
Salah satu restoran siang ini dibuat gempar ketika sang manager mendapat telepon dari bawahan orang paling berpengaruh di negara ini. Orang tersebut mengatakan kalau restoran mereka akan di datangi oleh pewaris dari Group Ma yang datang bersama sang kekasih. Sontak saja kabar tersebut membuat manager restoran menjadi girang bukan kepalang. Dalam waktu singkat, restoran tersebut telah di sulap menjadi tempat yang begitu indah. Para pelayan yang ada di sana nampak tergopoh-gopoh ketika mengatur bunga-bunga di sekeliling ruangan. Sementara para tamu terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi. Hingga pada akhirnya mereka semua di usir keluar setelah manager restoran mengumumkan kalau tempat tersebut telah di booking oleh seseorang yang sangat berkuasa.
"Saya meminta maaf pada para tamu sekalian. Untuk itu saya akan menggratiskan semua makanan yang telah kalian pesan dan silahkan datang kembali sore nanti. Terima kasih."
Tak berselang lama setelah pengusiran itu, sang penguasa pun akhirnya tiba. Ares, dia dengan sigap mengatur anak buahnya untuk menghalau semua kamera yang ingin mengabadikan momen ini. Dia sudah menerima mandat penting kalau keberadaan sang nyonya masih harus di rahasiakan dari media.
"Kak, bukannya kita akan langsung pergi ke perusahaan ya? Kenapa sekarang kita malah tersesat di sini?" tanya Elea heran.
"Sayang, kita ini bukan sedang tersesat. Tapi kita sedang berada di depan sebuah restoran. Lihat, bukankah kau sangat suka dengan mie goreng yang ada di sini?" jawab Gabrielle sambil mengusap-usap lengan istrinya.
Kening Elea mengerut. Dia lalu memekik senang begitu membaca nama restoran tersebut. Sungguh, tempat ini memiliki kenangan indah yang sangat berkesan di hatinya. Dulu setelah Elea menikah, suaminya pernah membawanya datang kemari dan dia dibuat sakit perut gara-gara terlalu banyak memakan mie goreng yang di masak oleh koki di sini. Mengingat hal itu membuat Elea menjadi sangat terharu. Rupanya suaminya ini masih mengingat kejadian waktu itu.
"Ayo turun. Kau pasti sudah sangat tidak sabar ingin memakan mie goreng di sini kan?" ajak Gabrielle.
"Tapi Kak, apa aku sudah boleh memakannya? Sejak aku di operasi kan aku hanya boleh memakan makanan yang di atur oleh Kak Jackson dan dokter Reinhard. Bagaimana kalau setelah memakan mie goreng tiba-tiba ginjalku bocor? Aku tidak mau di operasi lagi, Kak!" ucap Elea merasa khawatir.
Gabrielle tergelak. Dia mengerjapkan mata untuk menyadarkan otaknya yang sempat bleng gara-gara ucapan Elea.
"Sayang, ginjalmu tidak akan bocor hanya gara-gara memakan mie goreng. Lagipula tadi Jackson sudah memberitahu kalau kau di perbolehkan untuk makan makanan lain. Tenang saja, Ares sebelumnya sudah memberitahu koki yang ada di sini untuk tidak sembarangan memasukkan bumbu ke dalam makananmu. Jadi kau jangan khawatir, oke?"
"Oh, begitu ya. Syukurlah, aku jadi tenang sekarang."
Setelah merasa aman, barulah Gabrielle dan Elea keluar dari dalam mobil. Gabrielle dengan posesifnya merangkul pinggang Elea sambil mengawasi keadaan. Dia sangat takut ada mata pria lain yang menatap tubuh istrinya.
"Selamat datang, Tuan Muda Gabrielle!" sapa sang manager tanpa berani mengangkat wajahnya. Dia sudah mendapat peringatan keras tadi.
"Jangan sekalipun kalian berani menatap wajah kekasih Tuan Muda Gabrielle kalau masih ingin tetap berada di negara ini. Terutama untuk kalian yang berjenis kelamin laki-laki. Tuan Muda sangat mencintai kekasihnya, dia tidak akan ragu untuk melubangi bokong kalian dengan timah panas jika kalian nekad melihat rupa kekasihnya. Paham?!"
"Kalian sudah tahu bukan makanan apa yang akan kami makan?" tanya Gabrielle sambil tersenyum puas melihat dekorasi yang ada di dalam restoran.
"Sudah, Tuan Muda. Dan untuk Nona, koki kami sudah menyiapkan bumbu khusus untuk mie gorengnya."
"Bagus. Kalau begitu masaklah. Waktu kami tidak banyak!"
"Baik, Tuan Muda."
"Em tunggu sebentar. Kak Iel, bolehkah aku berbicara dengan kokinya?" tanya Elea.
__ADS_1
"Bicara padaku saja, sayang. Nanti biar Ares yang menyampaikan pada koki itu," jawab Gabrielle siaga. Dia mana mungkin membiarkan Elea bicara dengan pria lain.
