
Sepeninggal Levi dan Elea, Gabrielle tidak bisa tenang. Dia terus berjalan mondar-mandir di hadapan Reinhard yang mana membuat dokter tampan tersebut tak henti menarik nafas panjang.
"Duduklah, Gab. Mataku sampai sakit melihatmu berjalan kesana kemari sejak tadi!" ucap Reinhard jengah.
"Yakk Rein, apa kau sama sekali tidak mengkhawatirkan istrimu, hah? Bagaimana kalau sampai terjadi hal buruk pada mereka saat bertengkar dengan Altez?"
"Cihh, bilang saja kalau kau itu sedang mengkhawatirkan Elea. Jadi tidak perlulah membawa-bawa nama istriku."
Gabrielle kicep. Merasa mati kutu, dia akhirnya berhenti mondar-mandir kemudian duduk di sebelah Reinhard.
"Gab, Elea itu pergi dengan di jaga oleh pawangnya. Apa yang perlu kau risaukan, hm? Kita ini kan sama-sama tahu bagaimana agresifnya Levita dalam menjaga tambang uangnya, aku berani jamin kalau Altez tidak akan bisa menyentuh istrimu. Jadi kau tenanglah!" ucap Reinhard santai.
Levita adalah dewi perang yang sangat galak. Kekuatan istrinya itu mampu membuatnya bertahan dari serangan badai dan angin p*ting beliung. Jadi Reinhard sama sekali tidak mengkhawatirkan kemana istrinya pergi sekarang karena dia sangat yakin kalau istrinya itu akan pulang dengan membawa kemenangan telak.
"Hahhhhhh ... istrimu sama gilanya seperti istriku, Rein. Entah bagaimana ceritanya kedua wanita itu selalu kompak menjungkirbalikkan duniaku. Kadang aku sampai merasa seperti mempunyai dua istri. Yang satu bertugas untuk mencintaiku, sedangkan yang satunya lagi bertugas untuk memancing emosiku. Dan anehnya lagi, aku seperti tidak bisa berkutik setiap kali mereka meminta padaku. Anggaplah kalau aku seperti kerbau yang terkena sihir, patuh dan tidak bisa melawan meski terkadang emosiku sudah naik ke ubun-ubun. Aku jadi curiga jangan-jangan di masa lalu Levita dan Elea adalah penjahat yang suka sekali menindas orang!" ucap Gabrielle mulai berandai-andai tidak jelas.
Sudut bibir Reinhard nampak berkedut saat dia mendengar perkataan Gabrielle. Aneh, tapi juga lucu. Bisa-bisanya Gabrielle berpikiran jauh ke masa lalu hanya karena menjadi korban penindasan yang dilakukan oleh Levita dan Elea.
"Tidak usah terlalu meratapi hal-hal semacam ini, Gab. Biarkan saja mereka mau melakukan apa, yang terpenting nyawa istri-istri kita tidak berada dalam bahaya. Lagipula ya, jika di pikir-pikir baru kali ini aku menemukan persahabatan aneh antar sesama manusia. Di mana-mana, istri sah harusnya menjadi orang yang paling tertindas akan kehadiran seorang wanita yang menganggap dirinya sebagai seorang pelakor. Tapi Elea, istrimu itu sungguh aneh. Hmmm," ....
"Aneh bagaimana maksudnya, Rein?" tanya Gabrielle penasaran.
"Ya pokoknya aneh saja," jawab Reinhard sekenanya. "Oh ya Gab, kau sudah buka puasa belum?"
Sliinngggg
Senyum secerah matahari langsung muncul di bibir Gabrielle saat Reinhard menyinggung tentang buka puasa. Segera dia menggigit bibir bawahnya saat terkenang dengan sambutan yang Elea berikan malam itu.
"Haisshhh, harusnya aku tidak perlu bertanya seperti itu padamu. Dasar mesum kau!"
__ADS_1
"Bukannya mesum, Rein. Tapi aku sangat bahagia, bodoh. Setelah hampir satu tahun kau dan Jackson melarangku agar tidak menyentuh Elea, aku akhirnya bisa kembali membahagiakan juniorku. Tahu tidak, malam itu Elea begitu panas. Kalau saja aku tidak memikirkan tentang kesehatan ginjalnya, dia pasti sudah kubuat tidak bisa berjalan esok paginya. Tapi untunglah aku masih mampu menahan n*fsuku meskipun rasanya seperti ada yang mengganjal saat juniorku tidak mau tidur. Hehehe!"
Sambil menertawakan jawaban absurd tersebut, Reinhard meninju pelan lengan sahabatnya ini. Jangankan Gabrielle yang harus berpuasa selama hampir satu tahun, dia yang baru semalam tidak mendapat jatah saja rasanya sudah tidak karu-karuan. Ya sakit, ya ngilu, ya pusing, ya pokoknya rasanya sangat tidak enak saat menahan si junior agar tidak memuntahkan laharnya dulu.
"Dari ekpresi yang kau tunjukkan, sepertinya Elea menjamumu dengan sangat istimewa. Benar tidak?"
