Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Peri Tinkerbell


__ADS_3

Jackson yang saat itu sedang bertugas di rumah sakit langsung tancap gas mengemudikan mobilnya menuju rumah. Dia sangat kaget ketika Gabrielle memberitahunya kalau sekarang Elea sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Dan setelah Gabrielle mengatakan kalau malam ini adiknya akan menginap, seketika Jackson langsung lupa pada tugasnya. Yang ada di dalam pikirannya sekarang hanya satu, pulang dan menemani adiknya di rumah. Karena kesempatan seperti ini sangat jarang terjadi bukan?


"Elea sudah makan belum ya? Apa sebaiknya aku telepon dia saja?" gumam Jackson sambil mengetuk-ngetukkan jari di atas stir mobil. Dia sedang berhenti di lampu merah sekarang.


Tak mau salah membeli jenis makanan, Jackson akhirnya memutuskan untuk menelpon Elea. Dia terlihat sangat tidak sabar ketika menunggu Elea menjawab panggilannya.


"Halo. Ini siapa ya?"


Kening Jackson mengerut. Sebelum kembali melajukan mobil, Jackson melihat ke arah layar ponselnya terlebih dahulu. Aneh, jelas-jelas dia menghubungi nomor Elea. Tapi kenapa Elea menanyakan dia siapa? Apa jangan-jangan telah terjadi sesuatu yang buruk pada adiknya itu saat dalam perjalanan menuju ke rumahnya? Astaga.


"Halo, Elea. Ini aku Kak Jackson. Apa yang terjadi di sana? Kenapa kau tidak mengenali nomorku? Kau baik-baik saja 'kan?" cecar Jackson sambil mengemudikan mobil dengan sangat cepat. Instingnya langsung menyala, mencoba menerka-nerka bahaya apa yang sedang terjadi pada adiknya itu.


"Kak Jackson?"


Hening. Tidak ada suara apapun lagi dari dalam telepon setelah Elea berkata seperti itu. Hal ini tentu saja membuat Jackson menjadi semakin panik. Tatapan matanya langsung berubah bengis, mengucap sumpah dalam hati akan membunuh siapapun yang berani menyentuh apalagi menyakiti adik kesayangannya itu.

__ADS_1


"Elea, apa yang terjadi? Katakan di mana kalian sekarang!" teriak Jackson mulai hilang kendali. Dia sangat takut Elea kenapa-napa.


"Em, Kak Jackson, aku baik-baik kok. Tadi aku tidak mengenalmu karena aku memegang ponsel dalam keadaan terbalik. Jadi nama yang aku baca bukan Kak Jackson, melainkan Noskcaj Kak. Jadi aku pikir yang menghubungiku adalah pria asing. Hehehe, maaf ya, Kak. Aku benar-benar tidak sengaja tadi."


Rasanya Jackson sangat ingin menabrakkan mobilnya ke sebuah pohon setelah mengetahui alasan kenapa Elea bisa tidak mengenalinya. Sungguh, ini benar-benar plot twist yang sangat tidak tertebak. Dan seperti biasa, Jackson di buat seperti kehilangan akal oleh adiknya sendiri. Bisa-bisanya ya Elea menjawab panggilan dalam kondisi ponsel terbalik. Sudah pasti yang tertera di layar bukan namanya, tapi kebalikan dari namanya. Astaga, benar-benar ya anak ini.


"Ekhmm, Elea. Sekarang kau sudah sampai di mana? Apa Nun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi?" tanya Jackson setelah menata kembali emosinya.


"Aku tidak tahu ini di mana, Kak. Yang jelas Nun mengendarai mobil seperti seekor siput yang sudah tua. Maklumlah, dia kan sedang membawa beban empat penumpang. Jadi mungkin mobilnya terasa berat."


Sudut bibir Jackson berkedut. Dia lalu menutupi bibirnya sambil memelankan laju mobilnya. Rasanya sungguh senang bisa berbicara sebebas ini dengan adiknya tanpa ada pria pencemburu yang mengganggunya.


"Em, bagaimana ya Kak. Tadi di rumah Kak Iel sudah berpesan supaya aku tidak memberi kesempatan untuk Kakak mendekati aku. Dia juga berpesan agar aku tidak meminta apapun pada orang lain. Tapi karena kau memaksa, tolong belikan aku coklat yang banyak ya, Kak. Jangan lupa juga belikan rujak beserta bunga-bunga di pinggir jalan. Tiba-tiba aku ingin berkebun di rumah Kakak. Boleh 'kan? Ya sudah itu saja, sekarang aku mau tidur. Dahh."


