Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Ajaran Sesat


__ADS_3

"Halo sayangku, apa kau sudah siap menaklukkan para penggila mode di atas red karpet nanti?" tanya Clarissa sembari cipika-cipiki dengan Levita yang baru saja datang.


"Oh, tentu saja sangat siap, Nyonya Wu. Aku adalah Levita Foster, tidak ada yang tidak bisa aku taklukkan di dunia ini," jawab Levi penuh percaya diri.


Pagi ini Levita datang seorang diri. Tadinya Reinhard berencana untuk mengantarnya, tapi tidak jadi karena dokter tampan itu mendadak di minta untuk pergi ke rumah sakit lebih cepat dari biasanya. Kemungkinan saat acara ini di mulai calon suaminya itu baru akan datang. Dan itu pun jika tidak terlambat. Namun Levi sangat maklum jika seandainya Reinhard tidak bisa datang mengingat tugasnya yang begitu banyak di rumah sakit.


"Apa kau sudah menghubungi Elea? Kapan dia akan datang?"


"Tadi Gabrielle bilang mereka sedang dalam perjalanan kemari. Mungkin sebentar lagi mereka baru akan sampai."


Clarissa menganggukkan kepala. Dia kemudian pamit untuk memeriksa para model yang sedang bersiap di belakang panggung. Cira yang saat itu baru selesai memeriksa segala persiapan segera mendatangi Levi yang tengah duduk seorang diri. Dia lalu menyapanya.


"Hai Nona Levita. Kau sendirian saja?"


"Panggil Levita sajalah."


"Haruskah?" tanya Cira sambil mengulum senyum.


Levi memicingkan mata. Dia terbelalak kaget begitu melihat Cira yang begitu wow dengan pakaian yang di kenakannya.


"Waow, apa kau juga menjadi model yang akan tampil di red carpet nanti?" tanya Levi heboh.


"Tidak," jawab Cira lucu dengan reaksi Levi begitu melihat penampilannya. "Nyonya Clarissa yang memaksaku untuk mengenakan gaun ini. Dia ingin agar kita semua tampil menggunakan gaun hasil rancangannya."


"Luar biasa. Kau benar-benar sangat luar biasa, Cira. Hampir saja aku mengira kalau kau adalah jelmaan bidadari yang turun dari atas genteng. Tidak di sangka ternyata kau adalah istrinya Ares. Ckck, benar-benar mengagumkan!"


Levi tidak henti-hentinya memuji kecantikan Cira yang begitu membahana. Wajarlah, selama ini Cira tak pernah tampil dalam balutan make-up. Jadi sekalinya dia berdandan langsung berubah drastis. Dan puji-pujian yang di lontarkan Levita baru terhenti saat Gabrielle, Elea, dan Ares datang mendekat.


"Wooaaahhhh, bidadari mana yang terlepas di tempat ini, Kak Levi. Kecantikannya membuat mataku hampir buta!" pekik Elea sambil melangkah cepat ke arah Levi dan juga Cira.

__ADS_1


Ares, jangan di tanya lagi bagaimana reaksinya sekarang. Dia bahkan tidak menyadari kalau mulutnya sudah terbuka begitu lebar yang mana hal itu membuat Gabrielle menggelengkan kepala.


"Kondisikan ekpresi terkejutmu, Res. Mulutmu akan di penuhi telur lalat kalau kau tidak segera menutupnya," sindir Gabrielle.


"Jangan menggangguku dulu. Aku sedang mengagumi kecantikan bidadari yang berdiri di hadapan kita sekarang!"


Dan setelah berkata seperti itu Ares langsung tersadar dengan siapa dia sedang bicara. Segera dia menoleh ke arah Tuan Muda-nya sambil menggosok tengkuknya.


"Maaf, Tuan Muda. Saya tidak sengaja."


"Hmmm," ....


Cira tersenyum ke arah suaminya yang juga sedang tersenyum ke arahnya. Dia kemudian menundukkan kepala, sedikit malu saat Elea melontarkan pujian yang langsung menggetarkan jiwa emosi di diri kedua orang pria yang ada di sana.


"Kak Cira, aku baru tahu kalau kau bisa menjadi secantik ini setelah di make-up. Dan aku yakin sekali kecantikanmu akan semakin sempurna jika kau ikut memperagakan bikini bersamaku dan Kak Levi nanti. Aku berani jamin bola mata semua orang pasti akan langsung meloncat keluar begitu melihat pesona kita bertiga. Benar tidak, Kak Levi?"


"NYONYA ELEA!"


Dengan tampang polos tanpa dosa Elea pun menjawab teriakan frustasi dari Ares dan suaminya.


"Iya Kak Iel, Ares. Ada apa?"


Levi yang melihat kefrustasian di wajah Gabrielle dan Ares tak kuasa untuk tidak tertawa. Sungguh, makhluk kecil ini sangat pandai menjungkirbalikkan emosi orang lain. Untung saja Reinhard sedang tidak ada di sini. Jika ada, calon suaminya itu pasti akan bernasib sama seperti yang sedang di alami oleh Gabrielle dan juga Ares.


