Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Akhir Sebuah History


__ADS_3

Clarissa menatap ke arah orang-orang yang ada di dalam gedung. Dia tengah menguatkan hati untuk membuka tabir kelam yang selama ini tersembunyi dari mata umum. Sambil menarik nafas panjang, perlahan-lahan Clarissa mulai menceritakan awal kisah dari sejarah gaun yang di pakai cucunya malam ini.


"Dulu aku pernah menjalin kisah dengan seorang laki-laki yang begitu tampan dan baik hati. Pada waktu itu kami menuntut ilmu di universitas yang sama. Dia mengambil jurusan master bisnis sementara aku di bidang desainer. Hubungan kami begitu berwarna, tiada hari tanpa canda tawa yang penuh kebahagiaan. Hingga pada suatu hari dia diminta pulang oleh orangtuanya secara tiba-tiba. Dan sejak saat itu hubungan kami berdua terputus. Dia pergi meninggalkan aku tanpa sebab yang jelas dan memutuskan semua komunikasi yang ada. Aku sangat sedih, hancur. Aku bertanya-tanya apa sebabnya, tapi tak pernah ada jawaban. Karena kehidupan bebas yang kami jalani, hadirlah seseorang yang tidak pernah aku duga. Ya, aku hamil. Aku mengandung buah hati darinya. Saat itu aku bingung harus melakukan apa. Di satu sisi aku menginginkan anak itu tetap hidup, tapi di sisi lain aku sangat takut pada orangtuaku. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk merahasiakan kehamilan itu sambil terus berharap kalau dia akan kembali padaku!"


Ruangan terasa begitu sunyi saat Clarissa menyeka air mata. Semua orang seakan terbius, larut akan kesedihan yang dulu di tanggungnya. Bahkan Elea yang saat itu berada di belakang panggung tak kuasa untuk tidak menangis. Itu benar-benar sangat menyakitkan hatinya. Levi yang melihat teman kecilnya bersedih pun tak kuasa untuk tidak meneteskan air mata. Dia dengan penuh perhatian memberi pelukan sambil terus membisikkan kata untuk menguatkan Elea. Entahlah, peragaan busana yang harusnya berakhir bahagia kini malah di penuhi dengan air mata luka. Pasti tidak akan ada yang menyangka kalau seorang Nyonya Clarissa Wu memiliki kisah cinta yang begitu kelam di masa lalu. Kasihan.


"Aku melahirkan dan membesarkan anakku seorang diri. Namanya Sandara, dia adalah gadis kecil yang sangat cantik dan baik hati. Karena terjadi sesuatu hal, aku terpaksa mengantarkan Sandara ke rumah ayah kandungnya dan membiarkannya tinggal di sana. Hari-hari yang kulewati begitu sepi, aku teramat sangat merindukan tawa gadis kecil itu. Hingga di suatu hari aku terfikir untuk membuat satu gaun yang khusus aku persiapkan untuk menyambut kedatangannya saat kembali ke pelukanku. Bertahun-tahun aku menunggu mereka datang, tapi aku di paksa menerima satu kenyataan yang sangat memilukan. Putriku, Sandaraku, dia meninggal setelah melahirkan. Dia meregang nyawa setelah perjuangan panjang di hidupnya untuk mempertahankan cucuku. Putri yang sangat aku rindukan pergi tanpa pamit padaku. Dia meninggalkan aku!" ucap Clarissa sambil menangis tertahan.


Yura langsung menggengam tangan Bryan dengan sangat erat saat kisah masa lalunya kembali terungkit. Dia bisa merasakan kalau suaminya ini merasa amat sangat tertekan begitu nama Sandara di sebut. Yura tidak cemburu, yang ada dia malah ikut merasa pilu seolah sedang berada di posisi Sandara yang pada waktu itu mendapat perlakuan kejam dari mendiang kedua mertuanya.