Ares menarik nafas. Sabar.
"Kalau begitu aku bicara pada paman ini saja ya?"
Gabrielle mengangguk.
"Paman, tolong katakan pada kokinya agar tidak memotong daun bawang dalam bentuk serong."
"Kalau boleh tahu kenapa tidak boleh, Nona? M-maaf jika saya lancang."
"Begini paman, ginjalku baru saja sehat. Aku khawatir daun bawangnya akan menusuk ginjal dan ususku jika di potong serong. Kan ujungnya akan menjadi runcing, dan itu sangat berbahaya untuk kesehatan usus-ususku. Begitu," jawab Elea kembali berbuat usil dengan mengerjai sang manager.
Dan benar saja. Begitu selesai bicara, tidak hanya si manager yang dibuat terheran-heran dengan alasan konyol Elea. Bahkan Ares pun ikut menjadi korban. Mereka sungguh tak habis pikir bagaimana bisa daun bawang yang di potong serong bisa menusuk organ tubuh manusia? Padahal kan sebelum masuk ke dalam perut daun bawang tersebut akan di kunyah terlebih dahulu. Sungguh, baru kali ini mereka mendengar permintaan yang sangat konyol.
"Ayo Kak kita cari tempat duduk!" ajak Elea tanpa merasa bersalah setelah membuat semua orang terdiam bodoh.
"Kau sungguh nakal, sayang!" bisik Gabrielle gemas. Dia bingung darimana istrinya bisa mempunyai pemikiran seperti itu. Sungguh unik.
"Tidak apa-apalah, Kak. Untuk hiburan saja supaya mereka tidak terlalu tegang. Sekalian untuk mengerjai manager itu karena caranya menjadi penjilat terlihat begitu jelas. Aku yakin para karyawan di sini pasti sudah mengalami penindasan waktu yang tidak adil darinya!"
"Sayang, kau baik-baik saja?" tanya Gabrielle sembari menarik kursi untuk Elea. Dia merasa ada yang tidak beres dengan kata-kata istrinya barusan.
"Tidak ada yang tidak baik jika ada Kakak di sisiku," jawab Elea menggombal.
"Apa kau sedang menggodaku?"
"Kakak saja yang mudah tergoda."
"Oh, kalau itu sudah pasti. Bahkan hanya mendengar nafasmu saja aku akan langsung tergoda, sayang," jawab Gabrielle kemudian mengambil setangkai mawar merah yang berada di dalam vas bunga. "Untuk permaisuri hatiku. Mawar merah yang indah, seindah senyum yang ada di bibirmu."
"Terima kasih, suamiku sayang. Bolehkah aku memberikan satu puisi untuk membalas keindahan bunga mawar ini?"
Mata Gabrielle langsung berbinar. Dia kemudian mengangguk dengan cepat.
"Di balik mega merah, aku bersembunyi.
__ADS_1
Dan di balik awan biru aku menuai rasa...
Wahai senja yang indah, tolong sampaikan
padanya kalau aku sangat mencintainya...
Katakan padanya kalau aku ingin
bersamanya untuk waktu yang sangat lama.
Cintaku, nafasku, ragaku, nyawaku, dan hidupku.
Tolong sampaikan pada Tuhan kalau aku ingin
tetap bersamanya sampai di alam keabadian π
Gabrielle speechless. Dia tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar bait puisi yang begitu penuh makna. Tak tahan, Gabrielle dengan cepat menarik wajah Elea kemudian mencium bibirnya lama. Dia baru melepaskan ciuman tersebut saat Elea mulai kehabisan nafas.
"Kalau kau berani membuat puisi seperti itu lagi, aku bersumpah akan menciummu sampai pingsan, sayang."
"Dan aku akan sangat menantikan ciuman seperti itu, Kak Iel. Jangan sungkan untuk melakukannya," sahut Elea tanpa ragu.
"Jangan mengeluh jika nanti aku benar-benar melakukannya," ucap Gabrielle gemas.
"Maka aku akan terus memintanya lagi dan lagi sampai aku berhenti mengeluh."
Gabrielle dan Elea sama-sama tertawa bahagia setelah itu. Mereka kemudian saling melemparkan godaan sampai dimana para koki datang membawakan makanan mereka. Dan begitu di periksa, ternyata bentuk daun bawangnya benar-benar tidak di potong serong. Sepertinya manager restoran ini masih tidak menyadari kejahilan yang telah Elea lakukan. Sungguh lucu.
πππππππππππππππππ
GENGSSS... NOVEL EMAK YANG UDAH HIATUS LAMA KEMBALI DI UP YA. JUDULNYA MY DESTINY ( CLARA & ELAND). Silahkan klik profil emak ya, nanti novelnya pasti muncul. Jangan lupa mampir π
...πJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss...
__ADS_1
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...