Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Jurang


__ADS_3

🥀 HAI GENGSS, SESUAI PERMINTAAN KALIAN SEKARANG EMAK AKAN MENYELESAIKAN DUA NOVEL DULU. MY STORY ( GABRIELLE & ELEANOR) & MA QUEEN MA, AKAN MENJA****Di** FOKUS EMAK SAMPAI TAMAT. JADI UNTUK NOVEL LAIN MOHON KALIAN ENGGAK BERTANYA DULU KAPAN AKAN UP LAGI YA. 🙏🥀**


Sementara itu Sisil dan Flowrence yang masih asik berkejaran di bawah pohon tampak menoleh ke arah sopir yang sedang berjalan menuju ke mereka. Keduanya sama-sama mendengus, kesal karena waktu bermain mereka sudah habis.


"Pak sopir, tidak bisakah di tambah lima menit lagi untuk kami bermain di sini?" tanya Flowrence mencoba untuk bernegosiasi. "Kalau boleh, nanti aku akan membelikan makanan gratis untukmu saat kita sudah sampai di taman. Benar kan, Sil?"


"Memangnya kau punya uang untuk mentraktir sopirku?" sahut Sisil iseng bertanya.


"Kan ada kau," jawab Flowrence dengan entengnya.


"Aku?"


Sisil langsung emosi. Bisa-bisanya anak ini ingin mentraktir orang lain lalu meminta dia yang membayar makanannya. Sungguh, Sisil benar-benar di buat tak habis pikir oleh ulahnya Flowrence. Otaknya sampai mengebul.


"Nona Sisil, Nona Flowrence. Sebaiknya kita segera pergi saja dari tempat ini. Mobil yang ada di sana semakin banyak berdatangan dan terus mengawasi kita sejak tadi. Saya khawatir mereka adalah segerombolan penculik yang sering beraksi di tempat ini. Kita pergi ya?" bujuk si sopir dengan raut wajah yang begitu gelisah. Ekor matanya terus saja melirik ke arah deretan mobil yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.


Sisil dan Flowrence kompak melihat ke arah mobil-mobil yang di maksud oleh pak sopir. Dan secara tidak sengaja, Flowrence mengenali kalau salah satu dari mobil yang ada di sana adalah mobil milik paman penjaga. Flowrence kemudian berniat menjelaskan hal tersebut pada Sisil dan juga sopirnya. Akan tetapi sebelum sempat Flowrence bicara, dia sudah lebih dulu ditarik Sisil menuju mobil mereka. Jadi ya sudah, Flowrence patuh saja. Dia takut di gelindingkan jika menolak.


"Masuklah!" perintah Sisil.


"Tadi kan kau yang duduk di sebelah sana, Sil?" ucap Flowrence merasa aneh ketika diminta untuk bertukar posisi oleh Sisil.


"Astaga. Bokongmu yang tepos itu tidak akan mungkin bisulan jika hanya duduk di sana. Rewel sekali sih!"


"Baiklah-baiklah. Begitu saja marah, nanti kau cepat tua sebelum menikah!"


"Masuk!"


"Iya,"

__ADS_1


Segera Flowrence masuk ke dalam mobil tanpa melepaskan pegangan tangannya dari tas yang di pakai oleh Sisil. Namun, malang tak dapat di tolak dan musibah tak dapat di tebak. Tepat ketika Sisil hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti kemudian menarik tas yang di pakai olehnya. Sontak saja hal ini membuat tubuh Sisil tertarik keluar yang mana membuat tubuh bantat Flowrence ikut tertarik juga karena posisi tangannya yang masih memegang erat tali tas Sisil. Dalam kondisi seperti itu, mobil tersebut kembali melajukan mobil mereka dengan sangat cepat. Jangan bayangkan bagaimana keadaan Sisil dan Flowrence sekarang. Tubuh kedua anak tersebut terseret di jalanan karena tangan si penculik tidak kuat menarik Sisil dan Flowrence secara bersamaan. Dan ... ya. Bisa kalian bayangkan sendiri bagaimana keadaan mereka berdua. Sisil dengan tubuh setengah bergelantungan antara pintu mobil dan aspal jalan, sedangkan Flowrence terbaring tengkurap dengan tangan yang terus berpegang kuat pada pinggiran tas. Mengerikan sekali bukan?


