
Setelah melewati badai salju yang di sebabkan oleh Elea, kini Reinhard dan Levita tengah berdiri di hadapan para tamu undangan setelah mereka menikmati jamuan pembuka. Senyum lebar tak henti mereka sunggingkan, yang mana membuat semua orang menjadi sangat penasaran. Terkecuali Elea, Gabrielle dan kedua orangtua mereka. Berkat kelebihan yang dimiliki oleh Elea, mereka bisa mengetahui lebih dulu alasan Levita mengundang semua orang untuk datang ke restoran ini. Sedangkan Elea, ibu hamil ini sibuk mengunyah kue telinga merah dan sesekali tampak melirik ke arah pelakornya yang tidak berhenti tersenyum.
"Baiklah, semua. Mohon perhatiannya sebentar!" ucap Reinhard membuka pembicaraan. "Pertama-tama kami ingin mengucapkan terima kasih pada semuanya yang sudah berkenan untuk hadir di sini. Mungkin di antara kalian ada yang bertanya-tanya mengapa, ada apa, dan gerangan apa yang membuat kita semua diminta berkumpul di restoran ini."
Jeda sejenak. Reinhard kemudian menatap penuh cinta ke arah Levita sebelum akhirnya berjongkok di hadapannya. Setelah itu Reinhard menempelkan satu tangannya ke perut Levita, lalu menatap para tamu dengan mata yang begitu berbinar.
"Istriku hamil. Dia sedang mengandung calon penerus keluarga kami!"
Sunyi. Untuk beberapa saat lamanya suasana di restoran itu senyi senyap bak tidak ada penghuninya. Hingga sedetik kemudian terdengar celetukan seseorang yang membuat semua orang tersadar kemudian bertepuk tangan dengan hebohnya.
"Wahhh, ternyata dokter Reinhard bisa membuat istrinya hamil juga ya. Aku pikir dia itu bisanya hanya menyuntik bokong orang lain saja, ternyata dia bisa menyuntik Kak Levi juga. Selamat ya kalian berdua atas kehamilannya!" celetuk Elea dengan suara yang cukup kuat.
Prookkkkk prookkk
"Selamat Reinhard, Levita. Kalian akan segera menjadi orangtua menyusul aku dan istriku!" ucap Junio dengan penuh semangat.
"Selamat Kak Levita. Kau akhirnya berhasil menjadi ibu hamil generasi ke empat. Aku pikir tadinya posisi ini akan di ambil oleh Kayo. Rupanya tidak!" ucap Lusi yang tanpa sadar bicara asal seperti Elea.
Reinhard dan Levita tak tahu harus bahagia atau malah menangis mendapat ucapan dari semua orang yang terkesan sedang meledek mereka. Terlebih lagi Elea. Celetukan wanita ini benar-benar membuat mereka tertekan dalam emosi yang tertahan. Bayangkan saja. Dia dengan santainya bicara yang menjurus pada hal-hal vulgar. Ingin heran, tapi ini adalah Elea. Terpaksa Reinhard dan Levita menangis batin demi untuk menetralisir amarah jin iprit di dalam tubuh mereka.
"S-sayang, Levita hamil?" ucap Samuel yang baru tersadar dari keterkejutannya.
"Iya, Sam. Memangnya tadi kau tidak mendengarkan apa yang di katakan oleh Reinhard?" sahut Lolita sembari menyeka cairan bening di sudut matanya. Dia terharu, sangat amat terharu hingga tak bisa untuk berdiri. Padahal Lolita sangat ingin memeluk putrinya, tapi kedua kakinya serasa tak bertulang.
"Kita akan segera menjadi kakek nenek?"
"Iya. Tidak terasa kita berdua sudah setua itu ya, Sam. Ini menyedihkan, tapi juga sangat membahagiakan."
Tanpa babibu lagi Samuel langsung berdiri kemudian berjalan cepat menghampiri anak dan menantunya. Mata Samuel berkaca-kaca, dia sangat amat bahagia setelah tahu bahwa sebentar lagi dia akan segera memiliki cucu.
__ADS_1
"Hai, Kakek!" ledek Levita seraya menatap sang ayah yang tengah berdiri di hadapannya.
Greeepppp
Suara tepuk tangan langsung terdengar begitu Samuel memeluk Levita. Dan tawa semua orang pun pecah tatkala mereka mendengar isak tangis yang keluar dari mulut pria bangsawan yang dulu terkenal dengan harga dirinya yang sangat amat tinggi.
"Ayah, harusnya itu Ayah tertawa bahagia mendengar kabar kehamilanku. Tapi kenapa Ayah malah menangis? Tidak senang ya mau punya cucu?" tanya Levita bercanda untuk menghibur ayahnya.
"Dasar bodoh. Ayah menangis karena terlalu merasa bahagia, sayang. Baru kemarin malam kau mengacau ingin Reinhard segera menghamilimu, dan sekarang tiba-tiba saja kau sudah mengandung calon cucuku. Siapa yang tidak akan merasa terharu mendengarnya?" jawab Samuel sedikit kesal dengan pertanyaan Levita. Dia kemudian mengurai pelukan, membelai wajah putrinya yang begitu cantik dengan aura kehamilannya. "Levita, bisakah Ayah meminta satu hal padamu?"
Levita menatap lama ke arah sang ayah kemudian menganggukkan kepala.
