
Elea dengan santainya duduk di kursi pantai yang menghadap ke arah laut sembari menikmati segelas minuman di tangannya. Ettsss, jangan berpikiran yang negatif ya. Minuman yang tengah di nikmati oleh Elea bukanlah minuman beralkohol sejenis wine dan lain sebagainya. Melainkan hanya segelas jus jeruk yang di masukkan ke dalam gelas kristal cantik milik ibu mertuanya. Ya, saat ini Elea tengah di culik oleh ibu mertuanya dan di bawa berlibur ke pulau Maldives tempat di mana si pelakor sah berbulan madu. Menyusul diam-diam ceritanya.
"Ahhhh, segarnya menikmati pemandangan laut sambil meminum jus jeruk begini, Ibu Liona. Rasanya seperti sedang berada di surga," celetuk Elea.
"Memangnya kau sudah pernah pergi ke surga ya?" ledek Liona. Dia gemas sekali melihat cara menantunya menikmati minuman. Seperti seorang ahli yang sedang meneguk minuman beralkohol tinggi.
"Sudah."
Liona tergelak. Dia lama menatap penuh penasaran ke arah menantunya.
"Saat pertama kali aku masuk ke rumahnya Kak Iel, saat itulah aku sadar kalau aku sedang berada di surga. Rumah megah seperti istana, kolam renang dan air mancur di dalam rumah, juga lemari yang bisa memutar membuka dinding. Semua itu hanya ada dalam angan-anganku saat membayangkan bentuk dari surga. Dan pemandangan ini, rasa yang aku dapatkan sama persis seperti kesan pertama saat aku masuk ke rumahnya Kak Iel. Surgaku sangat sederhana kan, Bu?"
Elea, kenapa mudah sekali untukmu merasa bahagia? Ibu sampai tidak bisa berkata-kata sekarang.
"Bu, hal pertama apa yang memiliki kesan membekas di hidup Ibu?" tanya Elea penasaran.
"Mengenal Ayah mertuamu," jawab Liona jujur. "Dari semua hal yang terjadi di hidup Ibu, kegilaan Ayah mertuamu adalah yang paling membekas dan sulit untuk di lupakan. Kau mau tahu kenapa?"
Elea langsung mengangguk dengan cepat. Dia kemudian memasang telinganya dengan baik. Berharap kalau kotoran yang terselip di dalamnya tidak mengganggu otaknya dalam mencerna cerita ibu mertuanya.
"Sebenarnya Ibu mempunyai satu rahasia besar yang tidak di ketahui oleh semua orang. Dan kenapa Ibu bisa mengatakan kalau kesan yang paling membekas di hati Ibu adalah kegilaan Ayah mertuamu? Karena laki-laki posesif itu adalah orang pertama yang mampu membuat dada Ibu bergetar aneh. Dia memaksa, menguasai dan juga mendikte hampir di semua hal yang Ibu lakukan. Dan anehnya, Ibu terima-terima saja tanpa ada niat untuk memberontak. Lalu sampailah pada hari di mana Ibu di lamar oleh ayahmu. Mengucapkan janji suci dengan memakai gaun pengantin berwarna putih, adalah sesuatu yang sangat membahagiakan di hidup Ibu. Hal ini tidak akan terjadi jika ayahmu tidak melakukan kegilaan-kegilaan yang membuat Ibu pusing kepala. Dan Gabrielle tidak akan pernah lahir ke dunia ini jika ayahmu gagal membuat Ibu jatuh ke pelukannya!" cerita Liona penuh haru saat mengenang masa lalu.
"Bukannya Ibu bisa melahirkan Gabrielle-Gabrielle lain meskipun tidak menikah dengan Ayah Greg ya? Kan adonannya bisa di buat dengan racikan bumbu dari orang lain? Benar kan?" tanya Elea dengan polosnya.
Greg yang saat itu baru saja sampai rasanya seperti ingin muntah darah mendengar perkataan Elea. Yang benar saja menantunya ini berani menjodohkan istrinya dengan pria lain. Dalam mimpi pun Greg tidak akan pernah rela melepaskan istri secantik dan secerdas Liona membuat adonan dengan orang selain dirinya.
Honey, tolong bantu kondisikan mulut menantu kita. Kakiku baru saja menginjak pasir di pantai ini tapi kenapa aku langsung di hadapkan dengan kata-kata nyelenehnya? Ingat ya, Hon. Sampai matipun aku tidak akan mengizinkan orang lain menjodohkanmu dengan pria lain. Termasuk juga Elea. Titik.
Liona langsung melihat ke arah belakang Elea saat mendengar apa yang di katakan suaminya melalui pikiran. Sudut bibirnya terangkat ke atas, lucu menyaksikan betapa jengkelnya sang suami menahan emosi akibat kepolosan menantu mereka.
__ADS_1
"Kalau di pikir-pikir ya, Bu. Di luaran sana masih ada banyak pria yang ketampanannya melebihi Ayah Greg. Apa Ibu tidak memiliki keinginan untuk membuat adonan dengan salah satu dari mereka?" tanya Elea sambil tersenyum samar. Dia tentu saja tahu kalau ayah mertuanya sedang berdiri di belakangnya. Itulah kenapa tadi Elea dengan sengaja menggoda kecemburuan ayah mertuanya dengan membahas pria lain bersama dengan ibu mertuanya. Kapan lagi coba bisa bermain-main dengan pria yang banyak di takuti dan di segani oleh banyak orang selain suaminya. Lucu sekali kan?
