Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Teguran Dan Nasehat


__ADS_3

Bugghh bugghhhh


"Brengsek! Berani-beraninya kalian membodohiku. Kalian tahu tidak gara-gara kebohongan kalian aku sampai tidak bisa tidur semalaman. Aku sangat takut Elea kenapa-napa. Tahu tidak, hah!" amuk Gabrielle dengan wajah di banjiri air mata.


Reinhard meringis menahan sakit setelah mendapat bogem mentah di perutnya. Sedangkan Jackson, pria itu hanya diam saja tanpa menunjukkan ekpresi kesakitan. Baginya pukulan Gabrielle sangatlah tidak berasa karena dia sudah pernah merasakan siksaan yang rasanya seribu kali lebih menyakitkan daripada pukulan ini.


"Sshhh, pukulanmu kenapa sakit sekali sih, Gab. Bagaimana kalau pukulan tadi membuat ginjalku berpindah. Mau kau bertanggung jawab?" protes Reinhard.


"Pukul balik saja, dokter. Aku tidak keberatan kok," celetuk Elea yang sukses membuat Gabrielle, Reinhard, Jackson dan juga Levi terdiam syok.


Wanita hamil ini benar-benar ya.


"Ekhmm, Gabrielle, Elea, acara ini masih belum berakhir. Bisa tolong jangan sibuk sendiri dulu tidak?" tegur Liona lembut.


"Bu, Elea hamil. Tiga!" ucap Gabrielle setelah menyeka air mata di wajahnya. Dia benar-benar tidak peduli meski lenza kamera terus menyoroti dirinya. Masa bodo, dia sedang bahagia sekarang.


"Dan kau adalah orang terakhir yang mengetahuinya," sahut Liona seraya berjalan mendekat ke arah Elea. Dengan sangat lembut Liona membelai perut sang menantu di mana ketiga cucunya sedang tumbuh. "Selamat ya, sayang. Kejutanmu kali ini membuat semua orang menjadi jantungan. Karena sekarang kau tidak hanya membawa dirimu seorang, bagaimana kalau mulai malam ini kau tinggal di rumah Ibu saja. Ibu khawatir kau membutuhkan sesuatu di saat Gabrielle sedang tidak ada di rumah."


"Aku sih mau-mau saja, Bu. Asalkan aku di carikan teman kecil yang nantinya akan menjadi saudara anak-anakku," jawab Elea.


"Teman kecil?"


"Iya. Lan kan sudah agak tua, aku takut dia tidak sanggup mengasuh ketiga kurcaci ini nanti. Jadi aku mau ada yang baru. Begitu!"


"Hansen!"


"Iya, Nyonya!"


"Segera carikan teman baru untuk Lan. Harus yang bagus dan masih bayi. Berapapun harganya, bayar!" perintah Liona.


"Baik, Nyonya. Saya permisi."


Para tamu yang masih ada di sana langsung menelan ludah mendengar keinginan wanita yang baru saja mengumumkan kehamilannya itu. Sungguh, keinginannya benar-benar sangat mengerikan. Bukan hal tabu lagi kalau keluarga Ma di kenal sebagai keluarga penyayang binatang buas karena di istana mereka terdapat seekor harimau putih yang bernama Lan.


"Kakak ipar, selamat ya," ucap Grizelle seraya memeluk kakak iparnya. Dia langsung melepaskan pelukannya ketika ada seseorang yang menarik rambutnya dari arah belakang.


"Apa-apaan kau ini, Kak!"


"Jangan memeluk istriku terlalu kuat. Nanti bayi kami tergencet tubuhmu!" ucap Gabrielle penuh peringatan.

__ADS_1


"Lihatlah, Bu. Pria ini kumat lagi!" protes Grizelle kesal.


Gabrielle acuh. Dia kemudian berjongkok, menepuk sebelah pahanya sambil menatap lembut ke arah Elea.


"Apa apa, Kak?" tanya Elea.


"Kau sedang hamil, sayang. Jangan berdiri terlalu lama, itu tidak baik. Duduklah di sini," jawab Gabrielle penuh perhatian.


"Oh, aku pikir Kak Iel ingin aku mematahkan kaki milik Kakak. Ternyata ingin memintaku untuk duduk. Hehehe."


"Pffttt, hahahahaha!"


Levi tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Elea. Dia secepat kilat menutup mulutnya saat menyadari kalau kamera tengah menyorot wajahnya hingga terpampang nyata di layar besar yang terpasang di dalam hotel ini. Sangat sialan.


"Putri Ibu, selamat ya, sayang. Akhirnya sebentar lagi kalian akan segera memiliki momongan. Ibu bahagia sekali mendengarnya," ucap Yura sembari mengelus rambut putri bungsunya. Rasanya masih sedikit sulit untuk di percaya.


"Terima kasih banyak, Ibu. Oh ya, apa Ibu tidak berniat memberikan hadiah untukku?" tanya Elea.


"Memangnya apa yang kau inginkan, hm?"


"Kartu hitam saja, Bu. Setelah ini kan aku akan mempunyai banyak anak, jadi biaya pengeluaran kami akan semakin bertambah besar. Begitu."


"Iya, Bu."


Setelah itu Ares meminta pembawa acara untuk mengumumkan pada para tamu undangan agar kembali mencicipi jamuan yang ada. Dia lalu tersenyum kecil melihat Tuan Muda-nya yang tengah menatap sang Nyonya tanpa kedip. Sebagai orang yang selama ini selalu berada di sampingnya, Ares tentu saja bisa merasakan betapa pria ini begitu sangat amat bahagia. Terlebih lagi Tuan Muda-nya akan memiliki tiga orang anak sekaligus. Jika pun Ares yang ada di posisi tersebut, dia pasti akan bertingkah seperti orang gila. Bayangkan, satu anak saja sudah membuat seseorang bahagia luar biasa. Dan ini tiga sekaligus. Benar-benar berkah yang sangat luar biasa.


