
Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.
***
“Ck, kenapa kau bisa terluka seperti ini sih. Memangnya Karl tidak bisa menyetir mobil dengan baik apa. Heran!” gerutu Oliver sambil mengoleskan salep ke benjolan di kening Flowrence. Dia sampai membatalkan meeting gara-gara melihat kekasihnya datang dengan keadaan terluka. Oliver sangat khawatir, dia takut Flowrence gegar otak kemudian melupakannya. Kan tidak lucu kalau dia menjadi duda sebelum sempat menikah. Haihhh.
“Kak Karl tentu saja bisa menyetir mobil, Kak Oli. Dia hanya sengaja menginjak rem mobilnya agar bisa mencelakaiku. Kak Karl kan memang begitu. Dia jahat, tidak seperti Kak Bern yang perhatian dan penyanyang,” sahut Flowrence sambil menatap lekat betapa calon suaminya terlihat semakin tampan saat sedang khawatir seperti ini. Membuat Flowrence jadi semakin mencintainya saja. Hehe.
“Lihat apa, hm?”
“Kak Oli, pernah tidak kau terpikir mengapa kita bisa dijodohkan? Aku sangat cantik, di masa lalu kau pasti sangat tergila-gila padaku. Makanya kita bisa bersama seperti sekarang. Benar tidak?”
Oliver hanya tertawa saja mendengar celotehan Flowrence. Dia fokus mengobati benjolan di kepala calon istrinya ini sembari meniupnya pelan. Jujur, kadang Oliver juga merasa kalau dia dan Flowrence seakan terikat kuat oleh suatu tali tak kasat mata yang mana membuat mereka bisa saling bergantung satu sama lain. Memang agak mustahil sih, tapi Oliver sedikit mempercayainya karena di kenyataan sekarang dia benar-benar sangat takut kehilangan Flowrence. Aneh bukan? Padahal dengan status yang Oliver miliki sekarang, dia bisa saja mencari gadis yang jauh lebih baik daripada Flowrence. Kalian tahu sendirilah apa saja kekurangan di diri Flowrence tanpa harus Oliver jabarkan.
“Kak Oli, jika suatu saat aku melupakan tentang kita kira-kira apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan tetap bersamaku atau malah menggunakan kesempatan ini untuk meninggalkan aku?” tanya Flowrence sambil menatap Oliver penuh puja. Hatinya terasa begitu perih saat mengatakan hal ini, tapi Flowrence berusaha menutupinya dengan senyuman.
“Flow, kenapa kau bertanya seperti ini padaku? Ada apa? Sikapmu terlihat berbeda, tidak seperti biasanya. Ada apa sayang?” sahut Oliver balik bertanya.
“Tidak ada apa-apa, Kak. Aku hanya terpengaruh dari drama yang aku tonton, makanya aku penasaran dengan apa yang akan kau lakukan nanti jika seandainya aku benar-benar mengalami lupa ingatan. Begitu,” jawab Flowrence beralasan. Sekuat hati dia menahan air matanya yang sangat ingin menetes keluar.
__ADS_1
Oliver, ini bukan karena drama. Tapi akan benar-benar terjadi dalam hubungan kita. Saat semuanya terbongkar, apa yang ada di diriku semuanya akan hilang. Kau tidak akan menemui Flowrence yang bodoh dan polos lagi, tapi kau akan bertemu dengan seorang gadis yang tak bisa mnegingat apapun tentang kenangan kita. Aku takut, Oliver. Aku benar-benar sangat takut sekarang. Tolong aku.
Entah mengapa Oliver merasa sangat sakit mendengar perkataan Flowrence. Dia yang kala itu duduk di sofa segera berpindah dan berjongkok di hadapan Flowrence lalu meraih kedua tangannya. Setelah itu Oliver bergantian menciumi punggung tangan Flowrence sebelum akhirnya dia tempelkan ke dadanya. Dengan tatapan yang begitu dalam, Oliver menyatakan di hadapan Flowrence kalau dia tidak akan meninggalkannya apapun yang terjadi.
“Flow, kita dekat memang karena telah di jodohkan oleh kedua orangtua kita. Tapi jika benar di suatu hari nanti kau akan melupakan aku, maka aku bersumpah tidak akan meninggalkanmu. Kau kekasihku, gadis manisku, juga adalah calon istriku. Semuanya akan tetap seperti ini selamanya.”
“Termasuk jika aku melupakan semua kenangan kita?”
“Ya, semuanya. Saat kau melupakanku, maka aku akan terus mengingatkanmu tentang kenangan kita. Ingatanmu boleh saja hilang, tapi kehangatan yang pernah tercipta di antara kita berdua aku yakin akan tetap membekas di dasar hatimu. Oliver adalah miliknya Flowrence, dan Flowrence adalah miliknya Oliver. Bukankah seperti itu?” tanya Oliver seraya menahan sesak di dada. Jujur, Oliver sangat ingin menangis sekarang. Tidak tahu apa sebabnya, dia hanya merasa kalau yang di katakan oleh Flowrence akan benar-benar terjadi di suatu hari nanti.
