Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Kecupan Gaib


__ADS_3

"Wahhhh, bukankah itu Tuan Muda Gabrielle? Luar biasa, wajahnya benar-benar sangat tampan!"


"Iya kau benar. Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam sampai bisa melihat pria setampan dan sekeren Tuan Muda Gabrielle. Wow, sungguh hari yang begitu beruntung."


"Kira-kira ada urusan apa ya yang membuatnya datang ke kampus kita? Apa mungkin Tuan Muda Gabrielle ingin kembali menjadi mahasiswa? Jika iya, sakit pun aku akan tetap berangkat ke kampus. Tidak akan kulewatkan satu haripun tanpa melihat ketampanannya itu."


Kurang lebih begitulah celetukan para mahasiswa yang di dengar oleh Gabrielle. Ya, saat ini dirinya tengah mengunjungi kampus tempat istrinya kuliah. Dia sengaja datang kemari karena ingin kembali menanam saham.


Sayang, kau sebenarnya ada di mana sih? Apa kau tidak tahu kalau aku sangat ingin melihatmu?


Sambil berbincang dengan para petinggi kampus, mata Gabrielle terus mencari-cari keberadaan istrinya. Dia ingin tahu reaksi seperti apa yang akan muncul di wajah Elea saat tahu kalau sekarang dia sedang ada di sini.


"Aku mendapatkanmu, sayang," gumam Gabrielle begitu matanya menangkap pergerakan seorang wanita cantik yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.


Lusi menyenggol pinggang Elea ketika dia melihat keberadaan Gabrielle. Dia lalu menggerakkan dagu ke arah depan saat Elea menoleh padanya.


"Lihat siapa yang sedang berjalan di depan kita," bisik Lusi.


"Siapa?" tanya Elea bingung.


"Makanya lihat dulu ke depan," jawab Lusi.


Senyum tengil langsung muncul di bibir Elea begitu dia melihat ke arah depan. Gabrielle, Ares, dan juga Kak Ning nampak berjalan beriringan. Elea yang saat itu tengah membawa buku segera mendekapkannya ke dada kemudian membuat simbol hati yang dia arahkan pada suaminya.


Alapiyuu, Kak Iel...


Sudut bibir Gabrielle berkedut. Dia memperlambat langkahnya agar bisa terus menyaksikan ulah nakal Elea. Ares yang menyadari ada yang tidak beres pun diam-diam melirik ke arah Tuan Muda-nya. Dan benar saja, pria di sebelahnya ini sudah dalam kondisi yang tidak asing lagi. Seketika Ares menarik nafas panjang, paham kalau kebucinan Tuan Muda-nya sedang kambuh begitu melihat sang pujaan hati tengah berjalan berlawanan arah dengan mereka. Dalam hati, Ares berdo'a agar orang-orang yang sedang bersama mereka tidak menyadari kegilaan dua orang ini.


"Tuan Muda, ada apa? Kenapa wajah anda merah sekali?" tanya Kak Ning heran. Dia belum menyadari kalau di depannya ada dua mahasiswa yang pernah membuatnya hampir mati ketakutan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Hanya merasa sedikit gerah saja," jawab Gabrielle sambil berdehem pelan. Dia lalu menggigit bibir bawahnya, mencoba bertahan untuk tidak berlari menghampiri Elea yang terus mengirimkan simbol hati untuknya.


Tepat ketika melewati kelas kosong, tiba-tiba Elea menggeret tangan Lusi untuk masuk ke sana. Dia kemudian berdiri di balik pintu sambil menunggu suaminya lewat. Lusi yang melihat kelakuan Elea hanya bisa mendesah pelan. Mereka kumat lagi.


Sayang, kenapa kau menghilang? Argghhh, aku masih ingin melihatmu.


"Suuttt ... suutttt,"


Gabrielle menoleh ke arah samping. Dia membulatkan mata melihat Elea yang sedang mengirimkan kecupan gaib ke arahnya. Hampir saja Gabrielle kelepasan kalau saja Ares tidak menahan lengannya dengan kuat. Sungguh, dia benar-benar sangat gemas melihat kelakuan Elea. Istrinya ini seperti sengaja membuat otaknya menggila.


"Tolong lebih hati-hati sedikit, Tuan Muda. Semua orang bisa tahu kalau anda dan Nyonya Elea sudah menikah jika anda terlalu agresif menanggapi kelakuan Nyonya," bisik Ares mengingatkan.


"Aku tidak kuat, Res. Lihat, Elea terus saja membuatku meleleh. Bagaimana ini?"


"Pura-pura tidak melihat saja, Tuan Muda. Nanti di rumah anda baru menghukumnya."


