
Semua lenza kamera langsung mengarah pada mobil mewah yang baru saja terparkir di halaman depan hotel. Para wartawan terlihat saling berdesakan, berlomba-lomba untuk mengambil gambar terbaik dari pria berkuasa yang masih belum menampakkan wajahnya. Ya, para pemburu berita ini secara khusus mendapat undangan dari Group Ma untuk datang meliput. Ini sedikit berbeda karena biasanya hanya perusahaan berita terpilih saja yang akan di undang untuk datang kemari. Sepertinya di dalamnanti akan ada kejutan besar sehingga Group Ma sampai melibatkan banyak wartawan seperti ini.
Di saat para wartawan sibuk mengambil foto di sana sini, di dalam mobil Gabrielle sedang duduk dengan wajah masam. Harusnya kemarin itu dia membuat pengaturan kalau wartawan yang di izinkan datang hanya yang berjenis kelamin wanita saja. Dia sungguh menyesal karena di hadapannya sekarang ada puluhan pria asing yang mana akan sibuk mengambil gambar istrinya begitu mereka keluar dari dalam mobil.
"Tuan Muda, apa saya perlu mengusir mereka semua dari sini?" tanya Ares tanggap akan apa yang sedang di pikirkan oleh Tuan Muda-nya. Tidak lain lagi, pasti banteng pencemburu ini sedang perang batin karena hampir semua wartawan yang datang meliput adalah laki-laki.
"Ares, kenapa paman-paman itu harus di usir dari sini? Bukankah mereka diminta datang untuk mengabadikan moment pengakuannya Kak Iel nanti ya? Kau jahat sekali!" tegur Elea.
"Karena mereka semua laki-laki, sayang," sahut Gabrielle.
"Kak Iel dan Ares juga laki-laki. Itu artinya kalian berdua juga harus pergi seperti paman-paman itu. Iya kan?"
Skak matt. Gabrielle dan Ares sama-sama menelan ludah begitu si nyonya kecil mengeluarkan racunnya. Sambil mengendurkan dasi, Gabrielle berusaha untuk tersenyum ketika Elea terus menatapnya lekat.
"Sayang, kau tahu bukan kalau aku sangat mencintaimu?" tanya Gabrielle.
"Iya aku tahu. Karena itulah aku tidak bisa jauh dari Kak Iel," jawab Elea jujur.
Ares menghela nafas. Pasangan ini mulai lagi. Mereka membucin di saat ada banyak wartawan sedang menunggu mereka di luar mobil. Ingin mengingatkan, tapi Ares tidak berani. Jadi dia memutuskan untuk berpura-pura menjadi batu tak kasat mata saja di hadapan kedua orang yang kini tengah saling berpandangan mesra.
"Ekhmm," ...
Gabrielle salah tingkah. Hatinya meleleh mendengar jawaban Elea yang begitu menggembirakan. Sesaat kemudian barulah Gabrielle tersadar kalau sejak tadi separuh wajah Elea tertutup oleh benda putih bernama masker.
Aku sudah mandi dan gosok gigi sebersih mungkin. Tapi kenapa Elea masih menutup hidungnya? Apa iya bau itu masih ada?
"Ada apa, Kak?" tanya Elea pelan. Dia sebenarnya tahu yang sedang suaminya pikirkan, tapi berpura-pura tidak tahu supaya perasaan pria ini menjadi semakin tidak karu-karuan.
__ADS_1
"Oh, ini," jawab Gabrielle tergagap. "Sayang, apa aku masih bau? Kau bahkan memakai masker sekarang."
"Memang masih bau si, Kak. Tapi saat sampai di dalam aku akan langsung membuka masker ini. Kan nanti Kak Iel akan memperkenalkan aku sebagai istri, masa iya aku muncul dengan penampilan seperti ninja. Kasihan tamu-tamu yang ada di dalam sana, mereka bisa mati penasaran nanti."
"Sayang, kau baik-baik saja kan? Tubuhmu tidak ada yang sakit kan?" tanya Gabrielle cemas. Dia khawatir kalau-kalau istrinya ini sedang dalam kondisi tidak enak badan.
"Kalau aku tidak baik-baik saja, aku mana mungkin ada di sini bersama Kakak. Iya kan?"
Elea menatap dalam ke arah mata suaminya. Dia mulai merasa tidak tega, tapi harus tetap bertahan demi kejutan mendadak yang sudah dia persiapkan sejak semalam.
"Kita pulang ke rumah saja ya, sayang. Aku tahu kau tidak sedang baik-baik saja."
"Jangan!" pekik Ares dan Elea berbarengan.
Ya, sebelum berangkat kemari Ares telah di beritahu oleh Nun kalau nyonya mereka sedang hamil. Namun hal ini sengaja di rahasiakan karena akan di jadikan sebagai kejutan di hari ulang tahun Tuan Muda mereka. Dan mengenai banyaknya wartawan yang datang, itu juga tak lepas dari idenya Ares yang ingin agar kebahagiaan kedua majikannya bisa di saksikan oleh seluruh orang yang tinggal di negara ini. Dia asisten yang sangat baik bukan?
