Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Elea Yang Mematikan


__ADS_3

"Selamat datang, Nyonya Elea."


"Iya," sahut Elea seraya tersenyum ramah ke arah para karyawan Group Ma yang menyapanya. Dia baru saja tiba di sini setelah Ares menjemputnya dari rumah sakit.


Di belakang sang nyonya, terlihat Ares yang tengah sibuk berkirim pesan dengan Tuan Muda-nya. Tak lama kemudian sudut bibirnya terangkat ketika Ares mendapat satu balasan pesan yang membuat perutnya serasa tergelitik.


"Sebentar lagi bunga bangkai ini akan segera merasakan pesakitan setelah bertemu dengan istriku, Res. Hahaha, kau jangan lupa untuk mengabadikan moment ini ke dalam rekaman video ya. Aku ingin menunjuknya pada Grandma Clarissa betapa cucunya sangat berbahaya ketika merasa terusik."


"Res, kenapa kau tersenyum-senyum sendiri? Kau tidak gila kan?" tanya Elea heran melihat Ares yang terus menyunggingkan senyum sembari menatap layar ponselnya.


"Saya masih normal, Nyonya. Dan saya tersenyum karena sedang berbalas pesan dengan Cira," jawab Ares beralasan seraya menarik nafas panjang.


Baru saja. Baru saja Ares menertawakan hal gila apa yang akan dilakukan oleh istri Tuan Muda-nya, dia sudah lebih dulu menjadi korban ketajaman lidah perempuan ini. Sungguh, kutukan perempuan ini selalu saja datang menghampiri setiap orang yang berani mengejeknya meskipun dari dalam hati. Mengerikan bukan?


"Oh, baguslah kalau kau sedang berbalas pesan dengan Kak Cira. Asal jangan sampai kau berkirim pesan dengan bibit pelakor yang kian merajalela. Hih, kau melihat drama televisi yang sedang viral tidak, Res? Rasanya aku ingin mencekik pelakor yang sudah dengan tidak tahu malunya merusak kebahagiaan rumah tangga orang lain. Kalau sampai pelakor seperti itu muncul dalam rumah tanggaku bersama Kak Iel, aku akan langsung mencacinya sampai dia muntah darah. Gemas sekali aku!" ucap Elea yang tiba-tiba terkenang dengan drama film yang tengah naik daun akhir-akhir ini. (MAAF YA GENGSS.. EFEK NONTON LAYANGAN PUTUS. MALAH JADI IDE BUAT NULIS NOVEL 😝)


Ares diam-diam menelan ludah saat mendengar curhatan sang nyonya. Dia tidak bisa membayangkan nasib buruk apa yang sebentar lagi akan segera datang menghampiri Nona Altez. Baru mendengar melalui kata-kata saja bulu kuduk Ares sudah berdiri semua. Lalu apa jadinya nanti setelah sang nyonya tahu kalau di dalam ruangan Tuan Muda-nya ada seorang wanita gatal yang tengah menebar pesona? Oh God, mendadak Ares berharap kalau Nona Altez memiliki urusan lain yang bisa membuatnya pergi dari perusahaan sekarang juga. Dia kasihan.


Sambil terus berceloteh tentang si pelakor yang ada di dalam film, Ares dan Elea akhirnya sampai di depan ruangan pemilik perusahaan ini. Senyum manis tampak mengembang di bibir tipis Elea ketika dia memutar knop pintu ruangan tersebut.


"Kak Iel, aku da ... tang," ....


Krikk kriikk kriikk


Drama pun di mulai.

__ADS_1


"Siapa kau?" tanya Elea sarkas seraya menunjuk ke arah wanita seksi yang duduk tak jauh dari suaminya. "Pakaianmu jelek sekali, Nona. Apa kau adalah seorang gelandangan yang kesasar masuk ke dalam ruangan ini?"


Gabrielle? Jangan di tanya bagaimana reaksinya. Dia berjuang sekuat tenaga untuk menahan suara tawanya agar tidak meledak keluar. Hal ini di sebabkan oleh perkataan Elea yang langsung menguncang mental Altez dengan menyebutnya sebagai gelandangan gara-gara jenis pakaiannya yang cukup terbuka. Sementara Ares, pria itu hanya berdiri diam dengan ekpresi yang sulit untuk di jelaskan. Di menggenggam ponsel dengan erat saat diam-diam merekam kejadian mencekam yang tengah berlangsung.


"Em maaf, kau siapa ya?" tanya Altez sambil menatap tak suka ke arah gadis muda yang baru saja masuk ke ruangan ini.


Sialan. Siapa gadis ini? Berani sekali dia mengganggu waktuku bersama Gabrielle. Argh, padahal sedikit lagi Gabrielle akan terpesona oleh kemolekan tubuhku. Kenapa gadis ini harus muncul sekarang sih? Brengsek.


"Aku? Kau bertanya siapa aku?" sahut Elea sembari menunjuk dadanya sendiri. Dia geram, seketika muncul bayangan pelakor yang dia lihat di dalam film.


"Ya, kau. Siapa kau, dan ada urusan apa kau datang kemari?" jawab Altez mulai arogan. Dia merasa menang karena Gabrielle hanya diam tak merespon sikap yang dia tunjukkan untuk gadis perusuh ini.


"Aku Elea. Dan urusanku datang kemari adalah untuk memenuhi undangan kekasihku yang ingin mengajakku makan siang bersama. Kenapa? Tidak suka aku datang kemari, iya?"