Tuhan, tolong jangan pisahkan aku dengan gadis ini. Dulu aku pernah menolaknya, tapi sekarang aku benar-benar tidak bisa kehilangannya. Tolong jangan biarkan perasaan kami hilang termakan ingatan, Tuhan. Bantu aku menjaga keutuhan perasaan kami. Aku mohon ….
Tangis Flowrence pecah. Namun, dia menangis bukan hanya karena mendengar ketulusan yang terucap di dalam pikiran Oliver saja, melainkan karena dia yang butuh pelampiasan akibat rasa takut setelah Flowrence mendengar rencana Karl yang ingin membunuhnya. Flowrence tertekan, dan sedikit banyak pengakuan Oliver memberinya kelegaan meski Flowrence sendiri tak bisa menjamin apakah dia akan selamat dari rencana kakaknya atau tidak.
“Hiksss, Kak Oli. Aku merasa sangat terharu sampai bendungan air mata di dalam mataku jebol. Maaf ya kalau aku tidak bisa berhenti menangis. Aku tidak menyangka kalau responmu tidak akan sama dengan pemeran laki-laki yang ada di dalam drama. Hikss, aku malu sekali. Wajahku pasti jelekkan sekarang?” tanya Flowrence yang langsung memposisikan diri sebagai gadis bodoh dan polos. Flowrence tahu kalau Oliver mencurigai sikapnya yang memang agak berbeda dari biasanya.
“Tidak, kau tetap yang paling cantik meskipun sedang menangis. Jangan khawatir. Karena mau seperti apapun dirimu, aku akan tetap mencintaimu,” jawab Oliver sambil menahan tawa. Kecurigaannya hilang seketika begitu mendengar perkataan Flowrence yang agak aneh. Ini baru gadisnya.
“Benarkah?”
“Tentu saja. Flowrence Wufien Ma adalah gadis tercantik yang ada di dunia ini, dan Oliver adalah pemiliknya. Benar tidak?”
__ADS_1
“Benar sekali, Kak. Flowrence adalah miliknya Oliver. Selamanya.”
Setelah berkata seperti itu Flowrence langsung memeluk Oliver. Lagi-lagi dia tak bisa membendung air matanya sendiri, dia menumpahkan segala ketakutan dan rasa tertekan di bahu pria yang sebentar lagi akan segera dilupakannya. Sakit sekali, tapi Flowrence tak bisa melakukan apa-apa untuk mencegah agar hal ini jangan sampai terjadi. Posisinya sulit. Karena hanya dengan cara seperti inilah karma buruk itu baru bisa di patahkan. Flowrence sudah di gariskan untuk menjadi pemutus karma buruk tersebut meski dia sendiri tidak tahu akan seperti endingnya. Yang jelas saat ini diam dan berpura-pura bodoh adalah yang terbaik agar tidak terjadi kekacauan yang jauh lebih besar lagi di keluarganya.
“Kak Oli?” panggil Flowrence setelah tangisannya mereda. Dia masih memeluk erat tubuh Oliver. Flowrence enggan melepaskannya. Terlalu nyaman.
“Hem? Kenapa?” sahut Oliver. Tangannya tak henti mengelus punggung Flowrence, berharap dengan cara ini Flowrence bisa kembali tenang.
“Nanti aku makan siang di sini saja ya. Aku sedang ingin berduaan denganmu. Tidak mau pisah,”
Seulas senyum licik muncul di bibir Oliver begitu dia mendengar keinginan Flowrence yang tidak ingin berjauhan dengannya. Dan tentunya ini adalah hal yang sangat baik bagi seorang Oliver. Kalian pasti mengertilah apa yang ingin Oliver lakukan pada kekasihnya yang menggemaskan ini. Hehe.
“Ekhmmm. Jangankan nanti siang, setiap haripun kau boleh jika ingin berduaan denganku. Sungguh,” ucap Oliver dengan raut wajah yang terlihat begitu bahagia.
“Baiklah.”
Setelah itu Flowrence melepaskan pelukannya. Dia lalu menatap lekat wajah tampan Oliver sebelum akhirnya dia mencium kening, kedua mata, pipi, dan terakhir bibirnya. “Terima kasih sudah bersedia menyayangiku yang tidak sempurna ini, Kak. Aku bahagia sekali memilikimu di hidupku. I love you, Oliver."
Meski agak aneh, Oliver berusaha mengabaikan hal tersebut dari dalam pikirannya. Dia lalu menangkup kedua pipi Flowrence kemudian meraup bibirnya yang manis itu. Mendamba, perasaan inilah yang selalu muncul setiap kali Oliver bermesraan dengan Flowrence. Ini bukan tentang perasaan mesum, tapi lebih ke perasaan rindu seolah mereka baru saja bertemu setelah sekian ratus tahun terpisah.
Ada cerita perih yang pernah terjadi di masa lalu kita, Oliver. Kau mungkin tidak akan tahu cerita seperti apa itu, tapi aku sudah melihatnya. Kau dan aku saling cinta, tapi terpisah karena pertentangan. Semoga saja kisah kita di sini berakhir bahagia agar arwah leluhur kita bisa pergi dengan tenang ….
__ADS_1
***