Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Cinta Segitiga


__ADS_3

Di luar kampus, seorang wanita cantik nampak duduk di dalam sebuah mobil. Pakaiannya sangat stylish, tapi wajahnya terlihat begitu galak seperti banteng penyerang. Andai saja ada manusia yang melihat betapa garangnyawanita tersebut, di jamin mereka pasti akan langsung lari terbirit-birit. Bagaimana tidak! Karena dia adalah ....


"Aku penasaran seperti apa rupa si pembully itu. Berani-beraninya dia mengusik adik kecilku. Belum tahu dia siapa pawang-pawangnya!"


Mungkin kalian akan berpikir kalau Levi sedikit berlebihan dalam memperlakukan Elea. Tapi Levi tetap saja ingin terus memastikan kalau sahabat kecilnya itu tidak tersakiti, dia ingin Elea-nya selalu hidup dalam kebahagiaan setelah badai yang menghadang selama sembilan belas tahun.


Setelah melewati perdebatan sengit dengan Jackson, akhirnya Levi memenangkan kesempatan untuk mengantarkan Lusi dan Elea pergi ke kampus. Akan tetapi, setelah kedua wanita bersuami itu keluar dari mobilnya, Levi tidak langsung pergi dari sana. Dia bahkan dengan gilanya meminta sang ayah untuk menggantikan meeting di perusahaan saking penasarannya ingin bertemu dengan si pembully.


"Nah, itu mereka. Lebih baik aku buntuti saja diam-diam!" pekik Levi kemudian bersiap-siap keluar dari dalam mobil.


Lusi dan Elea yang tidak menyadari keberadaan Levi nampak tenang-tenang saja ketika memasuki kantin. Mereka berdua terlihat begitu senang saat membahas rencana Elea yang berniat menyesatkan Kak Ning ke pemakaman mamanya.


"Elea, apa kau yakin akan membawa Kak Ning pergi ke sana?" tanya Lusi sambil menggeser kursi untuk duduk.


"Aku rasa dia perlu tahu sejarah kenapa aku menggambar gaun yang tadi, Kak. Betul kalau gaun itu bertemakan embun, dan aku ingin memberitahunya embun seperti apa yang pernah singgah di hidupku," jawab Elea dengan santai. Dia lalu melirik ke arah geng rambut api yang tengah berkumpul di lain meja. "Hmm, sepertinya senior itu masih tertarik untuk mengganggu kita Kak. Lihat, dia memelototkan mata dengan begitu lebar. Aku jadi takut."


"Mana?"


"Itu di sana. Aku rasa dia masih menyimpan dendam kesumat pada kita berdua gara-gara kejadian hari itu."


"Biar sajalah, tidak perlu di tanggapi. Kita berdua mahasiswa junior Elea, lebih baik kita acuhkan mereka saja. Jangan mencari masalah!" sahut Lusi kemudian mengangkat tangan hendak memesan makanan.


"Walaupun aku adalah mahasiswa junior tapi aku kan istri dari pemilik saham terbesar di Universitas ini, Kak. Aku sangat kaya, Kak Lusi!" celetuk Elea dengan tampang polosnya.


Untuk seperkian detik Lusi diam mematung. Benar juga sih kalau Elea adalah istri kesayangan dari pemilik saham terbesar di Universitas ini. Haihh, lagi-lagi ucapan Elea membuat Lusi menjadi kaku untuk sesaat. Lusi jadi merinding sendiri saat membayangkan jika seandainya seluruh mahasiswa di sini tahu siapa Elea sebenarnya. Semua orang pasti akan menjadi sangat heboh.


"Kak Lusi, kau mengangkat tanganmu begitu lama untuk apa. Kau sedang mencari udara untuk melembabkan bulu ketiakmu ya?"


Krikk krikk krikk


"Wah wah wah, mereka mendekat Kak. Ayo cepat merapat!" bisik Elea sambil memperhatikan geng rambut api yang sedang berjalan ke arah mejanya.


Lusi yang otaknya masih loading gara-gara bulu ketiak, sedikit tidak paham ketika Elea duduk merapat ke sebelahnya. Dia hanya menatap bingung ke arahnya sambil mengerutkan kening.

__ADS_1


Brraaakkkk


"Astaga jantungku!" pekik Lusi terkejut. Dia lalu mengelus dadanya berulang kali.


"Hei kalian anak baru, urusan kita yang kemarin belum selesai ya!" ucap Lolly dengan pongahnya.


"Urusan yang mana ya?" tanya Lusi tenang.


"Iya benar, urusan yang mana?" imbuh Elea ikut memanaskan keadaan. Dia suka keributan ini.


Lolly memutar bola matanya jengah. Dia lalu menatap garang ke arah dua mahasiswa baru yang entah kenapa tidak terlihat takut sedikitpun kepadanya.


Sialan. Mereka berdua ini sebenarnya berasal dari keluarga mana sih. Bisa-bisanya tidak memiliki rasa takut sedikitpun padaku. Tapi aku tidak boleh kalah, harga diriku sebagai senior yang di segani bisa rusak jika kedua gadis ini tidak segera kuatasi. Tidak bisa di biarkan! geram Lolly membatin.


