Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Tentang Para Wanita


__ADS_3


💜 FLOWRENCE WUFIEN MA 💜



🎗🎗🎗🎗🎗🎗🎗


"Hati-hati!" ucap Russell sambil membantu Flowrence keluar dari dalam mobil.


"Ya ampun, ternyata susah juga ya mempunyai kaki pendek. Mau menginjak bumi pun sampai harus sesulit ini. Huhh!" keluh Flow. Dia lalu meringis saat menyadari kalau perkataannya membuat Russell dan pak sopir tertawa.


"Tidak apa-apa pendek, yang penting masih bisa berjalan," sahut Russell sembari mengelus puncak kepala Flow. "Kau tahu tidak, Flow. Di luaran sana ada banyak sekali orang yang terlahir dengan fisik yang tidak lengkap. Jadi sependek apapun kaki yang kau miliki, kau tidak boleh tidak mensyukurinya. Paham?"


Flow menatap lama ke arah Russell setelah di beri pemahaman seperti itu. Lalu setelahnya Flow tiba-tiba mengeluarkan celetukan yang membuat Russell langsung terdiam dengan wajah kikuk.


"Russell, kau itu kan lebih muda dariku. Kenapa kau menyentuh kepalaku seperti yang sering dilakukan oleh Ayah dan Ibu? Kau belum tua 'kan?"


Jakun Russell bergerak naik turun dengan cepat. Dia lalu mengusap tengkuk belakangnya ketika mendengar suara kikikan dari arah samping. Ya, kalian benar kalau di sana tidak hanya ada Russell dan Flowrence saja. Tapi ke enam saudaranya juga ikut mengantarkan Flowrence pulang ke rumahnya. Dan bisa di pastikan kalau ke enam saudaranya juga ikut mendengar celetukan Flow yang begitu menusuk jiwa.


"Hehe, Russell-Russell. Makanya jangan berlebihan pada saudarimu sendiri. Sudah tahu kalau mulutnya Flow itu tidak ada remnya, masih saja kau berani bersikap seperti tadi. Rasakan itu. Pasti malu sekali kan kau sekarang?" ejek Cio dengan gamblangnya.


Karl dan Reiden saling high five setelah Cio melontarkan ejekan pada Russell. Sedangkan Oliver, dia hanya berdiri diam sambil menahan emosinya yang sudah naik ke ubun-ubun. Sungguh, kalau saja tak ingat si Russell ini adalah saudaranya, sudah sejak tadi Oliver menghajarnya. Coba kalian bayangkan. Sebagai seseorang yang telah di jodohkan dengan Flow dari sebelum mereka lahir, wajar tidak kalau dia marah saat ada laki-laki lain yang coba memberikan perhatian pada pasangan kita. Dan itulah yang sedang dirasakan oleh Oliver sekarang. Dia benar-benar tak habis pikir dengan sikapnya Russell. Sangat menjengkelkan.


Ceklek

__ADS_1


"Flow, kenapa tidak langsung masuk ke rumah, hem? Ibu sudah menunggumu sejak tadi," tanya Kayo sambil menatap bergantian ke arah putra dan putrinya. Dan sedetik kemudian barulah Kayo sadar kalau keponakannya yang lain juga ada di sana. "Ya ampun kalian, kalian juga ada di sini ternyata. Ayo masuk!"


"Tidak usah, Bibi Kayo. Kami akan langsung pulang setelah ini," sahut Cio sambil mengedipkan sebelah matanya. Entah kenapa jiwanya selalu bergejolak setiap kali melihat wanita cantik yang berusia lebih tua darinya.


"Kondisikan biji matamu baik-baik atau aku akan mencungkilnya keluar, Cio!" ancam Russell geram melihat cara Cio menatap ibunya.


"Ck, kasar sekali kau, Russ. Mubadzir melewatkan sesuatu yang indah kalau kau mau tahu," sahut Cio seraya berdecak pelan.


"Bicara sekali lagi akan kulakban mulut besarmu itu menggunakan lem setan. Mau kau!"


Cio mendengus. Dia pura-pura tak mendengar saat Karl dan Reiden menertawakan nasibnya. Sedangkan Bern, beruang kutub itu hanya diam saja setelah menyapa ibunya Russell. Termasuk juga dengan Andreas dan Oliver.


"Haih, kalian ini ada-ada saja sih," ucap Kayo sambil berjalan menghampiri Flowrence. Setelah itu dia mengelus pipi Russell penuh sayang, merasa bangga karena putranya sudah menjaga Flowrence dengan begitu baik.


"Wahhhh, benarkah?"


Walau sebenarnya cukup kaget mendengar perkataan Flowrence yang menyebut kalau dirinya sudah kaya, Kayo tetap bersikap antusias ketika gadis mungil ini menunjukkan tujuh lembar uang kepadanya. Dia bereaksi layaknya orang yang baru pertama kali melihat uang sebanyak itu demi agar putrinya tidak merasa kecewa. Kayo ibu yang sangat penyayang sekali bukan?


