
Gleen terus melirik ke arah Gabrielle yang sedang tersenyum-senyum tidak jelas. Dia bingung dan juga heran. Setelah semalam dia mengirim foto yang salah pada pria tengik ini, Gleen hampir mati berdiri ketika Junio tiba-tiba meminta untuk menggantikannya datang ke Group Ma. Dia trauma membayangkan kalau-kalau Gabrielle menyimpan dendam atas perbuatan bodohnya semalam. Tapi begitu dia sampai di ruangan pria ini, Gleen malah di buat terheran-heran dengan kelakuan Gabrielle. Padahal tadinya Gleen sempat berpikir kalau dia akan langsung disembur dengan kata-kata yang menohok buntut dari kejadian semalam. Akan tetapi kenyataan yang terjadi sekarang sangat jauh dengan apa yang dia bayangkan selama dalam perjalanan.
"Res, tuanmu ini kenapa sih. Dia sudah tidak waras atau bagaimana?" tanya Gleen sembari melihat ke arah Ares. Dia sudah tidak tahan dengan semua kegilaan ini.
"Abaikan saja, Tuan Gleen. Saya sarankan anda sebaiknya jangan mengganggu Tuan Muda dulu," jawab Ares seraya melirik ke arah Tuan Muda-nya. Dia lalu menarik nafas dalam-dalam.
Tuan Muda, saya mohon sadarlah. Di sini ada Tuan Gleen, tolong berhenti membucin atau anda akan di anggap sebagai orang tidak waras olehnya, batin Ares resah.
Sepulang dari mengunjungi kampus Elea, Gabrielle terus merasakan uforia yang tidak terkira. Hatinya bagai di tumbuhi bunga-bunga saat membayangkan kelakuan Elea yang sangat menggemaskan. Sungguh, Gabrielle bahkan tidak bisa melupakan satu detikpun kejadian dimana Elea yang menggodanya dengan mengirim banyak cinta melalui simbol tangan. Gabrielle terpesona.
"Gabrielle, sampai kapan kau akan mengabaikan kedatanganku hah. Kalau kau sedang bertingkah gila karena membayangkan Elea, maka sebaiknya aku pulang saja. Aku bukan Ares yang akan setia menjadi kambing congek dengan tetap menemanimu yang sedang menggila!" tegur Gleen tak kuat lagi.
"Berisik sekali kau. Kalau mau pulang ya pulang saja sana. Memang apa urusannya denganku!" sahut Gabrielle akhirnya memberikan merespon.
"Tentu saja itu ada urusannya, Gabrielle Shaquille Ma. Aku datang kemari adalah untuk membahas tentang bisnis kita, jadi bagaimana mungkin itu tidak ada urusannya denganmu. Kau ini bagaimana sih. Tolong profesional sedikit lah!"
Gabrielle mendengkus kasar saat Gleen tidak berhenti mengacaukan lamunannya. Dengan raut wajah yang sangat masam Gabrielle mengulurkan tangan ke arah Ares. Dia ingin segera menyelesaikan semua pekerjaan yang ada lalu kembali melamunkan istrinya. Dia sedang sangat candu hari ini.
Suasana berubah menjadi sangat serius saat Gabrielle dan Gleen berlarut dalam urusan pekerjaan. Ares yang melihat Tuan Muda-nya kembali fokus pun merasa sangat lega. Hampir setengah jam lamanya suaminya Lusi ini menunggu seperti orang bodoh gara-gara ulah Tuan Muda-nya yang tengah membucin sepulang mereka dari kampus. Tidak ada Nyonya Elea di sini saja sudah bisa membuat Tuan Muda-nya bersikap seperti orang tidak waras. Coba kalian bayangkan sendiri jika tadi Nyonya Elea ada di sini. Ares dan Gleen pasti tidak hanya akan terlihat seperti kambing congek, tapi mereka akan menjelma menjadi manusia tak kasat mata di hadapan kedua orang ini.
"Gleen, bukankah yang seharusnya datang itu Junio ya? Kenapa malah kau yang menyetorkan wajah padaku?" tanya Gabrielle di sela-sela bekerja.
"Dia sedang mabuk bayi kecambah. Em bukan sih, lebih tepatnya dia sedang memanfaatkan keberadaan si bayi kecambahnya untuk bermesraan dengan Patricia. Kau tahu sendiri bukan kalau penjahat itu sangat licik?" jawab Gleen sembari menandatangani berkas. "Nah, sudah beres. Kau tinggal membubuhkan tanda tanganmu di sini."
Gabrielle pun segera mengabulkan permintaan Gleen. Setelah itu dia duduk menyender ke sofa seraya menatap datar ke arah suaminya Lusi.
"Apa maksudmu mengirim foto seperti itu padaku semalam? Kau ingin pamer atau ingin mengajakku berduel?"
__ADS_1
Glukkkk
Matilah. Tidak di sangka pria bucin ini teringat dengan ulahnya Gleen semalam. Sungguh sia-sia Gleen memanjatkan doa agar pria ini mau berdamai dengannya. Sambil membereskan sisa pekerjaan yang ada, Gleen mencari alasan yang bisa membuat Gabrielle percaya dan tidak menyimpan dendam padanya.
"Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan sekarang, Gleen. Dan aku sarankan kau sebaiknya bicara jujur sebelum aku memberimu racun!" ancam Gabrielle ketika mendengar apa yang tengah di pikirkan oleh Gleen.
"Bisa tidak kalau sedang bicara kau tidak usah mengancam umat lain, Gab. Untung kau kaya dan berkuasa. Jika tidak, aku pasti akan mengajak Junio untuk membuatmu menjadi manekin," kesal Gleen.
Ares dan Gabrielle sama-sama tersenyum samar mendengar ancaman Gleen yang sangat tidak bermutu. Sungguh konyol.
"Semalam aku sedang menemani Lusi yang sedang berusaha memperbaiki cara menggambarnya. Lusi kemudian memberitahu kalau gambar yang aku kirimkan padamu adalah baju yang akan di persiapkannya untuk acara anniversary pernikahan kami tahun depan. Rencananya sih aku ingin pamer, tapi siapa yang akan menyangka kalau kau akan mengirimkan ratusan pesan berisi foto couplemu dan Elea. Apa kau tahu, ponselku sampai eror gara-gara kelakuanmu. Dasar gila!"
"Anniversary?" beo Gabrielle. Kali ini dia benar-benar cemburu.
Bagaimana mungkin Gleen dan Lusi bisa jauh lebih romantis daripada aku dan Elea? Tidak bisa, ini tidak boleh di biarkan. Yang harus menjadi pasangan couple terfavorit haruslah kami berdua. Atau aku minta Ares untuk mencuri foto milik Lusi saja ya? Lagipula kan hari anniversary mereka masih jauh. Kira-kira Ares mau tidak ya?
Mendadak tengkuk Ares meremang saat sang Tuan Muda tiba-tiba melihat ke arahnya. Ini tidak baik, banteng pencemburu ini pasti sedang merencanakan sesuatu yang buruk padanya.
"Siapa bilang kami tidak merayakannya!" sergah Gabrielle tak terima. "Hari anniversary kami berdua akan menjadi hari yang paling istimewa di antara kalian semua. Dan juga pakaian yang akan kami kenakan adalah pakaian yang akan di desain langsung oleh Elea. Milikmu dan Lusi tidak akan ada apa-apanya jika di bandingkan dengan milik kami berdua nanti."
"Apa kau sedang menghina karya istriku?" tanya Gleen seraya memicingkan mata ke arah Gabrielle.
"Aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi kalau kau menganggapnya begitu ya sudah, aku masa bodo. Toh memang benar kalau segala hal yang berhubungan dengan Elea, istriku adalah yang terbaik. Jadi kau harus bisa berlapang dada untuk menerima fakta ini," jawab Gabrielle dengan songongnya.
"Tapi kan tidak harus dengan cara merendahkan karya orang lain juga, Gabrielle."
"Aku tidak melakukannya."
__ADS_1
"Ada, barusan kau mengakuinya sendiri."
"Hanya sedikit," celetuk Gabrielle.
"Sedikit kepalamu!" hardik Gleen seperti kerasukan. "Sudahlah, bicara dengan orang tidak waras sepertimu hanya akan membuatku menjadi gila. Tidak suami tidak istri, kenapa kau dan Elea tak pernah mau melihat orang lain merasa tenang sih."
Gabrielle acuh acuh saja melihat Gleen yang sedang berjalan keluar dari ruangannya. Dia sama sekali tidak peduli meski di anggap telah menghina hasil karya milik Lusi.
"Sepertinya Tuan Gleen sangat marah," ucap Ares setelah badai berhenti.
"Biarkan saja. Nanti dia juga akan datang lagi padaku," sahut Gabrielle santai. "Oh iya Res, bagaimana kalau kau curi saja hasil gambaran milik Lusi. Aku tidak rela ada orang lain yang hubungannya lebih bahagia dari aku dan Elea."
"M-mencuri?"
Ares syok. Benar tebakannya kalau tatapan si Tuan Muda tadi mengandung unsur kejahatan yang sangat tidak manusia. Bayangkan, seorang sekertaris sepertinya tiba-tiba di minta untuk menjadi seorang pencuri. Luar biasa.
"Iya. Kalau kau berhasil mendapatkannya, aku janji akan memberimu hadiah yang sangat besar. Bagaimana, kau mau tidak?"
"Maaf Tuan Muda. Untuk kali ini saya akan menolak karena Cira pasti akan langsung membunuh saya jika dia tahu saya mendapatkan hadiah tersebut dengan cara yang tidak lazim!" sahut Ares memilih untuk di hukum daripada harus menjadi seorang pencuri.
Gabrielle berdecak. Setelah itu dia kembali melamunkan istrinya yang nakal itu. Gabrielle tak lagi mempedulikan alam sekitar, termasuk Ares yang sedang tegang dengan keputusan yang dia ambil sendiri.
πππππππππππππππππ
...πJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss...
__ADS_1
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...