"Kenapa diam kakak senior? Tidak bisa bicara lagi ya?" ledek Elea kembali memantik keributan.


"Kau ..." geram Lolly kemudian berkacak pinggang. "Wooaaahhh, kalian benar-benar kurang ajar ya. Berani sekali kau menghina kakak seniormu. Sudah bosan sekolah di sini ya. Hah!"


"Sialan. Siapa kau hah! Lepaskan aku!" teriak Lolly sambil menahan sakit.


"Lepas! Hahaha!" sahut Levi kemudian tertawa seperti psikopat. "Kau rambut api, beraninya kau membully makhluk kecil ini. Dasar mental keong, kalau berani lawan pawangnya!"


Seketika suasana kantin langsung hening begitu Levi menyebut dirinya sebagai pawang. Setelah itu semua mata terarah ke arah Elea yang tengah duduk santai dengan tampang polos tanpa dosa.


"Wahh, tidak di sangka ternyata Elea memang penyuka sejenis. Lihat saja wanita itu. Dia begitu galak saat uke-nya di dekati oleh wanita lain. Ckck, miris!"


"Tapi jika wanita itu pawangnya, lalu Lusi siapa? Masa iya mereka terlibat cinta segitiga?"


Kurang lebih seperti itulah bisik-bisik yang di dengar oleh Levi dan Lusi setelah kata pawang terucap keluar. Levi yang baru ingat kalau Elea mengaku sebagai gadis penyuka jeruk sama jeruk detik itu juga langsung melepaskan Lolly. Dia kemudian kabur melarikan diri dari sana dengan wajah merah padam menahan malu.


"Brengsek! Kenapa aku selalu sial sih setiap kali ingin menolong Elea. Apa dia tidak malu mengaku di depan teman-temannya sebagai penyuka sesama jenis. Sekarang aku kan yang menjadi korbannya!" ucap Levi bersungut-sungut setelah sampai di dalam mobil. "Gabrielle Gabrielle, kenapa kau bisa menikahi gadis gila seperti Elea sih. Dan kenapa juga harus aku yang terkena imbas dari kelakuan abnormal istrimu. Sungguh sial!"


Elea menatap lekat ke arah Lolly yang terlihat kikuk setelah di labrak oleh Levi. Dia sungguh tidak menyangka kalau pelakor itu akan muncul di kampusnya.

__ADS_1


"Kakak senior, kau tadi ingin membahas apa dengan kami?" tanya Lusi setelah berhasil menenangkan diri. Dia menekan rasa malunya dalam-dalam ketika masih mendengar bisik-bisik yang mengatakan kalau antara dia, Elea dan Levi telah terjadi cinta segitiga.


"Em Elea, apa benar wanita yang tadi menyerangku itu adalah pawangmu?" tanya Lolly merasa aneh. Baru kali ini dia menemukan cinta segitiga antara tiga wanita. Biasanya di hubungan GL hanya ada seme+uke. Tapi sepertinya yang ini lain.


"Iya benar. Kenapa memangnya? Dia cantik kan?" jawab Elea dengan bangganya.


"C-cantik?"


Elea mengangguk.


"Hubungan kami sangat dekat. Di tubuhku ini tidak ada yang dia tidak tahu, semuanya dia hafal. Bahkan ukuran pakaian dalamku dia juga tahu, kami sering berbelanja dengan merk yang sama. Pokoknya dimana ada aku pasti ada dia. Makanya kakak senior jangan macam-macam padaku. Dia sangat galak!"


Lolly berlari kencang ke arah kamar mandi sambil menutup mulut saat dia merasa mual setelah mendengar ucapan Elea. Ini benar-benar menjijikkan. Dan kepergian Lolly di ikuti oleh semua mahasiswa yang tadi berkerumun. Sebagian dari mereka ada yang bergidik geli, tapi ada juga yang tersenyum lucu. Benar-benar ekpresi yang beragam.


"Elea, kenapa kau bicara seperti itu pada mereka?" tegur Lusi dengan raut wajah frustasi.


"Memangnya ada yang salah ya, Kak? Kan memang benar kalau Kak Levi dan aku memiliki hubungan yang sangat dekat. Bahkan kami saling tahu ukuran dada masing-masing. Apa yang salah?" sahut Elea dengan entengnya.


Salah Elea, sangat salah. Kalau kau bicara seperti itu padaku dan keluargamu, kami semua pasti sangat maklum. Tapi masalahnya kau bicara pada orang yang tidak tahu kau siapa dan Levi siapa. Mereka pasti akan berpikiran sangat buruk padamu, batin Lusi menahanmenangis.


"Kita pesan makanan saja ya?" ucap Lusi pasrah.


Elea mengangguk. Dalam hati, dia merasa sangat puas setelah mengerjai banyak orang hingga membuat mereka semua frustasi sendiri. Elea sungguh sangat menikmati perannya sebagai seorang mahasiswa. Hari-harinya jadi jauh lebih berwarna lagi sekarang.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2