
Dalam keadaan yang masih demam, Jackson memberanikan diri mengintip adiknya yang entah kenapa begitu sibuk di dapur. Sejak kejadian di mana Jackson di peluk oleh Elea, dia sudah menerima teguran yang cukup keras dari Nun. Kepala pelayan itu mengancam akan melaporkan semua hal yang terjadi di rumah ini pada Gabrielle, si pria pemarah yang mengidap penyakit cemburu buta. Sebenarnya bukan Jackson takut pada ancaman tersebut. Akan tetapi kata-kata dukungan yang di ucapkan oleh Elea lah yang membuatnya terpaksa harus menuruti apa yang di katakan oleh Nun.
"Pak Nun benar, Kak Jackson. Sebelum berangkat kemari Kak Iel sudah mengingatkan agar kau tidak boleh dekat-dekat denganku. Dan apa yang kau lakukan tadi sudah melewati garis pembatas yang di ucapkan oleh Kak Iel. Jadi aku mendukung keras keinginan Pak Nun yang ingin melaporkanmu pada Kak Iel!"
Kurang lebih seperti itulah bentuk kata-kata yang di ucapkan oleh Elea. Padahal jika di pikir-pikir yang pertama kali memberikan pelukan adalah Elea, bukan Jackson. Tapi entah kenapa di sini malah Jackson yang tertuduh sebagai penjahatnya. Ingin heran, tapi yang bicara adalah Elea. Jadi Jackson memilih untuk pasrah saja ketimbang masalah pelukan itu berbuntut panjang.
"Apa yang sedang anda lakukan, dokter Jackson?"
Nun menatap datar ke arah pria yang tengah berdiri seperti maling di dekat pintu dapur.
"Astaga. Mengagetkan orang saja!" sahut Jackson sembari mengelus dada. "Bisa tidak Nun kau jangan tiba-tiba muncul seperti ini. Kalau aku mati terkena serangan jantung bagaimana? Mau kau bertanggung jawab?"
"Itu urusan anda, dokter. Karena tugas saya di sini adalah untuk menjaga dan melindungi Nyonya Elea dari orang-orang jahat seperti anda," jawab Nun tanpa ragu menyebut dokter Jackson sebagai seorang penjahat.
Jackson menghela nafas panjang. Dia lalu membalas tatapan datar Nun dengan tatapan yang tak kalah datar juga. Sambil bersedekap tangan, Jackson mengajak Nun untuk bicara.
"Elea sudah cukup lama berada di dapur. Aku takut dia kenapa-kenapa jadi memutuskan untuk melihatnya!"
"Melihat dengan cara mengendap-endap seperti pencuri?"
"Aku terpaksa!"
"Alasan anda cukup menarik, dokter Jackson. Akan tetapi maaf, saya tidak bisa mentolerir sikap lancang yang baru saja anda lakukan!"
Nun dan Jackson sama-sama berjengit kaget saat mendengar suara kuali jatuh dari arah dapur. Pandangan yang tadinya penuh intimidasi, kini berubah menjadi pandangan yang penuh tanya. Baik Nun maupun Jackson, mereka sama-sama tidak ada yang mempunyai keberanian untuk memeriksa ke arah sana. Keduanya takut pada kenakalan wanita hamil itu.
__ADS_1
"Bagaimana ini?" tanya Jackson lirih.
"Kali ini saya akan berbaik hati, dokter. Silahkan anda pergi menghampiri Nyonya di sana," jawab Nun pasrah.
"Ck. Giliran penuh bahaya saja kau baru membiarkan aku menemui Elea. Ya sudah, kalau begitu kita pergi berdua saja supaya nanti jika salah satu dari kita celaka bisa segera pergi mencari pertolongan!"
"Nyonya Elea bukan pelaku kriminal."
"Memang bukan, tapi anak-anaknya adalah calon!"
"Tuan Muda bisa menghabisi anda jika mendengar hal ini, dokter Jackson!" tegur Nun.
"Dia tidak akan mungkin tahu kalau mulutmu tidak bocor!" sahut Jackson asal. "Sudahi dulu perdebatan kita. Lebih baik sekarang kita lihat apa yang terjadi pada Elea. Takutnya dia sedang dalam masalah!"
Setelah memantapkan hati, Nun dan Jackson akhirnya sama-sama menghampiri Elea. Dan begitu sampai di dapur, mereka berdua di buat kaget setengah mati melihat apa yang terjadi dengan wanita hamil itu.
"Iya, Nyonya. Kenapa rambut anda bisa terbakar begitu?"
Di hadapan Nun dan Jackson saat ini, terlihat seorang wanita dengan rambut setengah pitak sedang sibuk membakar sesuatu di dalam kuali baru. Hal ini tentu saja membuat keduanya sangat amat syok.
"Oh, ini. Tadi aku menonton tutorial di ponsel milik Kak Jackson. Orang yang ada di dalam video itu membakar daging di dalam sebuah wadah dengan menggunakan semprotan ini," jawab Elea sembari menunjukkan alat yang biasa kita sebut gas torch portable. "Lalu aku mengikuti apa yang orang itu lakukan. Tapi sayang, saat aku mengarahkan moncong benda ini, lubang corongnya malah terbalik menghadap ke wajahku. Makanya rambutku gosong dan pitak begini. Aku mengalami kecelakaan kecil tadi!"
