Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Ajakan Kencan


__ADS_3

Di depan jendela kamar sebuah rumah sakit terlihat seorang wanita cantik tengah berdiri sambil melamun. Mata wanita tersebut terlihat sendu dan sedikit memerah, seolah ingin memberitahu dunia kalau dirinya sedang baik-baik saja. Bagaimana mungkin akan baik-baik saja kalau dia barusaja mendengar satu fakta yang sukses mengobrak-abrik perasaannya.


“Karl, jadi kau orangnya?”


Elea menggumam lirih. Sedih memang setelah Elea mendengar cerita dari Kayo dan kakaknya tentang beberapa kebenaran tentang anak-anaknya. Sungguh, tak sedikitpun Elea mengira kalau orang yang memangku karma buruk itu adalah Karl, putra keduanya. Selama ini Elea dan semua keluarganya selalu mengira kalau Bern adalah orangnya. Namun siapa yang akan menyangka kalau ternyata tebakan mereka semua salah. Karl, dia adalah dalang di balik semua musibah yang terjadi.


“Tapi jika memang benar Karl, lalu kenapa wanita itu menyebut kalau Bern adalah orangnya? Jelas-jelas yang menjadi anak paling tua adalah Bern, kenapa Flowrence bilang kalau Karl adalah … astaga. Ada apa ini sebenarnya? Teka-teki apa yang masih belum terpecahkan dalam masalah ini? Tolong aku, Tuhan. Bantu aku memutus rantai buruk ini. Di masa lalu Ibu Liona mungkin telah melakukan pekerjaan yang banyak merugikan orang lain. Akan tetapi hal tersebut beliau lakukan atas nama perintah atasannya, bukan atas kemauannya sendiri. Dan juga selama ini Ibu Liona begitu dermawan dan gemar menolong orang yang membutuhkan. Tidakkah semua itu bisa di tukar demi kesadaran Karl? Aku mohon, Tuhan. Bantulah kami menyadarkan Karl sebelum semuanya terlambat. Aku mohon,”


Sebutir cairan bening menetes dari sudut mata Elea setelah dia memanjatkan harapan kepada Tuhan. Sambil berusaha menahan diri agar tidak menangis, Elea memikirkan cara bagaimana agar dia bisa meluluhkan kemarahan di hatinya Karl sebelum putranya itu menyakiti adik dan kakaknya sendiri. Elea yakin, pasti ada jalan yang bisa dia lakukan untuk menghentikan ini semua. Pasti.


“Pantaslah kalau selama ini aku selalu gagal melihat masa depan anak-anakku sendiri. Ternyata hal itu di sebabkan karena mereka memiliki kelebihan yang sama sepertiku. Tapi Bern … kenapa Flow tidak menceritakan apapun tentangnya? Apa iya dia menjadi satu-satunya yang tidak memiliki kemampuan?” gumam Elea menerka-nerka. “Apapun itu aku tidak peduli. Mau ada kelebihan atau tidak Bern tetaplah putraku. Dia pewaris kebanggaan keluarga Ma.”


Oya, tadi setelah Kayo dan Jackson selesai menyampaikan pesan Flowrence, Elea langsung meminta mereka untuk meninggalkannya sendirian. Setelah itu Elea juga memerintahkan penjaga agar tidak mengizinkan siapapun masuk ke kamar rawatnya selain Gabrielle. Elea butuh waktu tenang untuk memikirkan solusi atas masalah yang menimpa anak-anaknya. Sebagai seorang ibu, jelas Elea tidak akan membiarkan ketiga anaknya ada yang terluka. Dia lalu berpikir kesana kemari, mencari jalan keluar agar putranya Karl tidak sampai terbawa arus dendam yang di bawa oleh sosok dari masa lalu.

__ADS_1


“Tuhan menciptakan Adam dan Hawa dengan penuh cinta kasih. Bahkan Tuhan masih tetap menyayangi mereka saat mereka terbujuk rayuan iblis. Bukankah ini sama artinya kalau segala masalah bisa terselesaikan dengan mengatasnamakan kata maaf dan juga ketulusan? Lalu bisakah aku menggunakan cara Tuhan untuk meluluhkan hatinya Karl? Aku harus mencobanya,” ujar Elea penuh tekad.


Setelah berkata seperti itu Elea bergegas mengambil ponselnya. Dia kemudian melakukan panggilan video ke nomornya Karl. Ya, yang kalian pikirkan benar. Elea akan mencoba menenangkan Karl lewat cara quality time bersama. Agak aneh memang, tapi Elea tak peduli. Selama hal tersebut memiliki celah untuk membuka hati putranya, Elea pasti akan melakukannya. Anggaplah ini sebagai suatu perjuangan atas kasih sayang seorang ibu kepada putranya yang sedang tersesat di jalan yang salah.


“Halo, wanita cantik. Tumben sekali menelponku? Tidak takut ada yang marah, hem?” ledek Karl sambil menampilkan senyum jenakanya di layar ponsel. “Ada apa Ibuku yang cantik? Rindu putramu yang tampan inikah?”


