Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Monster Jelek


__ADS_3

"Hati-hati, sayang," ucap Gabrielle sembari menutupi kepala Elea menggunakan tangannya. Dia takut sekali kepala istrinya terantuk bagian atas mobil yang mana akan membuat bayi-bayi-bayi mereka terguncang kaget.


"Selama ada Kak Iel bersamaku, aku pasti akan baik-baik saja," sahut Elea yang malah membual. Dia tertawa melihat suaminya yang langsung meleleh setelah mendengar bualannya.


Setelah acara pesta selesai, Elea di boyong pulang ke rumah mertuanya. Semua orang khawatir, takut kalau-kalau Elea akan mengalami kesulitan jika tidak ada keluarga yang mendampingi di saat Gabrielle pergi bekerja. Namun kali ini tidak semua orang ikut pulang bersamanya. Sebagian dari mereka pergi ke pantai untuk melakukan sesuatu hal yang em... menyedihkan. (Maaf ya nggak bisa jelasin dengan detail karena di sini khusus part rumah tangga Gabrielle & Elea. Jadi tolong jangan di sangkut pautin lagi sama kisah Rose, okeehh?


"Tuan Muda, Nyonya Elea. Apakah Cuwee perlu untuk di boyong kemari juga?" tanya Nun.


Gabrielle yang tadinya sedang berbunga-bunga, mendadak seperti ingin membunuh orang begitu nama Cuwee di sebut. Perkara Lan dan calon anak asuhnya saja sudah membuat Gabrielle cemburu, ini Nun malah dengan sengaja menyebut nama binatang yang jelas-jelas menjadi musuh bebuyutannya selama ini. Benar-benar ya.


"Nun, bagaimana kalau malam ini kau menginap di kandangnya Lan saja? Kasihan dia, selalu kesepian tanpa ada teman bicara," tanya Gabrielle seraya melotot tajam.


Sebelum sempat Nun menjawab, Elea sudah bereaksi lebih dulu. Mendadak jiwa kemanusiaannya timbul begitu mendengar kalau selama ini Lan tidak memiliki teman untuk mengobrol.


"Biar aku saja Kak yang menemani Lan di kandangnya. Kebetulan juga aku sedikit merindukannya. Kami sudah beberapa waktu belakangan ini lupa untuk saling sapa."


Ares menghela nafas. Sedangkan Nun, dia hanya diam tak bergeming. Sepertinya lika-liku dari drama kehamilan sang nyonya akan kembali di mulai. Niat yang awalnya di tujukan untuk Nun kini malah berbalik pada orang yang memberi perintah seperti itu. Kalian pasti bisa bayangkan sendiri bukan seberapa parah rasa frustasi yang tengah menyerang psikis Tuan Muda kita? Sangat kasihan.


"Sayang, kau itu manusia. Sedangkan Lan, dia itu binatang buas. Tidak mungkin aku mengizinkanmu untuk tinggal di kandangnya, apalagi sekarang kan kau sedang hamil. Kalau Lan khilaf lalu memakan kalian berempat bagaimana?" ucap Gabrielle ketar-ketir sendiri.


Brengsek kau, Nun. Gara-gara kau, sekarang Elea jadi begini. Awas saja kalau Elea sampai merajuk dan memaksa untuk tetap tidur di kandangnya Lan, aku bersumpah akan membuat hidupmu berubah seperti di neraka. Awas kau.


"Pak Nun juga manusia, Kak. Lalu kenapa tadi Kak Iel memintanya untuk tidur bersama Lan? Bukankah itu sangat melanggar hak asasi manusia ya?" tanya Elea bingung. Dia menatap lekat wajah suaminya sembari mengelus-elus perut. Wajah tampan ini membuatnya merasa mual.


"I-iya. Tapi kan tadi itu aku hanya sedang bercanda saja, sayang. Aku tidak benar-benar memintanya untuk tidur di sana. Sungguh," jawab Gabrielle kesulitan memberi alasan.

__ADS_1


Khawatir Elea menolak untuk percaya, Gabrielle segera meminta pertolongan dari Nun. Dia mengedipkan mata, memberi kode agar kepala pelayan ini membantunya.


"Nyonya Elea, hari sudah mulai gelap. Tidak baik wanita hamil masih berada di luar rumah seperti ini. Kasihan tuan dan nona kecil, nanti mereka masuk angin,"'bujuk Nun yang bicara dengan begitu lempeng tanpa hambatan.


Jakun Ares dan Gabrielle nampak bergerak cepat setelah mereka mendengar cara Nun membujuk wanita hamil ini. Dengan bentuk yang masih sebesar kacang polong, mungkinkah tiga ekor bayi yang tinggal di dalam perut seorang ibu muda akan mengalami masuk angin? Nun ini sebenarnya mendapat kalimat ajaib seperti itu darimana. Kenapa kata-kata tersebut tidak bisa di cerna oleh otak cerdas mereka?


"Darimana kau tahu kalau anak-anakku bisa masuk angin, Pak Nun? Apa kau pernah mengunjungi mereka?" tanya Elea merasa aneh.