"Bukan begitu, Tuan Muda. Saya melarang anda pulang karena acara ini adalah acara yang sudah sangat anda tunggu-tunggu sejak menikah dengan Nyonya Elea. Saya hanya ingin memastikan kalau hari ini juga semua orang akan mengetahui bahwa anda dan Nyonya Elea sudah menikah. Dengan begitu anda dan Nyonya tak perlu lagi berpura-pura tidak saling mengenal ketika bertemu di depan umum. Begitu!" jelas Ares serapi mungkin.
"Yang di bilang Ares benar sekali, Kak. Aku tidak mau rencana hari ini gagal hanya karena Kak Iel berpikir kalau aku sedang tidak enak badan. Pernikahan kita harus tetap di publikasikan ke hadapan umum agar ke depannya nanti tidak ada Altez-Altez lain yang datang menggoda Kakak. Aku tidak suka ada pelakor lain, Kak Iel. Cukup Kak Levi saja, oke?" imbuh Elea ikut menyakinkan suaminya. Bisa gawat nanti jika suaminya benar-benar mengajaknya pulang ke rumah.
"Benar tidak ada apa-apa di antara kalian?" tanya Gabrielle mulai merasa janggal.
"Kalaupun ada aku tidak akan memberitahu Kak Iel."
Mampus. Kenapa anda malah bicara seperti itu, Nyonya? Ini namanya bom bunuh diri, batin Ares.
Gabrielle terdiam sejenak. Dia yakin sekali kalau ada sesuatu yang sedang di tutup-tutupi oleh Ares dan juga Elea. Tapi apa? Tidak mungkinkan kedua orang ini berselingkuh? Jika itu benar terjadi, maka Gabrielle bersumpah akan mencabut ginjalnya Ares lalu memberikannya pada Lan. Enak saja.
__ADS_1
"Res, Gabrielle dan Elea kemana? Kenapa mereka masih belum masuk ke dalam hotel? Cepatlah, acaranya sudah akan di mulai."
"Tuan Muda, Nyonya Besar Liona meminta kita agar segera masuk ke dalam karena acara akan segera di mulai!" lapor Ares sambil memegangi alat yang terpasang di telinganya.
"Nah, ayo, Kak. Aku sudah tidak sabar ingin melihat reaksi orang-orang saat tahu kalau aku adalah istrimu!" ucap Elea penuh kebahagiaan. Sebentar lagi. Ya, sebentar lagi kejutan itu akan segera di ungkap. Melegakan.
"Baiklah, ayo!" sahut Gabrielle sembari merapihkan jas yang di pakainya. "Kau tunggu di sini dulu ya. Aku akan keluar untuk membuka pintu sekaligus mengusir lalat-lalat menyebalkan itu. Ingat ya, sayang. Jangan pernah tersenyum ke arah pria lain selain aku, suamimu. Paham?"
"Paham komandan!"
Sebelum keluar Gabrielle mencuri kesempatan dengan mencium kilat pipi Elea. Setelah itu dia buru-buru keluar, menatap nyalang ke arah deretan lebah busuk yang sedang sibuk mengarahkan lenza kamera.
"Di dalam sana ada wanitaku. Jika kalian ingin tetap mengikuti acara di hotel ini, pastikan kepala kalian semua tertunduk saat wanitaku keluar dari dalam mobil. Paham?"
"Hah? Tuan Muda Gabrielle membawa wanitanya? Luar biasa. Ini pasti akan menjadi kabar paling fenomenal di bulan Februari. Ayo-ayo, kita semua harus kompak menundukan kepala. Jangan sampai kita semua kehilangan moment penting ini karena tidak mematuhi perkataannya."
"Iya, benar. Waahhhh, pantas saja wartawan amatiran seperti kita di undang ke acara besar seperti ini. Ternyata karena Tuan Muda ingin mengenalkan wanitanya pada kita semua."
Seulas senyum samar nampak muncul di bibir Gabrielle saat dia mendengar bisik-bisik para wartawan. Dia puas, benar-benar sangat puas karena kehadiran Elea lagi-lagi membawa berkah tersendiri untuk banyak orang. Setelah memastikan asetnya aman, barulah Gabrielle berjalan memutar lalu membukakan pintu untuk istri tercinta. Dia kemudian mengulurkan satu tangannya untuk menyambut sang Cinderella hati yang akan segera dia kenalkan ke publik.
"Welcome, My wife."
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
📢 GENGS, SEKEDAR PEMBERITAHUAN. BAGI YANG IKUT GIVEAWAY, TOLONG DI PAHAMI PERSYARATANNYA YA AGAR NANTI PAS PEMILIHAN PEMENANG KALIAN NGGAK SALAH PAHAM. SEKALI LAGI DI BACA BAIK-BAIK YA, TERIMA KASIH 💜
__ADS_1