
Gabrielle berjalan mondar-mandir di depan pintu kamarnya dengan di temani oleh Nun. Raut wajahnya terlihat begitu gelisah, sesekali ekor matanya juga menatap lama ke arah pintu yang tak kunjung terbuka.
"Kenapa mereka lama sekali di dalam? Apa yang sedang mereka lakukan?"
Nun hanya diam saja ketika menyaksikan kegelisahan yang tengah di rasakan oleh Tuan Muda-nya. Dia juga berpura-pura tidak mendengar apapun saat majikannya ini mulai menggumamkan kata yang tidak jelas.
"Nun!"
"Iya, Tuan Muda."
"Di dalam sana mereka tidak sedang melakukan sesuatu yang berbahaya pada istriku kan? Aku khawatir mereka bukan sedang memeriksanya, tapi malah sedang mengajari Elea cara untuk memberontak padaku," ucap Gabrielle penuh kecurigaan.
"Dokter Reinhard dan dokter Jackson tidak mungkin melakukan hal seperti itu pada Nyonya Elea, Tuan Muda. Mereka berdua begitu menyayangi Nyonya," sahut Nun berusaha menyadarkan Tuan Muda-nya dari memikirkan sesuatu yang tidak-tidak.
Namun sayang, tujuan baik Nun rupanya di salah artikan oleh Gabrielle. Dia merasa tidak terima ketika Nun mengatakan kalau Jackson dan Reinhard menyimpan rasa sayang pada istrinya. Dengan tatapan mata yang menyala-nyala, Gabrielle berjalan mendekati Nun. Dia berniat menghentikan kehidupan di diri mutan ini. Namun ketika mulut Gabrielle baru akan terbuka, dua anak manusia yang sejak tadi berada di dalam kamarnya muncul.
"Jack, Reina, bagaimana? Elea-ku hamil kan?" cecar Gabrielle dengan penuh semangat. Dia sampai lupa akan kemarahannya pada Nun.
Di cecar seperti itu oleh Gabrielle membuat Jackson dan Reinhard saling melempar pandangan. Keduanya menghela nafas dalam-dalam sebelum akhirnya kompak menggelengkan kepala. Ya, Elea tidak hamil. Tapi ....
"Apa ini maksudnya?" tanya Gabrielle ketar ketir. Mendadak tenggorokannya terasa begitu kering.
"Gab, kau dan Nun salah menebak. Elea bersikap seperti itu bukan karena hamil. Melainkan ada sesuatu yang sedang tumbuh di dalam rahimnya," ucap Reinhard iba.
Grek, srakkk
"Kau jangan bercanda, Rein. Oke tidak masalah kalau memang Elea tidak hamil, tapi tolong kau jangan menakutiku. Jangan bicara yang tidak-tidak tentang Elea atau aku akan membunuhmu sekarang juga. Cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi pada istriku, Reinhard!" teriak Gabrielle murka. Dia benar-benar tak memperdulikan raut kesakitan dan juga keterkejutan di wajah Reinhard ketika dia tiba-tiba mencekik lehernya.
"Tuan Muda, tolong kendalikan diri anda. Sekarang kita masih berada di depan kamar, saya takut Nyonya Elea merasa terganggu!" ucap Nun dengan cepat membantu melepaskan cekikan tangan Tuan Muda-nya di leher dokter Reinhard.
"Lepaskan aku, Nun. Jangan halangi aku untuk menghabisi bajingan ini!" amuk Gabrielle kian menjadi. "K*parat kau, Reinhard. Aku memintamu datang untuk memeriksa istriku. Bukan malah mengatakan kabar yang bukan-bukan. Mati saja kau sana!"
Ceklek
__ADS_1
"Kak Iel, kenapa Kakak mencekik leher dokter Reinhard?" tanya Elea kaget.
Reinhard terbatuk-batuk kemudian menarik nafas sebanyak mungkin setelah Gabrielle melepaskan cekikan di lehernya. Dia kemudian menatap bengis ke arah Jackson yang sama sekali tidak mau menolongnya ketika Gabrielle tengah menggila.
"Apa?" bisik Jackson.
"Kau ... bajingan brengsek!!"
Jackson mengulum senyum. Setelah itu dia melihat ke arah Gabrielle yang tengah memeluk adiknya. Tatapan Jackson begitu dalam, seolah menyiratkan ada sesuatu yang tengah di tutupinya di sini.
"Kak Iel, kau belum menjawab pertanyaanku," ucap Elea sembari menutup mulut ketika perutnya kembali bergejolak begitu mencium aroma tubuh suaminya. Benar-benar sangat busuk.
"Sayang, kau baik-baik saja kan?" tanya Gabrielle cemas.
"Tentu saja aku baik-baik saja, Kak. Memangnya Kakak tidak bisa mendengar suara nafasku? Aku bernafas dengan sangat normal, yang artinya kalau aku tidak sedang kenapa-napa," jawab Elea.
"Baguslah. Kalau begitu kau jangan mendengarkan apapun yang di katakan oleh Reinhard dan Jackson ya. Mereka pendusta."
Elea segera melirik ke arah kakaknya dan juga dokter Reinhard yang tengah berdiri menatapnya. Mereka bertiga kemudian saling berbalas tatapan yang mana memancing kecurigaan di diri Nun.
