Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Ucapan Ulang Tahun


__ADS_3

Pagi harinya, di kediaman Gabrielle terlihat begitu sunyi. Pelayan yang biasanya sudah sibuk melakukan aktifitas masing-masing kini sama sekali tak terlihat pergerakannya. Begitu juga dengan Cuwee dan para penjaga. Mereka semua seakan takut untuk membuat suara gaduh. Bahkan Cuwee yang biasanya sudah rewel meringkik meminta jatah makan kini hanya bisa duduk santai di dalam kandangnya. Dan apa kalian tahu apa penyebabnya?


Ya, Gabrielle. Dia adalah penyebab kenapa para penghuni rumah ini tidak berani melakukan aktifitas apapun. Setelah semalam Jackson dan Reinhard memeriksa Elea, tak sedetikpun Gabrielle bisa memejamkan mata. Dia panik, takut, kalut, pusing, gelisah, ingin mati, semua rasa tersebut bercampur aduk menjadi satu hingga membuatnya tidak bisa tidur. Dan di sisi Gabrielle, ada Nun yang senantiasa setia menemaninya melewati malam kelam ini.


"Nun, sampai kapan Elea akan menganggapku bau?" tanya Gabrielle putus asa.


"Saya tidak tahu, Tuan Muda. Karena saya tidak berada di posisinya Nyonya," jawab Nun menahan keinginan hati untuk tidak memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada pria yang sedang sangat tidak berdaya ini.


"Apa aku bau?"


"Hanya orang-orang yang indra penciumannya rusak yang akan menyebut anda bau."


Salah. Nun benar-benar salah bicara sekarang. Harusnya dia ingat kalau sang nyonya juga masuk dalam kategori orang yang dia sebutkan barusan. Dan benar saja. Baru juga Nun menyadari kesalahannya, sebuah bogem mentah sudah lebih dulu mendarat di perutnya. Untungnya Nun adalah seorang mutan, jadi dia tidak bisa merasakan sakit meski pukulan tersebut sangatlah kuat.


"Lain kali jika aku sampai mendengarmu sedang menjelek-jelekkan fisik Elea, aku bersumpah akan mempensiunkan dirimu lebih cepat dari yang seharusnya. Paham kau?" ancam Gabrielle jengkel.


"Paham, Tuan Muda."


Setelah itu Gabrielle kembali diam. Dia kemudian melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya. Waktu sudah menunjukan dini hari, dan sebentar lagi dia sudah harus pergi ke hotel untuk memimpin acara ulang tahun perusahaan dan juga ulang tahunnya sendiri. Akan tetapi ada yang kurang di sini. Ya, harusnya malam tadi Gabrielle mendapat ucapan selamat dari Elea. Kebahagiaannya semakin terasa tidak lengkap karena istri kesayangannya itu juga menolak untuk tidur bersama. Dan apa kalian tahu, hari ini adalah hari ulang tahun terburuk yang pernah Gabrielle lewati. Sungguh.


"Kak Iel!!"


Suara manja milik seseorang sukses membuat Gabrielle tersadar dari ratapan lamunannya. Dia segera berbalik kemudian tersenyum semringah ke arah wanita yang kini tengah tersenyum sambil membawa kue berhiaskan lilin di tangannya.

__ADS_1


"Sayang," ....


"Selamat ulang tahun suamiku sayang. Maaf jika aku sedikit terlambat mengucapkannya. Harusnya sih tadi malam, tapi karena Kak Iel bau bangkai jadi aku memutuskan untuk mengucapkan sekarang saja!" sahut Elea dengan sengaja. Dia kemudian meminta pelayan untuk menyalakan lilin yang ada di atas kue ulang tahun, kemudian berjalan mendekat ke arah suaminya. "Kak Iel, selamat bertambah tua. Semoga di umur Kakak yang sekarang, Kakak akan menjadi orang yang berguna untuk banyak orang. Aku tidak akan mendoakan banyak hal untuk sekarang ini karena Kakak sudah mempunyai segalanya. Hanya satu harapanku, semoga Kakak panjang umur agar bisa terus mencintaiku sampai seratus tahun ke depan."


Elea tersenyum.


"Tiup lilinnya dulu, baru setelah itu make a wish."


"Kenapa begitu, sayang? Bukankah orang-orang akan make a wish terlebih dahulu baru setelahnya meniup lilin?" tanya Gabrielle heran.


"Kak Iel, itu adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang lain. Sedangkan Kak Iel itu berbeda. Kakak spesial, jadi harus melakukan sesuatu yang spesial juga agar tidak sama dengan mereka. Lilin di simbolkan sebagai sesuatu hal yang indah dan hangat tapi masih terbalut dengan kemarahan, yaitu karena ada api di atasnya. Jadi aku beranggapan bahwa meniup lilin setelah kita memanjatkan doa adalah sesuatu yang terbalik. Filosofinya begini


....