Gabrielle mengangguk. Dia kemudian menatap lurus ke depan, tak lagi memperhatikan ke arah ruang kosong dimana istrinya berada. Sayangnya Gabrielle lupa kalau istrinya itu juga mengidap penyakit bucin yang sama parahnya seperti dia. Terbukti, karena sekarang Elea masih terus menggoda Gabrielle dengan mengikuti langkahnya dari dalam ruangan. Sungguh, kali ini Gabrielle benar-benar panas dingin. Jantungnya seperti akan terlepas saat melirik ke arah Elea yang tengah tersenyum dari balik kaca.


"Tuan Muda, ada apa?" tanya kepala kampus dengan raut wajah yang sangat khawatir.


Ares menghela nafas panjang. Dia kemudian melihat ke arah jendela dimana sang nyonya sedang tersenyum senang setelah membuat Tuan Muda-nya oleng seperti ini.


Nyonya Elea, tidak bisakah anda membiarkan saya bekerja dengan tenang? Jika anda dan Tuan Muda membucin tanpa melihat situasi, tidak lama lagi semua orang pasti akan tahu mengenai hubungan kalian. Dan makhluk yang berada dalam posisi serba salah adalah saya. Mohon anda ikhlas untuk membiarkan saya bekerja dengan baik, Nyonya. Tolonglah ....


Para petinggi kampus terlihat begitu panik saat pria berkuasa ini tak kunjung menjawab. Mereka saling melempar tatapan bingung dan khawatir kalau-kalau telah menghidangkan jamuan yang membuat pria ini sakit perut.


"Tuan Muda, anda baik-baik saja?" tanya Ares setengah berbisik.


"Res, ada ribuan kupu-kupu beterbangan di dalam perutku. Aku tidak pernah menyangka kalau Elea akan semanis itu ketika menggodaku di depan umum. Aku tidak kuat, Res," jawab Gabrielle sambil terus menekan dadanya yang berdebar tak beraturan.

__ADS_1


"Apa sebaiknya kita pulang saja, Tuan Muda. Saya khawatir mereka akan menyelidiki penyebab anda jadi seperti ini."


Gabrielle berusaha keras menormalkan debaran di dadanya. Sambil menutup mulutnya agar berhenti tersenyum, dia bangkit berdiri. Sebelum bicara, Gabrielle memastikan kalau di jendela sudah tidak ada bidadari yang membuat pekerjaannya menjadi kacau. Gabrielle kemudian menarik nafas lega karena Elea sudah tidak ada di sana.


Hah, syukurlah. Awas saja kau, Elea. Lihat bagaimana nanti aku akan menghukummu di rumah. Beraninya kau menggodaku seperti itu.


"Ekkhmmm aku baik-baik saja. Tadi perutku kram!" ucap Gabrielle berbohong. Dia kemudian mengajak semua orang untuk kembali berjalan.


Kak Ning sedikit curiga dengan apa yang baru saja terjadi. Sebelum pria berkuasa ini bertingkah aneh, Kak Ning sempat melihat Elea yang sedang berada di dalam ruangan di sebelahnya. Benak Kak Ning mulai bertanya-tanya ada hubungan apa antara muridnya yang gila itu dengan pria pemilik saham terbesar di universitas ini. Mungkinkah ada something di antara mereka? Entahlah, Kak Ning tak berani mengambil kesimpulan karena itu akan sangat mengejutkan.


"Oh ya Tuan Muda, di kelas desain rencananya ingin di adakan sebuah lomba untuk menggali bakat-bakat terpendam dari para mahasiswa yang belum terasah. Pihak universitas berencana menggelar lomba tersebut di pertengahan semester tahun ini. Jika Tuan Muda berkenan, kami ....


"Aku akan mendanai segala kebutuhan lomba itu. Dan pastikan kalian menemukan berlian yang bisa menciptakan ikon baru dalam dunia mode. Karena nanti aku akan menariknya untuk bergabung dengan perusahaan mode yang berada di bawah naungan Group Ma!" sela Gabrielle dengan cepat.


"Y-ya?"


"Tuan Muda mengatakan kalau beliau akan menanggung semua biaya untuk acara tersebut. Karena nantinya mahasiswa yang berhasil menampilkan karya terbaik mereka akan direkrut menjadi karyawan di perusahaan mode milik Group Ma!" jelas Ares menggantikan Tuan Muda-nya bicara.


Para petinggi kampus terbengang syok. Yang benar saja. Tanpa harus bersusah payah mereka tiba-tiba mendapat suntikan dana yang bahkan di saat lomba itu baru di rencanakan. Sungguh, hati pria berkuasa ini begitu baik. Dia dengan mudahnya menggelontorkan dana yang di perkirakan akan menelan biaya yang lumayan besar mengingat kalau itu adalah lomba peragaan busana dimana pihak kampus akan mengundang beberapa desainer ternama.


Andai saja mereka tahu alasan di balik royalnya Gabrielle dalam memberikan uangnya, mereka semua pasti akan terkena serangan jantung. Siapa yang akan mengira kalau mahasiswa baru yang di kenal sebagai penyuka sesama jenis adalah istri kesayangan dari si pewaris ini.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...

__ADS_1


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2