Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Sikap Yang Baik


__ADS_3

Gabrielle berjalan ke sana kemari sambil terus menengok ke arah gerbang. Sekarang waktu menunjukkan pukul tiga dini hari, tapi istri dan kedua orangtuanya masih belum sampai di rumah. Setelah Ares mengabarkan kalau dia berhasil membujuk Elea agar mau kembali, Gabrielle tak pernah pergi dari lokasi tempatnya berdiri sekarang. Dia menanti dengan penuh kesetiaan, berharap saat Elea sampai akan langsung berlari ke pelukannya. Gabrielle benar-benar hampir mati karena merindukan istrinya yang konyol itu. Padahal baru beberapa jam mereka terpisah. Gabrielle tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Elea sampai menghilang dari pandangan matanya. Mungkin Gabrielle akan menjalani sisa hidupnya seperti pria idiot. Kenyataan yang menyedihkan bukan?


"Tuan Muda," ....


Tap


Langkah Gabrielle terhenti. Dia kemudian menoleh ke samping, menatap penuh tanya ke arah Nun yang baru saja memanggilnya.


"Pesawat yang membawa Nyonya Elea baru sama mendarat. Kemungkinan mereka semua baru akan sampai di rumah sekitar satu jam setengah lagi!" ucap Nun melaporkan kabar yang di kirim oleh Ares. "Sejak tadi anda terus saja gelisah. Apa tidak sebaiknya anda pergi istirahat dulu, Tuan Muda? Nanti saya akan langsung membangunkan anda begitu Nyonya sampai di rumah. Saya khawatir anda kelelahan, Tuan Muda!"


"Istirahat katamu?"


Gabrielle berdecak. "Kalau saja bisa, sudah aku lakukan sejak tadi, Nun. Istriku sedang sangat marah sekarang, bahkan tadi dia mengancam akan pergi meninggalkanku ke Planet Mars jika berani menyusul ke Maldives. Dalam keadaan genting begini apa kau pikir aku bisa mengistirahatkan tubuhku? Ayolah, Nun. Kau jangan bercanda."


"Saya mengkhawatirkan kesehatan anda, Tuan Muda," sahut Nun kekeh berharap kalau majikannya bersedia untuk istirahat meski hanya sekejap.


"Jangan sok perhatian. Karena aku tidak akan pernah jatuh hati padamu!"


Kata-kata Gabrielle sukses membungkam mulutnya Nun. Meski kaget, dia mencoba biasa saja menanggapi kata nyeleneh tersebut. Nun tak lagi bicara, dia hanya berdiri diam sembari memperhatikan Tuan Mudanya yang tidak mau diam.


Di saat hampir satu jam menunggu, emosi Gabrielle kembali di uji saat Cuwee mulai meringkik memperdengarkan suaranya yang jelek. Entah sedang mencari perhatian atau karena kelaparan, suaranya menjadi semakin nyaring yang mana membuat hidung Gabrielle menjadi kembang kempis menahan kesal.


"Urus binatang buruk rupa itu, Nun. Jangan sampai aku menenggelamkannya ke perut bumi!" geram Gabrielle seraya menunjuk ke kandang Cuwee.


"Baik, Tuan Muda!"


Tanpa menunggu lama lagi, Nun segera melakukan apa yang di perintahkan oleh Tuan Muda-nya. Dia dan beberapa penjaga mencoba bernegosiasi dengan memberikan rumput segar yang di datangkan khusus untuk menjadi cemilan binatang kesayangan nyonya mereka dengan harapan kalau binatang tersebut bersedia untuk diam. Demi keamanan bersama, begitu pikir Nun.


"Aku harap kau jangan membuat ulah dulu, Cuwee. Nyonya sedang tidak ada di rumah, nyawamu bisa melayang jika memancing kekesalan Tuan Muda!" ucap Nun pelan sembari mengelus-elus kepala Cuwee yang tengah menikmati cemilan malamnya.

__ADS_1


Tak lama berselang, mobil yang membawa rombongan Elea akhirnya memasuki gerbang. Gabrielle yang melihat hal itupun bergegas menghampiri. Dia dengan tidak sabar menunggu mobil benar-benar berhenti sebelum membukakan pintu untuk istrinya.


"Sayang?"


"Oh maaf, aku sedang amnesia!" sahut Elea asal.


Sambil menampakkan wajah cemberut, Elea melewati Gabrielle begitu saja lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Namun sedetik kemudian dia kembali ke luar saat mendengar suara ringkikan Cuwee yang seakan memanggil namanya.


"Cuwee, apa kau merindukan aku? Pasti iya jawabannya!" ucap Elea bertanya dan di jawab sendiri olehnya.


Raut wajah Gabrielle terlihat sangat buruk karena di acuhkan oleh istri kecilnya. Terlebih lagi sekarang istrinya itu lebih memilih untuk bermesraan dengan saingan beratnya, si Cuwee sialan .


"Apa binatang itu jauh lebih menarik daripada aku? Bagaimana bisa pesonaku di kalahkan oleh seekor binatang yang tahunya hanya merengek meminta makan? Serendah itukah harga diriku?" ujar Gabrielle meratapi nasibnya yang lagi-lagi kalah oleh pesona Cuwee.


