
Dengan langkah lebar Gabrielle berjalan memasuki ruangannya. Meski tubuhnya berada di perusahaan, tapi perasaan dan hatinya tertinggal di satu tempat di mana anak dan calon anak-anaknya berada. Saat Ares menerima pesan dari Safira, Gabrielle tengah meninjau lokasi proyek wahana permainan yang sengaja bangun dia untuk menyambut kelahiran baby Bern, baby Karl, dan juga baby Flow. Dan begitu Gabrielle membaca pesan tersebut, dunia seakan berubah gelap dalam sekejap. Ingin rasanya Gabrielle menculik Kak Ning juga lalu membuangnya ke tengah-tengah lautan karena sudah berani membuat istrinya muntah. Wanita gemulai itu membuat emosi Gabrielle naik ke puncak tertinggi yang mana membuatnya memutuskan untuk kembali ke perusahaan saja. Gabrielle butuh waktu untuk menenangkan emosinya dulu.
Brraaaakkkk
Tadinya Gabrielle pikir dengan kembali ke perusahaan dia bisa menenangkan diri. Akan tetapi begitu Gabrielle membuka pintu ruangannya, dia di buat semakin emosi ketika matanya menangkap satu penampakan di mana penampakan tersebut pernah membuat Elea hampir minggat ke Planet Mars. Ya, Altez, wanita itu ada di sini. Di dalam ruangannya.
"Selamat siang, Tuan Muda!" sapa Altez seraya membungkuk hormat.
"Ares!"
"Iya, Tuan Muda."
Ares langsung mendekat begitu namanya di sebut. Dia tadi juga merasa cukup kaget melihat keberadaan Nona Altez di ruangan ini.
"Sejak kapan kau membiarkan orang asing masuk ke ruanganku tanpa izin?" tanya Gabrielle kesal.
"Maafkan saya, Tuan Muda. Tidak ada satupun orang yang memberitahu saya tentang kedatangan Nona Altez kemari," jawab Ares sembari melirik ke arah wanita yang kini terlihat sangat canggung.
"Maaf menyela, Tuan Muda, Tuan Ares. Saya bisa berada di ruangan ini atas izin Nyonya Liona!" ucap Altez memberanikan diri. "Tuan Muda, maksud kedatangan saya kemari adalah untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahan anda dengan Nona Elea. Sekaligus saya ingin meminta maaf atas sikap lancang saya beberapa waktu lalu. Saya mengaku salah, dan sangat berharap anda dan Nona Elea bersedia untuk memaafkan saya."
Gabrielle menghela nafas panjang begitu tahu kalau sang ibulah yang telah memberi izin pada wanita ini untuk masuk ke ruangannya. Sambil memasang wajah yang sangat masam, Gabrielle melangkah masuk kemudian duduk di kursi kerjanya. Dia kemudian menatap Altez, menggerakkan kepalanya meminta agar dia kembali duduk.
"Apa yang di katakan oleh Ibuku?" tanya Gabrielle.
__ADS_1
Sebelum menjawab Altez mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Dia lalu meminta Ares untuk mendekat.
"Tuan Ares, ini adalah hadiah kecil dari saya sebagai bentuk ucapan selamat atas pernikahan Tuan Muda dengan Nona Elea. Silahkan!"
Ares mengangguk. Setelah itu dia mengambil satu kotak perhiasan dari tangan Nona Altez lalu membawanya ke arah Tuan Muda-nya. Sebelum itu Ares memastikan terlebih dahulu kalau kotak perhiasan tersebut sudah benar-benar bersih dari debu dan kotoran.
"Terima kasih untuk hadiahnya. Tapi untuk masalah permintaan maafmu itu hanya istriku yang bisa menentukan," ucap Gabrielle berusaha untuk tetap menghargai niat baik Altez meski hatinya merasa tidak rela. Istrinya sedang hamil, jadi sebisa mungkin Gabrielle tidak membenci manusia lain. Terlebih lagi manusia itu adalah wanita ini. Bisa gawat jika salah satu dari anaknya lahir dengan menuruni sikap sejeleknya Altez. Benar kan?
"Tidak apa-apa, Tuan Muda. Saya bisa mengerti."
Altez terlihat sangat canggung berada dalam situasi seperti itu. Beberapa waktu lalu dia pernah datang kemari sebagai tamu terhormat. Namun sayangnya kehormatan itu dia rusak karena tidak sengaja mengusik suami orang lain. Mengingat hal itu membuat dada Altez terasa sangat sesak. Dia masih merasa sakit hati pada kedua orangtuanya karena merekalah Altez harus berada di posisi memalukan seperti ini.
Kalau saja aku tidak menuruti keinginan Ayah dan Ibu, Tuan Muda pasti tidak akan bersikap sedingin ini padaku. Ya Tuhan, kenapa aku bisa memiliki orangtua tamak seperti mereka. Apa salahku? Kenapa mereka tega menjerumuskan aku ke dalam tindakan yang salah?
