
📢 BOM KOMENTAR KALAU MAU CRAZY UP 😏
Gabrielle celingukan kesana kemari untuk memastikan kalau tidak ada satu orang pun yang akan melihat tindakannya. Karena tak tega melihat Elea yang merajuk, dengan terpaksa Gabrielle berkamuflase menjadi seorang pencuri. Berat memang, apalagi selama ini kan Gabrielle tidak pernah terlibat dengan hal-hal yang berbau kriminalitas. Jadi wajar saja kalau sekarang dia menjadi begitu gugup hanya karena ingin mencuri sebutir mangga yang menggantung di pohon. Luar biasa. Ingin menyesal tapi terlalu enak saat sedang membuat adonan. Jadi mau tidak mau Gabrielle harus mau bertanggung jawab karena dialah yang telah menghamili Elea.
"Kak Iel, ayo semangat. Jangan khawatir, aku akan mengawasi keadaan dari dalam mobil," bisik Elea sambil menyembulkan sedikit kepalanya di jendela. Dia mencoba sebaik mungkin agar tidak ketahuan oleh orang lain.
Astaga, Nyonya Elea. Yang ingin mencuri itu kan Tuan Muda, tapi kenapa malah anda yang menjadi begitu waspada? Ya Tuhan, cobaan apalagi kali ini. Maafkan saya, Tuan Muda. Kali ini saya benar-benar tidak bisa menyelamatkan anda.
Mata Gabrielle terpejam erat ketika hendak melangkahkan kaki mendekati pagar. Jujur, jantungnya seperti akan meledak sekarang. Bahkan tubuh Gabrielle sampai di banjiri keringat dingin saking gugupnya dia.
"Ckck, daun pohon di kenapa banyak sekali sih debunya. Lalu bagaimana caraku bisa memetik mangga itu kalau kondisinya sekotor ini?" gumam Gabrielle resah melihat tebalnya debu yang menempel di dedaunan. Wajarlah, batang ini tumbuh di pinggir jalan.
Bingung memikirkan cara untuk menghindari debu agar tidak menempel di tubuhnya, Gabrielle dengan cepat melepas dasi di lehernya lalu dia gunakan untuk membungkus tangan. Setelah itu Gabrielle melompati selokan sebelum akhirnya meraih satu tangkai pohon di mana ada tiga butir mangga muda yang menggantung indah di sana.
"Akhirnya."
Namun sayang, sepertinya kali ini nasib baik tidak sedang berpihak pada Gabrielle. Baru saja Gabrielle memetik dua butir mangga, pintu rumah pemilik pohon ini terbuka. Lalu sedetik kemudian terdengarlah suara teriakan kuat yang mana membuat Gabrielle menjadi kaku di tempat. Ya, Gabrielle ketahuan oleh pemilik rumah.
"Maling ... maling!! Sayang, cepat tanggap pencuri itu. Cepat!"
Di dalam mobil, Elea yang mendengar suara teriakan maling langsung terperanjat kaget. Dia kemudian memaksa Ares untuk segera keluar guna menyelamatkan suaminya yang bisa saja di hakimi massa.
"Res, cepat tolong suamiku sebelum dia babak belur di hajar massa. Cepat, Res. Aku sedang hamil, dan aku tidak mau menjadi janda muda!"
"B-baiklah, Nyonya!"'sahut Ares tergagap antara kaget melihat Tuan Muda-nya ketahuan mencuri dan juga syok mendengar kata-kata janda muda yang keluar dari mulut sang nyonya.
Segera Ares keluar dari dalam mobil kemudian berlari menghampiri Tuan Muda-nya. Dia lalu membungkukkan badan ke arah pemilik rumah yang diam mematung sambil mengacungkan clurit. Ares paham, orang-orang ini pasti sangat terkejut begitu tahu kalau orang yang mencuri mangga milik mereka ternyata adalah orang paling kaya di negara ini.
__ADS_1
"Maafkan kelancangan Tuan Muda kami, Tuan. Beliau terpaksa mencuri mangga karena keinginan Nyonya kami yang sedang mengidam. Jika anda merasa di rugikan silahkan sebut berapa nominal yang anda minta sebagai ganti rugi. Sekali lagi saya meminta maaf atas kejadian tidak mengenakan ini Tuan, Nyonya!" ucap Ares dengan sopan.
"O-o-oh, tidak apa-apa, Tuan Ares. K-kami tidak membutuhkan uang ganti rugi. Sungguh," sahut pemilik rumah gelagapan.
"Sebutkan saja, Tuan. Jangan sungkan. Saya tidak mau kalau nantinya masalah ini akan mencoreng nama baik Tuan Muda kami. Jadi sebutkan saja berapa uang yang kalian minta lalu saya akan langsung membayarnya cash!" paksa Ares.
Pemilik rumah tersebut terlihat bingung ketika di paksa untuk menyebutkan uang ganti rugi. Setelah itu mereka semua mengalihkan pandangan ke arah pria yang masih diam mematung dengan wajah memerah seperti buah tomat. Mereka kikuk, sangat sadar kalau teriakan mereka tadi membuat pria berkuasa ini menjadi sangat malu dan juga kaget.
"T-Tuan Muda, ma-maafkan sikap kami barusan. Sungguh, kami benar-benar tidak tahu kalau yang sedang mencuri mangga adalah anda. Jika kami tahu, kami pasti akan mengizinkan anda memetik buahnya sebanyak yang anda mau. Bahkan jika Nyonya menginginkan pohonnya pun akan kami berikan. Tolong anda bersedia untuk memaafkan kami semua, Tuan Muda. Kami benar-benar tidak sengaja melakukannya," ucap pemilik rumah dengan raut wajah yang begitu cemas. Dia tentu saja tahu dampak seperti apa yang akan di terimanya jika pria berkuasa ini sampai merasa tersinggung. Bisa-bisa dia dan keluarganya menjadi gembel di jalanan.