"Sayang, apa aku belum mengatakan padamu kalau kau itu dilarang keras memakai pakaian yang terbuka, terlebih lagi itu adalah bikini. Percaya tidak kalau aku akan langsung menculikmu kemudian membakar tempat ini sampai menjadi abu. Kau tidak boleh memperlihatkan auroramu di hadapan laki-laki lain. Mengerti tidak?" omel Gabrielle sembari mengendurkan ikatan dasi di lehernya. Tiba-tiba saja dia merasa sangat gerah saat membayangkan istrinya yang cantik ini berlenggak-lenggok di atas red karpet hanya dengan tertutup sejengkal kain yang sangat tidak layak di kenakan oleh manusia.


"Dan juga Nyonya Elea, tolong jangan meracuni pikiran istri saya untuk memakai sesuatu yang bisa membuat jiwa kelelakian saya berkobar hebat!" timpal Ares sengit. Baru kali ini dia berani menampilkan emosinya secara langsung di hadapan sang majikan setelah istrinya terancam memakai pakaian yang mengumbar aurora.


"Kak Iel, aku itu cuma bercanda saja. Kenapa kau serius sekali sih menanggapinya," sahut Elea sambil terkekeh lucu. Setelahnya dia kembali mengerjai Ares yang mana hal tersebut langsung membuat pria itu kebakaran jenggot. "Oh iya, Ares. Kalau kau begitu takut aku meracuni Kak Cira agar mau memakai bikini, jangan khawatir. Aku tidak akan memaksanya lagi untuk memakai pakaian pengumbar aurora itu. Tapi aku akan menggantinya dengan baju yang kemarin aku tunjukkan padamu. Bagaimana, yang ini pasti kau akan mengizinkannya, bukan?"

__ADS_1


Ares benar-benar di buat kelabakan oleh sang nyonya. Tak berdaya menghadapi kejahilannya, dia pun segera meminta istrinya agar tidak mengikuti ajaran sesat tersebut. Ares menatap tak berdaya ke arah Cira yang hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


"Tidak usah merajuk. Elea itu tidak benar-benar dengan ucapannya. Dia hanya menggodamu saja, Res," ucap Cira yang paham akan ketakutan suaminya.


"Huh, dasar pengecut. Baru di kerjai begitu saja sudah mau menangis. Sekertarismu ini cengeng sekali, Gab!" ejek Levi gemas melihat cara Ares merajuk pada istrinya.


"Kau sebaiknya jangan terlalu mengejekku, Nona Levita. Nanti kau juga akan merasakan apa yang kami rasakan jika Tuan Reinhard mengumbar roti sobeknya di hadapan wanita lain. Aku harap kau tidak kerasukan setan saat semua itu terjadi!" amuk Ares tak terima dengan ejekan yang di lontarkan oleh Levita.


"Apa? Mengumbar roti sobek di hadapan wanita lain?" sahut Levi dengan gaya songongnya. "Apa kau pikir Reinhard akan berani untuk melakukan hal itu? Tidak say, dia adalah pria alim yang tidak suka mengumbar aurora-nya. Dan juga aku tidak akan pernah membiarkan para wanita itu menikmati aset indah kepunyaanku. Aku tidak seperti kalian yang bisanya hanya mengamuk dan berteriak saja. Apa kalian tahu bagaimana rencanaku nanti untuk membuat Reinhard patuh dan hanya menjadi liar ketika sedang bersamaku saja?"


Gabrielle dan Ares kompak menggeleng. Mereka jadi penasaran cara apa yang akan dilakukan oleh wanita bar-bar ini untuk menaklukkan dokter itu.


"Aku akan membuatnya tidak bisa melupakan kegiatan kami di atas ranjang. Aku juga akan membuatnya berkeringat sepanjang malam agar dia tidak bisa berpaling dari suara ******* dan rintihanku. Dengan begitu Reinhard pasti tidak akan mampu menatap wanita selain aku. Hahahaha!" ucap Levi dengan penuh bangga menghayalkan sesuatu yang bahkan dia sendiri belum pernah merasakannya.


Dan begitu Levi selesai bicara, Ares dan Gabrielle langsung menatap lekat ke arah istri-istri mereka. Namun sayang, di antara mereka berdua sepertinya hanya Ares saja yang bisa mengikuti saran sesat yang di ajarkan oleh Levi. Gabrielle saat ini masih dalam mode berpuasa. Jadi mau tidak mau dia harus rela menahan n*fsunya hingga beberapa bulan ke depan.


Sialan kau, Levita. Kenapa juga kau harus bicara seperti itu di saat aku sedang tidak bisa mengajak Elea untuk bercinta??? Arrrggghhh, jangan bangun bodoh. Saat ini kau sedang tidak bisa memasuki goa hangat itu. Jadi kau sebaiknya tidur saja. Tiduurrrrrr!


😝


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2