
"Res," ....
Cira dengan lembut memanggil suaminya yang tengah merajuk. Dia merasa bersalah, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Sepulangnya Ares dari kantor, entah apa yang terjadi tiba-tiba saja suaminya ini langsung menyeretnya masuk ke dalam kamar. Cira yang paham kalau Ares tengah bergairah tanpa sengaja menendang perutnya. Bukannya apa, saat ini dirinya sedang dalam keadaan tidak boleh berhubungan, alias tengah datang bulan. Namun karena Ares terlihat seperti sudah tidak bisa menahan n*fsu terpaksa Cira melakukan hal itu. Dan alhasil, beginilah mereka sekarang. Ares berbaring memunggunginya sejak mereka selesai makan malam.
"Res, maaf," ucap Cira lagi. Dia lalu mengguncang lengan suaminya pelan. "Maaf kalau perbuatanku tadi sudah menyakitimu. Aku tidak sengaja."
"Tidurlah, ini sudah malam," sahut Ares masih bertahan dengan posisinya sekarang.
"Bagaimana mungkin aku bisa tidur kalau kau sendiri sedang emosi begini. Tolong maafkan aku, Res. Aku mohon."
Terdengar helaan nafas panjang dari mulut Ares saat Cira tak berhenti merengek. Sebenarnya Ares bersikap seperti ini bukan karena marah, melainkan karena dia sedang menenangkan juniornya yang tidak mau mengalah. Rasanya sungguh sakit, apalagi dia sudah menahannya sejak masih berada di kediaman Tuan Muda Gabrielle. Sungguh, ini adalah cobaan yang sangat berat untuk Ares. Selain hanya tidak mendapat jatah malam ini, dia di haruskan berpuasa hingga beberapa hari ke depan. Benar-benar ujian yang sangat menyiksa batin.
"Res, maaf," rengek Cira lagi.
"Sayang, kenapa kau terus meminta maaf sih. Kau itu tidak salah," sahut Ares yang akhirnya berbalik badan. Lama-lama dia kasihan juga pada istrinya ini.
"Kau mengacuhkan aku, Res. Aku takut kau marah gara-gara masalah tadi."
Sebagai seorang istri, Cira sangat paham akan tugasnya. Akan tetapi malam ini dia benar-benar tidak bisa melakukannya. Kodrat sebagai seorang perempuan tengah datang bertamu, jadi dia dengan sangat berat hati menolak keinginan sang suami yang ingin meminta haknya.
"Aku diam bukan karena marah, sayang. Melainkan karena aku sedang berjuang untuk menjinakkan dia," sahut Ares seraya menunjuk ke arah bawah.
__ADS_1
"O-oh, jadi bukan karena tadi aku menendangmu?" tanya Cira dengan pipi bersemu. Rasanya sungguh malu saat matanya mengikuti arah yang di tunjuk oleh Ares barusan. Karena di sana terlihat jelas ada sesuatu yang menggunduk besar. Sesuatu yang biasanya akan membuat Cira gemetar dan juga lemasπ€£
"Em, bagaimana ya? Sebenarnya tendangan tadi cukup membuatku tersinggung. Tapi setelah tahu alasan kenapa kau melakukannya aku jadi malu sendiri. Maaf ya sudah membuatmu panik," jawab Ares kemudian menarik tubuh Cira agar berbaring di sampingnya. "Aku sudah menahan gairah sejak melihat keromantisan Tuan Muda dan Nyonya Elea tadi. Makanya saat kembali ke rumah aku seperti orang kesetanan. Aku sungguh tidak tahu kalau sekarang adalah jadwalmu datang bulan. Sepertinya aku mulai pikun karena usiaku tak lagi muda."
"Tidak masalah kalau kau sudah tua Res karena aku akan tetap mencintaimu. Lagipula bukan tugasmu juga untuk menghitung kapan masa periodeku akan datang. Jangan merasa bersalah, oke."
Cira tersenyum sembari mengusap-usap dada suaminya yang terus menarik nafas berat sambil memejamkan mata. Meski tidak tahu betapa sakitnya menahan gairah, tapi Cira bisa melihat kalau suaminya begitu tersiksa. Ingin rasanya Cira membantu, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya.
"Sayang, hari ini kau kemana saja?" tanya Ares mengalihkan pembicaraan. Aroma tubuh istrinya malah membuat gairah Ares semakin menggila.
"Aku ada di rumah Bibi Yura menemani Nyonya Clarissa mengurus pekerjaan, Res. Rencananya musim panas nanti beliau akan menggelar pagelaran busana di negara ini," jawab Cira. "Dan yang akan menjadi model utama dalam pagelaran tersebut adalah Nona Elea dan Nona Levita. Mereka berdua yang akan di dapuk sebagai brand ambassador untuk beberapa busana terbaru yang akan lounching di musim panas nanti."
