
Gabrielle tidak henti-hentinya bertepuk tangan saat Elea berjalan di atas catwalk. Dia tidak mempedulikan lagi tatapan aneh orang-orang yang duduk di sekeliling saking senangnya dia melihat penampilan istri tersayang. Ares yang melihat kebahagiaan di diri Tuan Muda-nya pun nampak tersenyum kecil. Jujur saja, dia juga merasa senang atas bakat lain yang dimiliki oleh sang Nyonya. Akan tetapi dia juga sedang cemas memikirkan nasib istrinya yang terancam bahaya. Ares khawatir kalau Cira akan benar-benar diminta untuk memakai bikini yang begitu seksi oleh sang nyonya. Ares tidak rela.
"Kau lihat istriku tidak, Res. Dia terlihat begitu memukau meskipun tidak memakai pakaian terbuka. Elea sangat hebat bukan?" ucap Gabrielle sesaat setelah Elea kembali masuk ke belakang panggung.
"Iya, Tuan Muda. Nyonya Elea begitu elegan saat berjalan di atas red carpet. Ternyata memang benar ya kalau kecantikan wanita itu tidak perlu harus memperlihatkan lekuk tubuhnya. Cukup dengan gaya simple yang membuatnya merasa nyaman sudah bisa menampilkan aura yang begitu anggun dan memukau. Penampilan Nyonya Elea barusan berhasil mematahkan pandangan orang-orang kalau wanita cantik itu tidak harus berpakaian seksi," sahut Ares sembari mengangguk-anggukkan kepala.
"Ya, kau benar. Tapi faktanya istriku terlihat jauh lebih cantik lagi jika sedang memakai baju seksi. Apalagi jika tidak mengenakan pakaian apapun. Hem, hehehe," ....
Gabrielle dan Ares sama-sama tersenyum penuh maksud setelah dia berkata mesum seperti itu. Mereka tentu saja yang paling tahu betapa seksinya istri-istri mereka ketika sedang berolahraga di atas ranjang. Pemikiran kotor di kepala Ares dan Gabrielle baru teralihkan ketika para tamu bertepuk tangan dengan riuh saat Levi muncul memperagakan pakaian musim panas dengan model yang lumayan terbuka.
Prookkkk proookkkk
Elea yang saat itu berada di belakang panggung tampak terpana melihat penampilan Levi melalui layar televisi. Tidak di pungkiri aura model di diri pelakor itu benar-benar sangat kuat. Pesona Levi ketika memperagakan busana di atas catwalk tidak main-main. Pelakor kesayangannya itu mengeluarkan pesona bintang yang begitu bersinar. Wajarlah jika sebelum di blacklist Levita Foster masuk ke dalam jajaran model papan atas dengan bayaran yang lumayan tinggi.
"Sayangku, apa kau baik-baik saja memakai baju ini?" tanya Clarissa sambil merapihkan gaun berwarna soft purple yang memperlihatkan punggung putih bersih milik cucunya.
Ya Tuhan Elea, kau benar-benar sangat mirip dengan Mamamu, Nak. Kau sangat mirip dengan Sandara, putri Grandma.
__ADS_1
"Grandma jangan khawatir. Aku sudah mengantongi izin dari suami dan mertuaku untuk memakai baju ini," jawab Elea berusaha tegar saat menatap wajah tua sang nenek. "Bagaimana, apa aku cantik?"
"Sangat cantik, sayang. Kau benar-benar sangat cantik memakai gaun ini. Grandma seperti sedang melihat kembaran dari almarhum Mama-mu sekarang. Kau sangat luar biasa, sayang."
Elea tersenyum. Dia lalu memeluk sang nenek, mendekapnya dengan sangat erat sebelum kehilangan kehangatan ini untuk selamanya. Sebenarnya Elea tidak tahu pasti kapan sang nenek akan benar-benar pergi dari hidupnya. Yang jelas, Elea sudah mendapat firasat kalau semua itu tidak akan lama lagi. Tuhan akan segera memanggil sang nenek kembali ke pangkuannya untuk menemani sang ibu yang sudah lebih dulu tinggal di surga sana.
"Grandma, bisakah nanti Grandma mengakuiku sebagai cucu di hadapan semua orang? Aku ingin orang-orang tahu kalau kau adalah nenekku, aku tidak ingin hubungan kita terus di sembunyikan dari mata umum. Bisa?" tanya Elea tanpa melepaskan pelukannya.
"Kau yakin ingin Grandma membongkar semuanya?" tanya Clarissa kaget. Dia tidak menyangka kalau Elea akan meminta hal ini darinya. Padahal Clarissa sendiri berpikir kalau selamanya hubungan mereka tidak akan pernah di ketahui oleh khalayak ramai mengingat Sandara adalah anak di luar pernikahannya dengan Karim. Clarissa takut cucunya akan menjadi bahan perbincangan orang banyak karena terlahir dari wanita yang tidak memiliki status yang sah.
