Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Hadiah Terindah


__ADS_3

Pagi harinya, Gabrielle masih terus berusaha membuka percakapan akur dengan Elea. Meski sejak semalam dia terus di acuhkan, Gabrielle tetap pantang menyerah. Maksudnya pantang menyerah sebelum mendapat jatah. Hehehe...


Seperti pagi ini. Gabrielle sama sekali tidak memejamkan mata hingga matahari keluar dari tempat persembunyiannya. Satu-satunya hal yang dia lakukan hanyalah memandangi wajah cantik Elea yang sedang terlelap. Walau sedang marah, nyatanya hal tersebut tidak membuat kecantikan istrinya menjadi luntur. Yang ada Gabrielle malah tambah semakin gemas, membuatnya jadi tidak tahan untuk tidak mengecup bibir ranum yang sejak semalam terus saja mengerucut.


"Hari ini aku pasti menjadi orang gila kalau kau masih belum kembali juga ke rumah ini, sayang. Rasanya aku seperti di cekik oleh puluhan tangan setan karena merindukanmu. Lain kali jika sedang marah tolong jangan kabur lagi ya. Pukul aku saja, atau kalau tidak habiskan semua uang yang aku punya untuk memelampiaskan kekeselanmu. Terserah cara apa yang akan kau gunakan untuk menghabiskan uang itu, aku tidak peduli. Yang terpenting kau masih berada di jarak pandang mataku. Aku benar-benar tidak bisa jauh darimu, sayang. Aku takut menjadi duda!" ucap Gabrielle pelan sembari memainkan bulu lentik di mata istrinya.


"Apa Kak Iel pikir aku bisa jauh dari Kakak?"


Mata Elea terbuka. Dia kemudian menyunggingkan senyum ke arah suaminya yang sedang terkaget-kaget melihatnya terbangun.


"Sayang, jadi kau sudah bangun?" tanya Gabrielle.


"Apa Kak Iel berharap aku mati?" jawab Elea sarkas.


"Yang benar saja. Bukan, aku bertanya karena kaget melihatmu yang tiba-tiba bicara. Tadi itukan matamu sedang terpejam, wajar kan kalau aku bertanya seperti tadi?"


Elea menarik nafas panjang sambil menggeliatkan tubuhnya. Setelah itu dia menatap langit-langit kamar, terkekeh lucu mengingat perkataan suaminya barusan.


"Sayang, kenapa tertawa? Apa yang lucu?" tanya Gabrielle penasaran. Dia kemudian masuk ke dalam selimut lalu memeluk pinggang Elea penuh kerinduan. "Beritahu aku. Apa, hm?"


"Kak Iel, apa Kakak serius dengan perkataan Kakak barusan?"


"Perkataan yang mana?"


"Yang Kak Iel sebutkan tadi kalau aku bebas menghabiskan uang Kakak dengan cara apapun asal aku tidak kabur. Itu bukan candaan kan?"


"Tentu saja bukan, sayang."

__ADS_1


Elea berbaring menyamping saat tubuhnya di tarik masuk ke dalam pelukan suaminya. Sambil membaui aroma dari tubuh suaminya ini, Elea kembali mempertanyakan keseriusan dari pernyataan tersebut.


"Benarkah? Kalau Kak Iel berani ingkar, aku tidak hanya akan kabur ke Planet Mars saja. Tapi aku akan berusaha masuk ke perut bumi supaya Kak Iel benar-benar menjadi duda!"


"Ya ampun, sayang. Untuk apa aku mengingkari perkataanku sendiri, hm? Uangku sangat banyak, aku bekerja siang malam agar bisa menjamin kebahagiaanmu. Lalu kalau bukan kau yangmenghabiskan uang-uang itu, siapa lagi? Ayah dan Ibu tidak mungkin. Kekayaan mereka bahkan mustahil habis kalau bukan Tuhan yang mengambil. Sedangkan Grizelle, ah sudahlah. Semua keluarga besar kita memiliki kekayaan yang hampir sama banyaknya. Jadi kau tidak perlu ragu untuk membeli semua barang yang kau mau!" jelas Gabrielle sembari mengelus rambut Elea. Dia gemas.


"Termasuk kapal pesiar, hotel berbintang, mobil, tas, jam tangan, sepatu, rumah baru, atau gunung mungkin?" canda Elea.


"Kalau surga bisa di beli, maka kau juga bisa mendapatkannya dengan uang suamimu ini, sayang," sahut Gabrielle ikut bercanda.


"Umm, manis sekali suamiku."


Kalian pasti tahu bukan apa yang terjadi pada Tuan Muda kita? Yap, benar. Dia meleleh seperti es krim setelah di puji suami yang manis oleh Elea.


"Kak Iel?"


"Aku di sini, sayang. Ada apa, hm?"


"Sebentar lagi Kakak akan berulang tahun. Apa ada sesuatu yang Kak Iel inginkan dariku?" tanya Elea.


"Maksudnya kado?" tanya Gabrielle sambil mengerutkan kening.


