Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Kegelapan Yang Sebenarnya


__ADS_3

Kayo menatap nanar ke arah jurang yang telah mencelakakan putra dan juga putrinya. Di sampingnya ada Jackson yang juga tengah menatap ke arah jurang dengan pandangan yang sangat amat dingin.


"Apakah Russel akan selamat, Jack?" tanya Kayo seraya menghela nafas.


"Dia dilahirkan dari rahim seorang wanita yang sangat kuat. Apakah mungkin putra kita akan selemah itu dalam melewati tantangan seperti ini?" sahut Jackson balik bertanya. Dia kemudian memegang dagu Kayo agar menatapnya. Jackson tersenyum, tapi senyum itu mengandung satu kemarahan besar yang tidak bisa di deteksi oleh siapapun kecuali Tuhan dan Bibi Liona. "Russel menuruni darah seorang Jack-Gal. Juga ada darah pembunuh yang berasal dari nenek beserta kakeknya. Russel kuat, dia pasti selamat!"


"Dia terjatuh ke sarang ular, Jack,"


"Anak buah Bibi Liona pasti memiliki penawarnya,"


"Jika tidak?"


"Elea mengatakan kalau hanya sosok gadis kecil saja yang mengalami petaka ini. Sedangkan di bawah sana, ada Flowrence dan juga satu temannya. Itu artinya kemungkinan untuk Russel selamat sangatlah besar!" ucap Jackson terus meyakinkan Kayo agar berhenti untuk cemas berlebihan. "Jangan takut. Kau bisa memegang kata-kataku kalau Russel pasti selamat. Dia hanya akan sedikit cedera saja. Oke?"


Kayo diam. Dia kemudian masuk ke dalam pelukan Jackson sembari menatap para keponakannya yang tengah berdiri gelisah di tepi jurang. Ini kacau. Flowrence adalah jantung semua orang. Kayo yakin sekali kalau sebentar lagi bibinya pasti akan datang dengan membawa kemarahan yang sangat amat besar. Belum lagi dengan Levita, si pelakor yang di gadang-gadang akan menjadi mertua dari putrinya. Wanita bar-bar itu pasti akan kerasukan jin begitu mendengar bagaimana Flowrence sangat menderita sebelum terjatuh ke dasar jurang. Kayo yang sikapnya dingin saja sampai merinding ketika Jackson mengajaknya untuk melihat jejak Flowrence dan temannya saat di seret menggunakan mobil. Bekas darah dan juga kulit yang terkelupas membuat Kayo sesak nafas seketika. Putrinya masih kecil, tapi para bajingan itu berani menyiksanya sampai sedemikian rupa. Kayo tidak terima. Dia tidak akan membiarkan sejengkal pun tubuh para penjahat itu berakhir dalam keadaan baik-baik saja ketika mereka akan menjemput kematian. Tidak akan.


"Aku akan menghabisi mereka dengan tanganku sendiri!"


"Hmmm, sejak detik di mana mereka terpikir untuk menyakiti Flowrence, sejak saat itu juga nyawa mereka telah menjadi milik Bibi Liona. Aku harap kau bisa mengalah, sayang," sahut Jackson mengingatkan Kayo agar tidak menyentuh para penjahat itu.


"Tapi aku ibunya Flowrence, Jack. Aku tidak terima melihatnya di celakai seperti itu!" teriak Kayo yang akhirnya tak bisa lagi menahan emosi.


"Jangan marah. Nanti saat Bibi Liona datang aku akan bernegosiasi salah satu nyawa penjahat itu untuk kau habisi. Tenanglah, lebih baik sekarang kita berdoa untuk keselamatan Russel dan jua Flowrence. Oke?"


Kayo mendengus. Dia lalu melirik ke arah tujuh manusia yang kini tengah di gantung terbalik dengan kondisi wajah babak belur. Ya, yang kalian pikirkan benar. Ke tujuh manusia itu adalah para bedebah yang telah membuat putra dan putrinya berada di ambang kematian. Dan alasan kenapa para penjahat itu masih di biarkan hidup, jawabannya adalah karena ada seseorang yang sudah berpesan agar jangan menyentuh mereka dulu. Siapa lagi kalau bukan bibinya, wanita paling mengerikan di lingkaran keluarganya.

__ADS_1


Tak jauh dari lokasi Kayo dan Jackson berada, terlihat Karl yang terus saja menatap bengis ke arah para penjahat yang telah mencelakai adik dan juga sepupunya. Mungkin di antara kalian ada yang penasaran mengapa dia belum membantai habis orang-orang itu. Dan jawabannya adalah karena tubuh Karl saat ini di ikat kencang ke sebuah pohon. Tepat ketika ayahnya Russel hendak turun ke bawah jurang, para penjaga berhasil menangkap penjahat yang berjumlah tujuh orang. Karl yang memang sudah sangat emosi tanpa pikir panjang langsung menerjang ke arah mereka. Karl tentu tidak melakukannya seorang diri. Dia, Bern, Cio, dan juga Reiden masing-masing membantai para penjahat itu sampai setengah pingsan. Namun karena Karl yang sudah terlanjur gelap mata, dia nekad merebut senjata milik salah satu penjaga kemudian hendak menembakkan ke kepala si penjahat. Namun sayang, aksinya itu berhasil di hentikan oleh Paman Jackson yang langsung menangkap dan mengikat tubuhnya dari belakang. Dan di sinilah Karl sekarang. Terikat di batang pohon tanpa bisa melakukan apa-apa.