Glukkk


Jika tadi Ares dan Gabrielle di buat kebingungan dengan cara Nun membujuk, kali ini mereka sama-sama menahan tawa saat Nun tak bisa menjawab pertanyaan Elea. Namun sedetik kemudian Gabrielle sadar ada yang salah dengan pertanyaan yang baru saja dia dengar. Mengunjungi mereka? Ya Tuhan... Bukankah ini artinya Elea sedang membicarakan sesuatu yang sangat intim di mana biasanya sesuatu tersebut hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri saja? Wahhh, gawat. Obrolan dua orang beda gender ini sudah tidak sehat. Harus segera Gabrielle sudahi.


"Em, sayang. Bagaimana kalau kita masuk ke dalam saja. Kau sudah cukup kelelahan hari ini. Untuk membuat tubuhmu kembali relaks, kau ingin berendam air hangat tidak?"


"Berendam air hangat?"


Nun dan Ares mengerjapkan mata. Apalagi ini. Drama Lan saja masih belum beres, kenapa sekarang malah sudah bertambah dengan drama olahraga di kamar mandi. Astaga, kenapa posisi mereka selalu di persulit begini sih.


"Ekhmmm ... sayang, Reinhard dan Jackson sudah berpesan padaku agar jangan menjenguk bayi-bayi-bayi kita dulu di trimester pertama. Itu sangat berisiko karena bisa memicu pendarahan saat terjadi guncangan. Nanti saja ya, tunggu usia kehamilanmu sudah masuk ke trimester kedua. Aku pasti akan langsung menjenguk anak-anak kita," ucap Gabrielle tanpa canggung bicara sefrontal itu di hadapan Nun dan juga Ares. Padahal sebenarnya, tadi Gabrielle sempat tidak bisa bernafas ketika Elea membahas tentang olahraga rutin mereka saat sedang berada di kamar mandi.


"Oh, begitu ya, Kak. Ya sudah kalau begitu kita berendam saja. Sekalian untuk menghilangkan busuk bangkai di tubuh Kak Iel. Aku jadi heran sebenarnya apa yang sudah Kakak makan sampai-sampai baunya tidak kau hilang," ucap Elea tak tanggung-tanggung saat mengatakan kalau tubuh suaminya beraroma bangkai.


"Maaf menyela, Nyonya. Tubuh Tuan Muda selalu harum, kemungkinan besar bau yang anda rasa adalah bawaan dari bayi. Karena mungkin seperti itulah cara mereka mengenali ciri ayahnya!" ucap Ares membela Tuan Muda-nya.


"Darimana kau tahu kalau itu adalah bawaan bayi, Res? Kau tidak mungkin berkhianat di belakangku kan?" tanya Gabrielle curiga. Dia menatap nyalang ke arah asistennya yang kini tengah menghela nafas pelan.

__ADS_1


"Tuan Muda, saya juga memiliki istri yang sedang hamil. Saat pertama tahu kalau Cira hamil, dia menyebut tubuhku berbau seperti kambing yang di bakar langsung dengan kulitnya. Padahal saya tidak pernah lupa untuk memakai parfum, tapi Cira tetap mengatakan seperti itu. Dan Nyonya Yura bilang itu adalah cara anak kami mengenali saya sebagai ayahnya. Begitu!" jawab Ares dengan sabar menjelaskan.


"Oohhh."


Gabrielle merasa sangat lega setelah tahu kalau Ares tidak main mata pada Elea. Dia sedikit lupa kalau sebentar lagi Ares juga akan segera menjadi calon ayah sepertinya. Sudah pasti dia jauh lebih tahu karena memang Cira hamil lebih dulu dari Elea.


"Kak Iel, mulai besok aku akan sering-sering berkumpul dengan Kak Cira. Kami sesama pasukan ibu hamil perlu untuk berbagi pengetahuan tentang bayi-bayi kami. Juga untuk menghindari agar Kak Iel tidak selalu dekat denganku. Aku tidak tahan baunya. Benar-benar sangat busuk!" keluh Elea sambil menahan perutnya yang kian bergejolak. "Astaga, ini semua gara-gara belutmu, Kak Iel. Aku jadi ingin tidur terpisah malam ini. Kau sangat bau, Kak Iel. Kau busuk bangkai!"


Gabrielle ternganga saat Elea pergi meninggalkannya. Dia bingung, tidak tahu harus menyusul atau tidak.


"Apa aku sebau itu sampai Elea tidak mau tidur seranjang denganku?" tanya Gabrielle lirih. Dia frustasi.


"Tidak, Tuan Muda," jawab Nun dan Ares berbarengan.


"Nun, tolong kau angkut Cuwee kemari. Sepertinya malam ini aku butuh dia untuk menjadi teman bicara."


Setelah berkata seperti itu Gabrielle melangkah masuk ke dalam rumah. Dan dia di buat hampir mati berdiri ketika berpapasan dengan seorang pelayan yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.


"Maaf, Tuan Muda. Nyonya Elea mengatakan bahwa selain bau, wajah anda juga terlihat seperti monster yang sangat jelek. Beliau khawatir kalau hal itu akan menurun pada bayi-bayinya, jadi meminta agar anda maklum dan tidur bersama Lan malam ini."


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa bom komentar ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...

__ADS_1


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2