Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Ratu Yang Sesungguhnya


__ADS_3


πŸ“’JANGAN LUPA BOM KOMENTAR BESTIE DI NOVEL My Destiny (Clara & Eland) πŸ’œ


πŸ“’JANGAN LUPA JUGA BOM KOMENTAR BESTIE DI NOVEL Pesona Si Gadis Desa πŸ’œ


πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—


Seluruh penjuru Negara N di gemparkan oleh siaran live yang menayangkan kemunculan perdana dari tiga pewaris keluarga Ma. Baik masyarakat yang pernah menerima ataupun belum pernah merasakan kebaikan dari keluarga ini tampak membanjiri ucapan doa dan selamat di salah satu situs media sosial yang juga tengah menayangkan kabar bahagia tersebut. Sungguh, hadirnya baby BKF di sambut dengan penuh suka cita oleh semua orang. Seakan menyiratkan kalau ke depannya nanti mereka akan membawa banyak keberkahan bagi banyak orang. Namun, takdir siapalah yang tahu. Karena di setiap perbuatan akan selalu ada karma yang mengikuti. Entah itu karma baik atau karma buruk, yang jelas dari garis keturunan pemilik karma tersebut pasti akan ada satu yang menerima getahnya. Dan di antara satu dari ketiga pewaris keluarga Ma, akan ada yang menanggung karma yang berasal dari air mata kutukan di masa lalu. Lalu siapakah dia? Tolong yang ngikutin wa emak, Instagram emak, Dan Facebook emak, jawab di sini ya. Emak males ngetiknyaπŸ˜…


"Tuan Gabrielle, di antara Tuan Muda Bern dan Tuan Muda Karl, siapa yang akan meneruskan kursi kepemimpinan anda nantinya?" tanya salah seorang wartawan.


"Tentu saja putriku Flowrence yang akan menggantikan!" jawab Gabrielle tak memihak. Sengaja dia menjawab seperti itu agar para wartawan ini tidak terus-terusan mengulik dan membuntuti kehidupan putranya.


Suasana langsung berubah hening setelah Gabrielle mengatakan kalau yang akan menjadi penerusnya adalah baby Flow. Sedangkan di salah satu meja, ada seorang wanita yang sedang ternganga kaget saat mendengar hal tersebut. Siapa lagi kalau bukan Levita Foster, si pelakor halal yang sudah merangkap sebagai calon besannya Gabrielle dan Elea.


"Sekaya itu calon menantuku?" gumam Levita tak percaya.


"Sayang, kondisikan ekpresi wajahmu. Kamera ada di mana-mana, kan tidak lucu kalau mereka sampai menyorotmu yang sedang seperti ini!" tegur Reinhard pelan.


Levita menoleh. Dia lalu membelai pipi Oliver yang sedang berada di pelukan Reinhard. Bangga, itu sudah pasti. Rasanya tidak sia-sia Levita menerima Flow sebagai menantunya. Benar tidak man-teman?


"Oliver sayang, saat besar nanti Ibu tidak akan mengizinkanmu berdekatan dengan gadis selain Flow. Karena apa? Karena dia adalah sumber uang kita. Ibu bisa hidup enak jika mempunyai menantu sekaya Flowrence," ucap Levita tanpa mempedulikan di mana dia sedang berada sekarang.


Liona, Greg, Jackson, Kayo, Abigail, Mattheo, Bryan, Yura, dan masih banyak lainnya hanya bisa menghela nafas dalam-dalam melihat bagaimana Levita mencuci otak Oliver. Benar-benar tidak ada yang mampu menandingi keserakahan pelakor satu ini. Namun sayangnya tidak seorang pun juga yang tega mengambil tindakan untuk menghalau Levita yang begitu hobi berburu harta milik Gabrielle dan Elea. Mau bagaimana lagi. Jika di drama-drama televisi pelakor adalah musuh utama istri sah dan keluarganya, di sini justru istri sah lah yang begitu teramat menyayangi si pelakor. Ingin heran, tapi mereka adalah Levi dan Elea. Jadi ya sudah, semua orang hanya bisa menarik nafas saja ketika pelakor ini membuat ulah. Mereka enggan mencari masalah.


"Nyonya Elea, bisakah anda memberitahu di sekolah mana Tuan dan Nona Muda akan mengikuti pendidikan?"

__ADS_1


"Tentu saja di sekolah paling bagus yang ada di negara ini," jawab Elea. Tidak di sangka ternyata Elea begitu pandai bersandiwara, dia jadi terpikir untuk mengikuti kelas casting.


"Apakah nanti anda dan Tuan Gabrielle akan membebaskan baby BKF mengambil jurusan yang mereka sukai? Atau anda dan Tuan Gabrielle sudah menentukan masing-masing bidang untuk mereka?"


Sebelum menjawab, Elea menatap dalam ke wajah tiga anaknya. Bayi-bayi ini adalah mataharinya, jadi bagaimana mungkin Elea bertega hati mengekang kebahagian mereka? Itu mustahil.


"Tuan-Tuan, mereka ini masih bayi yang bahkan belum bisa membedakan mana orang yang bermuka dua dan mana orang yang benar-benar tulus menyayanginya. Jadi aku rasa pertanyaanmu tadi sedikit aneh jika di jawab sekarang. Aku sarankan kalian sebaiknya menunggu anak-anakku besar nanti. Kalau kalian belum mati, kalian pasti bisa mengetahui akan jadi apa mereka di masa depan. Oke?"