"Benar sekali. Kau tahu, satu malam sebelum kami berbuka puasa, Elea sempat bertanya apakah aku mempunyai fantasi tersendiri atau tidak. Aku jawab iya karena memang aku selalu membayangkan kalau Elea akan muncul dengan memakai gaun putih transparan. Dan malam itu Elea benar-benar mewujudkan semua fantasiku, Rein. Dia muncul dengan gaun malam yang begitu seksi, yang mana membuat juniorku langsung siaga untuk melakukan pertempuran."
Jeda sejenak. Gabrielle kembali melanjutkan ceritanya sambil tersenyum-senyum tidak jelas.
"Elea adalah paket lengkap yang tidak bisa aku temui di diri wanita lain, Rein. Dan aku benar-benar sangat mencintainya."
"Hmmm, jangan mulai Gab. Aku belum siap melihatmu kembali menebar virus bucin di sini. Ingat ya, aku masih harus menunggu beberapa hari lagi baru bisa mengajak Levi bermain kuda-kudaan!" ucap Reinhard cepat mengingatkan.
Gabrielle tertawa. Dia kemudian menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan kepala. Bayangan dimana Elea akan hamil anak kembar langsung memenuhi indra penglihatan Gabrielle. Dia terhenyak.
"Rein, jika Elea hamil kembar, kira-kira hal itu akan membahayakan nyawanya tidak?" tanya Gabrielle yang mendadak panik.
Kening Reinhard mengerut. Dia menatap dalam ke arah Gabrielle yang juga tengah menatapnya dengan raut wajah tak tenang.
Darimana Gabrielle tahu kalau Elea akan hamil kembar? Dia seperti seorang cenayang saja yang bisa melihat masa depan.
"Kau bisu ya, Rein?" hardik Gabrielle jengkel. Tentu saja dia tahu darimana Elea bisa hamil kembar. La wong istrinya adalah cenayang yang di maksudkan oleh Reinhard.
"Ck, kau ini suka asal kalau bicara. Aku bukan bisu, Gabrielle. Aku normal dan suaraku lancar jaya tanpa hambatan!" sahut Reinhard seraya berdecak kesal.
"Kalau begitu kenapa kau tidak segera menjawab pertanyaanku?"
"Ya sabar dulu. Aku diam karena sedang memikirkan pertanyaanmu, bodoh. Dan juga ... darimana kau tahu kalau Elea akan hamil anak kembar? Apa Tuhan mengutus kaki tangannya untuk memberitahumu, hm?" tanya Reinhard penasaran.
__ADS_1
"Sudah mengataiku bodoh, ternyata malah kau sendiri yang bodoh. Memangnya kau lupa ya kalau aku dan Grizelle adalah kembar? Gen kembar ini bisa saja menurun pada Elea kan? Secara, akulah laki-laki yang menanam benih di perutnya. Bisa saja kan benih-benih yang masuk ke perutnya berjumlah lebih dari satu ekor? Tiga mungkin?" jawab Gabrielle memplesetkan kata kalau memang benar dia dan Elea akan mempunyai bayi kembar sekaligus.
Ah, kenapa aku jadi tidak tahan ingin memberitahu Reinhard tentang Bern, Karl, dan Flow ya?
"Satu ekor kepalamu. Kau pikir calon anak-anakmu nanti adalah jelmaan binatang apa? Seenaknya menyebut ekor. Mereka manusia, Gabrielle Shaquille Ma!"
"Jangan mendebatkan hal itu. Sekarang beritahu aku jika seandainya hal itu memang benar terjadi apakah akan mengancam keselamatan Elea atau tidak. Cepat jawab atau aku akan menarik lidahmu sampai putus. Mau kau?"
"Dasar sinting," gumam Reinhard lirih sambil ternganga tak percaya.
"Aku mendengarnya, Reinhard."
"Huh."
Sebelum menjawab, Reinhard diam sejenak. Ginjal Elea masih baru. Mungkin jika hamil satu bayi itu tidak akan terlalu bermasalah karena meskipun baru tubuh Elea sangatlah sehat. Akan tetapi jika kembar tiga ....
"Gab, aku ini hanya dokter biasa. Bukan Tuhan yang memegang segala kendali akan takdir manusia. Jadi untuk pertanyaanmu barusan, aku hanya bisa menjawab semoga semuanya bisa berjalan dengan baik. Kita yakin dan berdoa saja kalau Elea dan calon bayi-bayinya nanti akan lahir dengan selamat. Jangan khawatir, ada aku dan Jackson yang akan selalu memantau kesehatannya. Oke?"
Gabrielle terdiam.
Tuhan, tolong jangan biarkan istriku mengalami kepedihan lagi. Tolong izinkan dia merasakan seperti apa rasanya menjadi Ibu dan ketiga calon bayi-bayi kami. Engkau Yang Maha Menentukan takdir hidup kami para manusia, jadi tolong kabulkan harapan kami berdua, Tuhan. Amin. π
πππππππππππππππππ
...πJangan lupa vote, like dan comment...
...ya gengss...
...πIg: rifani_nini...
__ADS_1
...πFb: Rifani...