"Hehe, Ibu lihat sendiri kan kalau sekarang uangku banyak sekali. Besok rencananya aku akan mengajak teman-temanku untuk makan bersama. Kasihan mereka. Beberapa waktu yang lalu aku di tuduh menipu gara-gara kartu pemberian Ayah Jackson tidak bisa aku gunakan untuk membeli balon. Padahal aku sudah merasa bahagia sekali karena teman-temanku tidak akan mengejekku sebagai rakyat jelata lagi, tapi ternyata semuanya gagal!" ucap Flow menceritakan penderitaannya dalam memiliki si kartu hitam itu.


"Sayang, kartu pemberian Ayah bukan tidak bisa di gunakan, tapi tukang balonnya saja yang tidak mempunyai alat pembayaran menggunakan kartu. Biasanya penjual seperti itu hanya menerima uang cash, bukan via kartu apalagi kredit. Dan juga teman-temanmu apa tidak ada yang tahu betapa berharganya kartu itu, hm?" tanya Kayo dengan sangat sabar.


Flow menggeleng. Dia memilin-milin rambut panjang milik Ibu Kayo yang tak berhenti bergerak karena tertiup angin. Lucu. Seperti cacing yang sedang koma.


"Ya sudah tidak apa-apa. Nanti Ibu akan bilang pada Ayah agar memberi uang cash saja supaya kau bisa mentraktir teman-temanmu di sekolah. Ya?" ucap Kayo. "Dan Flow, di mana kau menyimpan kartu itu?"

__ADS_1


"Kartunya sudah tidak ada lagi, Bibi. Aku tadi hampir mati saat Flow menjawab kalau dia lupa di mana membuang kartu surga itu!"'sahut Cio menggantikan Flowrence menjawab.


Kayo sesak nafas. Dia yang sebagai istrinya Jackson saja tidak memiliki kartu limited seperti yang dimiliki oleh Flowrence. Tapi gadis ini? Ya ampun, Kayo sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang.


Kakak ipar, kenapa kau dan Flowrence bisa begitu berbeda dalam hal kepemilikan kartu hitam. Kau begitu tergila-gila mengumpulnya, sedangkan Flowrence, dia malah tak menganggap keberadaan kartu itu. Kira-kira aku berdosa tidak kalau menyebut putri kita dengan sebutan gadis bodoh? Astaga ....


Tanpa Kayo sadari, ada satu orang di sana yang tengah tersenyum samar saat mendengar apa yang dia pikirkan. Siapakah dia? Hanya emak yang tahu. 😁


"Bibi Kayo, semalam Ayah mengamuk saat tahu kalau Flowrence di bawa kemari. Apa sekarang aku bisa membawanya pulang? Ayah pasti akan mengamuk lagi jika tahu Flowrence masih belum ada di rumah kami. Boleh 'kan?" tanya Karl penuh harap.


Tanpa menjawab sepatah katapun, Kayo langsung menggendong Flowrence serta menarik tangan Russell lalu membawa mereka masuk ke dalam rumah. Dan setelahnya anak-anak di buat sangat kaget saat Kayo membanting pintu dengan sangat kuat.


BBRRAAAAKKKKK


"Ckck, kenapa semua wanita berubah menjadi sangat mengerikan ya jika sudah berhubungan dengan Flowrence. Heran!" ucap Cio sambil mengelus dada. Hampir saja jantungnya pingsan karena kaget mendengar suara bantingan pintu yang sangat keras itu.


"Kalau yang tadi sih masih belum ada apa-apanya jika di bandingkan dengan wanita yang tinggal di rumahku, Cio. Bibi Kayo mungkin hanya membanting pintu, tapi Ibuku ... aku rasa dia sanggup membelah bumi jika tahu Flowrence menangis. Aku dan Ayahku sudah seperti keledai dungu jika Ibu sudah mengeluarkan semua jin yang tinggal di tubuhnya. Bahkan untuk bernafas keras pun kami tidak berani," timpal Oliver.


"Ibuku juga begitu. Tapi bedanya, jika Ibuku marah Ayahku lah yang datang untuk menghukumku. Ayahku bilang gara-gara aku yang tidak bisa menjaga Flowrence dia jadi tidak bisa tidur satu ranjang dengan Ibuku. Aneh sekali 'kan?" ucap Reiden ikut berkomentar.


"Kalau aku dan Kak Bern lain lagi kawan. Kalian pasti sudah tahu kan seperti apa perangai Ayah kami? Kalau saja tidak takut di hukum oleh Nenek Liona dan Kakek Greg, aku yakin Ayah pasti sudah memerintahkan Tora untuk memakanku dan Kak Bern," sambung Karl ikut meluapkan penderitaannya.


Sedangkan Andreas, dia hanya diam saja ketika saudaranya sibuk mengeluhkan sikap ibu mereka. Sebagai anak dari orang kepercayaan di keluarga Ma, sudah pasti Andreas-lah yang memiliki nasib paling tragis jika sampai terjadi sesuatu pada Flowrence. Tanpa harus ibunya mengamuk, nyawa Andreas sudah berada di ujung tanduk di tangan ayahnya sendiri karena di antara yang lain, Andreas adalah satu-satunya anak yang di latih secara khusus oleh ketua pengawal di keluarga Ma. Jadi kalian bisa membayangkan sendiri bukan hukuman berat seperti apa yang di terima oleh Andreas setiap kali Flowrence mengalami sesuatu hal buruk? Hmmm.


******

__ADS_1


__ADS_2