Para wartawan langsung menelan ludah begitu mendengar perkataan ibunya baby BKF. Bagaimana tidak. Perempuan mungil ini dengan blak-blakan menyebut tentang kematian di hadapan mereka. Sudah pasti kata-kata tersebut memberi efek syok terapi pada masing-masing orang yang mendengar.


"Kak Iel, bisakah kau meminta mereka agar memasukkan foto-foto kita yang bagus saja? Aku sedikit banyak makan tadi, wajahku pasti terlihat seperti bakpao kukus di dalam kamera mereka," rengek Elea mulai tak nyaman ketika para wartawan terlihat seperti sedang mengatur banyak pertanyaan yang menjebak.


Paham akan ketidaknyamanan di diri Elea, Gabrielle pun meminta nani mendekat untuk membantu membawa baby BKF menjauh dari sana. Setelah itu Gabrielle juga meminta Ares untuk maju, membantu memperingatkan para wartawan agar jangan keterlaluan dalam menerbitkan berita. Tak lupa juga mereka mengingatkan para wartawan tersebut agar tidak lagi meng-ekspos foto-foto Bern, Karl dan juga Flow selepas dari acara pesta malam ini.


"Jika ingin tetap hidup tenang dengan pekerjaan kalian yang sekarang, berusahalah untuk tidak memancing kemarahan Tuan Gabrielle. Mengerti?" ucap Ares dengan tegas.


"Kami mengerti, Tuan Ares."


"Kayo, kau mengompol ya?" tanya Elea saat tidak sengaja melihat cairan bening mengalir di sela-sela kakinya Kayo.


"Mengompol?"


Mata semua orang langsung tertuju ke arah kakinya Kayo. Dan benar saja. Lantai tempat dia berdiri kini sudah di genangi banyak cairan bening kekuningan. Kayo yang tidak merasa membuang air seni di sana pun sempat merasa heran. Namun sedetik kemudian teriakannya membuat semua orang menjadi panik seketika.


"JACKSON, AIR KETUBANKU PECAH. AKU MAU MELAHIRKAN!"


Abigail, Mattheo dan juga Fedo langsung membuang makanan yang sedang mereka nikmati begitu mendengar suara teriakan Kayo. Sedangkan Jackson, dia sampai menabrak pelayan yang sedang membawa minuman untuk para tamu saat Kayo berteriak kalau dia akan segera melahirkan.

__ADS_1


"Cepat bawa adikmu pergi ke rumah sakit, Fed!" perintah Mattheo dengan bibir gemetar.


"Biar aku saja yang membawa Kayo. Dia istriku, harus aku yang ada di sampingnya!" sahut Jackson sambil menahan pundak Fedo yang baru akan mendekat ke arah Kayo.


"Baiklah. Cepat sedikit, air ketubannya sudah pecah,"


Jackson mengangguk. Segera dia mengangkat Kayo ke dalam gendongan sebelum akhirnya membawanya pergi meninggalkan ruangan pesta. Sementara itu Levita yang baru saja kembali dari kamar mandi merasa sangat heran melihat orang-orang berkerumun. Dia kemudian pergi menghampiri Elea untuk menanyakan apa yang sedang terjadi.


"Syutt, ada apa ini? Kenapa semua orang berkerumun di sini?"


"Itu, Kak. Air ketuban Kayo pecah, dia akan segera beranak!" jawab Elea.


Plaaakkk


"Beranak beranak. Kau pikir Kayo itu kambing apa?" omel Levi. "Yang benar itu dia mau melahirkan, bukan beranak. Tahu tidak?"


"Iya-iya maaf. Aku tidak sengaja tadi karena tulang di lidahku tiba-tiba keseleo. Maklumlah, Kak. Namanya juga tulang muda," sahut Elea sembari mengelus bekas gaplokan si pelakor.


"Yakk, sejak kapan lidah mempunyai tulang? Atau jangan-jangan kau itu jelmaan titan yang mengalami sesuatu tidak seperti manusia pada umumnya? Hah?"


"Kak Levi, kau ini kenapa berlebihan sekali sih. Mana ada titan secantik aku, kalau titannya jelek dan pemarah sepertimu itu baru masuk akal. Benar tidak, nani?"


"B-benar, Nyonya," jawab nani gugup.


Nona Levita, tolong maafkan saya.


Levi hanya bisa berkomat-kamit setelah di katai seperti itu oleh Elea. Dan tak lama kemudian, pembaca acara memberitahu para tamu kalau sekarang sudah saatnya untuk Gabrielle dan Elea naik ke lantai berdansa. Levita yang memang sudah sangat menantikan moment ini pun segera meminta fotografer sewaannya untuk mengabadikan moment tersebut dengan sebaik mungkin. Dia ingin menyimpan moment ini sebagai satu dari sekian kenangan termanis yang ada dalam hidupnya.

__ADS_1


Elea-ku sayang, akhirnya kau bisa berdansa juga dengan pria yang begitu mencintaimu. Aku turut senang melihat kebahagiaanmu, sayang. Selamat untuk statusmu yang akhirnya di ketahui oleh dunia ya. Dan malam ini kau adalah ratu yang sesungguhnya. πŸ’œ


*****


__ADS_2