Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
The One and Only


__ADS_3

Di perusahaan, Gabrielle tertawa terbahak-bahak setelah mendengar aduan Levi. Saking kencangnya dia tertawa, dari sudut matanya sampai meneteskan air mata. Sungguh, Gabrielle sangat tidak menduga kalau Levi, Lusi, dan istrinya di anggap sebagai pasangan sejenis yang terlibat cinta segitiga. Oh astaga, membayangkannya saja sudah membuat usus-usus di dalam perutnya bergejolak. Apa rasanya jadi Levi yang langsung menjadi bahan gunjingan. Pelakor ini pasti sangat kena mental akibat ulah istrinya.


"Hahahaa Levi ... hahahahaa!"


"Shut-up brengsek! Jangan membuatku makin emosi, Gabrielle!" teriak Levi dongkol.


"Hahahahaha.... Astaga, aku tidak bisa berhenti tertawa, Res. Bagaimana ini, hahahah!" ucap Gabrielle sambil memegangi perutnya.


Ares hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Tuan Muda-nya. Untung saja Cira lebih banyak menghabiskan waktu bersama Nyonya Clarissa dan juga ibunya, jadi istrinya yang cantik itu tidak harus menerima nasib sial seperti Levi. Sungguh pelakor yang malang.


"Gab, aku benar-benar tidak mengerti dengan cara kerja otak Elea. Bagaimana bisa dia dengan begitu tenang memperkenalkan diri sebagai wanita yang belok di hadapan teman-temannya. Apa dia tidak berpikir akan seperti apa dampak dari lidah beracunnya itu? Wooaaahh, aku benar-benar sangat menyesal sudah datang ke kampusnya tadi!" keluh Levi sambil menekan-nekan tulang hidungnya.


Gabrielle berusaha untuk menghentikan tawanya sebelum menanggapi keluhan Levi. Jujur saja, dia juga awalnya kaget saat mendengar pengakuan Elea yang menyebut kalau istrinya itu penyuka jeruk sesama jeruk. Tapi setelah mendengar alasannya, Gabrielle tidak lagi merasa keberatan karena itu adalah salah satu cara Elea melindungi cinta mereka dari sengatan para lebah jantan yang berkeliaran di kampus.


"Kau seperti tidak paham sikapnya saja, Lev. Lagipula siapa yang memintamu untuk datang ke kampusnya. Kurang kerjaan sekali kau!"


"Ck, kau jangan menghakimiku dulu, Gab. Niatku datang ke sana itu sangat mulia, aku ingin menghajar mahasiswa yang sudah berani membully Lusi dan Elea. Tapi siapa yang akan menduga kalau akulah yang akan menjadi korban bully di sana. Huhft, untung tidak ada media yang merekam. Bisa hancur nama baikku jika mereka sampai memberitakan kalau aku terlibat cinta segitiga dengan pasangan sejenis. Hiii, menggelikan!"


Ares tertawa pelan melihat reaksi Levi ketika bicara sambil bergidik geli. Nyonya kecilnya memang luar biasa. Segala hal yang keluar dari dalam mulutnya selalu saja membuat orang lain tidak berdaya. Bahkan wanita bar-bar sekelas Levi sampai di buat frustasi dengan kegilaannya itu. Sungguh wanita yang sangat langka.


"Hehe, itu deritamu, Levi. Aku tidak peduli!" ucap Gabrielle sambil tertawa pelan.

__ADS_1


"Kau kejam, Gabrielle. Aku begini karena istrimu, setidaknya kasihanlah sedikit!"


Bibir Levi mengerucut. Dia sungguh tidak habis pikir dengan tingkah pasangan suami-istri ini, keduanya sama-sama tidak waras. Yang wanita suka membuat orang lain jantungan, yang laki-laki suka membuat orang mati cepat karena terkena stroke. Untung saja calon suami Levi adalah dokter terbaik di beberapa bidang, jadi dia tidak perlu repot-repot memikirkan mahalnya biaya berobat ke rumah sakit jika suatu saat dia terkena salah satu penyakit yang di sebabkan oleh pasangan tidak ada akhlak ini.


"Hmm, sudahlah. Kita hentikan kegilaan ini!" ucap Gabrielle menyudahi. "Kau sekarang adalah seorang CEO, Levi. Kau memiliki tugas penting untuk memimpin perusahaan milik keluargamu. Tolong mulai hari ini seriuslah dengan tanggung jawabmu itu. Ingat, ada ribuan karyawan yang bergantung di pundakmu untuk mencari nafkah. Kau jangan sampai membuat mereka dan keluarganya kelaparan karena terlalu abai dengan pekerjaan yang ada. Pekerjaan bukan dunia bermain yang bisa kau tinggal begitu saja. Ada banyak hal yang di pertaruhkan, terutama kebahagiaan para karyawanmu!"