Gabrielle dan yang lainnya menyimak dengan sangat seksama kelanjutan dari kata-kata Elea. Sangat menarik. Karena baru kali ini mereka mendengar ada filosofi tentang arti sebuah lilin dan juga ucapan doa saat sedang berulang tahun.


"Kau yang terbaik, sayang."


Setelah memuji kecerdasan dari kata-kata istrinya, Gabrielle pun segera meniup lilin kemudian lanjut make a wish. Ketika dia berdoa dalam hati, senyum tak henti-hentinya tersungging di bibirnya Gabrielle. Ya, dia merasa sangat amat bahagia karena hari ulang tahunnya tidak berakhir menyedihkan seperti yang dia bayangkan sejak semalam. Meski terkesan menjaga jarak, tapi setidaknya Elea masih mau menunjukkan rasa pedulinya dengan datang membawakan kue ulang tahun. Hanya dengan cara begini saja hati Gabrielle sudah meleleh seperti jelly. Sangat sederhana sekali bukan cintanya?


"Kak Iel, maaf ya aku tidak bisa memberikan hadiahnya sekarang," ucap Elea setelah suaminya selesai berdoa.


"Kau tidak perlu memberiku hadiah apa-apa, sayang. Dengan kau ada di sisiku saja itu sudah lebih daripada cukup," sahut Gabrielle kemudian memberanikan diri untuk sedikit mendekat ke arah Elea. Dia terkesiap senang ketika tidak melihat reaksi mengerikan seperti yang terjadi semalam. "Sayang, kau sudah tidak mual lagi saat berdekatan denganku?"

__ADS_1


"Masih."


"Tapi kenapa kau terlihat biasa-biasa saja?" tanya Gabrielle heran.


"Karena aku menahan nafas. Hehehe."


Nun dan para pelayan menahan tawa. Mereka segera menundukkan kepala ketika si banteng pencemburu melayangkan lirikan mautnya pada mereka.


"Kak Iel, semalam Kak Jack ....


"Jangan dengarkan apapun yang di katakan oleh mereka, sayang. Itu tidak benar, semuanya bohong!" sela Gabrielle cepat begitu Elea hendak menyebut nama dari salah satu dokter sialan itu.


"Memangnya apa yang di katakan oleh mereka sampai-sampai Kakak melarangku seperti ini?" tanya Elea pura-pura polos. "Tadi malam itu Kak Jackson dan dokter Reinhard langsung keluar dari kamar kita setelah memeriksaku. Mereka tidak ada yang memberitahu apa yang terjadi denganku, Kak. Aneh kan?"


Sebenarnya Elea tidak tega mengerjai suaminya seperti ini. Karena Elea tahu kalau dirinya adalah kelemahan terbesar seorang Gabrielle Ma. Namun demi untuk memberi kejutan di hari bahagia ini, Elea rela menunda untuk memberitahukan bahwa saat ini tiga segitiga yang dulu pernah dia lihat sudah datang ke hidupnya. Rencananya nanti saat suaminya mengumumkan pernikahan mereka ke hadapan publik, Elea juga akan langsung mengumumkan kehamilannya di hadapan semua orang. Dengan begini maka kebahagiaan suaminya akan berkali-kali lipat rasanya.


"Sayang, kau sudah mandi belum? Ingin aku temani tidak?" tanya Gabrielle mengalihkan pembahasan tentang penyakit yang di idap oleh Elea. Dia tidak sanggup jika harus melihatnya kembali bersedih.


"Boleh. Ayo, Kak!"


Seakan hilang rasa mual yang tadi bergelayut di ujung mulut Elea, dia dengan santainya menggandeng tangan Gabrielle setelah menyerahkan kue yang dia pegang pada pelayan. Mereka berdua berjalan beriringan, tapi tidak saling bicara. Elea tahu kalau suaminya ini sedang cemas, jadi memilih untuk tidak mengguncang jiwanya dulu. Nanti saja, tunggu setelah suaminya mengumumkan hubungan mereka pada semua orang, barulah Elea akan meledakan bom yang pastinya akan mengejutkan semua pihak. Hehehe.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


📢 GENGS, SEKEDAR PEMBERITAHUAN. BAGI YANG IKUT GIVEAWAY, TOLONG DI PAHAMI PERSYARATANNYA YA AGAR NANTI PAS PEMILIHAN PEMENANG KALIAN NGGAK SALAH PAHAM. SEKALI LAGI DI BACA BAIK-BAIK YA, TERIMA KASIH 💜



__ADS_2