
Levi menyeringai begitu sampai di pintu masuk kantornya. Di saat statusnya yang masih pengantin baru dia sudah di hadapkan pada satu kejadian dimana kejadian ini membuat emosinya meluap panas. Di tambah lagi dia yang baru saja berurusan dengan makhluk kecil bernama Elea, semakinlah Levi membara saat membaca spanduk besar yang bertuliskan "TURUNKAN CEO LEVITA DARI KURSI KEPEMIMPINANNYA. KAMI TIDAK SUDI DI PIMPIN OLEH SEORANG MUDA YANG LEBIH MEMENTINGKAN URUSAN PRIBADINYA SENDIRI DARIPADA URUSAN PERUSAHAAN. TURUNKAN CEO LEVITA SEKARANG JUGA"!!!
" Hei kalian para pasukan nasi bungkus, siapa yang sudah memerintahkan kalian untuk merusuh di depan perusahanku, hah!" teriak Levi sembari berkacak pinggang.
"Tidak ada siapapun yang memerintahkan kami. Kami datang sebagai bagian dari perusahaan yang merasa tidak puas akan kinerja anda selama memimpin. Kami harap anda bisa segera meninggalkan posisi anda sekarang, Nona Levita. Benar tidak!"
Sorak sorai teriakan dari orang-orang anarkis ini kembali terdengar. Namun sayang, kegaduhan yang mereka lakukan sama sekali tak membuat Levita merasa gentar. Yang ada keinginannya untuk memakan orang-orang ini malah semakin bertambah besar. Kesal mendengar suara mereka yang seperti kaleng rombengan, Levita dengan santai berjalan mendekat. Setelah itu dia menjambak rambut salah satu dari rombongan tersebut kemudian menyeretnya masuk ke dalam perusahaan.
"Lepaskan rambut saja, Nona Levita. Saya bisa menuntut anda karena sudah melakukan tindak kekerasan!"
"Menuntutku? Hahahaha! Mimpi saja kau sana. Harusnya kau itu bersyukur karena aku hanya menjambak rambutmu saja, bukan memakanmu dan juga teman-temanmu yang jelek itu!" sahut Levita sinis.
Para karyawan yang ada di sana hanya bisa menatap ngeri ke arah wanita yang kepalanya di jambak oleh bos mereka. Sungguh, Nona Levita Foster yang dulunya adalah seorang model kenamaan ternyata bisa sangat mengerikan jika sudah marah. Para karyawan di sini tentu saja belum lupa dengan kejadian di mana para pegawai yang coba-coba mengambil keuntungan di perusahaan ini di sikat habis oleh bos mereka. Juga dengan Tuan Samuel yang tidak berani berkutik lagi semenjak perusahaan ini di pimpin oleh Nona levita Levita. Pokoknya suasana di perusahaan ini akan terasa sangat horor jika wanita ini sudah berwajah masam. Karena hal tersebut menandakan bahwa bos mereka sudah siap menelan korban.
Bruuukkk
"Kau! Kemari!" ucap Levi sambil menunjuk salah satu karyawannya.
"Iya, Nona Levita. Ada yang bisa saya bantu?"
"Apa benar siluman rubah ini dan juga pasukannya bekerja di perusahaanku?"
Sebelum menjawab, karyawan tersebut melihat ke arah wanita yang sedang duduk bersimpuh di lantai. Dia lalu menarik nafas pelan melihat sebagian rambutnya yang begitu berantakan seperti orang yang baru saja tersetrum listrik setelah menjadi korban keganasan bosnya.
"Tidak, Nona. Saya bekerja di bagian HRD, dan saya tidak merasa pernah memasukkan siluman seperti dia untuk bekerja di perusahaan ini."
__ADS_1
Andai bisa dilihat, dari kedua mata Levi tengah beterbangan banyak anak panah beracun begitu dia mendengar fakta kalau wanita ini sudah berkata bohong. Sambil menggulung lengan bajunya, Levita berjongkok di samping wanita yang kini terlihat gugup.
"Ada apa, hm? Takut ya karena sudah ketahuan berbohong?" tanya Levita sambil tersenyum aneh. "Kau tahu tidak. Sahabatku pernah mengatakan kalau orang yang berkata bohong akan di kutuk oleh Tuhan. Lidah mereka akan di potong, kemudian di jadikan makanan beruang yang tinggal di dalam neraka. Apa kau mau seperti itu, hm?"
"T-t-tidak, Nona Levita. Saya ... saya minta maaf. Kami semua datang atas perintah seseorang yang sudah lama mengincar posisi anda. Tolong maafkan kami semua, Nona. Kami hanya butuh uang untuk makan. Tolong ampuni kami!" jawab si wanita sambil menggosok-gosokkan telapak tangan di depan wajahnya.
"Kau pikir aku ini Tuhan yang bisa memberimu pengampunan? Bukan bodoh. Jika ingin meminta ampun, bertobatlah dan akui siapa yang telah menyuruh kalian membuat onar di sini!"