Ini gawat. Bisa-bisa Tuan Muda-nya kerasukan raja setan jika mengetahui hal ini. Ares tentu saja tahu kalau jenis pakaian yang akan di tampilkan ketika musim panas sangatlah terbuka. Karena kebanyakan para penguasa mode akan beradu memperlihatkan karya mereka dalam bentuk bikini serta pakaian yang kekurangan bahan. Apa jadinya nanti jika benar Nyonya Elea harus tampil dengan pakaian seperti itu kalau ke kampus saja pakaian yang dia pakai adalah hasil pilihan tangan si banteng pencemburu itu. Baru membayangkannya saja bulu kuduk Ares sudah berdiri semua. Sungguh mengerikan.
"Memangnya ada yang salah ya jika Nyonya Clarissa meminta Nona Elea dan Nona Levita menjadi brand ambassador untuk pakaian yang akan di lounching?" tanya Cira bingung melihat ekspresi kaget di wajah suaminya.
"Sayang, kau tahu kan kalau Tuan Muda Gabrielle itu sangat posesif pada Nyonya Elea? Semuanya bisa kacau jika Nyonya Elea sampai mengenakan pakaian terbuka kemudian tampil di hadapan banyak orang. Kau tahu tidak, untuk pergi ke kampus saja Tuan Muda sendiri yang turun tangan langsung memilih pakaian untuk Nyonya Elea. Dari hal ini saja kita sudah bisa menyimpulkan kalau pilihan Nyonya Clarissa sangat tidak tepat. Mungkin jika untuk Nona Levita itu sama sekali bukan masalah karena dia sebelumnya adalah seorang model. Akan tetapi untuk Nyonya Elea... astaga, aku jamin pasti akan ada keributan besar nantinya. Lebih kau nasehati Nyonya Clarissa agar membatalkan niatannya untuk menjadikan Nyonya Elea sebagai model pakaian musim panas. Aku tidak mau beliau sakit hati jika Tuan Muda sampai marah gara-gara hal ini!"
Mulut Cira ternganga begitu mendengar jawaban suaminya. Sungguh, Cira tak habis pikir dengan kebucinan seorang Gabrielle yang begitu mendarah daging sampai pakaian Elea dia sendiri yang menyiapkannya. Baru kali ini Cira mendengar ada pria yang begitu terobsesi dengan wanitanya. Sangat aneh, tapi juga unik karena yang melakukannya adalah Gabrielle π
"Sayang, tolong bantu aku menyelamatkan diri ya. Aku tidak mau melihat Tuan Muda menggila gara-gara masalah ini. Ya?"
__ADS_1
"Ya ampun Res, kau ini ada-ada saja. Sebelum kau merengek padaku, Nona Elea sudah lebih dulu membicarakan hal ini dengan Nyonya Clarissa. Dia bilang hanya akan memakai pakaian yang sopan ketika peragaan busana di gelar, dan yang bertugas memakai bikini adalah Nona Levita. Dan alasannya pun sangat menarik. Membuat kami semua menjadi terpana dan semakin kagum pada Nona Elea,"
"Memangnya apa alasan Nyonya Elea? Dia tidak mengatakan sesuatu yang aneh-aneh kan?"
"Tidak, Res. Nona Elea hanya bilang kalau yang boleh melihat lekuk tubuhnya hanyalah Tuan Muda Gabrielle seorang. Dan dia lebih memilih untuk makan tidur di rumah jika tetap di paksa memakai bikini. Kata Nona Elea sekarang dia kaya raya, jadi tidak akan mempan meski di goda dengan sekoper uang dan setumpuk berlian. Begitu katanya," jawab Cira sambil tersenyum penuh kagum ketika mengingat percakapan Nona Elea dan Nyonya Clarissa.
Ares menarik nafas lega begitu di beritahu kalau Nyonya Elea telah memasang batasan untuk dirinya sendiri. Untung saja nyonya kecil itu menolak untuk tampil seksi. Jika tidak, maka matilah dia.
"Walaupun masih muda pemikiran Nona Elea sangat dewasa ya, Res? Dia begitu menghargai kehidupan rumah tangganya bersama Tuan Muda Gabrielle. Aku salut padanya."
Sayang, kau belum tahu saja seperti apa rasanya ketika berada di dekat Nyonya Elea. Apalagi jika sudah bersama Tuan Muda. Rasanya aku seperti berubah menjadi makhluk tak kasat mata dan juga selalu menjadi korban dari kata-katanya yang nyleneh, batin Ares seraya menarik nafas panjang-panjang.
πππππππππππππππππ
...πJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss...
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...
__ADS_1