Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Salah Prediksi


__ADS_3

Di saat semua orang tengah sibuk menikmati hidangan, di pojok ruangan terlihat Patricia yang sedang berdiri sambil memegangi tembok. Wajahnya pucat dan di banjiri keringat. Sementara di sebelahnya, ada Junio yang sedang asik menikmati makanan sembari bersenda gurau dengan beberapa kolega bisnisnya yang kebetulan di undang untuk hadir di acara tersebut.


"Ugghh, Jun!" panggil Patricia lirih. Perutnya mulas.


"Ya, sayang. Ada apa?" tanya Junio. Dia membelalakan mata begitu mendapati wajah istrinya yang sudah pucat pasi dengan butiran keringat yang membasahi wajah cantiknya. "Ya ampun, sayang. Kau kenapa? Ruangan ini cukup sejuk, tapi kenapa kau bisa mandi keringat begini?"


"Perutku mulas, Jun," jawab Patricia dengan nafas yang mulai terengah. "Tolong antarkan aku ke toilet. Aku mau buang air."


Tanpa banyak bicara lagi Junio segera membantu Patricia berjalan. Dia khawatir, takut kalau-kalau si biji kecambah mengalami sakit perut gara-gara salah makan.


"Junio, Patricia kenapa? Kalian mau kemana?" tanya Yura sambil berjalan mendekat ke arah putri dan menantunya.


"Aku ingin pergi mengantarkan Patricia ke toilet, Bu. Dia bilang perutnya mulas dan ingin buang air besar," jawab Junio dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


Yura menelan ludah. Buang air besar yang di maksud oleh putrinya pasti bukan buang air besar biasa. Yura sangat yakin kalau Patricia ini tengah mengalami kontraksi. Tak ingin terjadi sesuatu pada putri dan calon cucunya, Yura segera meminta Junio agar membawa Patricia pergi ke rumah sakit. Setelah itu dia bergegas mencari keberadaan Bryan yang sedang berbincang dengan keluarga besan mereka.


"Yura, ada apa?" tanya Bryan heran melihat istrinya yang terlihat begitu panik.


"Bry, kita harus segera pergi ke rumah sakit menyusul Junio dan Patricia. Dia mau melahirkan," jawab Yura.


"APA? Tapi bukannya dokter memprediksi kalau Patricia baru akan melahirkan seminggu lagi ya?"


"Tuan Bryan, prediksi dokter bisa saja salah. Jika bayi Patricia ingin keluar malam ini, itu artinya dia akan melahirkan sekarang juga. Lebih baik kau dan Nyonya Yura segera menyusul mereka saja. Kasihan, Junio pasti sedang sangat panik sekarang," ucap Liona ikut menimbrung percakapan besannya.


"O-oh, bisa seperti itu ya? K-kalau begitu kami pamit dulu. Kami-kami ....


Bryan gelagapan sendiri setelah tahu kalau putrinya hendak melahirkan. Dia jadi terkenang dengan kejadian dimana Sandara meninggal setelah melahirkan Elea. Terbayang dengan wajah pucat nan kaku Sandara pada waktu itu, membuat kedua kaki Bryan seperti lemas tak bertulang. Matanya bahkan sampai berkunang-kunang saking takutnya dia akan kenangan buruk tersebut.


Liona melirik ke arah Greg ketika menyadari ketakutan di diri Bryan. Dia kemudian berbisik agar suaminya ini menghibur hati sang besan yang tengah teringat dengan luka lamanya.

__ADS_1


"Ekhmm Tuan Bryan, yang sudah berlalu biarkan saja berlalu. Posisi Sandara dan Patricia itu berbeda, mereka tidak sama. Jika dulu kau kehilangan istrimu karena gagal memahami situasi yang ada, maka jangan sampai kau mengulang kesalahan yang sama dengan membiarkan anak dan cucumu terlantar. Sadarlah, pergi dan dampingi Patricia dalam menyambut anak pertamanya. Dia sedang sangat membutuhkan dukungan dari kalian sekarang. Pergilah!" ucap Greg.


"Bryan, untuk sekarang tolong kau lupakan dulu masa lalu itu. Patricia sedang kesakitan, dia butuh kita. Ayo cepat pergi!" desak Yura resah.


"B-baiklah. Ki-kita berangkat," sahut Bryan dengan suara terbata-bata.


"Hati-hati. Nanti biar kami yang akan memberitahu Levita dan Reinhard kenapa kalian pergi sebelum acara selesai. Dan selamat Tuan dan Nyonya Young, kalian akan menjadi seorang kakek dan nenek. Nanti kami semua akan pergi menjenguk Patricia di rumah sakit setelah Elea sadar dari mabuknya!" ucap Liona sembari memeluk Yura yang masih terlihat sangat panik.


"Terima kasih banyak, Nyonya Liona. Kalau begitu kami pergi dulu."


Liona melepaskan pelukan kemudian mengangguk. Dia menatap kepergian besannya dengan raut wajah yang begitu riang. Segera, setelah menantu kesayangannya hamil, dia juga akan merasakan hal yang sama seperti Yura dan Bryan. Membayangkan akan kehadiran calon ketiga cucunya membuat aura di wajah Liona jadi terlihat berseri-seri. Dia sudah sangat tidak sabar ingin segera mendengar suara tangis bayi mungil yang mana akan menjadi musik terindah di dalam hidupnya.


