
"Halo Nona Levita!" sapa Clarissa seraya tersenyum manis.
Levi yang saat itu sedang fokus memeriksa berkas langsung menoleh ke arah pintu saat ada yang menyapanya. Dia lalu membulatkan mata begitu melihat keberadaan neneknya Elea yang datang bersama Cira.
"Ya ampun, Nyonya Clarissa. Angin apa yang membawamu datang kemari? Astaga!" pekik Levi kaget. Dia bergegas menghampiri neneknya Elea kemudian mengajaknya duduk. "Cira, kau duduklah. Jangan sampai aku menarikmu untuk duduk di atas pangkuanku ya."
Cira terperangah. Dia yang tadinya sedang berdiri di samping Nyonya Clarissa langsung ikut duduk bergabung setelah mendapat ancaman yang membuat bulu kuduknya berdiri. Benar-benar wanita yang terus terang, begitu pikirnya.
"Nyonya Clarissa, gerangan apa yang membuatmu tersesat di perusahaanku? Apa kau ingin menanam saham di sini?"
"Tidak, Nona Levita. Aku ....
"Panggil Levi saja. Nanti lidahmu keseleo jika terus memanggilku Nona," sela Levi merasa kurang suka.
"Oh, begitu ya?" sahut Clarissa sambil terkekeh pelan. "Begini Levita, kedatanganku kemari adalah untuk membahas tentang pagelaran busana musim panas yang pernah aku janjikan pada kau dan Elea ketika sedang berada di Paris. Dan tahun ini rencananya aku akan menggelarnya di negara ini."
"Lalu?"
Jiwa modeling di diri Levi langsung mencuat. Dia sudah terbayang akan seperti apa model pakaian yang akan di peragakan ketika pagelaran tersebut berlangsung. Bikini, oh tidak. Levi sangat-sangat merindukan waktu dimana dia berlenggak-lenggok di atas karpet merah dengan lenza kamera yang menyoroti tubuhnya. Membayangkan masa-masa itu Levi jadi kegirangan sendiri.
"Aku berencana menjadikan kau dan Elea sebagai brand ambassador dari beberapa model pakaian yang akan di lounching bersamaan dengan peragaan busana nanti," ucap Clarissa.
"Oh, itu ide yang sangat bagus, Nyonya Clarissa."
Namun sedetik kemudian Levi memekik dengan cukup kuat begitu terpikir kalau Elea akan mengenakan bikini yang sudah pasti akan sangat terbuka.
"Ini bencana, Nyonya Clarissa. Acara yang kau gelar bisa-bisa di bakar oleh Gabrielle jika pria tengik itu sampai tahu kalau Elea akan turut andil di sana. Kalian pasti tahu bukan betapa posesifnya dia pada Elea? Jangankan memakai bikini, pria lain tidak sengaja melihat ke arah Elea saja dia sudah langsung kemasukan jin jahat. Apa jadinya nanti jika Gabrielle sampai melihat Elea memakai pakaian terbuka? Aku jamin dia pasti akan langsung kesurupan jin dari lima benua!" ucap Levi dengan raut wajah yang begitu serius. Dia pelakor yang sangat baik hati bukan?
__ADS_1
Cira dan Clarissa tertawa melihat reaksi Levi yang sedikit berlebihan. Mereka tentu saja sudah mengetahui hal ini bahkan sebelum datang kemari. Cira juga sempat mendengar penolakan Ares yang begitu panik saat mengetahui tujuan majikannya. Sepertinya keposesifan Gabrielle memang sangat berbahaya. Jadi lucu membayangkannya.
"Kau tenang saja, Levita. Sebelum ini Elea sudah memberitahuku kalau dia hanya akan tampil dengan pakaian tertutup. Elea sangat menjaga perasaan Gab, dia tidak mau tubuhnya di lihat orang lain karena itu akan sangat melukai harga diri suaminya. Dan untuk pakaian jenis bikini, Elea akan menyerahkan semuanya kepadamu. Katanya kau yang paling cocok memakai pakaian seperti itu," jelas Clarissa dengan sabar.
Hmmm, kenapa aku merasa ada yang tidak beres dengan niatan Elea ya? Ah, jangan-jangan makhluk kecil itu mempunyai niat terselubung. Tapi apa?
Clarissa memperhatikan Levita yang sedang diam berpikir. Wanita ini sangat cantik, tubuhnya juga sangat proposional untuk ukuran seorang model. Clarissa yakin kalau merk pakaiannya pasti akan langsung melambung tinggi jika Levita yang membawakannya. Dan kebetulan tema dari peragaan busana nanti sangat sesuai dengan perangai wanita ini yang super badas dan juga culas.
"Em Nyonya Clarissa, aku jadi curiga kenapa Elea memintaku untuk menjadi model dari semua bikini yang kau buat. Kira-kira dia merencanakan hal jahat apa ya di belakangku? Aku yakin sekali Elea pasti memiliki niat tersendiri untuk membuatku darah tinggi," tanya Levi curiga.
"Maksudnya bagaimana, Levita?" sahut Clarissa balik bertanya.