Bola mata Altez hampir meloncat keluar saat tahu kalau gadis perusuh ini ternyata bernama Elea. Dan yang lebih mengejutkan lagi gadis ini mengaku sebagai kekasihnya Gabrielle. Seingat Altez, Elea adalah orang yang membuat Gabrielle pergi meninggalkan pertemuan mereka saat di restoran kemarin. Tapi karena tak ingin mempercayai ucapan Elea begitu saja, Altez segera menoleh ke arah Gabrielle kemudian menatapnya lekat. Dia sangat berharap kalau pria ini akan menjawab kalau antara dia dan Elea tidak terjalin hubungan apapun.


"Kak Iel, sejak kapan kau membiarkan wanita kekurangan bahan seperti dia ada di ruanganmu? Kau bahkan membiarkannya duduk dengan jarak yang cukup dekat. Bukankah Kak Iel itu mengidap OCD yang cukup parah ya? Bagaimana kalau sepulang dari sini tubuh Kak Iel menjadi gatal-gatal? Nanti malah jadi repot ujung-ujungnya. Bagaimana sih!" omel Elea sambil berjalan mendekat ke arah suaminya. Ekor matanya terus mengawasi wanita seksi yang masih terlihat syok setelah tahu siapa dirinya.


"Sayang, wanita ini bernama Nona Altez. Perusahaan kami sedang menjalin kerjasama. Itulah sebabnya kenapa dia bisa ada di ruangan ini bersamaku!" jelas Gabrielle sambil mengusap-usap pinggang Elea yang sudah duduk di atas pangkuannya. "Kau cantik sekali."


Warna di wajah Altez terus berubah-ubah saat dia harus menyaksikan pemandangan yang membuat dadanya berdenyut nyeri. Kesal, marah, kaget, dan juga malu bercampur menjadi satu saat dia teringat dengan godaan nakal yang coba dia lakukan pada Gabrielle sebelum Elea datang ke ruangan ini. Altez sungguh tidak menyangka kalau Gabrielle ternyata sudah memiliki kekasih. Kalau saja Altez tahu hal ini sedari awal, dia tidak akan sudi merendahkan harga dirinya yang mana begitu berharap bisa menjadi bagian dari keluarga Ma. Kecewa dengan kenyataan pahit yang baru saja dia terima, Altez kemudian memutuskan untuk pamit pergi dari sana. Dia sudah tidak berselera lagi untuk tetap berada di ruangan ini, apalagi setelah melihat betapa Gabrielle sangat memuja Elea. Semakin membuat Altez merasa tidak betah berada di satu ruangan yang sama dengan pasangan kekasih ini.


"Tuan Muda, Nona Elea, aku baru ingat kalau ada janji makan siang dengan temanku di salah satu restoran," ucap Altez beralasan.


"Lalu?" tanya Elea dingin. "Apa kau berniat mengabaikan semua makanan yang sudah susah payah di sediakan oleh karyawan Kak Iel setelah tahu kalau aku adalah kekasih dari pria yang sedang kau incar? Nona Altez, aku rasa akan sangat tidak sopan kalau kau pergi begitu saja dari hadapan kami. Tetaplah di sini dan makan siang bersama aku dan Kak Iel. Aku yakin sikapmu tidak serendah belahan di dadamu. Benar tidak, Kak Iel?"

__ADS_1


Jleeb


Jantung Altez bagai tertusuk belati tajam begitu Elea melontarkan kata-kata yang begitu menusuk. Tersinggung, itu sudah pasti.


"Nona Elea, apa maksudmu bicara seperti itu padaku? Apa kau bermaksud menyebutku sebagai wanita murahan, iya?" tanya Altez emosi. Dia tidak terima dengan perkataan Elea barusan.


"Jika aku menjawab iya, kau mau apa? Memang benar kan kalau sikapmu langsung berubah drastis setelah tahu siapa aku?" jawab Elea seraya menyeringai tipis. "Aku beritahukan satu hal padamu, Nona Altez. Dari caramu menatap Kak Iel saja aku sudah tahu kalau kau berkeinginan menjadi bagian dari keluarga Ma. Benar kan? Tapi sayang, Nona. Keinginanmu itu tidak akan pernah terwujud karena aku tidak akan membiarkan parasit manapun menempel dalam hubungan kami. Kau ... akan aku semprot dengan racun pemusnah jika masih berani menginginkan pria-ku. Paham!"


Setelah berkata seperti itu Elea turun dari pangkuan Gabrielle. Dia kemudian perpindah duduk di sebelah Altez lalu menatapnya dingin.


"Karena sekarang kau adalah tamu di sini, maka biarkan aku menggantikan Kak Iel untuk menjamumu. Kau tidak keberatan bukan?"


Tengkuk Altez meremang saat dia melihat senyum mengerikan di bibir tipis Elea. Bagai terkena sihir, Altez hanya bisa menganggukkan kepala menyetujui keinginan gadis yang kini tengah mengambilkan piring untuknya. Dia merasa sangat tertekan akan sikap dingin yang di tunjukkan oleh gadis muda ini.


Saat Altez tengah berada dalam tekanan seorang Elea, Gabrielle dan Ares malah tidak berhenti tersenyum melihat bagaimana cara Elea membungkam kebusukan si bunga bangkai ini. Mereka harus kembali mengakui kalau ketajaman lidah seorang Eleanor Young benar-benar tidak ada duanya.


Ini yang aku mau, sayang. Aku suka kalau kau sudah bersikap dingin seperti ini. Rasanya aku seperti melihat Elea versi Grizelle yang kejam dan mematikan. Aku mencintaimu, Elea-ku.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...

__ADS_1


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2