Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Dua Saingan


__ADS_3

"Ugh Cuwee... kau manis sekali," ucap Elea tak henti-hentinya memuji kuda putih yang tengah asik menikmati makanan.


Sepulang dari kantor suaminya, Elea tidak bergegas pergi ke kamarnya. Dia malah menghabiskan waktu untuk bermain dengan Cuwee, hadiah utama yang dia dapatkan dari suaminya ketika berulang tahun kemarin. Elea sungguh tidak menduga kalau suaminya yang tampan itu akan benar-benar membelikan kuda putih seperti yang ada di dalam dongeng setelah dia mengadukan hinaan Lolly, mahasiswa senior yang siang tadi dia buat kena mental gara-gara kesalahpahaman tentang cinta segitiga.


"Nyonya Elea, Tuan Muda sedang dalam perjalanan pulang ke rumah," lapor Nun yang baru saja mendapat telepon dari Ares.


"Oh ya? Cepat sekali. Padahal aku masih ingin bermain dengan Cuwee," keluh Elea. "Pak Nun, bisakah Pak Nun menolongku?"


Perasaan Nun mulai terasa tak enak begitu melihat senyum usil di bibir sang nyonya. Namun dia juga tak kuasa untuk menolak ketika mata bening nyonya-nya tidak berhenti berkedip. Menggemaskan, itu yang dia pikirkan sekarang.


"Anda ingin meminta tolong apa pada saya, Nyonya?"


"Tolong ulur waktu agar Kak Iel tidak segera sampai di rumah. Dia sangat posesif, aku takut Cuwee akan di pukul jika Kak Iel melihatku bermain dengannya."


Ya, Elea tentu saja tahu kalau bukan hanya Levi saja yang menganggap Cuwee sebagai saingan, tapi suaminya juga. Bahkan Elea sempat mendengar kalau Cuwee akan di ungsikan jika perhatian yang di dapat suaminya sampai berkurang. Suaminya sangat mengerikan bukan? 🀣🀣


"Maaf Nyonya Elea, untuk kali ini saya tidak bisa membantu anda. Tuan Muda pasti lelah setelah bekerja seharian, rasanya tidak pantas bagi saya untuk menghalanginya sampai di rumah," tolak Nun sopan.


"Ck Pak Nun, kau ini kapan berada di pihakku sih. Selalu saja Kak Iel yang kau utamakan. Memangnya apa sih yang sudah suamiku berikan sampai-sampai Pak Nun bisa sebegini patuh?" protes Elea.


Nun tersenyum samar. Lucu juga melihat nyonyanya merajuk. Nun lalu memutuskan untuk diam sebelum sang nyonya mengeluarkan bisa yang beracun. Meski Nun adalah seorang mutan, tetap saja dia terkejut setiap kali sang nyonya mengeluarkan kata yang aneh bin ajaib. Dia sedang tidak mau menderita sendirian sekarang.


Tiin, tiinnn


Elea berjengit kaget ketika mendengar suara klakson mobil yang begitu kuat. Cepat-cepat dia berdiri kemudian berlari menghampirimu mobil suaminya yang baru saja masuk ke halaman rumah.


"Kak Iel, kau pulang juga akhirnya."

__ADS_1


Eh, bukankah tadi anda meminta saya untuk menghalangi kepulangan Tuan Muda, Nyonya? Tapi kenapa sekarang malah anda yang terlihat begitu bahagia melihat Tuan Muda kembali. Hmmm, untung saja tadi aku tidak menuruti keinginannya. Selamat, selamat, batin Nun.


Gabrielle yang tengah menggendong istrinya langsung menatap curiga ke arah Nun begitu mendengar apa yang dia pikirkan. Entah apa yang sedang dilakukan oleh istrinya di rumah sampai-sampai berniat menunda kepulangannya. Tepat ketika Gabrielle sedang bertanya-tanya, terdengar suara ringkikan seekor binatang. Sontak saja hal itu membuat tatapan Gabrielle menjadi begitu bengis ketika dia menyadari kalau suara ringkikan itu milik Cuwee, saingannya yang sangat menyebalkan.


"Apa yang kalian lihat. Cepat sumpal mulut binatang itu!" amuk Gabrielle dongkol. Dia merasa seperti sedang di ejek oleh binatang tersebut.


"Baik, Tuan Muda."


"Jangan, nanti Cuwee terluka!" cegah Elea khawatir.


"Sayang, suara binatang itu membuat telingaku sakit. Biarkan mereka menyumpal mulutnya dengan rumput!"


Ares segera memerintahkan anak buahnya untuk melakukan perintah tersebut. Namun baru saja para penjaga menyentuh kulitnya Cuwee, mereka semua dibuat kaku oleh ucapan sang nyonya yang entah mengapa membuat bulu kuduk berdiri.


