Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Kuku Lentik


__ADS_3

Levi, Elea, dan ibunya Gabrielle terlihat begitu menikmati pelayanan dari karyawan salon tempat mereka melakukan perawatan. Besok pagi adalah hari peragaan busana dimana akan ada puluhan desainer kenamaan akan hadir di sana. Jadi ketiga wanita ini bermaksud mempercantik diri agar nantinya tidak membuat Nyonya Wu merasa malu. Terlebih lagi Levi dan Elea yang akan tampil sebagai model dengan menampilkan hasil rancangan milik neneknya Elea yang pastinya akan sangat cetar membahana. Belum lagi dengan tugas mereka sebagai brand ambassador dari pakaian musim panas yang akan di lounching besok pagi. Semakinlah membuat keduanya ingin tampil semaksimal mungkin dengan harapan kalau baju-baju yang akan mereka tampilkan bisa menembus pasaran global dalam waktu singkat.


"Elea, apa kau sudah siap untuk pertunjukan besok pagi?" tanya Liona sambil memperhatikan menantunya yang sedang mendapat pelayanan di bagian kuku tangan.


"Sudah, Ibu Liona. Aku sudah sangat siap untuk tampil di depan para desainer dunia," jawab Elea seraya tersenyum semringah.


"Baguslah. Kau memang sudah seharusnya memiliki kepercayaan dan keyakinan yang tinggi agar nanti tidak tremor saat berjalan di red carpet," sahut Liona penuh bangga. Dia kemudian melihat ke arah Levita yang juga sedang menerima perawatan yang sama seperti Elea. "Dan kau Levita, apa kau sudah siap untuk kembali tampil di atas catwalk?"


Sebelum menjawab, Levi terlebih dahulu bergaya songong di hadapan ibunya Gabrielle. Dia ingin pamer kemampuan pada Elea.


"Kalau untuk masalah catwalk kau tidak perlu meragukan kemampuanku, Bibi Liona. Karena sebelum aku di blacklist dari dunia entertainment, aku dulunya adalah seorang model yang memiliki jam terbang terpadat dalam hal menaklukkan si karpet merah. Jadi aku rasa kekhawatiran Bibi sedikit tidak masuk akal," ucap Levi dengan bangganya.


Liona tersenyum. Dia sangat menyukai jiwa semangat di diri kedua wanita ini. Levi adalah seorang senior yang sudah kenyang memakan manis asamnya dunia permodelan. Sedangkan Elea, meski besok adalah pertama kalinya dia akan berjalan di atas catwalk, perempuan ini terlihat begitu tenang dan bersemangat. Karena bagaimanapun di dalam tubuh Elea mengalir darah seni yang begitu kuat. Jadi Liona rasa kepercayaan diri sang menantu berasal dari situ.


"Kak Levi, kapan pernikahanmu dengan dokter Reinhard akan di gelar?" tanya Elea ingin tahu.


Ya, beberapa waktu terakhir selain di sibukkan melatih Elea, Levi juga tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya. Dia dan Reinhard memutuskan untuk segera menikah setelah sang dokter terbakar api cemburu saat Levi di dekati oleh salah satu CEO dari perusahaan lain. Meskipun Levita memiliki mulut yang begitu bar-bar, nyatanya hal tersebut tidak dapat menutupi pesona kecantikannya. Jadi wajar saja kalau Reinhard kebakaran jenggot ketika ada pria lain yang ingin mendekati calon istrinya.


"Rencananya sih seminggu setelah pegelaran ini, Elea. Kenapa memangnya?" jawab Levi sedikit curiga kalau-kalau makhluk kecil ini memiliki niat terselubung karena tiba-tiba bertanya seperti itu.


"Tidak apa-apa, Kak. Aku hanya bertanya saja," sahut Elea sambil tersenyum kecut.


Liona menatap lekat wajah menantunya yang terlihat sendu. Ya, Gabrielle pernah mengatakan betapa Elea menjadi begitu histeris saat tahu kalau Levi telah dilamar oleh Reinhard. Dan kemungkinan besar perasaan itu kembali hadir saat Levi mengatakan kalau pernikahannya akan di gelar seminggu lagi. Sebagai orangtua, Liona jelas bisa merasakan ketakutan tersendiri di mata Elea. Dia maklum akan rasa trauma yang di rasakan oleh menantunya ini setelah berulang kali di buang dan tinggalkan oleh orang terdekatnya. Tak suka melihat sang menantu bersedih hati, Liona meminta karyawan salon untuk menghentikan tugasnya dulu.


"Elea, kau baik-baik saja?" tanya Liona dengan sangat lembut.

__ADS_1


Elea mengangguk pelan saat di tanya seperti itu oleh ibu mertuanya. Dia mencoba menutupi perasaan sedihnya dengan berpura-pura tersenyum.