"NONAAAAAA!" teriak si sopir syok melihat anak majikannya beserta temannya di culik dan di seret seperti itu. Kejadiannya begitu cepat hingga membuat si sopir tidak sempat menolong mereka.


Di saat yang bersamaan, mobil-mobil yang memang bertugas mengawasi Flowrence langsung bergerak cepat dengan menyusul mobil si penculik. Raut wajah mereka tak bisa tergambarkan melihat si Nona kecil di seret dengan begitu brutal oleh penculik tersebut. Sungguh, tidak ada seorang pun yang menduga akan ada kejadian seperti ini. Mereka tidak menyangka ada seorang penculik yang nekad beraksi dalam keadaan seramai ini. Benar-benar gila, sangat gila.


"Oh s*iittt!!! Apa-apaan mobil itu. Kenapa dia menyeret adikku seperti kain lap. B*ngsat!" umpat Karl syok melihat kejadian yang sedang berlangsung di hadapannya. Nafasnya seakan terhenti karena begitu sampai, Karl dan Russell langsung di suguhi adegan brutal di mana Flowrence ikut menjadi korbannya.


"Hati-hati, Karl. Di depan ada turunan yang berbahaya, kau kendalikan dulu emosimu!" ucap Russell kembali memperingatkan Karl.


"Yakk Russell. Matamu buta atau bagaimana hah! Memangnya kau tidak lihat bagaimana keadaan Flowrence sekarang. Lihat, dia dan temannya di tarik seperti itu. Kulit dan daging di tubuh Flowrence bisa tergerus habis kalau kita tidak bisa segera menyelamatkannya. Tahu kau!"


"Aku tahu, dan aku juga melihatnya. Tapi kau harus ingat kalau jalanan ini sangat berbahaya. Kau harus pastikan kita selamat dari sini dulu sebelum mengejar mobil itu. Dan juga di depan sana sudah ada banyak penjaga yang mengejar, tolong mengertilah!"


"Aaarrggghhhh k*parat! Awas saja. Saat tertangkap nanti akulah orang yang akan menghabisi para bedebah itu. Dasar brengsek!"


Sementara itu Flowrence yang sudah bercucuran darah masih saja tak mau melepaskan pegangan tangannya. Dia menangis sambil menyebut nama ayah dan ibunya, dan matanya terus menatap Sisil dengan penuh rasa iba. Sedangkan Sisil, gadis itu sudah hampir pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit saat tulang di kakinya mulai terlihat akibat gesekan antara kulit dengan aspal yang kasar.


"Ah, biarkan saja. Kedua anak ini sepertinya berasal dari keluarga kaya, kita bisa mendapatkan uang yang sangat banyak jika bisa menjual mereka nanti!"


"A*jing. Lepaskan mereka atau aku akan meledakkan kepalamu sekarang juga. Nyawa kita sedang terancam bodoh!"


Terjadi pertengkaran hebat antara para penculik di dalam mobil. Namun mereka masih belum juga melepaskan kedua gadis kecil yang sedang berjuang menahan sakit di tubuh mereka. Hingga tak lama kemudian, tepat di ujung turunan tas Sisil akhirnya dilepaskan oleh penculik tersebut. Namun sayang, kondisi jalanan yang menukik tajam membuat Sisil dan Flowrence langsung menggelinding ke sisi jalan dengan sangat cepat. Hal ini membuat para penjaga beserta Karl dan Russell berteriak dengan sangat kuat karena di sisi jalanan ini terdapat jurang yang sangat amat dalam.


"FLOWRENCE!!!"


"NONA MUDAAAAA!"


Entah bagaimana ceritanya, dalam kondisi setengah sadar Sisil berhasil menarik tubuh kecil Flowrence kemudian memeluknya dengan sangat erat. Mereka kemudian jatuh terguling-guling ke bawah dan tubuh mereka terus menabrak benda-benda keras yang ada di sana.

