
Tok tok tok
Altez menoleh ke arah pintu saat ada seseorang yang mengetuk kamar tempat dia menginap. Agak aneh, karena sebelumnya Altez sama sekali tidak mempunyai janji dengan siapapun.
"Siapa ya?"
Tak ingin mati penasaran, Altez memutuskan untuk membukanya saja. Dia merapihkan rambut dan penampilannya terlebih dahulu sebelum membukakan pintu untuk tamu tak di undang tersebut. Dan begitu pintu terbuka, Altez di buat ternganga oleh kemunculan gadis yang telah menjatuhkan harga dirinya di hadapan Gabrielle. Elea, ya, gadis ini datang dengan membawa seorang wanita yang wajahnya terlihat sangat tidak bersahabat.
"Kau, mau apa kau, hah?" tanya Altez setelah tersadar dari keterkejutannya. Dia bertanya dengan nada yang sangat sinis.
"Kau kau kau kau... kau itu yang mau apa? Seenaknya datang ingin merebut pria kami. Kau tidak punya malu ya?" teriak Levita tak terima mendengar cara bertanya si ulat bulu ini.
"Maaf Nona, siapa yang kau maksud dengan pria kami? Cihh, jangan sok garang di hadapanku, ya. Kau itu tidak tahu siapa aku dan seperti apa latar belakang keluargaku. Jadi jangan macam-macam. Paham tidak!" hardik Altez tak mau kalah untuk balas meneriaki wanita yang datang bersama Elea.
Kepala Levita seperti mengeluarkan asap saat mendengar nada pongah yang di ucapkan oleh wanita yang hampir saja menggeser posisinya sebagai pelakor sah. Dia lalu menengadahkan wajah sambil berkacak pinggang. Ulat bulu ini benar-benar ya.
Heh, sebaiknya kau jangan macam-macam padaku, bulu copet. Kau belum tahu saja siapa pelakor yang akan kau hadapi. Seorang Gabrielle saja angkat tangan jika aku sudah bersuara, apalagi kau yang baru unjuk gigi dan hanya bermodal dada montok seperti buah melon. Cari mati.
"Kak Levi, kenapa kau diam saja? Apa kebar-baranmu sudah berkurang setelah di colok oleh dokter Reinhard semalam? Ayo cepat lawan, jangan lengah. Nanti posisimu di rebut oleh ulat bulu ini. Ayo cepat lawan!" bisik Elea sengaja mengompori Levi agar semakin meledak.
"Yakk, kau bisa kondisikan mulutmu dulu tidak, Elea. Sembarangan menyebut colak colok, kau pikir aku ini apa, hah!" kesal Levi sambil memelototkan mata ke arah Elea yang tengah menatapnya seperti bocah limat tahun yang tidak mengenal dosa.
"Sudahlah, Kak. Marah-marahnya di tunda dulu. Lebih baik sekarang kau hadapi saja ulat bulu itu. Lihatlah, ekpresi wajahnya songong sekali. Memangnya kau tidak emosi ya?"
Melihat dua tamu tak di undang yang malah sibuk berbisik-bisik sendiri di depannya membuat Altez menjadi sangat kesal. Dia yang di datangi oleh mereka, tapi dia juga yang terlihat seperti orang asing. Tak ingin terus merasa aneh sendirian, Altez akhirnya menanyakan pada Elea tentang maksud kedatangannya kemari.
"Elea, sekarang tolong jelaskan padaku apa maksud kedatanganmu membawa ulat beracun ini ke kamarku? Apa kau masih belum puas juga setelah tadi mempermalukan aku di hadapan Tuan Muda Gabrielle? Iya?"
"Iya," jawab Elea jujur. Dia sengaja berkata seperti itu agar bisa memantik kekesalan di diri Altez.
__ADS_1
"Kau!"
"Heiii, cepat turunkan jari telunjukmu dari wajah makhluk kecil ini atau aku akan menggigitnya sampai putus. Mau kau!" teriak Levita emosi saat Altez menunjuk wajahnya Elea.
Kesal karena ucapannya tak di dengarkan, Levita dengan marah menarik rambut Altez yang melambai-lambai seolah sedang mengejeknya. Dan karena serangan mendadaknya itu, Levita dan Altez akhirnya terlibat satu pertengkaran hebat tepat di depan pintu kamar hotel.
"Awwwhhh, singkirkan tanganmu dari atas kepalaku, bodoh. Itu kekerasan namanya!" jerit Altez kesakitan.
"Tidak semudah itu jika ingin lepas dari seranganku, kau wanita gatal. Ini akibatnya kalau kau berani main mata dengan pria kami. Cihh, dasar kecoa busuk. Rasakan pembalasan dari kami berdua!" sahut Levita semakin gila melakukan serangan pada Altez. Dia kemudian menoleh ke arah Elea yang malah bertepuk tangan dengan begitu gembira. "Yakk kau makhluk kecil, apa yang sedang kau lakukan, hah? Cepat bantu aku menarik rambut ulat bulu ini."
"Tapi aku lelah, Kak Levi. Kau saja ya, biar aku yang bertugas memberikan semangat untukmu!"'sahut Elea dengan entengnya.
