Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Belut Penyengat


__ADS_3

Pukul empat dini hari Gabrielle sudah bangun dari tidurnya. Dia kini tengah memandangi wajah cantik Elea yang masih terlelap di pelukannya. Semalam Gabrielle merasa begitu lega, benar-benar sangat legar sampai rasa itu sulit untuk di lupakan. Sungguh, Gabrielle sangat tidak menyangka kalau tadi malam dia dan Elea telah berbuka puasa setelah menunggu hampir satu tahun lamanya. Padahal di perkiraan Gabrielle, dia masih perlu menunggu kurang lebih satu atau dua bulan lagi agar di perbolehkan menyentuh candunya. Namun siapa yang akan menduga kalau waktu bahagia itu datang lebih cepat dari yang dia perkirakan. Di tambah lagi Elea memberikan jamuan luar biasa yang mana membuat kepala Gabrielle menjadi pusing tujuh keliling.


"Pantas saja kemarin malam kau menanyakan apakah aku mempunyai fantasi terhadap sesuatu atau tidak. Ternyata karena kau ingin memberikan kejutan seperti itu untukku. Hmmm, kalau begini caranya bagaimana mungkin aku tidak jatuh cinta padamu setiap hari, sayang. Kau begitu manis dan penuh dengan kejutan," ucap Gabrielle kemudian mengelus bekas kissmark yang tertinggal di bagian dada atas milik Elea.


Merasa ada yang mengusik tidurnya, mata Elea perlahan-lahan terbuka. Dia tertegun, sedikit kaget ketika mendapati sebuah ukiran maha karya Tuhan yang sangat luar biasa tampan.


"Apa aku sudah berada di surga? Malaikatnya tampan sekali."


Gabrielle tergelak. Setelah itu dia terkekeh saat menyadari kalau nyawa istrinya belum sepenuhnya berkumpul. Sambil mencium kening Elea, Gabrielle menjelaskan kalau saat ini mereka sedang berada di dalam kamar yang menjadi saksi bisu atas pelepasan hebat mereka semalam.


"Sayang, kau itu bukan sedang berada di surga. Tapi kita berdua sedang berbaring di atas ranjang tempat dimana semalam kita saling melepas rindu."


"Waaahhhh, ternyata malaikat bisa bicara juga. Aneh sekali."


Kriikkk kriikkk krriikkkk


Elea tersenyum tanpa dosa melihat Gabrielle yang kelihatan bingung setelah mendengar ucapannya. Bukan Elea namanya jika hanya diam tanpa membuat ulah. Dia sebenarnya sudah bangun lebih dulu sejak tadi. Tapi memilih untuk diam mengagumi ketampanan suaminya sambil mengingat pekerjaan panas nan basah yang mereka lakukan semalam. Dan di saat suaminya mulai menggeliat bangun, Elea segera berpura-pura sedang tidur. Ingat kalau suaminya ini bisa membaca pikiran orang, sebisa mungkin Elea berkamuflase menjadi orang mati agar tidak memikirkan apa-apa dengan maksud agar suaminya tidak mengetahui kalau dia sebenarnya sudah bangun sejak tadi. Aneh kan? Dan itulah Elea. 🀣


"Hehehe, sayangku. Kau pagi-pagi begini sudah berani menggodaku ya?" ucap Gabrielle yang baru sadar kalau Elea sedang mengerjainya. Segera dia menyentil keningnya pelan sebagai tanda kalau dia sangat amat gemas dengan kelakuannya.


"Menggoda yang bagian mananya, Kak? Atas atau bawah?" tanya Elea sambil mengerling nakal.


"Dua-duanya," jawab Gabrielle tanpa ragu. "Hmmm, apa itumu baik-baik saja setelah semalam kita melakukannya? Di bagian perutmu ada yang sakit tidak?"


"Tidak. Ginjalku cukup baik hati dengan tidak membuat keributan setelah apa yang terjadi semalam, Kak. Dia sepertinya tahu kalau si belut penyengat sudah cukup lama tidak datang berkunjung," jawab Elea dengan perkataan di luar nalarnya. "Sekalian mereka berkenalan karena ginjal ini adalah pendatang baru di dalam tubuhku. Aku sempat khawatir kalau belutnya Kakak akan merasa syok ketika melihat sesuatu yang berbeda di dalam sana."

__ADS_1


"Hahahahahaha!"


Bayangkan, di pagi-pagi buta begini perut Gabrielle sudah di kocok dengan perkataan nyeleneh istrinya. Benar kata orang kalau mempunyai pasangan yang humoris itu jauh lebih berkesan ketimbang berpasangan dengan wanita cantik yang pembawaannya selalu serius. Seperti Gabrielle. Di setiap harinya ada saja tingkah dan ucapan Elea yang mengundang gelak tawa. Untung saja wanita ini sudah resmi menjadi miliknya. Jika tidak, Elea pasti akan laris manis di pasaran.


"Sayang, kau ini kenapa lucu sekali sih. Kalau begini caranya aku bisa terus awet muda nanti," ucap Gabrielle setelah puas tertawa.