"Aku baik-baik saja, Ibu Liona. Kenapa Ibu bertanya seperti itu? Memangnya aku terlihat seperti orang sakit ya?"


"Tidak, sayang. Tapi Ibu tahu kalau hatimu sedang tidak baik-baik saja," jawab Liona kemudian melihat ke arah Levita. "Jangan sedih. Levi dan Reinhard tidak akan pergi kemana-mana setelah menikah. Mereka tidak akan membuangmu seperti yang pernah kau rasakan dulu."


Tubuh Levi langsung menegang begitu mendengar perkataan ibunya Gabrielle. Dia dengan cepat melihat ke arah Elea dimana makhluk kecil tersebut kini terlihat murung. Levi sungguh bodoh. Dia lupa kalau Elea adalah satu-satunya manusia yang menangisi pernikahannya dengan Reinhard. Dia juga baru ingat kejadian di atas kapal dimana Elea terlihat begitu menyedihkan saat memintanya agar tidak menikah. Perempuan ini begitu takut di tinggalkan.


Ibu Liona, aku sedih bukan hanya karena Kak Levi yang akan segera menikah dengan dokter Reinhard. Tapi ada hal lain yang membuatku sangat ingin menangis. Aku takut, Ibu Liona. Benar-benar sangat takut ....


"Hei makhluk kecil, bukankah seharusnya kau merasa senang ya karena pelakor ini akan segera memiliki tambang uangnya sendiri?" tanya Levi mencoba mengalihkan Elea dari kesedihan yang sedang dia rasakan.


"Aku lebih senang kau menghabiskan uangnya Kak Iel bersamaku, Kak Levi. Lagipula dokter Reinhard itu kan tidak sekaya suamiku, uangnya pasti tidak selezat uang yang ada di dalam ATM berjalanku. Iya kan?" jawab Elea peka akan maksud pertanyaan Levi.


"Kak Levi, kau ingin hadiah apa untuk pernikahanmu nanti?" tanya Elea.


"Aku ingin pergi ke Maldives. Suasana di sana sangat indah, sangat pas untuk bercocok tanam," sahut Levi sambil tersenyum genit.


"Memangnya kau dan dokter Reinhard ingin beralih profesi menjadi petani ya, Kak? Aneh sekali. Bukankah kalian seharusnya pergi bulan madu? Kenapa malah bercocok tanam, di Maldives pula. Apa tidak buang-buang uang itu namanya?"


Liona kembali meminta karyawan salon melanjutkan tugas mereka setelah melihat suasana hati Elea kembali membaik. Dia tidak berhenti tersenyum saat mendengarkan percakapan absurd antara si pelakor dengan si istri sah. Aneh, tapi sangat menghibur.


"Ck, Elea-Elea. Kau itu kan sudah kuliah, tapi kenapa otakmu masih saja bodoh sih. Yang aku maksud dengan bercocok tanam itu adalah bekerja keras membuat adonan untuk mencetak anak, bukan beralih profesi menjadi seorang petani. Bagaimana sih. Aku jadi curiga kalau kau itu sebenarnya bukan cucunya Nyonya Wu. Dia begitu cerdas dan hebat. Sementara kau ... astaga!" keluh Levi tak habis pikir.


Elea mencebikkan bibir mendengar keluhan Levi. Setelah itu dia meniupi kuku-kukunya yang sudah selesai di percantik kemudian memamerkannya pada Levita.

__ADS_1


"Lihat, sangat lentik bukan?"


"Cihh, aku juga punya," sahut Levi tak mau kalah.


"Kau menjiplak milikku, Kak Levi!" ledek Elea.


"Sembarangan."


"Hehehe."


Para karyawan salon nampak mengulum senyum saat Levi dan Elea bertengkar hebat gara-gara memperebutkan kuku siapa yang paling cantik. Liona lalu menggunakan kesempatan yang ada untuk mengirim pesan pada putranya. Dia penasaran sesuatu apa yang membuat Elea menjadi bersedih hati selain karena Levita yang akan segera menikah.


"Nanti malam aku akan memberitahu Ibu. Sekarang aku sedang sangat sibuk, tolong jaga Elea untukku ya, Bu? Aku mencintaimu."


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Hai gengss.. Maaf ya emak jarang banget update akhir-akhir ini. Kemarin asam lambung naik parah sampai harus di infus karena gk bisa makan apapun. Tapi alhamdulillah sekarang udah mulai membaik. Buat kalian yang menderita asam lambung akut kayak emak bagi-bagi tips dong, terutama buat pengobatan tradisional. Emak udah bosen ketemu dokter, pingin minum obat yang alami aja. Tolong tulis di kolom komentar ya gengss.. πŸ’œ


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2