
Brruukkk
Wajah Altez pucat pasi saat di hadapkan pada seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di hadapannya. Dia yang saat itu di dorong kasar hingga jatuh terduduk di lantai hanya bisa tertunduk diam sembari meremas ujung baju tidurnya dengan kuat. Takut, itu sudah pasti. Bagaimana tidak! Wanita yang tengah duduk di hadapannya adalah orang yang sangat berbahaya. Di tambah lagi sekarang wanita ini datang bersama dengan satu perempuan mungil yang beberapa waktu lalu sempat membuatnya hampir mati karena darah tinggi.
"Kau tahu apa kesalahan yang sudah kau perbuat?" tanya Liona dingin.
"K-ke-kesalahan yang m-mana, N-Nyonya?" sahut Altez dengan suara bergetar. Nyawanya seperti akan terlepas dari raga saat mendengar suara dingin dari wanita ini.
"Kau menggoda Kak Iel," ucap Elea.
"Kau dengarkan?" timpal Liona.
Setelah mengamuk putranya, Liona langsung membawa menantunya pergi ke tempat ini. Dia menjadi sangat emosi setelah mengetahui kalau Altez telah berkata macam-macam pada menantu kesayangannya saat ketahuan tengah berduaan dengan Gabrielle. Sebagai seorang ibu, hati Liona tentu saja sangat terluka mendengar pengakuan Elea. Dan tanpa pikir panjang lagi dia langsung mengajak Elea pergi melabrak Altez di kediamannya. Sebenarnya Liona tahu kalau pengakuan Elea tidak sepenuhnya benar. Tapi tetap saja, tidak boleh ada orang yang merongrong keutuhan rumah tangga putranya, apalagi coba-coba menjadi orang ketiga. Karena satu-satunya pelakor yang di akui oleh seluruh keluarga besar Ma hanyalah Levita Foster, wanita bar-bar yang kini tengah menikmati bulan madu di Pulau Maldives bersama suaminya.
"M-maaf, Nyonya Liona. Se-sepertinya anda salah paham dengan kedekatan saya dan Tuan Muda Gabrielle. Di antara kami tidak ada hubungan apa-apa selain partner kerja. Sungguh," ucap Altez berusaha menutupi tujuannya. Dalam ketakutannya, dia mengutuk Elea karena sudah berani mengadu yang tidak-tidak pada orangtua Gabrielle.
Dasar j*lang tidak tahu diri kau, Elea. Berani sekali kau menjual muka di hadapan ibunya Gabrielle. Lalu apa kau pikir dengan begini aku akan menyerah begitu saja? Haha, tidak akan. Apapun yang terjadi aku pasti akan mendapatkan Gabrielle. Lihat saja.
Darah di tubuh Liona seperti mendidih saat dia mendengar apa yang sedang di pikirkan oleh Altez. Benar-benar tidak tahu diri wanita ini. Berani sekali dia menyebut menantu kesayangannya sebagai seorang j*lang.
"Hansen!"
"Ya, Nyonya!"
"Putuskan semua kontrak kerjasama dengan keluarga ini. Aku tidak sudi putraku bermitra dengan orang-orang berhati busuk seperti mereka. Pastikan tidak ada hubungan apa-apa lagi setelah itu. Brengsek!"
Hansen langsung mengangguk cepat. Dia tadi sempat terhenyak sebentar saat mendengar sang nyonya yang tiba-tiba mengumpat kasar. Sadar kalau emosi sang nyonya sudah sampai ke ubun-ubun, Hansen pun segera bertindak cepat. Dia menghubungi anak buahnya kemudian mengatur perintah agar segera memutuskan semua hal yang berhubungan dengan keluarga Nona Altez tanpa memberitahu Gabrielle terlebih dahulu. Hansen bahkan tidak mempedulikan permohonan kedua orangtua Altez yang kini duduk bersimpuh di bawah kakinya.
"Tuan Hansen, kami mohon jangan lakukan hal itu pada kami. Kami-kami salah, kami minta maaf. Tolong jangan batalkan semua kerjasama perusahaan kami dengan Group Ma. Kami bisa jatuh miskin."
"Maaf, Tuan. Saya hanya menjalankan perintah dari Nyonya Liona saja. Jika anda ingin memohon, maka lakukan itu di hadapan beliau. Aaa, satu lagi. Keluarga anda bisa tertimpa malang begini karena ulah putri kalian yang begitu tamak ingin mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Tuan Muda Gabrielle adalah milik Nyonya Elea, dia tidak seharusnya menginginkan suami dari wanita lain!" sahut Hansen acuh.
__ADS_1
"S-suami? M-maksudnya Tuan Muda Gabrielle sudah menikah? Dengan gadis kecil itu?"
Bola mata Altez hampir terbang keluar saat dia tahu kalau Elea ternyata adalah istrinya Gabrielle. Seketika tubuhnya langsung di banjiri keringat dingin.
"Tidak mungkin. Tidak mungkin mereka sudah menikah," ucap Altez syok. Dia lalu menatap tak percaya ke arah Elea yang sedang duduk sambil membenarkan letak selimut yang membungkus tubuhnya. "Kau ... bagaimana bisa kau menikah di usia muda seperti ini, Elea? Kau, kau masih sangat kecil."
"Memangnya kenapa kalau Kak Iel menikah dengan gadis kecil sepertiku?" tanya Elea dengan sengaja memanas-manasi keadaan. Hatinya belum tenang sebelum calon pelakor ini mendapat hukuman dari ibu mertuanya. "Tapi walaupun kecil, Kak Iel bilang aku cabai rawit. Dia tidak bisa hidup jika tidak ada aku di sisinya. Iya kan, Ibu Liona?"