Sebelum menjawab, Elea melepaskan pelukannya terlebih dahulu. Setelah itu dia menatap dalam ke wajah sang nenek.
"Tapi Elea, semua orang di dunia ini tahu kalau Grandma tidak pernah menikah. Mereka pasti akan langsung berpikiran buruk jika Grandma mengatakan kalau baju ini terinspirasi dari kerinduan pada almarhum Mamamu. Dan Grandma juga takut mereka akan berpandangan rendah terhadapmu. Grandma tidak ingin kau menjadi bahan cemoohan orang-orang, sayang," ucap Clarissa bimbang.
Kalaupun memang harus menjadi rahasia, maka biarlah kisah cintanya dengan Karim menjadi sesuatu yang tak pernah terpublikasikan ke media. Biar Clarissa, Karim, dan juga Sandara yang menjadi saksi atas kesakitan mereka bertiga. Kesalahpahaman itu akan Clarissa bawa sampai mati, sama seperti yang dilakukan oleh Karim dan putrinya. Clarissa hanya tinggal menunggu waktu saja untuk menyusul kedua orang yang sudah lebih dulu menghadap Tuhan.
"Grandma, aku tak pernah merasa malu terlahir dari rahim wanita yang tidak mendapat pengakuan sah di mata negara. Justru aku merasa sangat bangga, aku bangga menjadi anaknya Mama Sandara. Walaupun sekarang Mama sudah tidak ada bersama kita, dia pasti akan merasa bahagia saat statusnya sebagai putri dari Kakek Karim Young di umumkan pada dunia. Kalau Grandma merasa terbebani untuk melakukannya, cukuplah sebut bahwa dulu Grandma pernah mempunyai anak dari laki-laki yang sangat Grandma cintai. Kalian berpisah karena sesuatu hal dan terpaksa menyembunyikan identitas Mama dari khalayak ramai. Karena menahan kerinduan pada mereka tercetuslah ide untuk membuat baju ini. Dengan begini Mama Sandara secara tidak langsung akan mendapat pengakuan dan semua orang juga akan tahu kalau aku adalah cucu Grandma. Aku tidak mau di sembunyikan lagi, Grandma. Aku lelah di asingkan oleh kenyataan yang ada!" bujuk Elea dengan suara yang sedikit tercekat.
__ADS_1
Bukan tanpa alasan kenapa Elea meminta sang nenek untuk mengakui ini semua. Dia hanya tidak ingin membiarkan kisah antara ibu, kakek, dan neneknya hilang begitu saja. Orang-orang harus tahu jalan cerita yang sesungguhnya agar tidak salah paham ketika pernikahannya dengan Gabrielle di umumkan. Keluarga Ma bukan keluarga sembarangan, dan Elea telah menyandang marga dari keluarga tersebut selama hampir satu tahun. Mata kamera pasti akan menyoroti segala hal tentang latar belakangnya yang tiba-tiba menjadi anak dari Bryan Young. Dan sebelum kabar burung itu beterbangan tidak jelas, Elea rasa sang nenek perlu untuk mengungkap rahasia ini terlebih dahulu.
"Apa kau akan bahagia jika Grandma mengakui semuanya di hadapan orang-orang itu?" tanya Clarissa memastikan.
"Bukan hanya aku yang akan bahagia, Grandma. Tapi Mama Sandara, Kakek Karim dan bahkan Grandma sendiri pasti akan merasa sangat bahagia. Biar saja orang akan berpikir apa tentangku nanti, aku tidak peduli. Yang terpenting mereka tahu kalau kalian bertiga adalah bagian dari hidupku. Kalian adalah orang-orang yang paling berharga meski Tuhan sedikit terlambat mempertemukan kita berempat. Aku menyayangimu, Grandma. Benar-benar sangat menyayangimu," jawab Elea lirih kemudian kembali memeluk sang nenek.
Entahlah, jangan tanya bagaimana perasaan Clarissa sekarang. Rasa lega, bahagia, sesak, sedih, kecewa, semuanya bercampur menjadi satu. Tapi yang jelas, dada Clarissa seperti benar-benar terbebas dari batuan besar yang selama ini menghimpitnya. Dia sangat amat terharu akan kelapangan hati Elea yang tidak merasa malu untuk menerima aib besar yang selama ini tertutupi dari mata semua orang.
Grandma, aku janji ini adalah akhir dari segala kepedihan yang di alami oleh kita berempat. Aku berjanji setelah kepergianmu aku akan hidup dengan sangat bahagia. Aku tidak akan membiarkan kisah yang sama terjadi pada anak-anakku. Cukup kita berempat saja yang menjadi korban, tidak dengan mereka.
πππππππππππππππππ
...πJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss...
...πIg: rifani_nini...
__ADS_1
...πFb: Rifani...