Saat suasana sedang mengharu biru, salah satu tamu undangan tiba-tiba berdiri sambil mengangkat satu tangannya ke atas. Sepertinya dia penasaran akan sesuatu.


"Maaf Nyonya Wu, jika boleh tahu apakah putri anda sudah menikah? Jika iya, dengan siapa dan dari keluarga mana pria itu berasal?"


Sebelum menjawab, Clarissa berusaha menormalkan emosinya terlebih dahulu. Rasanya sungguh berat saat ingin menyebutkan kalau suami dari putrinya adalah anak dari wanita yang menjadi biang dari segala kesedihan yang ada.


"Putriku menikah dengan anak dari almarhum Tuan Karim Young, Bryan Young," jawab Clarissa tak sanggup untuk mengungkap kebenarannya. Cukup seperti ini saja.


"Bryan Young?"

__ADS_1


Suara bisik-bisik langsung memenuhi ruangan tersebut. Ada sebagian dari mereka yang tahu kalau menantu di keluarga Young itu bernama Han-Yura Foster, adik bungsu dari Samuel Foster, pengusaha yang namanya sudah cukup besar di negara ini. Gabrielle yang mendengar bisik-bisik tersebut segera pergi lewat jalan lain menuju belakang panggung. Dia sangat mengkhawatirkan istrinya. Pengakuan Nyonya Clarissa tadi cukup membuat Gabrielle dan keluarganya merasa sangat kaget. Gabrielle tahu kalau hal ini akan sangat menyakiti perasaan Elea. Luka hatinya pasti kembali menganga saat kesakitannya kembali di kuak.


"Sandara dan Bryan menikah tanpa restu orang-tua mereka. Jadi pernikahan mereka tak pernah terpublikasikan di mata umum. Dan setelah putriku meninggal, barulah Bryan di nikahkan dengan Yura!" jawab Clarissa sembari menatap ke arah menantunya yang melihatnya dengan tatapan sendu.


"Tunggu sebentar, Nyonya Wu. Kalau tidak salah Tuan Bryan Young dan Nyonya Han-Yura itu tidak mempunyai anak, mereka hanya mengangkat seorang anak yatim piatu yang berasal dari keluarga Nyonya Han-Yura. Lalu dimanakah cucumu berada? Apakah dia juga sudah meninggal seperti Nyonya Sandara?"


Tepat ketika si tamu bertanya seperti itu, Gabrielle sampai di belakang panggung. Elea yang melihat suaminya datang langsung menghambur ke pelukannya. Dia kemudian mendongak, menatap mata suaminya seakan berkata kalau hatinya sedang tercabik-cabik. Gabrielle tanggap. Dia dengan penuh sayang mencium mata Elea yang basah air mata. Setelah itu Gabrielle membimbing Elea untuk duduk, meminta penata rias yang ada di sana untuk memperbaiki make-up nya.


"Sayang, aku tahu kau pasti kuat. Bukankah pengakuan Grandma adalah sesuatu yang sangat kau inginkan selama ini?" ucap Gabrielle sambil tersenyum. Dia berusaha menekan rasa sesak di dada melihat tatapan mata istrinya yang begitu tidak berdaya.


"Apakah ini akan menjadi akhir kesedihanku, Kak?" tanya Elea lirih.


"Ya. Dan ini adalah awal dari kebahagiaanmu yang sebenarnya. Jangan takut, aku selalu ada di sisimu. Kita semua akan selalu mendukung dan menemanimu melewati ini semua. Yakin dan percayalah kalau Tuhan akan mengganti semua air matamu dengan hujan kebahagiaan. Jangan sedih lagi, ya?" jawab Gabrielle menguatkan hati istrinya.


Di atas panggung, Clarissa nampak tersenyum bahagia mendengar pertanyaan si tamu. Inilah waktunya. Waktu yang tepat untuk memberitahu semua orang kalau dia memiliki seorang cucu yang begitu berharga. Dengan senyum menghiasi bibirnya, Clarissa dengan lantang menyebutkan nama dari perempuan cantik yang terlahir dari rahim putrinya.


