Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Lelaki Gatal


__ADS_3


📢Jangan lupa spam komentar di novel My Destiny (Clara & Eland) ya bestie 💜


📢Mampir ke Pesona Si Gadis Desa juga ya 💜


"Kau ingin mati atau bagaimana, Jack? Berani sekali kau menawarkan pundakmu untuk di jadikan sandaran oleh Elea? Kau pikir aku ini tidak punya pundak apa?" amuk Gabrielle sambil mencengkeram kerah bajunya Jackson. Ubun-ubun Gabrielle seperti kebakaran saat mendengar isi pikiran Jackson yang berharap kalau Elea akan berkeluh-kesah padanya. Benar-benar lelaki gatal.


Tiba-tiba di amuk seperti itu oleh Gabrielle membuat Jackson kebingungan sendiri. Seingatnya dia tidak pernah mengatakan sesuatu seperti yang di tuduhkan oleh Gabrielle barusan. Tapi kenapa Gabrielle bisa berkata seperti itu padanya?


"Jawab bodoh!"


"Aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu pada Elea," ucap Jackson tanpa merasa takut sedikitpun.


"Pernah. Tadi saat kita berada di dalam ruang rawat Elea," sahut Gabrielle kekeh.


"Tidak sama sekali. Mungkin saluran saraf di telingamu salah menangkap pembicaraan orang lain dan kau berpikir kalau akulah yang bicara seperti itu!"


"Di dalam pikiranmu. Kau berharap Elea mau menceritakan apa yang dia rasa, dan kau berkata bahumu selalu siap untuk di jadikan sandaran. Iya 'kan?"


Deg deg deg


Bola mata Jackson membulat sempurna begitu dia mengetahui hal luar biasa di diri Gabrielle. Sungguh, tidak sedikitpun Jackson mengira kalau Gabrielle ternyata bisa mendengar isi pikiran orang lain. Kenyataan ini membuat pikiran Jackson seakan terhenti, dia sangat syok.


"Hanya kau satu-satunya orang luar yang mengetahui tentang hal ini. Aku akan menjahit mulutmu kalau kau sampai membocorkannya pada orang lain!" ancam Gabrielle sedikit panik karena kelepasan bicara.


"Sejak kapan kau mempunyai kemampuan seperti ini, Gab?" tanya Jackson penasaran.


"Sejak kecil."


"Wow!"


Gabrielle menarik nafas dalam-dalam kemudian melepaskan cengkeraman tangannya dari kerah baju Jackson. Setelah itu Gabrielle berpaling ke arah lain sambil berkacak pinggang. Sungguh bodoh sekali dia. Gara-gara tak bisa mengendalikan rasa cemburunya dia sampai tak sengaja membongkar rahasianya sendiri. Dia kan jadi tidak bisa memata-matai Jackson lagi dari sekarang.

__ADS_1


"Brengsek!"


"Santai. Rahasiamu aman di tanganku!" ucap Jackson sambil terkekeh penuh kemenangan karena memegang rahasia paling penting dari banteng pemarah ini. "Kau bisa mendengar isi pikiran orang lain. Sedangkan Elea, dia mampu melihat apa yang akan terjadi pada orang-orang yang berada di sekitarnya. Tidakkah menurutmu kalian adalah keluarga yang sangat unik? Aku jadi penasaran kemampuan seperti apa yang akan dimiliki oleh ketiga anakmu nanti, Gab. Mereka pasti tidak akan kalah menarik dari kau dan Elea!"


"Aku dan Elea malah berharap mereka akan tumbuh normal seperti manusia pada umumnya, Jack!" sahut Gabrielle. "Jangan kau kira mempunyai kemampuan seperti kami bisa hidup dengan tenang. Tidak Jack, tidak sama sekali. Hidup kami sangat tersiksa, batin kami sangat tertekan asal kau tahu. Terutama Elea!"


Jackson diam mencerna kata-katanya Gabrielle. Setelah itu barulah dia mengerti penyebab kenapa adiknya bisa terlihat bersedih saat di dalam ruangan tadi. Rupanya Elea jadi seperti itu karena telah mengetahui sesuatu hal buruk tentang salah satu orang terdekatnya. Pantas saja.


"Apa sebelum kecelakaan itu terjadi Elea sudah tahu kalau dia akan menjadi korban?" tanya Jackson menerka-nerka.


"Levita dan Kayo, mereka yang seharusnya menjadi korban, bukan Elea. Dia hanya sekedar menolong mereka saja," jawab Gabrielle lirih. "Dan asal kau tahu, Jack. Di dalam penglihatan Elea, dalam kejadian itu sebenarnya Kayo yang akan menerima nasib paling buruk. Kayo akan kehilangan bayi dan juga rahimnya. Itulah kenapa Elea meminta Kayo untuk memakai pakaian berwarna kuning dengan harapan kalau hal tersebut bisa menghalau takdir buruk itu. Dan untung saja rencananya itu berhasil karena Kayo pingsan lebih dulu sebelum pergi menyelamatkan Elea. Anak dan istrimu selamat dari sesuatu yang sangat mengerikan. Tapi aku ... aku yang harus di hadapkan pada satu kengerian di mana Elea kritis dan sempat kehilangan detak jantungnya!"


"A-APA?"


