
"Waaa, Cuwee. Ternyata kau benar-benar di bawa kemari ya!" pekik Elea kegirangan.
Para pelayan yang melihat sang nyonya berlari kencang ke arah Cuwee terlihat begitu panik dengan wajah pucat pasi. Bagaimana tidak! Di dalam perut sang nyonya ada tiga calon penerus yang harus mereka jaga. Wajarlah jika para pelayan ini sangat ketakutan, mereka khawatir terjadi sesuatu yang buruk jika nyonya mereka berlarian seperti itu.
"Nyonya Elea, tolong berhati-hatilah. Di dalam perut Nyonya ada calon pewaris keluarga Ma. Tolong berjalan perlahan saja ya. Kami takut Nyonya terjatuh," ucap salah satu pelayan memberanikan diri untuk menegur nyonya kecil mereka.
Di tegur seperti itu membuat Elea langsung diam di tempat. Dia kemudian mengelus perutnya, setelah itu berjalan seperti keong saat ingin mendekat ke arah Cuwee.
Ggrrrrrrr
Auman kuat langsung keluar dari mulut Lan ketika melihat majikan kecilnya mengabaikan keberadaannya dan lebih memilih untuk bermain bersama binatang yang baru semalam datang ke rumah ini. Mungkin jika Lan bisa bicara, dia pasti akan langsung melakukan protes pada si majikan. Dia tidak terima. Sebagai senior harusnya dia yang pertama kali di sapa, tapi kenapa dia yang di abaikan?
"Lan, kenapa kau melotot padaku? Apa kau ingin memakanku?" tanya Elea gemas melihat Lan hanya berdiri sambil menatapnya garang.
Para pelayan saling berbisik. Mereka tahu kalau Lan sedang marah. Khawatir kalau binatang besar ini khilaf kemudian benar-benar memakan sang nyonya, salah satu dari mereka akhirnya berlari masuk ke dalam rumah untuk melapor pada Tuan Muda mereka.
"Pelayan, ada apa?" tanya Nun ketika melihat seorang pelayan tengah berdiri di depan pintu kamar Tuan Muda-nya.
"Nun, Nyonya Elea dalam bahaya."
Nun maju selangkah kemudian menunjuk wajah pelayan menggunakan jari telunjuknya. Wajahnya yang selalu datar kini semakin bertambah datar setelah mendengar laporan dari pelayan ini.
"Kau bisa mati jika bicara sembarangan. Berani-beraninya kau bicara seperti itu tentang Nyonya Elea. KATAKAN DENGAN BENAR!"
"I-itu benar, Nun. Lan marah, dan dia terus menatap Nyonya Elea dengan tatapan lapar. Ka-kami semua khawatir Lan akan menyerang Nyonya,"'ucap pelayan ketakutan.
Ceklek
"Aku baru tertidur satu jam yang lalu tapi kenapa kalian malah membuat gaduh di depan kamarku. Apa yang sebenarnya sedang kalian ributkan, hah!" tanya Gabrielle sambil menatap nyalang ke arah Nun yang tengah menunjuk wajah pelayan.
"Maafkan kelancangan kami, Tuan Muda. Pelayan ini mengatakan kalau sekarang Nyonya Elea sedang dalam bahaya. Dia bilang Lan seperti ingin menerkam Nyonya Elea," jawab Nun seraya membungkukkan tubuh ke arah pria yang kini tengah memelototkan matanya.
"Apa kau bilang, Nun? Lan ingin memakan istriku? Hah. Cari mati dia rupanya."
__ADS_1
Segera setelah Gabrielle berkata seperti itu dia langsung berlari pergi untuk mencari keberadaan istrinya. Sungguh, jantung Gabrielle seperti akan copot sekarang. Di pikirannya muncul berbagai macam gambaran tentang Lan yang tengah asik mengoyak tubuh Elea dengan gigi runcingnya.
Awas saja kalau kau berani menyakiti istri dan calon ketiga anakku, Lan. Aku akan membunuhmu dengan cara yang sangat keji. Sialan.
Kegaduhan yang di buat Gabrielle rupanya membangunkan tuan dan nyonya rumah. Greg dan Liona tampak keluar dari kamar mereka dengan masih memakai piyama tidur. Mata mereka juga masih terlihat sangat mengantuk. Wajarlah, sekarang jam baru menunjukkan pukul tiga dini hari, di mana biasanya orang-orang masih terlelap dalam mimpi masing-masing. Namun mereka terpaksa bangun saat mendengar suara teriakan dan juga suara langkah orang yang sedang berlari kencang.
"Nun, ini ada apa? Siapa tadi yang berlari dan berteriak?" tanya Liona penasaran.
"Maaf jika kegaduhan ini membuat Tuan dan Nyonya merasa terganggu," jawab Nun seraya menunduk sopan. "Orang yang tadi berteriak adalah saya, Nyonya. Sedangkan yang berlari adalah Tuan Muda Gabrielle. Pelayan ini memberitahu kami kalau Lan terus menatap Nyonya Elea seperti sedang menatap mangsa. Mereka bilang Lan ingin memakan Nyonya Elea."