Jika Jackson seperti kehilangan nyawa setelah mendengar penuturan Elea, lain halnya dengan yang dirasakan oleh Nun. Pikiran mutan satu ini langsung tertuju pada Tuan Muda-nya. Ya, Nun tengah membayangkan kemurkaan seperti apa yang akan muncul di diri banteng pemarah itu jika seandainya mengetahui insiden kenapa rambut sang nyonya bisa terbakar seperti ini. Bisa Nun pastikan kalau dia dan dokter Jackson tidak akan bisa selamat dari amukannya.
"Kak Jackson, aku minta maaf ya karena daging di dalam kulkasmu habis aku bakar. Semuanya menjadi gosong karena ini adalah kali pertama aku membuat masakan seperti ini. Dan sekali dagingnya berhasil aku masak, malah rambutku yang gosong. Kau tidak marah 'kan?" tanya Elea sambil menatap penuh bersalah ke arah sang kakak.
__ADS_1
"Elea, mau kau habiskan seluruh isi di dalam kulkas itu sama sekali bukan masalah untukku. Daging bisa di beli kapanpun dan di manapun, tapi keselamatanmu? Astaga. Kau tahu tidak apa yang akan terjadi padamu jika seandainya kebakaran itu sampai merembet kemana-mana? Bukan hanya rambutmu saja yang akan gosong, sayang. Tapi sekujur tubuhmu juga!" jawab Jackson sedikit menegur kecerobohan adiknya itu.
Mata Elea langsung mengeluarkan air mata setelah mendapat teguran seperti itu dari kakaknya. Dan dalam hitungan detik, ruangan dapur sudah di penuhi oleh suara isak tangisnya. Elea sedih, benar-benar merasa sangat sedih karena dimarahi setelah menghabiskan semua stok daging yang ada di kulkas.
Matilah, Nyonya menangis lagi. Kau dalam masalah besar, dokter Jackson.
"Hiksss, Kak Jackson. Aku tahu aku hanya menumpang tinggal di sini, tapi kan kau tidak harus memarahiku seperti tadi. Kak Iel sangat kaya, nanti aku akan memintanya mengirim banyak sapi untuk membayar ganti rugi semua daging yang sudah aku gosongkan. Kau tidak boleh memarahiku!" ucap Elea sambil menangis terisak-isak.
Bolehkah Jackson mati dua kali dalam hidupnya? Ya Tuhan, entah di bagian mana dia memarahi Elea. Jackson jadi menyesal sudah menegurnya tadi. Tapi kan dia menegur Elea karena mengkhawatirkan keselamatannya, bukan karena stok daging yang habis? Kenapa Elea malah menangis? Apakah karena hormon kehamilan?
"Elea, aku minta maaf ya kalau kata-kataku tadi ada yang menyinggungmu. Sungguh, aku sama sekali tidak ada niat untuk memarahimu, aku hanya khawatir padamu dan juga pada bayi-bayimu. Tolong jangan menangis lagi ya?" bujuk Jackson sambil berjalan cepat ke arah Elea. Setelah itu dia menelan ludah saat mencium aroma gosong yang berasal dari rambut adiknya yang terbakar. "Nah, sekarang mana aku lihat hasil daging yang sudah kau bakar. Aku boleh mencicipinya tidak?"
"Ini," jawab Elea yang langsung berhenti menangis begitu kakaknya ingin mencoba masakan yang dia buat.
"Hmmm, wangi sekali aromanya. Bumbu apa saja yang sudah kau campurkan saat membakar daging ini?"
"Banyak, Kak," sahut Elea dengan begitu semangat. "Sesuai intruksi yang aku lihat, semua bahan yang berbentuk bubuk aku aplikasikan ke dalamnya. Lada, ketumbar, kayu manis, cengkeh, cabai, bawah jahat dan bawang baik, garam, bumbu penyedap, semuanya. Aku berani jamin daging ini rasanya pasti sangat enak."
Jackson tersenyum dengan sangat lebar. Dari nama-nama bumbu yang di sebutkan oleh Elea, Jackson sudah bisa membayangkan akan seperti apa rasa dari daging bakar rasa rambut gosong tersebut. Akan tetapi karena tak mau melihat adiknya menangis lagi, Jackson dengan penuh semangat mulai menikmati suapan pertamanya. Dia beberapa kali terlihat menahan nafas saat perutnya bergejolak karena tak mau menerima kedatangan daging gosong tersebut.
Dokter Jackson, saya harap anda bisa terus berpura-pura sampai daging gosong itu habis tak bersisa. Berjuanglah.
*****
HAI GENGSS.... MINAL AIDZIN WALFAIDZIN YA 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Emak minta maaf jika ada salah-salah kata selama menghibur kalian dengan kata-kata di novel ini. Dan tentang rasa penasaran kalian kenapa emak jarang sekali update untuk sekarang ini, jawabannya adalah karena emak sedang mudik ke kampung halaman. Jadi emak ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dulu sebelum kembali ke rutinitas seperti semula. Semoga kalian bisa sedikit memahami waktu liburan emak ya? InsyaAllah emak akan tetap usahakan update walaupun jarang2..... Tetap hati-hati ya buat kalian semua & selamat hari lebaran 😇😇😇