"Ekhhmmm Elea, maaf, tapi Ibumu sudah di takdirkan untuk membuat adonan bersama Ayah seorang. Jadi tolong jangan memancing keributan. Bisa?" tegur Greg sambil menekan suaranya. Sebisa mungkin Greg tidak menampilkan kekesalannya di hadapan wanita yang tengah tersenyum sambil melihat ke arahnya.
"Oh, Ayah Greg sudah datang? Kapan?" tanya Elea pura-pura tidak menyadari.
"Sejak kau mulai menjodohkan istriku dengan laki-laki lain," jawab Greg sedikit cetus.
"Wahhh, jadi Ayah menguping pembicaraanku dengan Ibu Liona ya? Ayah tahu tidak. Kata Kak Iel, orang yang suka menguping pembicaraan orang lain saat meninggal nanti dari telinganya akan mengeluarkan kalajengking. Apa Ayah tidak takut?"
Ya Tuhan, cobaan apalagi ini? Dan kau Gabrielle. Kenapa kau mencuci otak istrimu dengan kata-kata nyeleneh begitu? Sejak kapan ada orang yang mati dengan cara seperti itu hanya karena tidak sengaja mendengar pembicaraan orang lain? Astaga, kenapa bisa aku mempunyai anak dan menantu gila seperti mereka? Di bagian mana yang salah saat aku dan Liona membuat adonannya Gabrielle? Kurang di dorong masukkah? Atau aku kurang kuat saat menggerakkan junior? Tolong kuatkan aku, Ya Tuhaaaannn ....
Ingin rasanya Liona mencekik leher Greg saat mendengar isi pikirannya. Untung saja kata-kata vulgar itu tidak di keluarkan melalui lisan. Jika iya, maka malulah Liona. Menantunya ini pasti akan menjahilinya habis-habisan. Kalian paham sendirilah sepolos apa pemikiran Elea. Iya kan?
"Duduklah, Ayah. Sudah, jangan marah-marah lagi. Nanti wajahmu di penuhi keriput," ucap Elea tak tega melihat ayah mertuanya terus berdiri sambil berkacak pinggang.
"Kak Levi yang bilang."
"Dan kau percaya?"
Elea mengangguk. Setelah itu dia menatap langit, sedikit penasaran akan apa yang tengah dilakukan suaminya di rumah.
"Bu, kenapa Kak Iel tidak datang mencariku ya? Apa dia tidak merindukan aku?"
Liona dan Greg langsung siaga dua belas begitu mendengar pertanyaan Elea. Mereka seperti terjebak saat ingin menjawab pertanyaan tersebut. Belum juga hilang kekhawatiran di diri mereka, Elea kembali melayangkan pertanyaan yang membuat tenggorokan mereka kering kerontang.
"Bu, apa tidak sebaiknya kita pergi ke Planet Mars saja sekarang?"
"Jangan!" jawab Greg panik. Yang benar saja mereka di ajak pindah ke tempat yang kabarnya sangat panas itu. Bisa jadi daging gosong mereka semua nanti.
__ADS_1
"Kenapa jangan, Ayah?" tanya Elea memelas. Dia sangat merindukan suaminya, tapi masih menyimpan kesal gara-gara ulah gatalnya waktu itu. Elea dilema.
"Nanti kita semua gosong. Memangnya kau mau kulit tubuhmu menghitam semua? Tidak kan?"
"Itu tidak masalah, Ayah. Uang Kak Iel itu sangat banyak, aku bisa melakukan operasi plastik nanti agar kulit tubuhku bisa kembali memutih. Gampang kan? Jadi kapan kita akan berangkat ke Planet Mars-nya? Sekarang, atau besok?"
Greg menunduk sambil menekan-nekan pinggiran keningnya. Frustasi dia menghadapi kepolosan menantunya ini. Bagaimana mungkin orang yang sudah gosong bisa melakukan operasi plastik? Di fikir dengan cara apapun rasanya sangat tidak masuk akal.
"Sabar. Yang kau hadapi ini Elea, bukan orang lain yang bisa dengan mudah kau intimidasi," bisik Liona sambil menahan senyum melihat suaminya yang mulai depresi.
"Otakku bisa gila jika tidak segera menyudahi pembicaraan ini, Hon. Aku heran kenapa anak kita bisa tahan menghadapi menantu kita ini," sahut Greg pasrah.
"Sudah, lebih baik kau diam saja daripada nanti kau kembali di buat darah tinggi oleh menantu kita. Tenang saja, nanti malam kita akan lembur sampai kau puas. Sabar ya?"
Wajah Greg langsung berbinar terang begitu di janjikan sesuatu yang nikmat oleh istrinya. Setelah itu dia meladeni setiap celotehan aneh Elea tanpa merasa terbebani. Biarlah dia menjadi gila untuk sesaat. Yang penting nanti malam dia akan membuat adonan. Hehehe....
πππππππππππππππππ
GENGS, JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL BARU EMAK YA. KISAH TENTANG SI GERALD, CUCUNYA CLEO OLIVER MA. DI SANA ADA GIVEAWAY-NYA JUGA LHO.
...πJangan lupa vote like dan comment...
...ya gengss...
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...
__ADS_1