"Tidak apa-apa kalau Kakak bisa terus awet muda. Itu artinya aku akan selalu mendapatkan cinta dan kasih sayang yang segar dari Kak Iel," jawab Elea. "Oh iya, Kak. Jam berapa kita akan pergi ke acaranya Kak Levi? Ingat, nyawa adalah taruhannya kalau kita sampai terlambat sedetik saja untuk sampai di sana."


Gabrielle menghela nafas. Pelakor itu benar-benar ya. Di saat dia dan Elea tengah bermesraan kenapa namanya bisa muncul di dalam pikiran istrinya sih. Tidak bisa ya sedetik saja nama Levita tidak menjadi orang ketiga di antara dia dan Elea? Heran.


"Acaranya akan di mulai pukul sembilan, sayang. Dan sekarang pukul empat pagi, kita masih mempunyai banyak waktu untuk bermesraan."


"Memangnya yang semalam masih kurang ya, Kak? Oh satu lagi. Kenapa semalam Kak Iel hanya melakukan satu ronde saja? Biasanya Kakak baru akan berhenti menjadi penjajah kalau aku sudah meminta ampun. Kenapa semalam berbeda?" cecar Elea penasaran. Dia sampai menatap Gabrielle tak berkedip saat menunggu jawabannya.


Andai saja Gabrielle adalah suami yang egois, dia pasti tidak akan mempedulikan apakah Elea akan kembali jatuh sakit atau tidak jika dia memaksakan kehendak. Namun Gabrielle bukanlah laki-laki seperti itu. Dia mencintai Elea sampai ke tulang belulangnya. Jadi Gabrielle mana mungkin tega melihat wanita yang sangat dia cintai itu harus terluka karena melayani ledakan n*fsu yang begitu besar dari dalam tubuhnya.


"Hmmm, aku benar-benar beruntung di cintai oleh pria sebaik dirimu, Kak Iel. Jadi makin cinta."


"Hei, kenapa nada suaramu jadi manja begitu, hm? Ingin menggodaku untuk olahraga pagi ya?"


Elea terkekeh. Dia dengan sengaja menganggukkan kepala, setelah itu menutupi wajahnya dengan selimut. Elea gatal sekali, bukan? Tapi biarlah. Toh dia bersikap seperti ini juga hanya di hadapan suaminya saja. Malahan dia mendapat banyak pahala jika bisa menyenangkan hati suaminya. Benar tidak kawan-kawan?


Cup cup cup


"Aku sebenarnya sangat ingin melakukannya, sayang. Tapi untuk sekarang aku akan memilih untuk menahannya dulu sebelum ada konfimasi dari Jackson ataupun Reinhard. Aku tidak mau kalau sampai ada resiko buruk jika aku terlalu menuruti keinginan hati untuk bercinta denganmu. Jadi maaf ya, sayang. Sepertinya untuk hari ini kita libur dulu. Kau tidak marah kan?" bisik Gabrielle sambil menciumi wajah Elea yang tertutup selimut.

__ADS_1


"Aku mana bisa marah padamu, Kak. Karena apa yang kau lakukan selalu hanya demi kebaikanku seorang. Ya sudah kalau begitu sebaiknya kita mandi saja. Kebetulan Kak Levi sudah memesankan MUA untuk meriasku nanti. Mubadzir kalau uangnya Kakak tidak di gunakan. Nanti jamuran, begitu katanya," ucap Elea sambil membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


Dasar pelakor. Dia yang mau menikah kenapa uangku yang terus-terusan di kuras? Untung Elea sayang padamu. Jika tidak, aku pasti akan mendepakmu keluar dari negara ini, Levita.


"Aku tahu Kak Iel sedang memaki Kak Levi dari dalam hati. Iya kan?"


"Hehehe, tahu saja kalau aku sedang menggosipkan pelakor nakal itu, sayang," sahut Gabrielle seraya menggaruk keningnya yang tak gatal.


"Tentu saja aku tahu, Kak. Kau dan Kak Levi itukan sudah seperti suami istri yang selalu meributkan masalah rumah tangga. Jadi aku sudah tidak heran kalau Kak Iel selalu memaki dan menyumpah-serapahi pelakor peliharaanku itu," sahut Elea kemudian mengulurkan tangan ke arah suaminya. "Belutnya Kakak baik-baik saja kan melihatku yang tidak memakai baju? Awas, nanti Kakak khilaf menyengatku kalau dia sampai bangun."


Sambil menahan tawa, Gabrielle segera bangkit dari tempat pembaringan. Setelah itu dia menelusupkan satu tangannya ke belakang leher Elea kemudian mengangkat dan membawanya masuk ke


dalam kamar mandi dalam kondisi tubuh sama-sama polos tanpa tertutup sehelai benang pun.


Apa jadinya nanti ya kalau Elea tahu Altez sedang berusaha merayuku? Ah, aku sudah tidak sabar melihat reaksinya nanti. Hehehehe.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2