"Kak Iel, dengarkan aku baik-baik. Apa yang kita lakukan semasa hidup, suatu saat pasti akan di balas oleh Tuhan dengan cara yang sama. Kalau sekarang Kakak memerintahkan pada paman-paman itu untuk menyumpal mulut Cuwee, aku yakiiiiiiin sekali suatu saat Tuhan pasti akan menyumpal mulut kalian juga. Ingat Kak, karma itu nyata. Yang kita tanam, itulah yang akan kita panen. Memangnya Kakak dan paman-paman mau Tuhan menjejalkan rumput ke mulut kalian? Tidak kan?"


"Hehe, makasih banyak suamiku yang tampan. Aku tahu pasti Kak Iel tidak akan sekejam itu pada Cuwee. Iya kan?" bujuk Elea agar suaminya tak merajuk lagi.


"Hmmm ....


Cup


"Apa ini?" tanya Gabrielle sambil mengusap pipinya yang baru saja mendapat kecupan.


"Itu ucapan terima kasih dariku karena Kak Iel tidak jadi menganiaya Cuwee. Hehe, kenapa? Kurang ya?" jawab Elea seraya mengerling nakal.


"Hei, kenapa kau mengerling seperti itu padaku, hm? Sedang menggodaku ya?"

__ADS_1


Kemarahan Gabbrielle hilang entah kemana. Rasa itu langsung luluh begitu istrinya bertingkah manja begini. Tak ingin moment manis itu menjadi bahan konsumsi para bawahannya, Gabrielle pun segera membawa Elea masuk ke dalam rumah. Sesekali dia juga mengecupi kedua matanya yang tidak berhenti mengerling nakal.


"Oh ya Kak Iel, tadi Grandma meneleponku. Dia bertanya apakah aku masih mau menjadi model utama dalam pagelaran busana musim panas nanti atau tidak. Jika iya, maka aku dan Kak Levi di minta untuk mulai berlatih. Em bukan Kak Levi sih, tapi lebih tepatnya aku karena dia kan sudah pernah menjadi mantan model papan atas yang namanya cukup tersohor. Kira-kira menurut Kak Iel bagaimana?" tanya Elea ketika sudah berada di dalam lift. Saat ini posisinya masih berada di dalam gendongan suaminya.


Apa? Model? Ya Tuhan Grandma, bagaimana bisa kau ingin memperlihatkan istriku di hadapan para tamu? Dan pakaian musim panas? Bukankah itu akan sangat terbuka? Oh tidak-tidak, aku tidak akan membiarkan tubuh istriku terekspos meski hanya seujung kuku. Enak saja, tidak boleh.


"Aku tahu Kak Iel pasti sedang membayangkan kalau aku tengah memakai pakaian model bikini kan? Iya kan?"


"Sayang, pakaian musim panas itu identik dengan pakaian kekurangan bahan. Kau tahu sendiri kan kalau suamimu ini sangat tidak suka melihatmu memakai jenis pakaian seperti itu?" ucap Gabrielle.


"Tentu saja aku tahu, Kak. Tapi kan bukan berarti semua pakaian yang akan di pamerkan muncul dalam wujud seperti itu. Kalaupun ada, nanti biar Kak Levi saja yang pakai. Dia kan sudah terbiasa dengan pakaian compang-camping yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Lagipula aku ini perempuan yang sudah bersuami, aku tahu batasan mana yang tidak boleh aku lewati. Kakak tenang saja, Ibu Liona selalu mengingatkan aku kalau orang yang berhak menikmati kecantikan dan kemolekan tubuhku hanya Kakak seorang. Meskipun aku mata duitan, aku tidak akan mau memakai pakaian seperti itu seberapapun besar uang yang akan di tawarkan. Aku takut dosa, Kak!" jelas Elea menenangkan kekhawatiran suaminya.


Gabrielle tertegun mendengar penjelasan Elea. Lagi-lagi dia dibuat speechless dengan kata-katanya yang begitu mengesankan.


"Hmmm, aku benar-benar beruntung bisa menikah dengan wanita sehebat dan sebaik dirimu, sayang. Mama Sandara sangat di berkahi karena telah melahirkan malaikat tak bersayap sepertimu," puji Gabrielle penuh bangga.


Dan ciuman panjang pun akhirnya terjadi. Baik Elea maupun Gabrielle keduanya sama-sama saling meresapi keintiman tersebut. Melupakan fakta jika di dalam lift tidak hanya ada mereka seorang.


Ya Tuhan, tolong percepat waktu keromantisan Tuan Muda dengan Nyonya Elea. Aku sudah tidak tahan ingin segera pulang dan memeluk istriku, keluh Ares dengan raut wajah yang sangat kasihan.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...

__ADS_1


...πŸ€Fb: Rifani...


__ADS_2