Levi langsung menyeringai jahat begitu mendengar jawaban Elea yang sangat amat sangat menyakitkan hati. Kesal, tapi percuma juga. Ini adalah Elea, wanita dengan segudang kebodohan yang selalu saja membuat darah di tubuh Levi mendidih.
"Aku bilang lepaskan rambutku. Kau dengar tidak!" teriak Altez.
"Bukan kami, Kak Levi. Tapi kau saja. Aku kan tidak ikut menyerang Nona Altez!" ucap Elea tak ingin ikut di salahkan.
Brengsek. Kenapa perempuan mungil ini malah angkat tangan dan melarikan diri dari masalah? Kalau begini namanya aku yang di jebak. Woaahhh, kau benar-benar rubah yang sangat licik, Elea.
Keributan yang terjadi antara Levita dengan Altez akhirnya menarik perhatian beberapa tamu yang datang menginap. Salah satu dari mereka kemudian menghubungi pihak hotel agar segera melerai pertengkaran tersebut. Elea yang sadar kalau pertengkaran lucu tersebut akan segera berakhir, pun tanpa ragu menambahkan api agar keributan antara pelakor bersertifikat halal dan calon bibit palakor kian memanas. Suka, Elea benar-benar suka dengan keramaian ini.
Hehehe, kapan lagi aku bisa memanfaatkan pengantin baru yang gagal menikmati malam pertamanya? Kau benar-benar sangat beruntung, Kak Levi.
"Permisi Nona-Nona. Maaf, ini ada masalah apa? Kenapa kalian membuat kegaduhan yang membuat tamu lain menjadi tidak nyaman?" tanya salah seorang security. Wajahnya terlihat sangat tidak bersahabat melihat keributan yang sedang terjadi.
"Jangan ikut campur masalah kami. Karena ini adalah urusan antar sesama pelakor. Benar tidak, Elea?" tanya Levita tanpa melupakan tarikan tangannya di rambut Altez.
"Benar sekali, Paman security. Kedua perempuan ini adalah pelakor yang sedang mengincar kekasihku. Jadi tolong berikan waktu untuk mereka menyelesaikan masalah. Boleh kan, Paman?"
__ADS_1
Pertengkaran antara Levita dan Altez langsung terhenti begitu Elea mengatakan kalau mereka adalah dua orang yang sedang memperebutkan satu pria. Marah, itu sudah pasti. Bagaimana tidak. Altez tiba-tiba di serang oleh orang asing setelah di tuduh ingin merebut pria mereka. Ya meskipun memang benar kalau awalnya Altez ingin menggoda Gabrielle. Namun semua itu gagal setelah dia tahu kalau Gabrielle ternyata sudah memiliki kekasih. Dan Levita, kedatangannya ke hotel ini adalah untuk memberi peringatan pada si ulat bulu agar posisinya tetap aman, bukan untuk memperebutkan pria tengik itu. Tapi Elea, oh my god. Apa makhluk kecil ini sedang menjual namanya?
"Security, tolong seret kedua wanita ini pergi dari depan kamarku. Aku sama sekali tidak mengenal siapa kedua wanita ini. Mereka tiba-tiba datang bertamu kemudian menyerangku sampai seperti ini. Tolong bawa mereka pergi dari sini sekarang juga. Aku ingin istirahat!" ucap Altez mengadukan sikap bar-bar yang dilakukan oleh temannya Elea. Dia kemudian mengernyit saat tarikan di kepalanya kian menguat.
"Nona, tolong lepaskan tarikan tangan anda di kepala Nona ini. Beliau adalah tamu di hotel ini, kami yang bertanggung jawab atas keamanan dan juga kenyamanannya selama menginap di sini. Harap Nona bisa bekerjasama dengan baik atau kami akan memanggil pihak berwajib untuk membawa anda dan teman anda pergi dari sini!" tegur si security dengan tegas.
Elea segera berbisik dan mengajak Levita untuk segera pergi dari sana sebelum para polisi datang menjemput mereka berdua. Dia bukan takut, tapi hanya malas saja.
"Ayo kita pulang, Kak."
"Tapi ulat bulu ini bagaimana?" bisik Levi. Kini dia sudah melepaskan jambakannya.
"Biarkan saja. Nanti aku akan minta Ibu Liona memberikan pelajaran padanya. Sekaligus melaporkan Kak Iel supaya nanti dia di hukum."
Seperti mendapat jackpot, Levi langsung bersedia untuk di ajak pulang. Hatinya menjadi jauh lebih tenang setelah Elea memberitahu kalau akan melaporkan Gabrielle pada Bibi Liona.
Hehehe, mampus kau, Gabrielle. Rasakan. Hahaha.
πππππππππππππππππ
...Gengss, emak lagi liburan di Lampung nih. Maaf ya kalau sering terlambat update. Lagi quality time bareng keluarga setelah hampir 2 tahun nggak balik kampung karena korona. Oh ya, kalo ada yg tinggal di lampung, besok pagi emak mau jalan2 ke Pantai Mutun nih. Siapa tahu ada yang mau ketemuan. Hehehe...
...πJangan lupa vote, like dan comment...
...ya gengss...
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...
__ADS_1