"Cucuku masih hidup. Namanya Eleanor Young. Dia sangat cantik, dan juga sangat mirip dengan mendiang putriku!" ucap Clarissa dengan mata berbinar. "Sayangku, keluarlah. Sudah waktunya dunia tahu siapa kau sebenarnya."


Pandangan semua tamu tertuju ke arah panggung dimana mereka menantikan kemunculan cucu dari ratu mode yang begitu terkenal ini. Mereka saling menebak akan secantik apa rupa dari gadis yang selama ini terasingkan dari mata dunia.

__ADS_1


"Wooowww ... luar biasa. Bukankah gadis ini tadi ikut dalam peragaan? Amazing, benar-benar luar biasa!" pekik salah seorang tamu begitu melihat seorang perempuan muncul memakai gaun soft purple dengan rambut yang di biarkan tergerai begitu saja.


Di belakang panggung, Gabrielle, Levi dan Cira sama-sama tersenyum lega saat Elea terlihat begitu tegar saat melangkahkan kaki menuju neneknya. Tadinya mereka sempat khawatir kalau Elea akan drop, tapi untung saja itu tidak terjadi. Penasaran melihat kehebohan yang terjadi di depan panggung, mereka bertiga memutuskan untuk keluar dari sana. Mereka ingin menyaksikan sendiri kebahagiaan di wajah perempuan yang selama ini suka menjungkirbalikkan perasaan orang-orang.


"Perempuan cantik ini adalah cucu tersayangku. Ayo sayang, sapa mereka semua," ucap Clarissa sambil mengusap bahu Elea penuh sayang.


"Halo, selamat siang semua. Perkenalkan, aku Eleanor Young. Putri dari Mama Sandara dan Ayah Bryan Young. Juga cucu dari Grandma Clarissa Wu. Dan untuk wanita cantik yang duduk di sebelah Ayahku, dia adalah Ibu terbaik setelah Mama Sandara. Ibu Yura, terima kasih untuk cinta yang kau berikan selama ini. Aku menyayangimu."


Tangis Yura pecah saat namanya juga di sebut oleh Elea. Dia sangat tidak menyangka kalau Elea akan bicara seperti itu di hadapan para tamu. Liona yang kebetulan duduk tak jauh dari sana nampak tersenyum samar. Menantunya benar-benar sangat membanggakan. Dia begitu yakin kalau satu negara ini akan langsung gempar jika tahu kalau Elea telah menikah dengan putranya. Hmmm, membayangkan hal itu membuat Liona menjadi sangat tidak sabar untuk segera mengumumkan pada dunia kalau Eleanor Young adalah menantu kesayangan di keluarga Ma.


Setelah itu Clarissa pun lanjut menceritakan history tentang gaun yang di pakai oleh Elea. Para tamu yang mendengar cerita tersebut terus menggelengkan kepala saking takjub akan kisah tersebut. Bagi mereka para penikmat seni, kisah dari setiap karya yang mereka buat memiliki arti yang begitu dalam. Mereka selalu menganggap kalau seni adalah sesuatu yang sangat berharga. Sama halnya dengan semua karya milik Clarissa yang di peragakan hari ini. Terutama gaun soft purple yang di pakai Elea. Tentang sebuh kerinduan yang tidak tersampaikan pada dunia. Dan akhirnya, peragaan busana musim panas di tutup dengan para tamu yang bertepuk tangan dengan sangat kuat begitu mereka tahu kalau Elea akan menjadi penerus dari segala bisnis milik Clarissa Wu. Darah seni yang begitu kental di diri seorang Nyonya Wu akan di wariskan pada cucu semata wayangnya yang kini tengah mendalami ilmu designer di salah satu universitas ternama.


Ma, apa kau bahagia? Namamu akan selalu di ingat oleh semua orang mulai sekarang. Aku bahagia.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...

__ADS_1


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2