Setelah berkata seperti itu Levita langsung menjewer wanita tersebut agar berdiri. Meskipun kesal, hatinya tetap terenyuh ketika mendengar kalau wanita ini melakukan pekerjaan karena membutuhkan biaya untuk makan. Sebenarnya saat wanita ini berucap, dada Levita berdetak dengan sangat cepat. Dia jadi teringat dengan kondisi Elea di hari pertemuan pertama mereka dulu. Makhluk kecil itu kelaparan, bahkan hanya bisa pasrah ketika dia menampar dan menyalahkannya atas kesalahan yang tidak dia lakukan.
Dan jika kalian penasaran kemana dia akan membawa wanita ini pergi, jawabannya adalah ke ruangannya. Ya, selain untuk mengorek informasi, Levita berniat memberi sedikit bantuan agar ke depannya nanti wanita ini tak lagi menerima pekerjaan yang bisa merugikan orang lain.
"Duduk di sini!" ucap Levita sembari mengelap tangannya yang berminyak.
Sepertinya wanita ini benar-benar miskin. Apa dia tidak mandi dulu sebelum datang kemari? Atau jangan-jangan dia sengaja mengoleskan minyak ke telinganya sebagai bentuk pertahanan diri saat aku menyiksanya? Ck, kasihan sekali.
"Cihh, siapa juga yang ingin menelpon polisi. Aku ingin menghubungi suamiku dulu, aku takut dia mati kaku gara-gara tidak mendengar suaraku!" sahut Levita berkilah. Padahal tadi itu dia hanya ingin mengalihkan diri agar tidak menangis. Aneh kan?
Suasana di dalam ruangan tersebut menjadi hening untuk beberapa saat. Tak lama kemudian Levita mengeluarkan sebuah cek dari laci mejanya. Dia lalu menuliskan beberapa nominal angka sebelum akhirnya menyerahkan cek tersebut kepada si wanita rubah.
"Ini apa, Nona?"
"Bom!"
Gluukkk
__ADS_1
"Ini cek, untukmu dan juga teman-temanmu. Katakan pada mereka supaya jangan menerima pekerjaan seperti ini lagi. Untung kalian bertemu dengan bidadari baik hati sepertiku. Jika yang kalian hadapi adalah siluman macan tutul, menangis darahpun kalian tidak akan di maafkan. Paham?" jelas Levita sinis.
"Ini ... ini banyak sekali, Nona. Bahkan bayaran tuan yang mempekerjakan kami jauh lebih kecil daripada ini," ucap si wanita gugup. Tangannya nampak gemetar ketika menerima cek yang jumlahnya tak pernah dia bayangkan.
"Oh, jadi kau menolak? Ya sudah, kembalikan lagi saja padaku."
Setelah berkata seperti itu Levita langsung menjulurkan tangan hendak mengambil cek dari tangan wanita tersebut. Namun, secepat kilat wanita itu langsung menyembunyikan cek itu ke dalam saku bajunya. Sambil tersenyum antara malu dan juga bahagia, wanita itu mengucapkan kata yang hampir membuat Levita menangis.
"Nona, apa anda tahu? Sejak saya ada di dunia ini, Nona adalah orang pertama yang dengan tulus membantu orang-orang miskin seperti kami. Anggaplah saya dan teman-teman saya sebagai orang yang tidak tahu diri karena berani menerima bantuan dari seseorang yang tadinya ingin kami celakai. Tapi jujur, Nona adalah malaikat tak bersayap yang di hadirkan Tuhan untuk kami para orang miskin. Terima kasih banyak, Nona. Saya berjanji akan menggunakan semua uang-uang ini dengan baik. Dan yang utama, saya akan mendidik anak saya agar dia tumbuh menjadi manusia yang kaya akan hati nurani seperti anda. Sekali lagi terima kasih banyak, Nona Levita!"
"Cihh, masalah uang saja kalian langsung bicara manis begini. Ya sudah sana, bawa pasukanmu pergi dari sini. Aku sebal melihat wajah jelek kalian!" usir Levi dengan mata berkaca-kaca.
Bukannya tersinggung, wanita tersebut malah tersenyum menyaksikan wanita di depannya yang mengusirnya pergi sambil menahan tangis.
Nona, semoga anda beserta suami dan anak-anak anda akan selalu hidup dalam kebahagiaan. Nona orang baik, aku yakin Tuhan pasti sudah menyiapkan takdir yang sangat indah untuk Nona. Terima kasih atas kebaikan, Nona. Akan saya ingat sampai nyawa ini terlepas dari raga.
πππππππππππππππππ
GENGS, JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL YANG SATUNYA YAKK... MAAF JARANG UP, SEDANG DALAM KONDISI BANYAK PIKIRAN. DOAKAN SEMOGA SEMUANYA SEGERA MEMBAIK YA. LOPE YU πππ
...πJangan lupa vote, lilke dan comment...
...ya gengss...
__ADS_1
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...