"Itu benar sekali, sayang. Usiamu boleh saja kecil, tapi otak dan caramu berfikir jauh melampaui pemikiran wanita tidak tahu diri ini," jawab Liona. "Dan kau Nona Altez. Sebelum aku membuatmu dan juga keluargamu menjadi gelandangan, sebaiknya kau segera perbaiki kesalahanmu detik ini juga. Karena aku bukanlah orang yang akan mentoleransi para ulat busuk yang coba mengusik kebahagiaan anak-anakku. Aku tahu kalau kau dan keluargamu sengaja menargetkan Gabrielle untuk memperkuat status kalian di negara ini. Sayangnya kalian ceroboh karena tidak mencari tahu lebih dulu siapa orang yang ingin kalian singgung. Aku Liona Serra Ma, akan langsung menghancurkan orang-orang yang memiliki niat tersendiri pada semua keluargaku tanpa terkecuali. Dan anak buahku akan memastikan kalau aku tidak akan bisa melihat wajah kalian lagi di dunia ini. Jika tidak percaya teruskan saja. Lalu setelahnya bersiaplah untuk mati di tanganku!"
Tanpa di duga-duga, Altez yang tengah ternganga mendengar ancaman yang di lontarkan oleh ibunya Gabrielle di buat kaget saat tubuhnya di dorong ke depan oleh kedua orangtuanya. Saat dirinya ingin protes, kepalanya di tekan dengan sangat kuat hingga keningnya membentur lantai. Jadilah sekarang Altez dan kedua orangtuanya berpose seperti orang yang sedang bersujud di hadapan dua orang wanita berbeda usia yang sama-sama memiliki aura mengerikan. Nyonya Liona dengan segala tekanan intimidasinya, dan Elea dengan lidahnya yang mampu membunuh orang secara diam-diam. Sungguh sial karena Altez harus kalah bahkan sebelum pertempuran ini di mulai.
"Nyonya Liona, tolong maafkan kekhilafan kami. Kami salah, kami minta maaf."
"Aku paling tidak suka mendengar kata maaf yang keluar dari mulut para bedebah seperti kalian!" sahut Liona datar.
"K-kalau begitu hukumlah kami agar Nyonya tidak marah lagi. Apapun itu kami semua akan menerimanya dan berjanji tidak akan mengganggu pernikahan Tuan Muda Gabrielle dan Nona Elea lagi. Tolong berikan kami satu kesempatan lagi, Nyonya. Kami janji kami tidak akan membuat ulah lagi!"
"Sebagai hukuman, aku akan membatalkan kerja sama yang sudah di sepakati oleh Gabrielle. Dan kalian baru bisa mengajukan kembali proposal ke Group Ma setelah putri kalian menikah. Jika berani melanggar, itu artinya kalian sudah siap untuk hidup di jalanan. Paham!"
"Paham, Nyonya."
Setelah memberikan ancaman pada kedua orangtuanya Altez, Liona melangkah keluar dari dalam rumah tersebut dengan di barengi senyum aneh di bibir Elea.
"Terima kasih, Ibu Liona. Ibu adalah yang terbaik," ucap Elea sesaat sebelum masuk ke dalam mobil.
"Jangan sungkan, sayang. Kau dan Gabrielle adalah berlian kesayangan Ibu. Sudah sepantasnya Ibu menghukum orang-orang yang ingin merusak kebahagiaan kalian," sahut Liona sembari mengusap kepala Elea. "Apa sekarang sakit hatimu sudah hilang?"
"Em, belum sepenuhnya hilang, Ibu."
Kening Liona mengerut.
__ADS_1
"Kak Iel belum di hukum. Dia sudah membiarkan Nona Altez menggodanya. Aku kan jadi merasa terkhianati," ucap Elea seraya menampilkan raut wajah memelas.
Dengan gerakan cepat Liona langsung mengambil ponsel dari dalam tas. Dia lalu menghubungi nomornya Greg yang masih berada di kediaman putranya.
"Halo, Hon. Kapan kau pulang? Aku sudah ....
"Katakan pada Gabrielle jangan mencariku dan Elea. Ini hukuman karena dia sudah berani mengkhianati cinta menantuku. Kalau kau ingin menyusul, nanti Hansen akan datang menjemputmu. Dan ingat, Greg. Jangan beritahu Gabrielle kemana kau akan pergi!"
Dan panggilan pun terputus. Liona kemudian menoleh ke samping, menatap wajah sang menantu yang tengah tersenyum manis ke arahnya.
"Apa begini sudah puas?"
"Sudah, Ibu. Terima kasih banyak, aku sangat menyayangi Ibu Liona."
"Ibu juga, sayang."
Lalu bagaimana dengan nasibnya Gabrielle? Hehe, kalian tebak sendiri saja ya.
πππππππππππππππππ
GENGSS.... NOVEL TENTANG GERALD SUDAH UP YA. DI SANA ADA GIVEAWAY, SILAHKAN KALIAN BACA SENDIRI PERATURANNYA. OH YA, KARENA MASIH BARU JUDUL NOVELNYA PASTI BELUM MUNCUL DI PENCARIAN. KALIAN LANGSUNG KLIK SAJA DI BIO EMAK YA.
...πJangan lupa vote, like dan comment...
...ya gengss...
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...
__ADS_1