Dan begitu Elea mematikan panggilan, tawa Jackson langsung pecah membahana. Dia merasa sangat lucu mendengar perkataan adiknya barusan. Sungguh, Gabrielle benar-benar sangat sial berpesan seperti itu pada Elea. Karena tanpa ada yang meminta, Elea membocorkan semua hal yang di katakan oleh Gabrielle kepadanya. Kepolosan adiknya benar-benar sangat menghibur bukan?

__ADS_1


"Hahahaha, Elea-Elea. Sikapmu inilah yang selalu membuatku merasa rindu. Walaupun kau bukan adik kandungku, tapi sikapmu yang sekarang dengan yang di masa lalu sama sekali tidak ada bedanya," ucap Jackson sambil terus tertawa. "Hemm, untungnya Tuhan masih memberiku kesempatan untuk menebus dosa di masa lalu itu. Jika tidak, hidupku pasti tidak akan bisa sebahagia i ini."


Dan ketika Jackson sedang mengenang kesalahan di masa lalunya, tiba-tiba saja dia melihat beberapa bunga liar tumbuh indah di pinggir jalan. Ingat kalau semenjak hamil Elea hanya menyukai bunga yang di ambil dari jalanan, tanpa ragu Jackson pun segera menepikan mobilnya. Dia tersenyum sesaat sebelum keluar dari dalam mobil.


"Malaikat seperti apa yang akan kau lahirkan nanti, Elea? Kenapa kau bisa menyukai sesuatu yang di anggap sampah oleh kebanyakan orang? Apa nanti kau akan melahirkan seorang peri bunga? Semacam Tinkerbell, mungkin?"


Setelah itu Jackson segera keluar kemudian mengambil kantong plastik di bagian bagasi belakang mobil. Tanpa mengindahkan kendaraan yang sedang berlalu-lalang, dia dengan santai mengorek tanah dan mengambil bunga-bunga tersebut. Dan anehnya Jackson seakan merasa kalau bunga-bunga ini seperti sedang menyambutnya. Hal itu terbukti karena sekarang tempat itu di penuhi aroma wangi semerbak yang menghiasi indra penciumannya.


"Apakah kalian adalah para peri yang tinggal di sini? Jika iya, tolong lindungi adik beserta tiga keponakanku. Dan tenang saja, kehidupan bunga-bunga kalian tidak akan terbengkalai karena setelah sampai di rumah kalian akan langsung di buatkan tempat yang lebih bagus oleh adikku. Maaf jika aku lancang membawa kalian pergi dari sini, tapi ini kulakukan demi menyenangkan hati adikku yang tengah mengidam. Tolong kalian jangan marah dan mengutuk adikku ya?" ujar Jackson dengan sopan meminta izin pada peri yang mendiami bunga-bunga liar tersebut. Jackson rasa dia perlu melakukan hal ini agar kehamilan Elea baik-baik saja.


Bak gayung bersambut, ucapan Jackson di jawab dengan angin dingin yang berembus tepat di depan wajahnya. Jackson tersenyum, kemudian memasukkan bunga-bunga liar tersebut ke dalam kantong plastik yang di bawanya. Setelah itu Jackson pun kembali ke mobil dan meletakkan bunga itu di kursi samping dia duduk.


"Tugas pertama sudah selesai. Sekarang lanjut ke minimarket untuk membeli coklat. Setelah itu baru mencari rujak. Anggap ini sebagai pemanasan sebelum nanti Kayo mengalami masa mengidam seperti Elea. Hmmm, aku jadi merindukan gadis dingin itu," gumam Jackson sambil menyalakan mesin mobil.


Dengan suasana hati yang begitu bahagia, Jackson melajukan mobilnya untuk pergi dari sana. Senyum manis terus saja menghiasi bibir yang biasanya hanya akan tersenyum di kala sedang bersama dua wanita cantik yang begitu dia jaga. Kayo dan Elea. Ya, hanya pada dua wanita ini saja Jackson bisa bersikap layaknya pria pada umumnya. Lain dari mereka Jackson paling banyak hanya bisa bicara normal, tidak sampai sebahagia ketika bersama dengan adik dan calon istrinya. Saat Jackson hendak berhenti di sebuah minimarket, tiba-tiba saja dia kembali mencium aroma wangi yang tadi sempat dia rasakan ketika sedang mengambil bunga liar di pinggir jalan. Dia menoleh, dan lagi-lagi tersenyum.

__ADS_1


"Aku tidak akan lama. Karena orang yang akan menjadi tuan kalian ingin aku membeli sesuatu dulu di sini. Bersabarlah, tidak lama lagi kalian akan segera berjumpa dengan adikku yang manis itu," ucap Jackson sesaat sebelum keluar dari dalam mobil.


*****


__ADS_2