"Begini, Nyonya Clarissa. Kau tahu sendiri bukan kalau Elea itu sangat jahil dan nakal? Dia tidak akan mungkin merasa bahagia jika melihat orang lain dalam keadaan tenang, terutama aku. Dengan dia yang memintaku untuk memakai semua bikini itu, entah kenapa aku merasa kalau Elea sedang merencanakan sesuatu. Coba kalian bantu aku memikirkan jawabannya."
Clarissa terdiam bingung. Dia kemudian menoleh ke arah Cira, mencoba mencari jawaban apakah anak angkatnya ini bisa membantu untuk menjawab atau tidak.
"Nona Levita, se ....
"Ekhmm Levita, aku rasa Nona Elea tidak memiliki maksud lain dengan memintamu memakai bikini-bikini itu. Mungkin dia seperti itu karena tidak mendapat izin dari Tuan Muda Gabrielle," ucap Cira.
"Kalau itu sih sudah pasti, Cira. Ah sudahlah. Nanti biar aku cari tahu sendiri saja kejahatan yang sedang dia rencanakan!" sahut Levita. "Oh ya, apa semalam Elea datang ke rumahnya Paman Bryan? Gabrielle bilang dia ingin makan malam bersamamu, Nyonya Clarissa."
Sebelum menjawab, Clarissa malah tertawa hingga wajahnya memerah. Dia teringat dengan kejadian dimana Elea membuat gurunya ketakutan setengah mati. Belum lagi dengan Patricia yang terus menempel pada Kak Ning seperti permen karet. Membuatnya tak kuasa untuk tidak tertawa seperti ini.
"Aaaa, jangan bilang Elea membuat gurunya menangis gara-gara membawanya datang ke pemakaman ibunya. Benar tidak tebakanku, Nyonya Clarissa?" tanya Levi memastikan.
"Benar. Akan tetapi masih ada kejadian lain yang terjadi ketika mereka berkumpul di rumah. Sayang sekali kau tidak ikut bergabung bersama kami, Levita. Perutmu bisa kram parah jika melihat kenakalan Elea semalam," jawab Clarissa.
__ADS_1
"Aku tidak perlu datang ke rumahmu jika hanya untuk merasakan kram di perut, Nyonya. Karena aku sudah pernah merasakan hal yang jauh lebih buruk dari itu. Darahku pernah hampir menyembur dari ubun-ubun saat Elea mengatakan di depan semua mahasiswa kalau antara dia, aku dan Lusi terlibat cinta segitiga. Bisa kalian bayangkan sendiri bukan betapa malunya aku waktu itu? Bahkan sampai sekarang aku masih trauma untuk datang ke kampusnya. Aku takut menjadi korbannya lagi!" ucap Levi menceritakan penderitaannya ketika ingin menolong Elea dari bullyan para mahasiswa senior.
Mulut Clarissa dan Cira ternganga lebar begitu mendengar cerita Levi. Sungguh, mereka tidak menyangka kalau Elea mampu untuk melakukan kenakalan seperti itu di tempatnya mencari ilmu. Luar biasa.
"E-Elea benar-benar mengatakan hal seperti itu di depan teman-temannya?" tanya Clarissa tak percaya.
"Benar, Nyonya. Cucumu sangat luar biasa gila bukan? Baru kali ini aku bertemu dengan anak manusia yang dengan bangganya mengaku di depan banyak orang kalau dirinya itu berbelok. Dan yang lebih membuatku jengkel adalah ekpresi wajahnya yang terlihat begitu santai tanpa dosa. Kenakalan gadis itu sangat tidak ada duanya, Nyonya Clarissa."
Levi kemudian menceritakan kegilaan-kegilaan yang dilakukan Elea mulai dari awal mereka bertemu. Dia bercerita dengan begitu antusias, sedangkan Clarissa dan Cira mendengarkan dengan sangat seksama.
"Elea adalah manusia unik yang pernah aku kenal, Nyonya. Aku sangat menyayanginya," ucap Levi menutup ceritanya.
"Kau benar, Levita. Dan kita sangat beruntung karena Elea hadir di tengah-tengah kita semua. Dia seperti matahari yang selalu memberikan sinar kehidupan pada banyak orang. Hidupnya sangat terberkati," sahut Clarissa penuh haru. Cucunya sangat membanggakan.
Levi mengangguk setuju. Mereka kemudian kembali berbincang untuk membahas tentang pagelaran busana yang tak lama lagi akan segera di gelar. Dan Levi mendapat tugas penting dari Clarissa. Yaitu mengajari Elea berjalan ala-ala model papan atas.
Huftt, tolong tambahkan stok kesabaran di dalam batinku, Tuhan. Jangan lupa juga tolong katakan pada malaikat maut agar tidak mencabut nyawaku dulu saat Elea sedang berulah. Aminn.
πππππππππππππππππ
Gengsss.... Jangan lupa mampir ke My Destiny (Clara & Eland). Mereka up juga lho π
...πJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss...
__ADS_1
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...