"Kau ingin bertanya tentang apa, Nun?" tanya Reinhard santai.
"Tentang hasil pemeriksaan Nyonya Elea. Saya tahu kalian bertiga sedang menutupi sesuatu dari Tuan Muda Gabrielle."
Dengan cepat Jackson langsung membungkam mulutnya Nun kemudian menyeretnya pergi dari sana. Beruntung karena saat itu Gabrielle tengah berdiri membelakangi mereka, jadi apa yang terjadi pada Nun tidak di ketahui olehnya.
Elea yang melihat kalau Nun tengah di sandra oleh kakaknya pun segera memikirkan cara agar suaminya tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Sebenarnya itu tidak ada hal serius yang terjadi pada Elea. Akan tetapi dia, dokter Reinhard beserta kakaknya kompak untuk membohongi Gabrielle. Hal ini sengaja mereka lakukan sebagai hadiah kejutan di hari ulang tahunnya nanti. Dan karena Nun yang ternyata menyadari permainan mereka, sang kakak langsung membawanya pergi untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi agar tidak merusak kejutan yang akan Elea lakukan besok. Ya, tebakan kalian benar kalau saat ini Elea memang sedang mengandung. Stttt, tapi jangan bilang-bilang ya pada Gabrielle. Dan juga kalian jangan ada yang membantin karena suaminya ini bisa membaca pikiran. Oke?? 😅
"Kak Iel, aku capek di peluk seperti ini," ucap Elea yang tiba-tiba merasa begah.
"Oh, maaf sayang. Aku sampai lupa," sahut Gabrielle kemudian melepaskan pelukannya. Dia kemudian menangkup kedua pipi Elea sambil menatapnya dalam.
Sayang, aku tidak peduli apakah kau itu hamil atau tidak. Yang jelas aku hanya tidak mau mendengarmu kembali sakit. Aku sudah berjanji kalau aku akan membuat hidupmu menjadi sangat bahagia. Jadi tolong baik-baik saja ya?
__ADS_1
"Em Kak Iel, aku boleh meminta sesuatu darimu tidak?"
"Apapun itu, sayang. Katakan. Kau ingin meminta apa dariku, hm?"
Pertama-tama yang Elea lakukan adalah mundur menjauh dari suaminya. Setelah itu dia masuk ke dalam kamar dengan hanya menyisakan sebelah mata untuk mengintip dari celah pintu.
"Sayang, kenapa kau menjauh?" tanya Gabrielle bingung.
"Suamiku sayang, bisakah malam ini kau tidur di kamar lain? Aroma nafas dan tubuh Kak Iel benar-benar sangat busuk. Aku tidak tahan," jawab Elea memelas. Dia tidak bohong, sekarang saja Elea sedang berusaha mati-matian menahan diri agar tidak memuntahkan makanan yang ada di dalam perutnya.
"A-apa? T-tidur di luar?"
Gabrielle syok. Jantungnya seperti berhenti berdetak setelah mendengar permintaan Elea. Menyesal sudah dia.
"Iya, tidur di luar. Sungguh, Kak Iel. Bahkan saat ini aku begitu ingin melempari wajah Kakak dengan tomat busuk. Kak Iel buruk, Kak Iel bau!"
Brraaaakkk
Kalian pasti penasaran kan seperti apa ekpresi di wajah Gabrielle sekarang? Hehehe... sangat menyedihkan.
"Apa aku baru saja di tolak oleh istriku sendiri?" gumam Gabrielle tak percaya.
Sementara itu, Jackson yang sudah selesai memberi penjelasan pada Nun segera membawanya kembali menemui Gabrielle dan juga Reinhard. Dia mengerjap bingung melihat Gabrielle yang tengah terduduk lesu di lantai.
"Kenapa dia?" tanya Jackson.
"Pertama dalam sejarah seorang Gabrielle di tolak oleh wanita," jawab Reinhard sambil menatap penuh kebahagiaan ke arah sahabatnya. "Sepertinya kenakalan tiga krucil itu mulai berefek pada hidupnya Gabrielle, Jack. Lihat saja. Baru juga beberapa minggu menetap di rahim Elea, tapi mereka sudah berhasil merebutnya dari tangan Gabrielle. Banteng pencemburu itu pasti sedang sangat frustasi sekarang. Senang sekali melihatnya menderita!"
"Maaf menyela, dokter Reinhard. Saya sarankan anda sebaiknya hati-hati saja karena Nona Levita sangat dekat dengan Nyonya Elea. Bisa jadi mereka akan mengidam bersamaan yang mana akan membuat anda ikut merasakan apa yang tengah di rasakan oleh Tuan Muda kami. Permisi!"'ucap Nun sarkas.
Mampus. Kenapa aku bisa lupa kalau Levi dan Elea itu seperti kembar siam? Arggg, sialan. Bagaimana kalau kata-kata Nun tadi menjadi kenyataan? Bisa mati aku.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
📢 GENGS, SEKEDAR PEMBERITAHUAN. BAGI YANG IKUT GIVEAWAY, TOLONG DI PAHAMI PERSYARATANNYA YA AGAR NANTI PAS PEMILIHAN PEMENANG KALIAN NGGAK SALAH PAHAM. SEKALI LAGI DI BACA BAIK-BAIK YA, TERIMA KASIH 💜