Elea tertawa lebar mendengar ledekan yang dilayangkan oleh Karl. Sungguh, di saat Karl sedang bercanda seperti ini rasanya sangat sulit untuk mempercayai kalau Karl memiliki sisi gelap yang begitu kejam. Senyum putranya begitu manis, mungkinkah Karl akan tega menyakiti adik dan kakaknya sendiri? Entahlah, Elea tak berani memastikan.


“Bu, Ibu kan masih sakit. Belum lagi dengan Ayah. Ayah pasti akan langsung menjadikanku kambing guling jika tahu kalau aku mencuri wanita kesayangannya. Memangnya Ibu mau melihatku mati muda di tangan Ayah?” sahut Karl sambil mengerutkan kening. Dia terlihat bingung mendengar permintaan nyeleneh sang ibu yang tiba-tiba ingin menghabiskan waktu bersamanya. “Bu, Ibu baik-baik sajakan? Aku bukannya tidak mau menemani Ibu, tapi aku sungguh takut pada Ayah. Ayah itukan sangat luar biasa posesif pada Ibu. Aku tidak mau menjadi korban!”


“Hemmm, begitu ya?” sahut Elea pura-pura sedih. Dia lalu memasang ekpresi sememelas mungkin dengan harapan Karl akan berubah pikiran.


Dan benar saja. Harapan Elea benar-benar berbuah manis karena Karl langsung mengiyakan keinginannya begitu melihatnya murung. Elea yang kesenanganpun meminta Karl untuk segera datang ke rumah sakit.

__ADS_1


“Cepatlah datang kemari untuk menjemput Ibumu yang cantik ini, Karl. Jangan lupa bawakan oleh-oleh yang manis untuk Ibu ya? Tenang saja. Ibu pastikan kau akan langsung terpesona begitu sampai di sini. Oke?” ucap Elea menggebu-gebu.


“Baiklah wanita cantik. Dan tolong tepati janjimu kalau kau akan membuatku terpesona begitu aku sampai di sana. Kalau tidak, maka kencan kita hari ini batal. Setuju?”


“Setuju!”


Dan panggilanpun akhirnya berakhir. Tak mau membuat Karl menunggu, Elea segera menghubungi asistennya agar mengirimkan satu gaun yang sangat cantik dan juga alat make-up ke rumah sakit. Hari ini Elea ingin memberitahu Karl tentang betapa berharganya kasih sayang di dalam keluarga. Dia ingin putranya itu mengerti kalau semua aggota keluarga begitu menyayanginya. Memang tidak ada kepastian yang bisa menjamin kalau Karl akan sadar sepenuhnya sih. Tapi setidaknya Elea sudah berusaha dan dia yakin hati nuraninya Karl belum sepenuhnya tertutup. Bisa saja kegelapan yang menutupi mata hati putranya itu berasal dari dendam masalalu yang belum tersampaikan kepada ibu mertuanya. Karenanya Elea ingin menyadarkan Karl lewat waktu manis yang akan segera mereka habiskan bersama. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin terjadi bukan jika Tuhan sudah berkehendak? Dan Elea selalu percaya kalau usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.


“Hufttt, semoga apa yang ingin kulakukan hari ini bisa menyentuh perasaannya Karl. Aku mengerti tidak semua takdir bisa dirubah melalui kelebihan yang kumiliki. Akan tetapi aku percaya kalau Tuhan selalu menyisipkan cinta dan kehangatan di diri setiap ciptaannya. Ayah, Ibu, tolong bantu doakan agar aku berhasil menjalankan misi ini. Aku sangat mencintai anak-anakku mau seperti apapun mereka. Perbuatan Karl memang sudah sangat kelewatan, tapi itu tidak akan mengurangi rasa sayangku kepadanya. Selamanya Karl akan menjadi putra kebanggaan Gabrielle dan Elea. Ya, selamanya.”


Setelah berkata seperti itu Elea memanggil perawat agar masuk ke dalam ruangannya. Kondisinya langsung membaik seketika begitu dia menemukan ide untuk pergi berkencan dengan Karl. Apakah ini adalah suatu jalan untuk mematahkan karma buruk yang terus menghantui keluarga Ma? Bisa jadi. Seperti kata Elea tadi kalau di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak. Jalan manusia tidak ada yang mulus, akan selalu muncul kerikil-kerikil kecil di sepanjang perjalanan hidup. Dan betapa baiknya Tuhan karena telah menghadirkan cinta dan ketulusan yang bisa di gunakan oleh para manusia untuk menyelesaikan permasalahan hidup yang di alami mereka. Jadi teman-teman, percayalah. Kisah Gabrielle dan Elea akan berakhir happy ending. Konflik kemarin memang sengaja emak hadirkan untuk memanaskan emosi pembaca. Bagi yang memahami, kalian pasti mengerti kalau emak suka dengan alur-alur yang seperti ini. Dan bagi yang merasa kecewa, emak minta maaf ya? Emak hanya terlalu mencintai tulisan emak sendiri. Love yourself, love myself, and I love you all.


***

__ADS_1


__ADS_2