Gabrielle menaikan satu alisnya ke atas saat mendengar apa yang tengah di pikirkan oleh Altez. Jujur, dia merasa kaget karena ternyata wanita ini sengaja di kirim orangtuanya untuk mendekatinya. Dalam diam Gabrielle akhirnya ikut merutuki ketamakan yang ada di diri orangtuanya Altez. Hingga pada akhirnya Gabrielle di buat jantungan saat Ares membisikkan kata penuh peringatan.
"Sialan. Amit-amit!"
Secepat kilat Gabrielle mengalihkan pikirannya agar tidak lagi merutuki kedua orangtua Altez. Dia lebih memilih untuk merutuki kebodohannya sendiri yang lalai membatinkan keburukan orang lain.
"Tuan Muda, saya tahu ini lancang. Tapi bolehkah saya meminta tolong?" tanya Altez dengan sangat hati-hati. Dia takut kembali menyinggung perasaan pria berkuasa ini.
"Katakan saja. Selagi bisa aku pasti akan membantu," jawab Gabrielle seraya tersenyum manis.
__ADS_1
Bola mata Ares hampir meloncat keluar melihat senyum di bibir banteng pencemburu ini. Sungguh, baru pertama kali ini Ares melihat Tuan Muda-nya tersenyum pada seorang tamu, terlebih lagi tamu tersebut adalah perempuan. Sedetik kemudian Ares langsung terkenang dengan kata yang dia bisikkan tadi. Dia lalu menarik nafas panjang.
Tuan Muda, Tuan Muda. Mematuhi larangan untuk ibu hamil itu tidak harus dengan tersenyum seperti itu pada wanita lain. Cukup dengan kita jangan membatin dan jangan membenci orang saja, bukan begini. Astaga.
Altez yang tadinya merasa lega karena Gabrielle menanggapi pertanyaannya dengan sebuah senyuman mendadak di buat terheran-heran karena senyum di bibir pria ini langsung pudar dan berganti dengan raut wajah yang begitu masam tanpa sebab yang jelas. Dan hal ini membuat Altez kembali merasa canggung. Dia bingung antara ingin melanjutkan perkataannya atau tidak.
"Nona Altez, bukankah tadi kau ingin meminta tolong padaku? Apa?" tanya Gabrielle. Dia kesal setengah mati begitu mendengar suara di pikiran Ares. Sialan, dia salah bersikap ternyata.
"Em, begini, Tuan Muda. Jika berkenan, maukah anda kembali menjalin kerjasama dengan perusahaan keluarga saya? Jujur, sejak kesalahan yang saya perbuat waktu itu perusahaan saya mengalami penurunan saham yang sangat drastis. Dan akan segera bangkrut jika kami tidak bisa mendapat kontrak kerjasama dengan Group Ma. Saya tahu ini sangat lancang, tapi bisakah anda memberi kami satu kesempatan, Tuan Muda?" jawab Altez penuh harap.
"Urus semuanya, Res," sahut Gabrielle dengan cepat.
"A-apa, T-Tuan Muda?"
"Nona Altez, kau berhasil mendapatkan apa yang kau mau. Sekarang kau boleh pergi!" ucap Ares menggantikan Tuan Muda-nya bicara.
"Pergi?" beo Altez bingung. Namun sedetik kemudian dia terperangah syok. "T-Tuan Ares, apa ini artinya ... artinya kalau Group Ma bersedia untuk bekerja sama dengan perusahaan s-saya?"
"Benar. Dan sebaiknya anda segera pulang untuk menyampaikan kabar baik ini pada yang lain."
Gabrielle diam memejamkan mata tanpa mengindahkan tindakan Altez yang terus membungkukkan badan ke arahnya sambil mengucapkan kata terima kasih. Asal kalian tahu saja, Gabrielle mau melakukan hal ini demi Elea dan juga bayi-bayi mereka. Gabrielle pernah mendengar jika menolong orang yang sedang mengalami masalah dalam kondisi istri kita sedang mengandung, maka amal kebajikan yang kita lakukan akan berdampak baik bagi kesehatan si calon bayi. Karena hal inilah Gabrielle dengan suka rela mengabulkan permintaan Altez demi agar istri dan calon anak-anaknya selalu sehat sampai hari melahirkan tiba.
Anak-anakku ada tiga. Itu artinya setiap aku melakukan kebaikan haruslah sebanyak tiga kali. Aku tidak mau para bayi akan baku hantam di dalam perut Elea jika aku berlaku tidak adil pada mereka. Hmmm, kira-kira setelah ini aku harus membantu siapa ya? Amal kebajikan untuk menolong Nona Altez akan aku atasnamakan untuk Flow. Lalu Bern dan Karl ... aku menolong siapa ya? Wahhh, ini gawat.
__ADS_1
***
GENGSS, BOM KOMENTAR BIAR SORE EMAK UP LAGI BUAT NEMENIN MALAM MINGGU KALIAN PARA JOMBLO 🤣