"Cepat tarik talinya ke atas. Oliver sedang membawa Nona Muda. Tim dokter, cepat siaga! Nona Muda terluka parah!" teriak salah satu penjaga yang berada di dalam jurang bagian atas.


Begitu mendengar suara tersebut, Bern, Cio dan juga Reiden langsung bersiaga dengan membantu para penjaga menarik tali. Karl yang melihatnya pun merasa sangat kesal karena dia tidak bisa ikut membantu. Untungnya kekesalan Karl di sadari oleh ibunya Russel.


"Karl, berjanjilah kau tidak akan bertindak bodoh seperti tadi. Baru Bibi akan melepaskan ikatanmu!" ucap Kayo tanggap.


"Aku bersumpah tidak akan melakukannya lagi, Bi. Aku bersumpah!" sahut Karl patuh.


"Baiklah!"


Jackson mengecup kening Kayo sebelum membiarkannya membukakan ikatan Karl. Setelah itu Jackson memilih untuk ikut membantu yang lainnya menarik tali. Tak lupa juga Jackson mengatur para tim medis agar masing-masing bisa langsung menjalankan tugasnya dengan baik begitu Oliver membawanya putrinya ke atas.


"TARIK!!"


"Maaf, aku pikir itu kayu!" sahut Reiden sambil terus menarik tali ke atas.


"Sialan!"


Bern menoleh ke belakang saat Karl datang membantu. Dia kemudian mengangguk, memberi kode untuk saling bahu-membahu menyelamatkan adik mereka.


Flow, awas saja kalau kau sampai berani meninggalkan aku dan Kak Bern. Aku bersumpah tidak akan membiarkan ruhmu pergi dengan tenang. Ingat itu.


Setelah perjuangan yang cukup panjang, tali pengamanan itu akhirnya berhasil di tarik sampai di atas. Dan begitu semua orang melihat Oliver yang muncul sambil menggendong Flowrence, mulut semua orang yang ada di sana langsung terkatup rapat. Flowrence, gadis pembuat onar yang biasanya selalu terlihat lucu dan menggemaskan, kini hampir tak menyerupai seorang manusia lagi. Bahkan seragam sekolah yang dia kenakan pun sudah tidak berbentuk lagi. Semuanya compang-camping, termasuk juga kulit di bagian wajah, tangan, paha, perut, dan juga kakinya. Dari keadaan ini kalian bisa membayangkan sendiri bukan betapa brutalnya para penjahat itu dalam menyiksa Flowrence dan temannya? Sungguh biadap.

__ADS_1


"KALIAN TUNGGU APALAGI. CEPAT SIAPKAN OBAT UNTUK PUTRIKU!" teriak Jackson sambil menatap bengis ke arah tim dokter yang sedang tercengang melihat keadaan putrinya. Segera Jackson merebut Flowrence dari gendongan Oliver kemudian dengan sangat hati-hati membawanya menuju tenda yang telah di persiapkan.


Sementara itu Oliver yang baru saja sampai berniat untuk kembali turun ke jurang. Oliver terus terpikirkan keadaan Russel dan juga temannya Flowrence yang dia sendiri tidak tahu apakah mereka masih hidup atau tidak. Namun, baru juga Oliver mengencangkan tali pengamanan di tubuhnya, tiba-tiba ada yang menahannya dari belakang. Oliver menoleh, dia lalu menatap jengkel ke arah Bern.


"Lepas!"


"Kau sudah kelelahan, jangan malah menambah masalah di sini. Di bawah sudah ada Iyas dan juga tim penyelamat. Kau sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri. Nanti celaka!" ucap Bern dengan pandangan yang sangat dingin.


"Aku tidak peduli!"


"Jangan keras kepala!"


"Aku bilang aku tidak peduli, Bern. Kau dengar aku 'kan?" teriak Oliver semakin kesal.


"Sudahlah, Bern. Biarkan saja Oliver turun ke bawah. Mungkin dia ingin di patuk oleh ular-ular yang ada di sana!" celetuk Cio malas mendengar pertengkaran kedua sepupunya itu.


"Hati-hati dengan mulutmu, Cio. Karena apa yang kau ucapkan biasanya akan berbalik pada dirimu sendiri!" sahut Bern kurang suka mendengar celetukan Cio.


Cio kicep.


Ggrrrrrrrrrrr


"Dimana cucuku?"


Dan ... suasana di tempat itu langsung berubah mencekam begitu semua orang mendengar suara seorang Liona Serra. Ya, ratu kegelapan yang sebenarnya sudah tiba. Bersiaplah.

__ADS_1


*******


__ADS_2