"Nanti setelah anakmu lahir, tolong jadilah orangtua yang tidak egois. Ayah tidak mau kau mewarisi keburukan yang Ayah lakukan padamu dulu. Ayah sangat menyesal, Levita. Dan Ayah tidak mau kau merasakan penyesalan yang sama seperti yang selalu Ayah rasakan. Tolong ingat pesan ini baik-baik ya, sayang?"
"Ayaahhh," ....
Suasana bahagia yang tadi menyelimuti hati semua orang kini berubah haru saat Levita menangis sambil memeluk ayahnya. Bahkan Reinhard pun terlihat menengadahkan wajahnya ke atas, mencoba menghalau air matanya agar tidak jatuh ke bawah.
"Levita benar, Sam. Yang lalu biarlah berlalu karena waktu akan terus berjalan. Kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu, biarkan itu menjadi kenangan yang akan selalu kita ingat sampai kapanpun itu. Putri kita berhati malaikat, aku yakin dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama pada anaknya seperti yang pernah kita lakukan padanya. Iya kan, sayang?" timpal Lolita sambil berjalan mendekat ke arah suami dan anaknya. Lolita kemudian memeluk mereka, sama-sama terisak haru ketika mengenang hubungan buruk yang pernah terjadi akibat keserakahan akan harta.
"Iya, Ibu. Aku berjanji pada kalian kalau aku akan mengutamakan kebahagiaan anakku kelak. Sekarang tolong berhenti menangis ya. Aku sedang hamil, nanti bayiku merasa tertekan jika tahu kalau kakek dan neneknya adalah orang yang cengeng," jawab Levita mencoba melawak.
Setelah itu Levita menoleh ke arah Reinhard, melambaikan tangan meminta agar suaminya itu datang mendekat.
"Aku harap ini adalah air mata terakhir di keluarga kita. Tolong tersenyumlah!" ucap Reinhard sembari berpelukan dengan istri dan kedua mertuanya.
Melihat drama mengharu biru yang sedang berlangsung di hadapan semua orang, tiba-tiba saja memancing kejahilan di diri Elea. Dia berbisik pada Gabrielle kemudian mengambil tusuk gigi sebelum akhirnya pergi menuju segerombolan balon berwarna putih yang tertata dengan begitu apik. Hehehe, kalian pasti tahu bukan apa yang ingin dilakukan oleh Elea? ....
Duaarr duaarrrr
__ADS_1
"Yakkkk!"
Jantung Levi hampir copot saat mendengar suara letusan balon yang saling bersahut-sahutan. Dia dengan galak segera mengedarkan pandangan untuk mencari tahu siapa yang telah memaksa para balon itu meledak. Dan begitu Levita tahu siapa pelakunya, cepat-cepat dia melepaskan diri dari pelukan ayahnya kemudian menghampiri Elea yang sedang tersenyum tanpa dosa.
"Hehe. Ada apa, Kak Levi? Wajahmu terlihat bahagia sekali?"
Levi menarik nafas. "Apa yang kau lakukan, Elea? Kau tahu tidak kalau balon-balon itu adalah hiasan untuk aku mengambil foto bersama semua orang?"
"Aku tidak tahu, Kak. Kan di sini tidak ada tulisannya, jadi wajar saja kan kalau aku tidak tahu?' jawab Elea sekenanya.
Elea tersenyum lebar melihat Levita yang merajuk. Sambil mengelus perutnya, Elea mendekati Levita kemudian mengajaknya pergi melakukan sesuatu yang sangat bermanfaat.
"Kak Levi, sekarang kan kita sama-sama sedang hamil. Bagaimana kalau besok kita pergi ke baby shop untuk berbelanja pakaian dan kebutuhan anak-anak kita. Tadi Kak Iel bilang dia baru saja memenangkan tender yang besar, akan sangat mubazir bukan kalau uangnya tidak kita gunakan? Kau mau tidak?"
"Ekhmm, oh ya Elea. Ngomong-ngomong dessert di sini enak-enak semua lho. Ayo kita coba. Aku yakin kau pasti akan sangat menyukainya!" ajak Levita yang langsung bersikap manis begitu Elea mengajaknya untuk pergi shopping. Jiwa pelakornya langsung meronta-ronta.
"Ayo!"
Dan semua orang hanya bisa menghela nafas panjang melihat perubahan ekpresi di diri Levita. Mereka semua sudah sangat maklum dengan hubungan aneh antara si istri sah dengan si pelakor halal tersebut.
Hmmm, Elea-Elea. Kenapa kau selalu saja membuatku merasa gemas sih? Aku kan jadi semakin mencintaimu.
HAI GENGSS.... SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA UNTUK YANG MULAI PUASA BESOK PAGI YA. DAN PEMBERITAHUAN UNTUK PARA READERS TERCINTA, KHSUSUS UNTUK BULAN RAMADHAN SETIAP ADA ADEGAN ++ EMAK AKAN UP SETELAH BERBUKA. OKE..
SEMOGA DI BULAN RAMADHAN INI KITA SEMUA SELALU DI BERI KESEHATAN DAN REZEKI YANG MELIMPAH DARI ALLAH SWT. AMINN... 😇😇😇😇
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...
TAQOBBALA WAMINNAWAKINGKUM, TAQOBBAL YAA KARIMM. MINAL AIDZIN WALFAIDZIN... MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 😇😇😇😇
__ADS_1
*****