Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Ingin Pamer


__ADS_3

"Kak Iel, kenapa bibirmu terus tertarik ke atas sejak tadi? Otot syarafnya sudah rusak ya?"


Uhuukk uhuuukkk


Lusi segera menepuk punggung suaminya yang tersedak gara-gara mendengar perkataan Elea. Sedangkan pelakunya hanya duduk diam sambil memandangi suaminya yang hampir mati tanpa merasa bersalah. Luar biasa. Bisa-bisanya Elea mengeluarkan kata nyelenehnya di saat semua orang tengah menikmati makan siang. Apa dia tidak sadar kalau kata-katanya itu bisa membuat membuat nyawa seseorang berada dalam bahaya? Gleen contohnya.


"Elea, bicaranya nanti saja ya. Kasihan Gleen, nanti dia mati tersedak!" tegur Liona hati-hati. Dia sangat amat tidak mau menjadi korban yang selanjutnya.


"Tapi Ibu Liona, aku kan hanya bicara biasa. Lagipula aku bertanya pada suamiku, bukan pada Paman Gleen. Kenapa dia harus tersedak sampai separah ini? Aneh. Apa jangan-jangan Paman Gleen jadi begitu karena ingin di tanya olehku ya?" jawab Elea keheranan.


"Yang benar saja kau, Elea. Untuk apa aku berharap di tanya olehmu kalau istriku saja sedang duduk di sebelahku?" protes Gleen tak terima.


"Lalu kenapa Paman bisa tersedak? Bukannya Paman sedang mencari perhatian dariku ya?"


Skak matt. Gleen mati kutu di tangan Elea. Malas berdebat, juga karena Gleen mulai merasakan hawa-hawa tidak enak yang berasal dari seorang pria dimana pria tersebut kini tengah mendelikkan mata ke arahnya. Siapa lagi kalau bukan Gabrielle, pria posesif itu pasti sedang terbakar cemburu gara-gara dia yang terlalu banyak mengobrol dengan Elea. Cari aman saja, begitu pikir Gleen.


"Oh ya, Kak Iel. Kakak belum menjawab pertanyaanku tadi," ucap Elea seraya menoleh ke arah suaminya yang sedang menatap horor ke arah suaminya Lusi. Dan seperti biasa, Elea berpura-pura tidak menyadari hal tersebut. πŸ˜…


Gabrielle tergagap. Cepat-cepat dia mengalihkan pandangannya dari Gleen, lalu menatap Elea yang tengah memandanginya.


"Pertanyaan yang mana, sayang?"


"Pertanyaan kenapa bibir Kakak terus terangkat ke atas. Kenapa? Apa karena urat syarafnya rusak?"

__ADS_1


"Tidak," jawab Gabrielle lembut. "Sudut bibirku terus tertarik ke atas karena aku sedang tersenyum bahagia mengingat pengakuanmu saat di atas panggung tadi. Kau tahu, sayang. Andai saja aku punya sayap, aku pasti sudah akan terbang ke langit saat kau mengatakan akan menikah dengan pria yang tepat. Perasaanku melambung dengan sangat tinggi. Rasa bahagiaku sulit untuk di gambarkan dengan kata-kata."


Selain Gleen, semua orang tersenyum mendengar pengakuan jujur Gabrielle. Memang benar kalau apa yang dilakukan Elea tadi sangatlah menakjubkan. Terlepas meski hanya beberapa orang saja yang mengetahui status pernikahan mereka, sangat jelas terlihat betapa Elea begitu mencintai dan juga betapa dia yang sangat menghargai cintanya Gabrielle. Elea dan Gabrielle adalah perpaduan cinta sederhana yang terbalut dalam suatu gemerlap kekayaan. Mungkin ada segelintir orang yang menganggap keduanya terlalu berlebihan dan juga kurang menghargai orang lain, tapi kenyatannya tidaklah seperti itu. Di balik kekonyolan dan juga tingkah mereka dalam mengungkapkan rasa, kepedulian Gabrielle dan Elea pada keadaan sekitar sangatlah besar. Hanya tidak terlihat secara transparan saja. Jadi tolong ya, untuk para pembaca yang sering mengatai Elea tidak punya sopan santun dan Gabrielle terlalu lebai, please, berhenti. Ada banyak pelajaran berharga yang bisa kalian ambil dari kisah cinta mereka. Maaf ya curhat sedikit. 🀣🀣🀣


"Kak Iel, saat hubungan kita sudah di publikasikan di hadapan media, bolehkah aku memakai gaun yang tadi untuk berdansa denganmu? Kau tahu tidak, Kak. Dari semua tetes peluh yang keluar ketika aku mendesain gaun itu, pikiranku hanya tertuju padamu seorang. Dan alasanku memakai bahan yang tidak terlalu bagus adalah agar Kakak selalu ingat siapa aku ketika kita pertama kali bertemu. Sebenarnya aku bisa saja menggantinya dengan bahan yang jauh lebih baik, tapi aku tidak mau melakukannya. Elea yang dulu Kakak temui adalah Elea yang kotor, jelek, buruk rupa, dan juga menyedihkan. Namun semua keburukan itu tertutup oleh cinta kasih seorang Gabrielle Ma. Seperti gaun itu, bahan yang tidak terlalu bagus jadi tertutup karena aku mendesainnya dengan penuh perasaan. Dan saat memakainya nanti aku pasti akan terlihat cantik, karena aku akan bersama laki-laki yang sangat spesial. Aku akan berdiri di sisi seorang pria yang begitu mulia. Terima kasih ya, sayang. Sudah mengubahku dari yang buruk menjadi sangat indah!" ucap Elea mengungkap alasan tentang gaun yang dia buat.