"Iya, kado. Bukankah ulang tahun itu identik dengan kado ya, Kak? Kenapa bertanya? Memangnya selama ini Kak Iel tidak pernah merayakan ulang tahun? Miskin sekali!"


Ya Tuhan, cobaan apa ini. Bahkan Ayah dan Ibu pernah mengundang hampir seluruh orang yang tinggal di kota ini saat merayakan ulang tahunku dan Grizelle. Dengan perayaan sebesar itu pantaskah aku di anggap miskin?


"Kak Iel, sekarang aku sudah menjadi perempuan kaya. Kau jangan ragu jika ingin meminta hadiah dariku. Sebutkan saja. Nanti aku akan membelinya menggunakan kartu hitam pemberian Kakak. Gampang kan?"

__ADS_1


Gabrielle menelan ludah sambil meringis gemas. Bukankah ini sama artinya kalau hadiah yang akan dia dapatkan di beli menggunakan uangnya sendiri? Mau heran, tapi ini adalah Elea. Jadi ya sudah, pasrah dan jangan banyak bicara agar detak jantung tetap akan.


"Sayang, selain kebahagiaan dan kehadiranmu di sisiku, aku tak pernah lagi menginginkan sesuatu apapun setelah kita bersama. Aku punya segala, kau tidak perlu repot-repot menanyakan hadiah apa yang aku inginkan. Bukannya aku tidak mau menghargai usahamu, tapi bagiku kau adalah hadiah yang paling berharga di hidupku. Karena apa? Karena kita secara resmi telah bersama. Kau milikku, kau cintaku, dan kau yang terindah di hidupku!"


Jika tadi Gabrielle yang di buat meleleh, kini giliran Elea yang di buat meleleh oleh perkataan Gabrielle. Kedua insan ini sama-sama terpesona oleh kata-kata manis yang mereka ucapkan. Membuat orang yang ikut mendengar pasti akan merasa iri karenanya.


"Oh ya, Kak. Beberapa hari lagi acara di universitas akan segera di gelar. Nanti tolong Kakak jangan memihak padaku ya? Entah itu aku atau peserta lain yang menang, Kakak harus legowo menerimanya. Anggaplah ini sebagai pijakan pertamaku dalam mendalami ilmu desain agar nantinya aku bisa menjadi jauh lebih baik lagi. Kakak pasti tidak mau kan aku berkarya dengan di dasari oleh pengaruh orang dalam? Kasihan mereka yang benar-benar berjuang, Kak. Aku tidak mau menjadi penyebab mereka putus asa," ucap Elea.


Jika di tanya apakah Gabrielle merasa keberatan dengan permintaan Elea atau tidak, jawabannya adalah sangat. Sebenarnya Gabrielle berniat menghasut pihak universitas agar lebih menonjolkan karya istrinya di hadapan para desainer kondang yang akan datang besok. Dia berniat membuka jalan selebar-lebarnya agar cita-cita Elea bisa segera melambung tinggi. Namun mendengar permintaannya barusan, Gabrielle jadi tersadar dari keegoisan yang untungnya belum dia lakukan. Dia lupa kalau di luaran sana ada banyak orang yang sedang berusaha mati-matian memperjuangkan bakat mereka. Dan Gabrielle seharusnya tidak menutup jalan kesuksesan mereka bukan?


"Jawab, Kak. Jangan diam saja."


"Apapun yang kau inginkan, sayang. Kalau memang menurutmu itu adalah yang terbaik, maka aku tidak akan campur tangan pada keputusan besok. Menang tidak menang, kau tetap menjadi juara di hatiku!" sahut Gabrielle sebelum akhirnya mencium bibir Elea dengan lembut. Dia sungguh bangga mempunyai istri yang begitu peduli akan kesuksesan orang lain di saat ada banyak orang berlomba dengan mengatasnamakan nama besar keluarga mereka.


Pagi ini begitu hangat. Setelah insiden Planet Mars kemarin, Elea dan Gabrielle melepas rindu dengan saling memberi kepuasan. Mereka seakan tak bisa di pisahkan, terlalu mendamba hingga menyakiti hati dan perasaan. Setelah menuntaskan hasrat yang terpendam sejak semalam, Gabrielle dengan penuh perhatian membopong Elea ke kamar mandi. Mereka sama-sama saling membersihkan sisa percintaan dengan di selingi candaan yang membuat suasana menjadi sangat romantis.


Takdir sungguh tak pernah bisa tertebak. Dua insan yang dulunya menderita dan anti wanita, kini mereguk kebahagiaan dengan cara yang tidak terduga-duga. Tuhan menyatukan Gabrielle dan Elea dalam sebuah ikatan suci pernikahan yang sebentar lagi akan mendapat sebuah anugrah besar dengan hadirnya tiga orang malaikat indah yang akan segera menghiasi hari-hari mereka.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Yeeyyyyy πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³Akhirnya yang di tunggu-tunggu akan segera tiba. Sebentar lagi kita semua akan memasuki area keuwuan di mana Elea yang akan mulai... uhukk uhuukkk... assalamu'alaikum gengss 🀣🀣🀣



...πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss...

__ADS_1


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2