
Teman-teman, mohon dukungannya untuk novel emak yang berjudul WANITA KESAYANGAN SANG PRESDIR yang insyaallah emak ikut sertakan dalam lomba 100%kekasihideal. Genrenya Romantis/Komedi dan sudah up mulai hari ini. Silahkan cek profil emak untuk mampir kesana ya. Di jamin sakit perut karena nahan tawa 😂😂😂 Terima kasih.
***
__ADS_1
Di balkon kamar, terlihat Karl yang tengah berdiri sendirian sambil menghisap rokok di tangannya. Raut jenaka yang biasanya menghiasi wajah Karl kini sama sekali tak terlihat. Saat ini Karl terlihat seperti sosok orang lain, dingin dan juga sangat licik. Siapalah yang akan menyangka kalau Karl adalah sesosok iblis yang bersembunyi di balik topengnya yang berimage baik. Menurut Karl, rasanya sungguh sangat menyenangkan bisa menipu seluruh dunia seperti ini. Termasuk menjadikan kakaknya sendiri sebagai alat untuk mengantarkannya sampai di singgasana kemenangan.
“Liona, Liang Zhu. Bagaimana bisa kalian bersatu dalam tubuh yang sama? Apa mungkin Liang Zhu datang ke zaman ini untuk menyelesaikan sesuatu yang belum usai dia lakukan di zamannya? Hmmm, menarik sekali. Aku jadi semakin penasaran untuk terus menggali informasi ini lebih banyak. Pasti ada rahasia besar yang tersembunyi di balik kedatangannya ke zaman ini. Ya, itu sudah pasti,” ujar Karl sambil memandangi langit malam.
Selama ini keluarga besar Ma selalu di bayang-bayangi ketakutan di mana Bern di anggap sebagai orang yang terlahir dengan memangku karma yang sangat buruk. Namun, tidak satupun orang yang menyadari kalau Karl-lah yang sebenarnya terlahir dengan membawa karma tersebut. Tak mau di kucilkan, Karl pun menggunakan kesempatan ini untuk menjadikan kakaknya bak seorang monster berdarah dingin hingga mampu melukai adik mereka sendiri. Ya, kalian benar. Orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang beberapa tahun lalu menimpa Flowrence dan Sisil adalah Karl. Dengan segala rayuan tipu muslihatnya, Bern akhirnya terhasut untuk menyakiti Flowrence. Licik bukan? Tentu saja. Bukan Karl namanya jika akan tetap diam melihat orangtuanya yang begitu royal terhadap keluarganya Oliver. Karl merasa tak terima menyaksikan ibunya Oliver yang terus memeras harta milik keluarganya. Dan penyebab mengapa Karl mengincar Flowrence adalah karena dia ingin memutuskan tali jodoh agar Oliver tidak menjadi bagian dari keluarga Ma. Dengan begitu keluarganya Oliver tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk mengorek harta keluarganya yang kebanyakan di dapat dengan cara memeras Flowrence. Idenya bagus sekali bukan?
“Flowrence, kenapa aku selalu merasa kalau kau itu menyembunyikan sesuatu tentang jati dirimu dari semua orang. Setiap kali aku ingin mencelakaimu, selalu saja ada halangan yang menghambat. Apa mungkin kau itu tidak sebodoh dan sepolos yang aku lihat? Jika dugaanku benar, maka bersiaplah mati di tangan Kak Bern. Aku tidak mungkin membiarkanmu tahu kalau akulah penjahat yang sebenarnya. Rencana besarku bisa hancur jika semua orang mengetahui kalau Kak Bern berada di bawah kendaliku!” geram Karl sambil menghancurkan rokok dengan tangannya. Panas? Tentu tidak. Bara rokok ini sama sekali tidak berasa di kulit tangannya Karl.
__ADS_1
“Setiap manusia terlahir dengan membawa takdir masing-masing. Namun, kau adalah pengecualian. Kelahiranmu di sambut dengan sebuah karma yang sangat mengerikan dimana nanti kau akan tega meminum darah milik saudaramu sendiri. Karma tidak bisa di patahkan, terkecuali orang yang membuat karma tersebut mati. Dan juga, kau telah di takdirkan untuk mewarisi segala kecerdasan yang dimiliki oleh orang tersebut. Kau genius, licik, tegas, dan yang pasti, kau pandai memainkan tipu muslihat untuk meraih suatu kemenangan. Berhati-hatilah!”