Rasanya Jackson seperti dilempar jatuh dari gedung yang sangat tinggi setelah mendengar penuturan Gabrielle. Sebegitu mengerikankah kemampuan yang dimiliki oleh Elea? Ya Tuhan, mimpi buruk macam apa ini. Seluruh tubuh Jackson sampai gemetaran karenanya. Ini gila, benar-benar sangat gila.


"Kaget 'kan?" olok Gabrielle. Dia tersenyum simpul melihat Jackson diam tak berkata-kata.


"Aku tidak tahu kalau Elea harus menanggung beban yang begitu berat dari kemampuan yang dia miliki, Gab. Sungguh!" sahut Jackson seraya menelan ludah. "Mungkin jika aku yang ada di posisinya Elea, aku pasti sudah mati gantung diri karena ketakutan. Astaga, bulu kudukku sampai berdiri semua. Ini benar-benar sangat mengerikan!"


"Jack, sesuai dengan yang pernah Elea katakan saat kau baru di awal-awal bertaubat. Di antara Bern, Karl, dan juga Flow, siapa yang akan kau angkat sebagai anak?" tanya Gabrielle sambil menahan kesal.


"Flow. Aku mau peri mini itu," jawab Jackson dengan penuh semangat.


Buggghhhh


"K*parat! Kenapa kau mata keranjang sekali, Jack. Kau itu kan sudah punya Kayo, kenapa masih menginginkan gadis lain, hah!" amuk Gabrielle setelah meninju perutnya Jackson. Emosinya langsung berkobar saat Jackson menyebut kalau dia menginginkan putrinya. Enak saja. Susah payah Gabrielle dan Elea lembur di jam-jam malam, pria ini malah seenaknya menguap. Cari mati atau bagaimana.


"Ck, bisa tidak sih tanganmu jangan ikut berbicara ketika kita sedang membahas masalah yang serius?" keluh Jackson sambil memegangi perutnya.


"Tidak bisa. Mulutmu terlalu frontal dalam mengatakan sesuatu," sahut Gabrielle enggan mengalah.


"Kau yang memulai, kenapa kau juga yang malah marah. Otakmu baik-baik saja 'kan?"

__ADS_1


Gabrielle kicep. Jackson tidak salah, tapi Jackson tetap ada salahnya juga karena sudah berani menginginkan peri mininya. Hanya Gabrielle dan Elea saja yang paling benar.


"Dengar. Kalaupun aku ingin mengangkat peri mini itu sebagai anakku, kau dan Elea akan tetap menjadi orangtua kandungnya. Flow hanya akan memiliki dua ayah dan juga dua ibu, bukan akan meninggalkanmu kemudian beralih menganggap aku dan Kayo sebagai orangtua kandungnya. Tahu tidak?" ucap Jackson memberi ultimatum pada Gabrielle.


"Aku tahu," sahut Gabrielle pasrah.


"Kalau sudah tahu kenapa kau memukulku?"


"Aku hanya tidak ingin Flow di ambil oleh seorang mantan predator sepertimu. Sebagai ayahnya wajar bukan kalau aku mewaspadai keselamatan putriku sendiri?"


Jackson menarik nafas.


"Gabrielle, apa kau pikir aku adalah seorang pedofil?"


"Ya. Itu sangat jelas terlihat dari mata dan wajahmu."


"Kalau begitu bolehkah aku menghajarmu sekarang juga? Sepertinya efek kemarahanmu dari dua hari lalu masih belum hilang. Mau aku tambahkan bumbu lagi tidak supaya kau kembali menjadi setan reog yang terlihat gila?" ancam Jackson secara halus.


"Coba saja kalau kau bisa!" sahut Gabrielle sambil mencebik penuh ejek.


"Akan kubawa lari Elea dan ketiga anakmu!"


"YAAAAAKKKKK!"


Smirk tipis langsung muncul di bibir Jackson begitu dia berhasil memprovokasi Gabrielle. Puas rasanya bisa mempermainkan emosi banteng pemarah ini.


"Jangan macam-macam pada anak dan istriku atau kau akan kehilangan Kayo. Paham!" geram Gabrielle.


"Kalau begitu biarkan aku menjadi ayah angkatnya Flow!" sahut Jackson merasa sangat puas bisa memenangkan negosiasinya bersama Gabrielle. "Jangan mengelak. Kau yang pertama kali membahas tentang masalah ini!"


"Sial. Menyesal aku sudah mengingatkanmu tentang hal ini. Brengsek!"


Jackson terkekeh kesenangan melihat Gabrielle yang pergi sambil bersungut-sungut. Tanpa di duga-duga Jackson mendapat jackpot yang sangat besar karena bisa memiliki satu dari tiga anaknya Gabrielle. Kebetulan ini benar-benar tak pernah Jackson bayangkan sedikit pun karena sebenarnya dia sudah lupa akan ucapan Elea yang menyebutkan kalau dia akan menjadi orangtua angkat dari salah satu anaknya.

__ADS_1


"Gabrielle-Gabrielle. Kau yang mengingatkan, tapi kau juga yang kebakaran jenggot. Tunggu dan lihatlah bagaimana nanti aku akan membuatmu iri karena melihat kedekatanku dengan si peri mini. Baby Flow, selamat datang di hidup Ayah, Nak," ujar Jackson yang tak mau lagi membatin setelah dia tahu kalau Gabrielle bisa mendengar apa yang dia pikirkan. Sungguh suatu kebetulan yang sangat menyenangkan sekali bukan? Hehe.


*****


__ADS_2