__ADS_1


Sraaakkkkk sraaakkkkk bruhghhh


"Aaaaaaaaaaa!"


Rasanya nafas Karl dan Russell seperti terhenti seketika begitu mereka mendengar suara teriakan dari dalam jurang. Tanpa mempedulikan mobil yang masih melaju kencang, Russell membuka pintu kemudian melompat keluar. Dia dengan sengaja membiarkan tubuhnya menggelinding ke dalam jurang dengan tujuan agar bisa segera menolong Flowrence dan juga temannya. Apapun yang terjadi, Flowrence-nya tidak boleh kenapa-napa. Itu sumpah yang Russell ucapkan ketika tubuhnya terus meluncur turun ke bawah.


"Arrgggg, sial. Kau kenapa bodoh sekali, Russell. Itu namanya bunuh diri. Aaarrggghhhh!" teriak Karl setelah keluar dari dalam mobil. Dia kemudian berniat untuk menyusul ke bawah, tapi di tahan oleh para penjaga yang sedang berdiri di tepi jurang.


"Tuan Muda, tetaplah di sini. Keadaan di bawah sangat tidak memungkinkan untuk kita turun tanpa membawa pengamanan!"


"Minggir, Paman. Adik dan sepupuku sedang dalam bahaya, aku mana boleh hanya diam saja di sini. Awas!" sahut Karl berontak. Matanya memerah antara menahan tangis dan juga ketakutan.


"Kami tahu, Tuan Muda. Mohon tetap menunggu di sini karena tim penyelamat sedang dalam perjalanan kemari. Oke?"


Tubuh Karl luruh ke tanah saat dirinya tidak di biarkan turun ke dalam jurang untuk menyelamatkan Flowrence dan juga Russell. Dia lalu berteriak memanggil nama mereka dengan sangat kuat, sangat amat berharap kalau keduanya masih hidup.


Tak berselang lama kemudian, Andreas cs akhirnya sampai di lokasi kejadian. Wajah Oliver langsung memucat melihat keadaan Karl yang begitu menyedihkan. Tanpa banyak bertanya, Oliver bisa langsung tahu kalau Flowrence terjatuh ke dalam jurang. Dia lalu memutuskan untuk turun ke sana sebelum para penjaga sempat menahannya.


"Paman, siapa yang melakukan hal ini?" tanya Bern dingin.


"Kami belum tahu dengan jelas siapa dan apa motif di balik semua ini, Tuan Muda. Tadi ketika kami sedang mengawasi Nona Muda, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melintas kemudian menyeret Nona Muda dan juga temannya dari arah sebelum turunan ini. Lalu setelahnya mereka melepaskan Nona Muda begitu saja hingga membuat Nona Muda dan temannya jatuh ke dalam jurang!" jawab si penjaga menjelaskan dengan sangat mendetail. "Tuan Muda, tolong maafkan kecerobohan kami. Kami sudah lalai dalam menjaga keselamatan Nona Muda. Kami bersalah!"


"Jangan meminta maaf padaku, Paman. Karena jika Flowrence sampai tidak selamat, maka kita semua akan sama-sama mati di tangan Ayah dan juga Nenek Liona!" sahut Bern. "Paman, apa penculik itu akan di biarkan lolos begitu saja?"


"Tentu tidak, Tuan Muda. Mungkin sekarang para penculik k*parat itu sedang di hajar oleh para penjaga yang mengejar mereka. Melukai Nona kesayangan kami, sangat mustahil untuk mereka bisa bernafas dengan baik!"


"Kak, mereka akan menjadi bagianku. Tolong jangan ada yang mengambilnya!" ucap Karl dengan tatapan mata yang begitu bengis. Menyentuh adiknya, itu artinya mati.


"Ya,"

__ADS_1


Siapapun kalian, bersiaplah menghadapi kematian yang sangat mengerikan. Flowrence memang bodoh, tapi terlukanya dia bisa mendatangkan bencana kematian yang bahkan belum pernah kalian bayangkan. Benar-benar to lol. Huh.


*******


__ADS_2