Greg, Liona, dan juga Ares menahan tawa saat mendengar perkataan Gabrielle. Pandangan mereka kemudian terarah pada Elea yang sedang asik bercengkrama dengan kuda kesayangannya.


"Jangan meratap seperti itu di depan Elea, Gab. Nanti dia marah dan kabur lagi darimu. Masih untung dia mau pulang ke rumah, kau bisa menangis darah kalau saja tadi kami gagal membujuknya. Sudah, terima nasib kalau kini kau mempunyai saingan dalam memperebutkan perhatian Elea!" ejek Greg dengan teganya.


"Bisa, tentu saja bisa. Iya kan, Hon?"


Liona mengangguk.


"Kau sudah membereskan urusanmu dengan Altez dan keluarganya?" tanya Liona.


"Sudah, Bu. Aku bahkan sudah menyogok petugas negara agar memboikot nama mereka dari negara ini. Sesuai yang Ibu inginkan. Group Ma baru akan menerima kerja sama dengan mereka setelah Altez resmi menikah. Masalah ini sudah selesai!" jawab Gabrielle serius.


"Baguslah. Lain kali tolong di pikirkan dulu sebelum mengambil tindakan. Elea itu sangat mencintaimu, jadi kau tidak perlu lagi memancing kecemburuannya. Lihat sendiri kan bagaimana hasilnya sekarang? Gara-gara ulahmu, semua orang jadi terkena imbasnya. Kau yang memakan nangka, orang lain yang terkena getahnya. Lain kali jangan begitu lagi ya?"


Dengan tampang memelas Gabrielle menganggukkan kepala. Setelah itu dia memperhatikan Elea yang ternyata sedang mengobrol dengan Nun. Seketika darah di tubuhnya mendidih. Dia seperti kerasukan jin melihat Elea yang tertawa dengan begitu bebas di hadapan Nun dan para penjaga.

__ADS_1


"Sialan! Berani-beraninya mereka mencari kesempatan dalam kesempitan. Aku yang suaminya saja belum di sapa oleh Elea, tapi mereka ... astaga! Cari mati!" umpat Gabrielle sebelum akhirnya melabrak para pria yang tengah menggoda istrinya.


Ketiga orang yang tadi mengobrol dengan Gabrielle hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebucinannya yang tidak ada obat. Sungguh, padahal orang yang sedang mengobrol dengan Elea adalah orang-orang yang sangat tidak mungkin berani menyukainya. Tapi banteng pencemburu ini masih saja mencurigai mereka. Benar-benar bucin yang mendarah daging.


"Res, karena obat penawar Tuan Muda-mu sudah kembali, kau sebaiknya pulang ke rumah saja. Kasihan Cira, di saat-saat hamil muda begini dia pasti sangat membutuhkan kehadiranmu. Pulanglah, istirahatlah bersama istri dan calon anak kalian!" ucap Liona seraya tersenyum kecil ke arah Ares.


"Apa tidak apa-apa kalau saya pulang sekarang, Nyonya? Saya khawatir Tuan Muda masih akan membutuhkan saya!" sahut Ares sungkan. Meski sebenarnya dia sangat ingin menemani istrinya, Area tetap tak bisa meninggalkan tugas utama untuk melayani Tuan Muda dan Nyonya-nya. Dia tak mau di cap sebagai bawahan yang tidak bertanggung jawab.


"Selain Elea, Gabrielle sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi, Res. Jangan khawatir, masih ada Nun di rumah ini. Kau pulang saja."


Ares melihat ke arah Tuan Muda-nya terlebih dahulu sebelum mengiyakan perintah Nyonya Besar Liona. Setelah memastikan kalau benar dirinya tak lagi di butuhkan di sana, barulah Ares pamit untuk pulang ke rumah.


"Sorot matanya tak bisa menutupi betapa dia sangat ingin bertemu dengan Cira. Aku salut pada Ares yang mampu menekan keinginannya sendiri demi memikirkan anak kita, Hon!" ucap Greg sembari memandang kepergian Ares.


"Itulah kenapa aku sangat menyayanginya, Greg. Dia menempatkan Gabrielle di atas kepentingan pribadinya. Padahal aku pernah memintanya untuk bekerja normal seperti para asisten lain, tapi Ares menolak. Tak bisa kita pungkiri kalau Maria dan Digo berhasil mendidik putra mereka dengan sangat baik. Semoga saja sikap baik ini menurun pada anaknya Ares dan Cira kelak. Amiinnn!" sahut Liona mendoakan dengan tulus.


Greg mencium puncak kepala Liona penuh sayang saat mendengar doa tulus yang dia ucapkan. Setelah itu Greg mengajaknya untuk menghampiri Gabrielle yang masih betah memarahi para bawahannya. Sedangkan Elea, menantunya itu malah sibuk bermain dengan Cuwee. Elea masih marah. 😝


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


JANGAN LUPA MAMPIR KE LAPAKNYA GERALD & JESSY YA GENGSS



...πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...

__ADS_1


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2