"Kak Iel?"
Pandangan semua orang langsung tertuju ke arah Elea yang baru saja datang. Terkecuali Gabrielle. Ya, dia terlalu malu untuk berhadapan dengan istrinya setelah gagal menuruti keinginannya.
"Kak Iel, apa karena ketahuan kau langsung berubah menjadi batu?" tanya Elea. Dia lalu menatap heran ke arah beberapa orang yang membawa senjata tajam. "Astaga, kalian ini begal atau garong sih. Pantas saja Kak Iel menjadi kaku begitu, ternyata kalian penyebabnya!"
"Kak Iel, kau jangan takut. Aku ada di sini untuk melindungimu. Maaf ya, gara-gara aku ingin makan mangga kau sampai hampir di bunuh orang. Lain kali jika aku menginginkan mangga muda lagi aku akan meminta Kakak untuk izin pada pemiliknya dulu. Jangan marah ya, Kak."
Di bujuk seperti itu oleh Elea membuat Gabrielle langsung meleleh. Rasa malunya hilang begitu saja. Sambil tersenyum penuh kemenangan, Gabrielle balas memeluk Elea tak kalah erat. Dia merasa sangat lega karena akhirnya bisa terbebas dari tugas mengerikan ini.
"Sayang, apa kau masih ingin makan mangga muda?" tanya Gabrielle.
"Masih, Kak. Tapi aku tidak mau menjadi janda," jawab Elea pelan. Dia lalu mengurai pelukannya. "Kita mencuri di tempat lain saja ya, Kak. Di sini sudah tidak aman, mereka beraninya main kasar. Aku tidak suka itu!"
Wajah pemilik rumah berubah pias setelah mendengar tuduhan sang Nyonya. Salah satu dari mereka kemudian memberanikan diri untuk meluruskan kesalahpahaman yang ada.
"Em, maaf Nyonya. Tadi itu kami benar-benar tidak sengaja meneriaki Tuan Muda sebagai maling. Akan tetapi jika Nyonya masih menginginkan buah mangga kami, silahkan bawa langsung saja beserta akar-akarnya. Anggaplah ini sebagai permintaan maaf kami karena sudah bersikap kurang ajar pada Tuan Muda Gabrielle!"
__ADS_1
"Benarkah?"
Mata Elea langsung bersinar terang mengalahkan sinar matahari pagi.
"Tentu saja, Nyonya."
"Jadi aku boleh membawa pohon mangga itu pulang ke rumah?" tanya Elea memastikan.
"Iya, Nyonya. Silahkan saja."
Gabrielle terkekeh melihat Elea yang memekik kesenangan begitu di izinkan untuk membawa pulang pohon mangga sampai seakar-akarnya. Dia kemudian memerintahkan Ares untuk menghubungi operator alat berat guna mencabut batang mangga tersebut.
"Tuan, Nyonya. Terima kasih banyak atas kebaikan hati kalian. Tapi maaf, aku tidak bisa menerima pemberian kalian secara cuma-cuma," ucap Gabrielle dengan lapang dada mengucapkan kata terima kasih pada pemilik rumah. "Apa kalian memiliki usaha?"
"Iya, Tuan Muda. Tapi sudah hampir bangkrut karena kami kehabisan modal."
"Tidak masalah, yang penting kalian punya ladang pencaharian," sahut Gabrielle. "Ares, tolong kau urus penanam modal di perusahaan mereka. Harus kau sendiri yang memastikan kalau modal tersebut sampai dengan baik di tangan mereka. Aku pergi!"
"Baik, Tuan Muda!" sahut Ares sambil tersenyum kecil.
"P-pe-penanaman modal? T-Tuan Ares, ini saya tidak salah dengarkan? Tuan Muda ... Tuan Muda memberikan kami modal usaha secara cuma-cuma?" tanya pemilik rumah dengan raut wajah yang begitu syok.
"Benar, Tuan. Dan ini berkat kebaikan hati anda pada Nyonya kami. Tanpanya, kami tidak akan mungkin tahu kalau perusahaanmu sedang berada di ambang kehancuran. Kalau begitu saya permisi. Pastikan besok pagi anda berada di perusahaan!" jawab Ares kemudian membungkukkan badan sebelum melangkah pergi menyusul Tuan Muda-nya.
Nyonya Elea, saya pikir awalnya anda hanya ingin mengerjai Tuan Muda saja. Ternyata ada hal baik di balik kejadian memalukan ini. Sungguh sangat beruntung orang ini karena bisa terpilih sebagai orang spesial yang menerima kebaikan hati dari anda.
Mungkin dari kalian ada yang salah paham ketika Elea memaksa Gabrielle untuk mencuri mangga di rumah orang ini. Asal kalian tahu, setiap hal yang dilakukan oleh Elea pasti ada alasan tersendiri di belakangnya. Seperti sekarang. Elea tahu kalau pemilik rumah ini sedang mengalami kesusahan karena perusahaannya hampir bangkrut setelah di tipu besar-besaran oleh salah satu klien mereka. Akan tetapi Elea tidak mungkin menunjukkan hal ini secara terang-terangan karena mereka tidak saling kenal. Jadi dia menggunakan kehamilannya untuk menolong keluarga ini. Dan sebagai bonusnya, Elea menerima sepohon mangga muda sebagai balasan atas kebaikan yang tidak sengaja dia lakukan. Jadi STOP JUDGE ELEA! Emak sedih tau 🤧
__ADS_1
*****