"Apa kau mencoba menghalangiku untuk bertemu dengan Elea?" tanya Levi dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat. Dia tersinggung mendengar kata-kata tersebut.


"Andai saja bisa, aku sangat ingin memisahkan kau dan Elea. Tapi itu tidak akan pernah terjadi karena Elea sangat menyayangimu. Dan aku juga tahu kalau kau sangat menyayanginya!" jawab Gabrielle sambil menarik nafas panjang. "Levita, circle pertemanan antara kau dan Elea sangat unik dan menarik. Aku tahu itu. Tapi aku berharap kau tidak selalu menjadikan Elea sebagai prioritas utama. Aku bicara begini karena ingin memberitahumu kalau tidak selamanya kau bisa menjadikan Elea sebagai yang pertama dalam hidupmu. Reinhard, kau dan dia akan segera menikah. Kalau kau terus posesif begini, perasaan Reinhard pasti akan terluka. Paham kan apa maksudku?"


Gabrielle menatap seksama ke arah Levi yang tengah terdiam. Bukan tanpa alasan mengapa Gabrielle bicara seperti ini. Dia hanya ingin melindungi perasaan Elea jika kelak Levi di sibukkan oleh rumah tangganya sendiri. Gabrielle tidak ingin istrinya merasa di buang, jadi dia bermaksud memangkas jarak agar Elea tidak selalu merasa bergantungan pada Levi.


"Apa aku terlalu posesif pada istrimu?" tanya Levi setelah merenungkan ucapan Gabrielle. "Aku hanya ingin memastikan kalau dia baik-baik saja, Gab. Rasanya aku seperti akan gila jika mendengar ada yang ingin menyakiti Elea."


"Lalu aku harus bagaimana, Gab? Aku ...


"Kalau kau mengkhawatirkan keselamatannya, tenang saja. Di semua sudut kampus ada mata-mataku yang selalu siaga mengawasi Lusi dan Elea, jadi mereka tidak akan mungkin celaka. Dan juga tentang bully itu, kau harusnya mencari tahu dengan detail apakah Elea yang di bully atau malah pembully itu yang kena mental. Kau tidak lupa kan kalau Elea adalah satu-satunya orang yang berani membuat seorang Nyonya Besar Liona Serra dan Tuan Besar Greg Ma tidak bisa berkata-kata? Dan dengan keahliannya itu apa kau yakin para mahasiswa senior sanggup untuk membully-nya? Tidak, Levita. Jikapun mereka sanggup melakukannya, yang ada merekalah yang akan menjadi tumbal sia-sia. Karena mengganggu seorang Eleanor Young sama artinya dengan membangunkan macan tidur. Paham!"


Gabrielle melihat ke arah Ares saat mendengar suara dering ponsel miliknya. Dia lalu mengulurkan tangan saat Ares menunjukkan kalau dia baru saja menerima kiriman video dari salah satu penjaga.


"Nyonya Elea kembali mencetak rekor, Tuan Muda. Hasil karya tangannya langsung di pajang si mading kampus!" puji Ares.

__ADS_1


Penasaran, Levi pun ikut melihat video yang sedang di tonton oleh Gabrielle. Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas ketika dia melihat Elea yang tertawa penuh bahagia bersama teman-temannya yang lain.


"Dia berlian yang sangat bersinar, Gab!"


"Kau benar, istriku paling bersinar di antara orang-orang ini. Dia juga sangat cantik," sahut Gabrielle penuh pujian.


"Hmm, sekarang aku paham kenapa dia mengaku sebagai penyuka sesama jenis. Dia sangat mencintaimu ternyata."


Setelah berkata seperti itu Levi memutuskan untuk kembali ke perusahaannya. Dia lega karena bisa melihat senyum tanpa beban di bibir teman kecilnya itu.


"Levita, jangan ragu untuk menjadi gila saat kau mencintai Reinhard. Dengan begitu dia tidak akan memiliki celah untuk tidak mencintaimu. Contohnya adalah Elea. Dia berhasil membuatku tidak seimbang jika tidak ada dia. Dan aku juga ingin sahabatku menerima cinta yang sama besarnya seperti cinta Elea pada Gabrielle!" ucap Gabrielle sesaat sebelum Levi menutup pintu ruangan.


"Terima kasih untuk sarannya, Gab. Tapi maaf, aku tidak akan pernah bisa menjadi Elea. Karena dia adalah satu-satunya di dunia ini!" sahut Levi kemudian pergi sambil tersenyum bahagia.


Kau benar, Levita. Elea adalah The One and Only, dan dia hanya akan menjadi miliknya Gabrielle seorang.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...

__ADS_1


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2