Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Kepompong


__ADS_3

"Selamat pagi, Nyonya," sapa Nun sembari menundukkan kepala ketika sang nyonya berjingkat-jingkat keluar dari dalam kamar.


Elea yang tidak tahu kalau Nun ada di depan kamarnya hampir menjerit kaget ketika kepala pelayan ini tiba-tiba melayangkan sapaan. Sambil mengelus dada, Elea memberi sedikit ultimatum kepada Nun yang masih betah menundukkan kepalanya.


"Pak Nun, lain kali tolong beri tanda kalau kau ada di sini. Jangan seperti makhluk astral yang tiba-tiba muncul. Bagaimana jika seandainya tadi jantungku terlempar keluar dari mulut karena kaget mendengar sapaanmu? Kak Iel pasti akan langsung mematahkan gigimu."


Haa?? Apa iya ada jantung yang bisa melompat keluar dari mulut hanya karena terkejut? Seperti biasa, Nyonya. Anda telah membuat saya berpikir keras di pagi-pagi buta begini.


"Ekkhmmm, saya minta maaf atas sikap barusan, Nyonya. Lagipula apa yang sedang Nyonya lakukan tadi? Kenapa Nyonya bersikap seperti seorang pencuri?" tanya Nun penasaran.


"Sssttt, jangan keras-keras, Pak Nun. Aku sengaja bangun pagi buta begini karena ingin bermain dengan Cuwee dulu sebelum berangkat ke kampus. Pak Nun tahu bukan kalau Kak Iel menganggap Cuwee sebagai musuh bebuyutannya? Dia bisa kerasukan kalau tahu aku datang ke kandangnya. Makanya sekarang aku mencuri-curi waktu supaya tidak ketahuan oleh Kak Iel. Begitu!" jawab Elea menjelaskan.


"Apa sekarang Tuan Muda masih tidur?"


Elea mengangguk.


"Aku sudah meninabobokannya tadi. Apa Pak Nun juga ingin ku ninabobokan seperti Kak Iel?"


"Terima kasih banyak atas tawarannya, Nyonya. Tapi maaf, saya tidak mengantuk," jawab Nun waspada. Dia mulai resah ketika melihat senyum aneh di bibir sang nyonya.


"Yakin tidak mau?" ledek Elea sambil tersenyum evil.


"Sebelum Tuan Muda bangun, anda sebaiknya segera pergi mengunjungi Cuwee, Nyonya," sahut Nun cepat-cepat mengalihkan pembicaraan sebelum menjadi korban kejahilan nyonyanya.


Bagaikan kilat, Elea langsung lenyap dari hadapan Nun. Dia benar-benar sedang berburu waktu sekarang. Nanti malam adalah malam yang sangat penting bagi Elea. Sebab itulah dia berniat mendatangi Cuwee untuk meminta restu darinya.


"Selamat pagi Paman-Paman semua!" sapa Elea pada segerombolan penjaga yang sedang asik menikmati kopi panas mereka.


Uhuk uhuk uhuk


Para penjaga yang ada di sana langsung tersedak begitu melihat kemunculan sang nyonya. Sebenarnya bukannya kemunculannya sih yang membuat mereka kaget setengah mati, melainkan pakaiannya. Ya, saat ini Elea memang masih memakai piyama tidur jenis sutra berwarna merah muda yang tidak memiliki lengan. Sudah pasti piyama tersebut tidak membungkus lengan Elea dengan baik. Dan bagi para penjaga, ini adalah petaka. Mata mereka bisa terancam di donorkan jika Tuan Muda mereka sampai mengetahui hal ini.


"S-selamat pagi, Nyonya Elea," sahut para penjaga sambil membelakangi sang nyonya. Mereka begitu takut ketahuan karena di setiap sudut rumah ini di awasi oleh kamera CCTV.


"Eh, kenapa kalian semua membelakangi aku. Aneh sekali."


Meski keheranan melihat sikap para penjaga, Elea memutuskan untuk tidak mengganggu mereka lagi. Dia segera berjalan cepat menuju kandangnya Cuwee sambil bersenandung kecil.


"Halo Cuwee... Waahhh, kau sudah bangun ternyata!" ucap Elea begitu sampai di dekat kandangnya Cuwee. "Pagi-pagi buta begini apa yang sedang kau lakukan? Memangnya kau tidak mengantuk? Atau jangan-jangan kau semalaman begadang ya? Lihat, bola matamu menghitam."


Cuwee yang tidak tahu apa-apa hanya meringkik pelan ketika si tuan terus mengajaknya bicara. Dia tak berhenti menggerak-gerakkan ekor saat Elea memberinya makanan.

__ADS_1


"Uhhh, manisnya."


Sementara itu di dalam kamar, Gabrielle yang baru saja terjaga dari tidurnya menjadi kelabakan karena tidak menemukan keberadaan Elea di ranjang. Khawatir istrinya melarikan diri, dia segera berlari keluar untuk mencarinya.


"Selamat pagi, Tuan Muda!" sapa Nun.


"Elea hilang!" sahut Gabrielle panik.


Nun berdehem pelan. Sebentar lagi pasti akan segera terjadi perang dunia ketiga begitu dia memberitahukan dimana keberadaan perempuan nakal itu.


"Nyonya Elea tidak hilang, Tuan Muda. Sekarang beliau sedang pergi mengunjungi kandangnya Cuwee."