Kurang lebih seperti itulah kalimat yang selalu Karl dengar setiap kali dia bertanya tentang seseorang yang dengan gagahnya duduk di atas seekor kuda sambil membawa pedang di tangannya. Karena tak pernah mendapat jawaban, Karl memutuskan untuk mencaritahu sendiri tentang siapa orang tersebut. Melalui mimpi, Karl akhirnya berhasil tahu kalau sosok gagah yang dia lihat di dalam mimpi ternyata adalah seorang panglima perang bernama Jendral Liang Zhu. Sejak saat itulah Karl mulai tertarik untuk meneliti tentang semua hal yang berhubungan dengan Dinasti Ming, zaman dimana Jendral Liang Zhu hidup. Semua orang mungkin mengira kalau tujuan Karl adalah menjadi seorang sejarawan. Namun, dugaan itu adalah kesalahan terbesar yang dilakukan oleh keluarganya. Karma buruk itu mengantarkan Karl tumbuh menjadi sosok yang sangat serakah dan juga luar biasa dingin. Satu-satunya tujuan Karl hidup di dunia ini hanyalah untuk menuntut keadilan pada Jendral Liang Zhu dan juga menguasai seluruh harta milik keluarga Ma, termasuk milik kakak dan adiknya. Menjadi seorang sejarawan hanyalah kedok untuk menutupi tujuan Karl yang sebenarnya. Dan bodohnya, semua orang percaya. Luar biasa sekali bukan?
“Nenek Liona, akan tiba waktunya nanti untuk semua orang tahu kalau kau itu sebenarnya adalah sesosok ruh gentayangan yang tidak bisa kembali ke alam baka karena terjebak akan sesuatu hal di dunia ini.Tapi kau tenang saja. Begitu seluruh aset milik keluarga Ma menjadi milikku, aku akan langsung mengirimmu kembali ke tempat yang seharusnya. Jangan kau kira aku senang menjalani hidup dengan bayang-bayang karma sialan ini ya. Aku sakit. Aku selalu terluka setiap kali menyakiti kakak dan juga adikku. Tapi gara-gara perbuatanmu, aku tumbuh menjadi sosok monster yang tidak punya hati. Tunggu saja. Kau pasti akan segera menerima balasan dariku!” ucap Karl dengan tatapan mata yang sangat nyalang.
Setelah berkata seperti itu Karl berbalik masuk ke dalam kamar. Dia lalu memutuskan untuk berendam air dingin meski waktu menunjukkan pukul dua dini hari. Karena saat ini Karl sedang menginap di rumah orangtuanya, dia tidak bisa bebas keluar masuk menemui anak buahnya. Itu terlalu beresiko mengingat kalau keluarganya memiliki banyak mata-mata di luaran sana.
__ADS_1
Sembari memejamkan mata, Karl membayangkan apa yang akan terjadi dengan anaknya Tuan Kendra yang sekarang berada di rumah kakaknya. Tujuan Karl mengirim Amora ke rumah kakaknya adalah untuk membuatnya terjerat masalah besar. Lalu apa keuntungan yang akan di dapat oleh Karl jika hal itu sampai terjadi? Tentu saja jabatan dan nama besar di Group ma. Apalagi memangnya. Inilah rencana yang sudah Karl atur sedari lama demi agar dirinya bisa mengambil seluruh harta milik kakaknya. Lalu bagaimana dengan Flowrence? Itu masalah gampang. Karl hanya perlu mengatur sebuah kecelakaan saat Flowrence berada dalam satu mobil yang sama dengan Oliver. Ibarat kata, sekali tepuk dua ekor nyamuk langsung mati. Dulu cara ini juga pernah Karl gunakan untuk mencelakai Flowrence. Namun sayang, yang mati malah calon adiknya Oliver karena saat itu orang yang berada satu mobil dengan adiknya adalah Bibi Levita. Agak mengecewakan sebenarnya, tapi tidak masalah. Karl masih memiliki banyak cara untuk menghabisi adiknya yang bodoh itu. Hahahha.
***