"Honey, sabar ya. Kita tunggu Gabrielle dan Elea berhasil mencetak adonan mereka sendiri. Dan aku sangat yakin kalau waktunya akan tiba sebentar lagi," bisik Greg seraya mencium pipi wanita yang sedang tersenyum manis di sampingnya.


"Darimana kau tahu kalau kita akan segera memiliki cucu, Greg? Bukankah saat ini Elea masih dalam pengawasan Jackson dan Reinhard?" tanya Liona. Dia sedikit kurang paham akan maksud dari bisikan suaminya barusan.


"Hehehe, tadi saat Elea sedang melantur aku tidak sengaja mendengar perkataannya. Dia bilang semalam Gabrielle bergerak terlalu cepat, dan itu rasanya sedikit sakit karena mereka sudah lama tidak melakukan. Dan kemungkinan besar, semalam Gabrielle dan Elea telah berbuka puasa. Itu artinya cucu-cucu kita sedang dalam proses pembuatan!" jawab Greg sambil terkekeh usil.


"Kau benar Honey. Ah, bagaimana kalau kita carikan Lan pasangan saja agar dia bisa mencetak anak yang akan menjaga tiga kurcaci kita nanti, Hon. Lan sudah bukan anak-anak lagi sekarang. Dia akan menjadi tua renta saat para kurcaci kita menjadi dewasa. Menjadi anggota keluarga Ma tidak boleh tidak memiliki hewan kesayangan. Dan hewan itu harus satu ras dengan buyutnya, yaitu Koni dan Gora."


Saat Greg dan Liona tengah asik dengan pembicaraan mereka, Gabrielle datang menyapa.


"Ayah, Ibu, kenapa kalian terlihat begitu gembira? Ada apa?" tanya Gabrielle penasaran.


"Haih, panjang umur untukmu, sayang. Ayah dan Ibu sedang membicarakan tentang calon anak-anakmu dan Elea nanti," jawab Liona. Dia kemudian mengerutkan kening saat tidak mendapati keberadaan menantunya di sana. "Elea mana? Jangan bilang kau meninggalkannya sendiri lagi, Gab? Bagaimana kalau Elea sampai menenggak segentong alkohol? Dia bisa pingsan tujuh hari tujuh malam nanti!"


"Tidak, Bu. Sekarang Elea sedang tidur di mobil dengan di temani oleh Cira dan Ares. Aku kembali masuk kemari untuk berpamitan pada Levita dan Reinhard karena kami tidak bisa berada di sini sampai acara selesai. Memangnya Ibu lupa ya kalau sejak tadi Elea tidak berhenti merengek meminta untuk tidur di atas gaun milik Levita? Kalau dia tidak segera di bawa pergi dari sini, aku yakin acara ini pasti akan kacau balau!" jawab Gabrielle sambil memijit tulang hidungnya.


"Oh, begitu. Ibu pikir kau membiarkannya sendiri seperti tadi."

__ADS_1


"Tidak akan terulang lagi, Bu. Cukup sekali ini aku kecolongan, dan ini akan menjadi yang terakhir kalian melihat Elea mabuk."


Greg, Gabrielle dan Liona kemudian sama-sama tertawa saat teringat dengan ucapan melantur Elea ketika mengolok-olok si pengantin wanita. Untung saja waktu itu Levita tidak mendengarnya. Bisa gawat jika dia tahu kalau Elea menyebutnya sebagai wanita hantu karena memakai gaun seperti itu.


"Gabrielle, ada kabar baik!" ucap Greg.


"Kabar baik apa, Ayah?" tanya Gabrielle.


"Patricia mau melahirkan."


"Oh, kalau itu aku sudah tahu."


"Apa Elea yang bilang?"


Gabrielle mengangguk.


"Kalau begitu kapan kami akan mendapat kiriman tiga ekor kurcaci?" ledek Greg. "Dengar-dengar semalam kalian sudah berbuka puasa."


Bukannya menjawab, Gabrielle malah melenggang pergi dari hadapan orangtuanya. Dia kemudian tertawa saat terpikirkan ide untuk memberitahu mereka lewat sebuah pesan.


Ayah dan Ibu jangan khawatir. Semalam aku dan Elea sudah mulai mencetak telinga untuk calon cucu-cucu kalian. Do'akan agar nanti saat aku mengumumkan pernikahan kami, Elea bisa memberikan kabar baik untuk semua orang. Dan jika penglihatan Elea tidak meleset, dua atau tiga bulan lagi kalian akan segera menjadi kakek dan nenek dari Bern, Karl, dan juga Flow.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...SELAMAT HARI NATAL UNTUK YANG MERAYAKANπŸŽ‰πŸŽŠπŸŽπŸŽ‰πŸŽŠπŸŽπŸŽ‰πŸŽŠπŸŽπŸŽ‰πŸŽŠπŸŽπŸŽ‰πŸŽŠπŸŽ...


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...

__ADS_1


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2