Brraaakkk


"Sialan. Pagi-pagi buta begini beraninya dia menculik Elea dari kamarku. Kau cari mati, Cuwee!" amuk Gabrielle sambil menutup pintu kamar dengan sangat kuat.


Luar biasa, moodnya Gabrielle langsung rusak di karenakan oleh seekor kuda. Bayangkan, sesedih inikah nasib seorang Gabrielle yang harus kalah pada seekor binatang? Harusnya saat dia membuka mata wajah cantik Elea-lah yang pertama kali dia lihat. Tapi kenapa perempuan itu malah pergi mengunjungi kandang pria lain? Ini benar-benar senjata makan tuan namanya. Dia yang membeli Cuwee, dia juga yang terkena imbasnya.


"Sayang!" panggil Gabrielle begitu tiba di area milik kuda sialan itu.


Elea menoleh. Dia tersenyum sembari memperlihatkan senyum tanpa dosa. Nun yang melihat senyum tersebut hanya bisa diam membisu. Bisa-bisanya sang nyonya bersikap setenang ini di saat Tuan Muda-nya sudah kerasukan jin lima benua. Entahlah, Nun tidak tahu lagi harus berkata apa. Dia angkat tangan, tak mampu menghadapi sikap polos nyonyanya.


"Nun!"


Gabrielle meradang.


"Ya, Tuan Muda."


"Ambilkan selimut. Harus yang tebal!"


Nun mengangguk. Setelah itu dia bergegas masuk ke dalam rumah. Nun tentu saja tahu apa yang menyebabkan Tuan Muda-nya menjadi sangat emosi. Tak ingin membuat suasana semakin memanas, Nun segera melakukan tugasnya dengan sangat cepat. Dia kembali sambil membawa selimut tebal seperti yang di inginkan oleh Tuan Muda-nya.


"Ini selimutnya, Tuan Muda."


Dengan cepat Gabrielle menyambar selimut dari tangan Nun kemudian berjalan menghampiri istrinya. Dia lalu membungkus tubuh Elea dengan sangat rapat hingga tinggal menyisakan kepalanya saja. Setelah itu Gabrielle memicingkan mata ke arah Cuwee. Dia benar-benar sangat ingin mendepak keluar binatang ini dari rumahnya.


"Kak Iel, kenapa kau membuatku jadi kepompong?" tanya Elea sambil menggeliatkan badan.


"Itu hukuman karena kau sudah berani pamer aurora di hadapan laki-laki lain," sahut Gabrielle sambil menghela nafas panjang. Dia puas sekali melihat tubuh Elea terbungkus rapat seperti ini.


"Aku tidak melakukan hal seperti itu, Kak Iel. Aku sudah menjaga auroraku dengan sangat baik," ucap Elea yang masih belum menyadari apa kesalahannya. "Tolong lepaskan aku dulu, Kak. Aku ingin menyuapi Cuwee makanan."

__ADS_1


"Nun, hari ini Cuwee akan diet. Itu hukuman karena sudah berani membuat istriku keluar dengan pakaian terbuka."


Setelah berkata seperti itu Gabrielle langsung membopong tubuh Elea kemudian membawanya masuk ke dalam rumah. Sesekali dia menabok bokong istrinya yang sangat nakal ini.


"Kalau besok-besok kau masih berani pergi menemui Cuwee di pagi-pagi buta begini, aku tidak hanya akan membungkusmu seperti kepompong saja, sayang. Tapi juga akan memasang alarm di tubuhmu supaya aku langsung tahu kemana kau pergi melarikan diri!" ancam Gabrielle ketika berada di dalam lift.


"Tapi kan tadi aku sudah meninabobokan Kak Iel. Dadaku bahkan masih pegal sampai sekarang. Lagipula kenapa sih Kak Iel bangunnya cepat sekali? Padahal aku belum selesai curhat pada Cuwee," sahut Elea yang tidak berdaya dalam balutan selimut tebal.


"Meninabobokan dan melarikan diri itu beda cerita, sayang. Pokoknya aku tidak mau tahu. Setiap bangun tidur kau harus ada di depan mataku. Titik!"


"Kalau aku meninabobokan Kak Iel dengan cara yang lain bagaimana? Apa boleh aku pergi menemui Cuwee?"


"Cara lain? Apa itu?" tanya Gabrielle penasaran.


Bukannya menjawab, Elea malah menyeringai. Dia bahkan tidak berani membatin karena takut suaminya tahu tentang rencananya nanti malam. Gabrielle yang tidak mendengar jawaban apapun tak mau ambil pusing. Dia segera masuk ke dalam kamar begitu keluar dari lift kemudian membaringkan tubuh Elea ke atas ranjang.


"Dasar gadis nakal. Suka sekali membuat orang terbakar api cemburu. Lain kali jangan begini lagi ya? Aku tidak suka bangun tanpa ada kau di sini. Paham?" bisik Gabrielle sambil memeluk tubuh Elea dengan sangat erat.


"Paham sedikit, Kak Iel," canda Elea.


"Sedikit?"


"Hehe, aku bercanda. Ya sudah, ayo kita tidur. Mau di ninabobokan lagi tidak?"


"Tidak usah. Kan tadi kau bilang kalau dadamu masih terasa pegal. Buat besok pagi saja ya?"


"Ya sudah kalau begitu."


Dan akhirnya Gabrielle dan Elea pun kembali terlelap. πŸ’œ


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...Hayooo... Ada yang tahu nggak nih meninabobokan yang di maksud oleh Elea? Kalau tahu tulis di kolom komentar ya 😝😝😝...


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2