"APAAA?!!!"
Biji mata Greg dan Liona seperti akan terbang keluar begitu mendengar jawaban Nun. Tanpa membuang waktu lagi mereka berdua pun segera berlari kencang menuju lift. Bagai orang gila, Greg tak henti-hentinya mengumpat saat lift tak kunjung sampai di lantai bawah. Sedangkan Liona, pikirannya sudah tidak fokus. Walaupun Lan sudah sangat jinak, dia tetaplah seekor binatang buas yang mempunyai insting untuk pembunuh. Tapi kenapa harus nyawa menantu dan ketiga cucunya yang di incar?
"Greg, bagaimana ini?" tanya Liona panik.
"Berdoa saja semoga Lan tidak hilang kendali. Aneh, biasanya Lan dan Elea kan sangat akrab. Tapi kenapa sekarang Lan jadi liar begini? Apa jangan-jangan emosinya jadi terpengaruh karena kehamilan Elea?" jawab Greg bingung sendiri.
"Aku akan mencincang tubuhnya sampai halus kalau Elea dan ketiga calon cucu kita sampai kenapa-napa. Aku bersumpah untuk itu!"
Ini, di bagian mananya Lan ingin menyerang Elea? Bukankah pemandangan ini lebih terlihat kalau Elea yang sedang menindas kedua hewan itu?
"Sudah ya jangan iri-iri lagi. Sekarang sudah adil. Cuwee dapat kepalaku, dan Lan dapat kakiku. Mulai sekarang kalian berdua harus berhati-hati saat ingin mengajakku bermain karena di dalam perutku ada tiga ekor bayi yang nantinya akan menyiksa kalian berdua setelah mereka lahir," ucap Elea sambil mengelus-elus perutnya.
"Sayang?"
Elea menoleh. Dia tersenyum lebar ketika melihat suaminya sedang berjalan mendekat.
"Kak Iel, kau tampan sekali memakai piyama itu.
Nanti bajunya jangan di cuci ya, aku ingin membawanya ke kampus. Sepertinya itu sangat wangi," ucap Elea.
"Apa sayang? Aku tampan?"
__ADS_1
Gabrielle langsung mengulum senyum saat mendapat pujian dari istrinya. Hatinya meleleh, dan di dalam perutnya seperti muncul banyak bunga berbentuk hati yang beterbangan seperti kupu-kupu. Sangat indah.
"Iyalah. Kalau Kak Iel jelek aku mana mungkin mau menjadi istrinya Kakak. Karena tujuan pernikahan kan salah satunya adalah untuk memperbaiki keturunan. Benar tidak?"
"Kau benar sekali, sayang," sahut Gabrielle berusaha tak menggubris kata yang sedikit ambigu itu. "Em, sayang. Ngomong-ngomong kau mual tidak kalau aku ikut berbaring bersamamu di sana?"
Sebelum menjawab, Elea mengendus-endus terlebih dahulu untuk memastikan apakah suaminya bau bangkai atau tidak. Dan kabar baik, suaminya aman dari kejahilan ketiga calon bayinya.
"Aman, Kak Iel. Sekarang Kakak bisa berbaring di dekatku. Ayo kemari!"
Seperti mendapat jakpot, Gabrielle langsung melangkah cepat kemudian berbaring di sebelah Elea. Perasaan rindu yang sudah di tahannya sejak semalam membuat Gabrielle menjadi sedikit khilaf. Dia mencium bibir Elea dengan begitu agresif tanpa mempedulikan perasaan Cuwee dan juga Lan. Masa bodo, yang penting kerinduan Gabrielle tersalurkan.
Greg dan Liona yang baru saja sampai hampir terkena stroke begitu melihat apa yang sedang terjadi di hadapan mereka. Di atas rerumputan, terlihat Gabrielle yang sedang asik memagut bibir Elea, wanita yang di kabarkan oleh Nun dan pelayan akan dimakan oleh Lan.
"Honey," panggil Greg seraya menelan ludah.
"Ayo kembali ke kamar. Kita terlalu bodoh karena sudah mempercayai kata-kata Nun. Sungguh sialan!" sahut Liona kemudian berbalik hendak kembali ke kamarnya.
Nun tidak bisa melakukan apa-apa saat di sindir oleh si nyonya rumah. Dia hanya diam sambil memperhatikan Tuan Muda-nya yang sedang asik bermesraan dengan di saksikan oleh dua ekor binatang berlainan gender.
"Lain kali jika ingin melaporkan sesuatu lebih baik kalian pastikan dulu kebenarannya. Gara-gara laporan palsu kalian Tuan Besar Greg dan Nyonya Besar Liona jadi terganggu tidurnya!" tegur Nun pada pelayan yang sudah memfitnah Lan.
"Baik, Nun. Saya minta maaf karena sudah ceroboh mengatakan kabar yang tidak benar. Saya hanya khawatir terjadi sesuatu pada Nyonya dan kandungannya."
"Jangan si ulangi lagi."
"Iya, Nun."
πππππππππππππππππ
...πJangan lupa vote, like dan comment...
...ya gengss...
__ADS_1
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...