Lusi yang kebetulan sedang sensitif karena kehamilannya, langsung terisak sedih saat mendengar perkataan Elea. Dulu dia juga ikut menjadi saksi betapa Elea terlihat sangat menyedihkan saat pertama kali datang ke rumahnya Gabrielle. Kurus, kumal, kelaparan, semua itu masih terbayang dengan sangat jelas di pikirannya.


"Sayang, kenapa kau jadi melow begini sih. Entah kau ingin memakai gaun yang kau rancang sendiri atau gaun paling mahal sekalipun, aku tidak peduli. Karena yang aku butuhkan itu kau, bukan model gaunnya!" sahut Gabrielle dengan mata berkaca-kaca. Dia paling tidak kuat jika Elea mengungkit masa lalunya yang sangat menyedihkan itu. Gabrielle tidak sanggup untuk mengingatnya, terlalu sakit dan juga kejam.


"Hehe, berarti aku boleh memakainya kan, Kak?"


"Tentu saja sangat boleh, sayang."


"Terima kasih, sayang. Suamiku sungguh baik hati sekali," ucap Elea sambil menarik tisu. "Ya ampun, kenapa ingusku keluar sekarang ya? Merusak suasana saja."


Rasanya Greg dan Gleen ingin sekali menjungkirbalikkan meja di hadapan mereka saat Elea lagi-lagi menghancurkan suasana mengharu biru yang sedang terjadi. Dan yang lebih menjengkelkan lagi, Elea malah menyalahkan ingusnya sendiri sebagai perusak suasana. Padahal dialah pelaku yang sebenarnya. Benar-benar menguji kesabaran.


"Em Elea, apa kau tidak apa-apa karena tidak menang di acara tadi?" tanya Liona setelah tersadar dari ke-frustasiannya. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat menantunya ini menyalahkan ingus yang tidak sengaja keluar dari lubang hidungnya.


"Aku baik-baik saja, Ibu Liona. Kekalahan ini akan aku jadikan pelajaran agar ke depannya nanti aku bisa menjadi jauh lebih baik. Lagipula karyaku hari ini bukan untuk di jual, tapi hanya untuk sekedar pamer saja. Kan rencananya gaun itu akan aku pakai setelah Kak Iel mengumumkan pernikahan kami," jawab Elea seraya tersenyum semringah.


Gemas melihat senyum di bibir Elea, Gabrielle pun menciumnya di hadapan semua orang. Dia sama sekali tidak peduli saat Gleen melempar wajahnya dengan tisu.

__ADS_1


"Tahu malu sedikitlah, Gab. Di sini kan ada Ayah dan Ibumu, tunggulah sampai di rumah jika ingin bermesuman!" tegur Gleen kesal melihat kebucinan Gabrielle pada Elea.


"Mesum apanya. Aku kan hanya mencium pipi istriku, kenapa kau sewot, Gleen!" sahut Gabrielle santai.


"Mungkin Paman Gleen iri, Kak. Makanya dia jadi sewot melihat kita bermesraan. Kak Lusi kan sedang hamil muda, dia pasti uring-uringan karena tidak mendapat jatah. Iya kan, Paman Gleen? Mengaku sajalah!" timpal Elea sambil menaik-turunkan kedua alisnya.


Dua kali. Ini adalah kedua kalinya Gleen kena skak matt oleh Elea. Memang benar kalau sekarang dia sedang merasa gerah setelah beberapa hari ini tidak bisa menyentuh Lusi. Istrinya ini terus saja muntah-muntah, sudah pasti Gleen sangat tidak tega jika harus menuntut haknya.


"Sudah-sudah. Sekarang fokus ke makanan saja, tidak baik bicara saat kita sedang berada di meja makan!" ucap Liona melerai keadaan yang mulai memanas.


"Baik, Ibu Liona," sahut Elea patuh. "Ngomong-ngomong, aneh juga ya tidak ada Kak Levi di sini. Padahal aku ingin sekali pamer padanya kalau gaun pernikahan yang aku buat jauh lebih indah dari gaun pernikahan yang dia pakai. Sayang sekali!"


Semua orang dengan cepat menikmati makanan di piring masing-masing saat Elea menyebut nama Levi. Untunglah pelakor itu sedang tidak bersama mereka. Kalau ada, pastilah perkataan Elea tadi akan berbuntut panjang. Kalian tahu sendiri kan seperti apa kelakuan mereka berdua jika sudah berkumpul? Semua orang pasti akan sakit kepala di buatnya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


GENGSS.. JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL EMAK YANG BARU YA. ADA GIVEAWAY DI SANA πŸ’œ



...πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss...

__ADS_1


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2