"Ada apa, Kak?" tanya Elea saat menyadari kalau sejak tadi suaminya terus saja menatapnya.


"Sayang, terima kasih sudah memberikan kado yang begitu istimewa di hari ulang tahunku. Aku mencintaimu," jawab Gabrielle masih dengan kebahagiaan yang membuncah. Dia sampai tidak bisa melepaskan pandangannya dari wajah Elea.


"Kado ini di luar rencanaku, Kak Iel. Kalau saja Kakak tidak meminta Kak Jackson dan dokter Reinhard untuk datang memeriksaku, mungkin sampai sekarang aku juga tidak tahu kalau di dalam perutku ada calon anak-anak kita," sahut Elea. "Aneh ya, Kak. Kedatangan kurcaci-kurcaci ini sama sekali tidak aku rasakan. Mereka muncul tiba-tiba."


"Tidak apa-apa. Yang terpenting sekarang kita semua sudah tahu kalau kau sedang hamil. Dengan begini kita semua bisa menjaga kalian dengan sebaik mungkin."


"Iya juga ya."


Saat Elea sedang asik mengobrol dengan suaminya, tiba-tiba dia teringat dengan taman yang dia buat di hotel ini. Elea kemudian meminta suaminya untuk pergi mengantarkannya ke taman tersebut.


"Ny-Nyonya E-Elea!"

__ADS_1


Dengan wajah pucat pasi Zevana memberanikan diri untuk bicara pada wanita yang sebelumnya pernah dia maki-maki. Jantungnya serasa ingin terlepas dari tubuhnya begitu dia tahu kalau wanita pemilik taman ini ternyata adalah istri dari pemilik hotel. Siapalah yang tidak takut seperti akan mati setelah sadar kalau baru saja mencari masalah dengan orang yang salah. Dan begitulah yang sedang di rasakan oleh Zevana sekarang.


"Em, kau bukannya orang yang waktu itu mengatai kalau tamanku ini sangat murahan ya?" tanya Elea pura-pura tidak ingat.


"B-benar, N-Nyonya. Saya-saya minta maaf karena sudah bicara sembarangan waktu itu. Saya tidak tahu kalau Nyonya adalah istri Tuan Muda Gabrielle. S-saya minta maaf," jawab Zevana gemetaran.


"Nona Zevana!"


Suara Elea terdengar begitu rendah saat menyebut nama wanita ini. Dia sedikit tidak suka mendengar caranya meminta maaf.


"Y-ya, Ny-Nyonya."


"Jika aku bukan istrinya Kak Iel, apa artinya kau tidak akan meminta maaf?" tanya Elea dingin. "Sikap yang kau tunjukkan kemarin sangatlah tidak patut untuk dimiliki oleh seseorang yang berhubungan dengan banyak orang. Matamu terlalu tamak, karena kau hanya mau menghargai orang-orang yang memiliki pangkat dan status saja. Kau jangan lupa kalau sebelum kau mencapai titik kesuksesan seperti sekarang, kau juga pernah berada di titik bawah seperti yang lain. Apa aku benar?"


Zevana tertegun. Setelah itu dia mengangguk pelan. "Benar, Nyonya."


"Berubahlah. Jadilah manusia yang bisa memanusiakan orang lain. Karena saat kau meninggal nanti, kau tidak akan mungkin bisa mengangkat petimu sendiri. Jadi aku harap kau jangan pernah lagi menganggap rendah orang-orang yang berada di bawahmu. Kita semua sama di mata Tuhan, hanya perilaku kita yang membedakan. Paham?"


"Paham, Nyonya. Sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan yang sudah saya lakukan. Dan saya berjanji ke depannya akan mulai belajar membenahi sikap dan prilaku saya. Terima kasih atas teguran dan nasehat berharga ini, Nyonya Elea!" sahut Zevana legowo mengakui kekhilafannya.


Elea mengangguk. Setelah itu dia kembali asik dengan bunga-bunga lucu yang ada di taman buatannya. Tak lupa juga Elea menyapa patung anak kecil yang masih saja mengucurkan air dari burungnya.


Cup


"Sayang, kau yang terbaik!" puji Gabrielle bangga.


"Tentu saja aku yang terbaik. Kan aku istrinya Kak Iel," sahut Elea sambil tersenyum manis.


Gabrielle terkekeh mendengar cara Elea membanggakan diri. Selalu saja dia di buat terpukau oleh sisi dewasa yang dimiliki oleh istrinya ini. Membuat Gabrielle semakin jatuh cinta setiap harinya.


Terima kasih banyak karena kau sudah mengirimkan Elea di hidupku, Tuhan. Aku janji akan menjaga dan melindunginya dengan baik sampai aku mati.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


GENGSS... PESONA SI GADIS DESA CRAZY UP. BANTU BOM KOMENTAR YA BIAR EMAK UP SAMPAI HABIS. EMAK TAKUT DI SERANG SAMA PASUKAN FELUR, JADI MEMUTUSKAN UNTUK KEMBALI UP DI SINI. BOM KOMENTAR SEBANYAK MUNGKIN Y 🙏


📢 GENGS, SEKEDAR PEMBERITAHUAN. BAGI YANG IKUT GIVEAWAY, TOLONG DI PAHAMI PERSYARATANNYA YA AGAR NANTI PAS PEMILIHAN PEMENANG KALIAN NGGAK SALAH PAHAM. SEKALI LAGI DI BACA BAIK-BAIK YA, TERIMA KASIH 💜


__ADS_1


__ADS_2