit keterlaluan memang, tapi Levi suka. Karena dengan begini Levi akhirnya bisa menyentuh deretan roti sobek yang selama ini selalu tersembunyi di balik baju kemeja yang Reinhard pakai.
"Hahahahahaha ... Ya ampun Rein, kau menggemaskan sekali sih. Aduhhh, perutku sampai kram karena terlalu banyak tertawa," ucap Levi sambil memegangi perutnya. "Ah, aku sebaiknya menyiapkan kostum terbaik untuk menyambut hukuman dari Reinhard. Em, kira-kira model seperti apa ya yang paling bagus? Model jaring laba-laba atau model capung terbang? Ah, aku beli semuanya saja lah. Nanti tinggal minta Gabrielle untuk membayar. Hehe."
πππππππππππππππππ
...πJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss...
__ADS_1
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...